PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 490. BEBAS


__ADS_3

“Apa kau yakin kalau ayahnya Anthony sudah mencari informasi sampai sejauh itu?” Anna yang semakin penasaran pun kembali bertanya.


“Ya mungkin saja.” jawab Vince dengan penuh keyakinan. Dia mengenal betul Robert Kane.


“Maafkan aku Anthony. Tapi kalau memang ayahmu sudah tahu maka kondisinya tidak baik untukmu! Dia pasti akan menginterogasimu. Mungkin dia sudah mempersiapkan semuanya untukmu tapi aku tidak tahu apakah ayahmu akan jujur atau tidak padamu.” ujar Vince.


Dia merasa kasihan pada Anthony, apalagi setelah tahu kalau Robert Kane bukan ayah biologis Anthony. Vince sudah bisa membayangkan apa yang akan dilakukan sang jenderal pada sahabatnya itu.


Anthony sedikit frustasi mendengarkan penjelasan sahabatnya tapi dia berusaha menutupinya dan mencoba mencari jalan keluar dari tempat mereka berada sekarang.


“Aku hanya ingin tahu siapa ayah kandungku yang sebenarnya.” ucap Anthony. "Aku harus mencari tahu kebenaran tentang masa laluku."


Doooorrrr! Crackkkk


Terdengar suara tembakan beruntun diikuti suara kaca retak yang membuat Anthony menoleh kebelakang.


“Sepertinya kaca anti peluru kita sudah tidak kuat lagi.” ucap Anthony setelah melihat kondisi kaca anti peluru bagian belakang mobilnya.


“Ya kau tahu itu.” ujar Vince menimpali. "Mereka menembaki kita dengan brutal!"


“Kalau begitu kita harus menyerang sekarang.” Anna pun ikut meemberikan saran. “Kita bisa habis kalau hanya terus melarikan diri seperti ini tanpa membalas mereka.”


“Ya kau benar.” Anthony mengangguk.


“Jadi kau akan mulai melakukan penyerangan sekarang Anthony?” tanya Vince.


“Ya. Sebaiknya kau duduk dibawah Anna! Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.” ucap Anthony.


“Hei apa kau lupa kalau aku juga salah satu anggota militer?” protes Anna.


“Ya tapi kau dokter militer! Bukan tugasmu untuk berperang seperti ini.”


Anthony bicara sambil tersenyum.


“Jangan bilang begitu Anthony. Ayo, aku akan membantumu menyerang mereka.” Anna tidak mau mendengarkan Anthony.


“Terima kasih Anna.” anthony menimpali tapi dia tetap mengambil senjata Anna dan memasukkannya kembali ke dalam tempatnya.


“Kau harus tetap dibawah. Aku mau kau selamat!”

__ADS_1


“Serahkan pada kami! Biar kami saja yang menyerang, kau wanita jadi kau hanya menunggu saja Anna! Kau tidak perlu berperang bersama kami.” ucap Vince.


“Kau dengarkan saja perkataan Vince. Orang dibelakang kita itu sudah dipastikan adalah orang-orang Jeff! Dan yang di helikopter itu adalah milik federal.”


“Lalu kita harus apa sekarang?” tanya Anna.


“Aku tahu apa yang harus kita lakukan! Aku sudah menemukan jalan pintas!” kata Vince. Lalu dia mengarahkan mobilnya menuju ke tempat yang tadi dikatakannya.


“Lebih baik kita cari tempat persembunyian dulu.”


DUUUUAAARRRRR


“Aduh!” Anthony meringis ketika dia melihat bumbungan asap tinggi karena mobil yang ada dibelakangnya meledak kena bom yang dilemparkan helikopter.


“Setidaknya pihak federal kini membantu kita Anthony! Sebelum kita tahu apa yang mereka inginkan.” ucap Vince saat dia membelokkan mobil ke arah jalan pintas.


“Ini bukan ide bagus.” ujar Anthony menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil diam-diam mencoba menghubungi Danet.


”Kau masih belum bisa menghubunginya?”


“Ya aku masih belum bisa menghubungi Dante.” Anthony mencoba kembali.


Anthony pun berpikir sejenak tentang ucapan Anna. ‘Dante sibuk? Lalu aku harus menghubungi siapa? Teman Dante yang lainnya? Kalau Dante saja sibuk sudah pasti yang lainnya juga tidak bisa dihubungi juga. Aduh…..aku jadi buntu!’ ucap Anthony dihatinya. Tapi dia tidak menyerah begitu saja. Siapa yang bisa membantunya untuk menghubungkannya dengan Dante?


