PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 309. DIA MIRIP CASSANDRA


__ADS_3

“Oke! Kau cukup pandai juga Eddie! Jadi kau sudah memeriksa CCTV disana?” tanya Dante lagi.dia merasa senang dengan kewaspadaan temannya. ‘Bagus! Aku suka dengan cara Eddie bekerja. Dia begitu inisiatif semuanya sudah diperhitungkan olehnya. Sekarang dia semakin baik kinerjanya.’ gumamnya didalam hati dan Dante merasa lega sekarang.


“Belum Dante! Aku tidak berani meninggalkan Omero disini. Kau sudah berpesan padaku untuk menunggunya jadi aku tidak pergi kemanapun.”


“Jadi kau menyuruh anak buahmu untuk mengecek keruang CCTV?”


“Itu juga tidak kami lakukan Dante! Aku tidak punya masalah dengan pihak berwajib. Kau sendiri selalu mengatakan padaku untuk tempat umu harus berhati-hati dan jangan melibatkan mereka bukan?”


“Lalu darimana kau bisa mengambil kesimpulan kalau kau sudah memeriksa semuanya?”


“Ada yang mendatangiku Dante! Dia yang memberitahu padaku semuanya.”


“Si---.”


“Dante, kaukah itu?Apakah kau sudah bangun?” Bella mengerjapkan matanya menatap Dante.


“Huh….Belinda kau sudah bangun?”


Suara panik Dante masih terdengar oleh Eddie ketika mengomentari Bella yang baru saja memanggilnya.


“Apa harus kumatikan telepon ini sekarang Dante?”


“Tunggu dulu sebentar! Pembicaraan kita belum selesai!” ujar Dante lalu mendekat ke ranjang dan duduk disamping Bella.


“Kau mencariku Belinda?” tanya Dante yang hanya dijawab wanita itu dengan anggukan kepala. “Sebentar ya, aku sedang bicara dengan Eddie! Kau kemarilah dulu.” ucapnya dan membawa Bella mendekat padanya lalu merangkulnya erat-erat. Untungnya saat ini Bella mengerti dan tidak banyak bicara hanya bersandar di tubuh Dante sambil memeluk pria itu.


“Lanjutkan! Siapa yang memberitahumu Eddie?” tanya Dante penasaran.


“Aku pikir tadi aku mendengar berbagai macam ucapan cintamu padanya, suara kecupan yang berdecak! Hahahaha!”

__ADS_1


“Eddie! Serius!”


Bukannya bicara serius, Eddie malah bercanda sehingga membuat Dante terusik dengan yang dilakukan temannya itu. Teman-temannya tidak pernah menggodanya seperti ini sebelumnya tentang hubungan Dante dengan Tatiana tapi sekarang mereka sudah sering kali mengganggu Dante.


“Aku juga serius Dante! Karena selama aku mengenalmu selama hampri lima belas tahun aku tidak oernah melihatmu menelepon sambil bicara dengan Tatiana! Kau akan menyuruh Tatiana keluar atau menunggu tapi sekarang kau meneleponku sambil memeluknya? Kau membiarkan dia mendengarkan semua pembicaraan kita? Sebegitu besarkah kepercayaanmu padanya Dante?”


Dante memang tidak pernah membagi masalahnya kecuali dengan lima orang temannya itu kecuali Tatiana. Kalaupun dia cerita pada Omero itu lebih pada kebutuhannya untuk nasihat karena Omero lebih berpengalaman. Karena itu, celetukan Eddie agak sedikit menekan Dante.


“Katakan saja apa yang mau kau katakan!”


“Seorang pria datang padaku dan memberikan semua CCTV termasuk data-data yang aku butuhkan, aku tidak memintanya, tidak membayarnya tapi dia datang memberikan itu semua dan aku percaya padanya karena dia menunjukkan kunci mobilmu ada padanya.”


“Noel yang memberitahumu?”


