PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 222. TIDAK SOPAN


__ADS_3

. ‘Semoga saja dia mengerti apa yang aku bicarakan. Bahasa Inggrisnya tidak sebagus Bella, aku juga tidak lancar bahasa Indonesia. Anak ini ribut sekali, pasti banyak pertanyaan darinya nanti. Aku harus memberinya pengertian kalau tidak dia akan semakin merepotkan dan mengganggu konsentrasiku untuk mencari Barack.’


“Chip yang ada ditubuh Barack itu seharusnya tersambung dengan yang ada dijam tanganku. Selama detak jantung Barack masih ada, dia tidak akan mati!”


“Ya, tadi kau sudah jelaskan itu.”


“Jangan potong kalimatku!  Dengar baik-baik dan pahami. Tapi sekarang chip itu sudah mati, kemungkinan pertama adalah Barack sudah mati.”


“Jadi ini yang kau mau bilang padaku? Panjang lebar kau bicara tujuannya hanya cuma mau bilang kalau Barack sudah mati? Kau benar-benar tidak punya perasaan.”


“Dasar bocah. Kau tidak sabaran sekali, dengarkan kau jangan menarik kesimpulan sendiri sebelum kau selesai mendengarkan penjelasanku.”


“Apa intinya? Tidak usah berbelit-belit,” Sarah ebrtanya ulang.


“Aku tidak tahu apa alasan Baarck tapi yang aku tahu kalau dia sudha memodifikasi chipnya. Aku tidak tahu kapan dia melakukannya dan merubah sistem ekrjanya. Dia yang membuat chip itu saling bertautan dengan chip yang ada dikalung itu.”


Sarah menelan salivanya, “Jadi maksudmu kalung ini berhubungan dengan Barack? Oh so sweeettt, Barack romantis sekali!”


“Ciiih!”


“Hei kenapa? Kau iri ya karena tidak punya kalung seperti ini dengan Bella?”


“Kalau kau tidak serius, aku tidak akan melanjutkan.”


‘Anak ini benar-benar menguji kesabaranku! Barack...Barack! Saat kau kembali nanti habis kau denganku! Gara-gara kau pergi, aku jadi harus menjaga dan meladeni anak ini.’ gumam Dante dihatinya masih mencoba untuk bersabar.


“Ah, iya….aku serius! Bagaimana kelanjutannya? Apa ini tandanya dia sedang melindungiku?”


“Ya, dia cukup pintar bisa kepikiran hal ini. Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, kenapa dia tidak menaruh chip itu ditubuhmu. Sepertinya sejak awal dia mendesain itu agar wanitanya tidak harus opersai dan memiliki bekas operasi diatas jantungnya.” Dante berhenti sejenak.

__ADS_1


“Makanya dia menaruh chip itu dikalungnya dan selama kalung itu dipakai dan menempel ditubuhmu dan ada detak jantung yang bisa dirasakan dari tubuhmu maka kalung itu akan berpendar menjadi warna mereah apabila terkoneksi dengan chip yang ada ditubuh Barack. Tapi jaraknya tidak bisa lebih dari lima ribu kilometer.”


“Tunggu! Jadi maksudmu Barack tak lagi berpendar karena kehilangan koneksi dengan pasangannya yang ada dikalungku?”


“Ya!” Dante menganggukkan kepala.


“Tapi bagaimana cara Barack membuat ini?” tanya Sarah lagi.


“Jangan tanya padaku karena bukan aku yang buat!” Dante kembali mendengus.


‘Jelas saja Barack bisa melakukan itu karena chip ini dia yang rancang dan dia membuatnya terkoneksi dengan kami semua. Tentu saja dia bisa merubahnya, memodifikasi dan membuat chip didalam kalung wanita ini, itu hal mudah bagi Barack,’ gumam Dante dihatinya yang tidak dia sampaikan pada Sarah.


Karena sebenarnya tanpa sepengetahuan teman-temannya yang lain, Barack menemui Dante dan dia mengajukan untuk memakai chip itu pada Dante tapi saat itu Barack tidak mau teman-temannya yang lain kalau chip itu buatannya.


Jadi seolah-olah itu adalah inisiatif Dante, karena itulah Dante mendatangi Sarah saat dia melihat kalung yang dipakai Sarah adalah kalung yang sama yang dipakai oleh Barack sebelumnya tapi Dante tidak pernah curiga apa isi didalam kalung itu karena selama ini tidak pernah ada masalah seperti sekarang ini,


“Jadi aku harus bertanya pada siapa kalau bukan padamu?” tanya Sarah dengan suara pelan sambil mengerucutkan bibirnya.