Dia harus segera bicara dengan Dante karena ini adalah rencana mereka berdua dan Anthony tidak bisa mengambil keputusan sendiri sebenarnya. Tapi dia sudah membuat kesalahan dengan membawa Anna dengan persetujuan Dante dan ini yang membuatnya merasa tidak enak hati.


“Apa kau tidak berpikir tentang siapa yang akan kau hubungi Anthony?”


Anna bertanya karena dia melihat ekspresi wajah Anthony yang terlihat bingung. Anthony menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


“Itu yang membuatku pusing Anna! Aku tidak mengenal siapapun dirumah Dante kecuali teman-temannya dan juga para pelayan disana!”


“Kalau begitu kau bisa menghubungi pelayan yang dekat dengan Dante kan? Mungkin dia ada meninggalkan pesan pada pelayan itu?”


Ucapan Anna itu membuat Anthony tersenyum. “Ya kau benar juga. Aku akan menghubungi Henry kalau begitu. Aku rasa dia satu-satunya orang yang tahu cara menghubungi Dante.”


“Tunggu! Jangan gunakan teleponmu!” Anna menahan tangan Anthony yang hendak menggunakan teleponnya.


“Kenapa Anna?” Anthony melirik wanita itu.

__ADS_1


“Jangan gunakan telepon itu! Kau tidak mau pihak federal mengganggumu bukan?”


“Ada apa memangnya?” tanya Anthony dan saat ini mereka sudah berjarak jauh dari orang-orang yang mengikuti mereka tadi karena mobil yang berada dibelakang mereka terhambat jalannya karena satu mobil meledak.


“Mungkin kau bisa menghubungi dengan nomor ini.” Anna memberikan telepon pada Anthony.


“Ini nomor siapa?” tanya Anthony menatapnya serius.


“Itu nomorku. Tapi memang kau tidak tahu nomor itu. Itu adalah nomor khusus yang aku punya. Aku yakin kalau nomor ini tidak disadap pihak federal jadi kau bisa aman menelepon.”


“Kau pikir ayahku akan menyadap teleponku?” Anthony bertanya ulang pada Anna dan wanita itu menganggukkan kepalanya.


“Kalau dia sudah mencurigaimu tentu saja dia pasti melakukan itu.” jawab Anna.


Mendengar ucapan Anna membuat Anthony terdiam sejenak dan menatap wanita itu sambil mengangguk setuju. “Terima kasih Anna! Aku tidak kepikiran sejauh itu.” ucapnya. Dia pun mengambil telepon itu dan menghubungi Henry.


“Selamat malam?” sapa Henry.


“Henry! Ini aku, Anthony!”


“Tuan Anthony, apa yang bisa saya bantu?” tanya Henry bersemangat mendengar suaranya.


“Tolong aku! Aku tidak bisa menghubungi Dante.”


“Nomor yang digunakan Tuan Dante tidak digunakan dulu sejenak karena nomor itu sudah disadap pihak federal.” jawab Henry.


“Wah, benarkah? Pantas saja dari tadi aku tidak bisa menghubunginya.”


“Aku bisa membantu anda menghubungi Tuan Dante, Tuan Anthony!”


“Henry, kau tidak perlu memanggilku dengan pakai Tuan! Baiklah kalau begitu tolong hubungkan aku dengan Dante. Atau berikan nomor telepon ini padanya.”


“Baiklah Tuan. Saya akan memberikan nomor telepon anda padanya.” kata Henry lalu mengakhiri panggilan telepon itu. Dan Anthony pun menunggu Dante menghubunginya dengan perasaan cemas.


“Tidak ada lagi yang perlu kita cemaskan! Lihatlah mobil yang dibelakang kita sudah dipukul mundur dan sekarang tidak ada lagi yang mengejar kita. Apalagi yang kau pikirkan?” Anna berusaha menenangkan Anthony.


“Tentu saja yang aku pikirkan sekarang adalah yang ada diatas kita! Sampai kapan dia akan mengikuti kita?” ucap Anthony.


“Ahhhh!” Anna kembali mengangguk.

__ADS_1


“Kalau ayahku memang sudah tahu tentang rencana kita maka habislah kita! Ini akan menggiring kita ketempatnya.”


__ADS_2