“Baiklah. Anggap aku percaya padamu jadi Barack sampai saat ini masuk hidup.”


“Berdasarkan analisa ku seharusnya begitu. Tinggal menunggu saja kapan kita bisa mendekat kesana.”


“Sampai kapan harus menunggu? Ayo kita temui dia sekarang juga. Kasihan Barack, bagaimana kalau mereka menyakitinya? Bagaimana kalau mereka membunuh Barack? Bagaimana kalau Barack kesakitan? Kalau dia terus disiksa nanti badannya ditempeli lintah terus dia tidak diberi makan bagaimana nasibnya?”


“Hei anak kecil! Tidak semudah itu bagi seseorang bisa menyiksa Barack. Sebaiknya kau berhenti nonton film-film yang bodoh itu. Jika kita ingin pergi kesana maka harus mempersiapkan semuanya dengan benar! Aku tidak mau mati konyol. Base kekuatanku adalah di Eropa dan sekarang aku harus terbang ke Amerika Latin untuk menyelamatkan Barack sedangkan aku tidak punya kekuatan disana.” Dante tersenyum, “Itu namanya mencari mati kalau aku bertindak tanpa dipikirkan.”


“Sampai kapan kau berpikir? Kalau kau tidak cepat bertindak maka Barack…..” Sarah tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia malah menangis tersedu-sedu.


“Barack tidak akan mati semudah itu.” Akhirnya Dante bicara saat intonasi suara Sarah emninggi dan mencemaskan Barack jadi dia sulit mengendalikan dirinya. “Sebaiknya kau lebih memikirkan nyawamu sendiri sebelum aku mengulitimu!”

__ADS_1


“Hei kenapa kau bicara begitu padaku? Bukankah aku ini harusnya menjadi adik iparmu ya? Kau harus berbuat baik padaku. Tidak bisakah kau lihat kalau aku sedang bersedih? Kau kejam sekali padaku.”


“Tidak perlu bersandiwara padaku karena aku tidak peduli. Kalau yangisanmu sampai membangunkan anakku, aku benar-benar akan mengulitimu! Tidak pandang siapa kakakmu dan tidak pandang siapa orang yang memberimu kalung itu.”


“Kau kejam sekali! Kenapa kakaku bisa menyukai orang sekejam kau?” Sarah bicara sambil menahan airmatanya.


“Sudahlah berhenti mengeluh.” Dante memicingkan matanya.


“Kau mau kemana?” tanya Sarah saat melihat Dante sudah berdiri dan hendak pergi.


“Urusanku denganmu sudah selesai, sebaiknya kau istirahat.”


“Tapi aku belum selesai bicara denganmu. Kapan kita akan menyelamatkan Barack? Ayolah kakak ipar, jangan ditunda lagi.”


“Tadi sudah kujelaskan panjang lebar tapi kenapa kau amsih tidak paham juga? Biarkan aku berpikir dulu,” Dante malah berdecak pada Sarah.


“Jangan berpikir lama-lama ya.” Sarah memicingkan matanya.


“Tidak, Tunggu saja aku akan memberikan informasi padamu apa yang akan dilakukan setelah aku berkoordinasi dengan teman-temanku.”


“Tunggu dulu kakak ipar!” Sarah mengejar Dante.


“Satu hal lagi yang harus kau ingat ya, ingat pada siapa kau bicara sekarang. Perhatikan kata-katamu.”


“Aku sudah bicara sesuai dengan kemampuanku. Kau jangan perintahkan aku melakukan hal-hal yang sulit, aku ini baru berumur lima belas tahun. Aku belum bisa bahasa yang sulit-sulit.” ujar Sarah.


Dante hanya mendengus kembali, “Baiklah. Apa maumu anak kecil?”


“Heheheeh! Jangan panggil aku anak kecillah kakak ipar. Karena aku menyukai Barack dan Barack sudah dewasa kalau aku dibilang anak kecil, nanti Barack tidak mau lagi denganku.” jawab Sarah.

__ADS_1


‘Ya Tuhan! Sepertinya aku salah mengirim Barack pada anak ini.’ gumam hati Dante. Pandangan matanya lurus menatap Sarah.


__ADS_2