‘Hmmm….dia cukup inisiatif. Tapi apa alasannya melakukan itu? Aku masih harus mengawasinya lagi tapi kalau kulihat dari sikapnya padaku dia sangat loyal!’ ucapnya didalam hati.


“Ini membuat mereka semua tidak terlalu curiga karena pekerjaan teman-teman Noel memang sekuriti. Tapi karena tidak merasa nyaman diawasi terus, akhirnya orang-orang yang ada diparkiran rumah sakit telah pergi! Hanya tinggal dua mobillagi!”


“Aku belum menyuruhnya bekerja dan dia sudah memberikan informasi itu?”


“Hmmm! Tapi aku menyukai anak itu Dante! Kerjanya rapi, mirip seperti aku bekerja dengan Barack! Dia memperhatikan semuanya bahkan detail CCTV dan semua orang yang berada disekitar kami, dia sudah memotong fotonya dan mempelajarinya. Dia bekerja keras untuk itu. Apa yang kau lakukan padanya? Kau bayar dia dengan mobilmu?”


Dante tak langsung menjawab, dia tersenyum tipis sambil satu tangannya mendekap tubuh Bella dan mengecup bibir wanita itu lembut walaupun tidak terdengar oleh Eddie.


“Kau tidak menjawabku Dante?”


“Kau suka bekerja dengannya Eddie?” tanya Dante ingin tahu pendapatnya.


“Ya! Kalau berdasarkan yang aku lihat kerjanya bagus! Tapi kau yang memutuskan nanti Dante! Aku hanya melihat sisiku saja tapi aku tetap masih percaya dengan intuisimu.”

__ADS_1


“Aku titip Omero kalau ada apa-apa segera hubungi aku secepatnya!”


“Baiklah. Aku sudah cukup melaporkan untuk hari ini.” ujar Eddie.


Dante pun memutuskan panggilan dan menatap Bella yang dari tadi menautkan matanya pada Dante. “Terimakasih sudah sabar untuk tidak mengajakku bicara Belinda! Apa yang ingin kau katakan padaku?”


“Dante? Tadi kau menciumku?” wajah Bella terlihat senang sekali ketika mengatakan itu.


“Ya! Karena kau cukup manis dan tidak membuat keributan saat aku menelepon.jadi aku memberikanmu hadiah itu.”


“Jadi kalau aku tidak melawanmu dan menurut padamu kau akan memberikan aku hadiah ya?”


Dante menjawab dengan anggukkan kepalanya. “Kau suka hadiah?” tanyanya lagi.


“Hmmm….aku suka hadiah darimu!” Bella semakin bersemangat membuat Dante setengah mati menahan perasaannya untuk tidak tersenyum.


“Kau tidur cukup lama, aku rasa tenagamu sudah pulih. Apa kau mau kita pergi untukmembuat sop ikan sekarang?” tanya Dante mengalihkan pikirannya.


‘Wanita ini memang seperti anak kecil sekarang! Fuuuhhh….aku akan coba meghadirkan psikolog besok. Bahaya kalau dia terus begini padaku,dia akan menjadi target yang mudah untuk dihancurkan dan dia akan menjadi titik kelemahanku yang terparah!’ Dante yang melihat Bella tidak berubah juga akhirnya memikirkan tentang pengobatan Bella yang harus dipercepatnya.


Sebenarnya Dante sangat menyukai Cassandra karena sifat manja Cassandra dan sekarang Bella melakukan hal yang sama seperti Cassandra. Dante merasa ngeri karena dirinya juga dulu sempat depresi saat kehilangan Cassandra hingga dia menjauh dari memakan pisang dan menjauhi semua yang disukai oleh Cassandra. Dan sekarang dia benar-benar takut seandainya kelemahannya ini diketahui oleh musuhnya maka Dante akan sulit untuk bertahan.’


“Aku lapar.” ucap Bella.


“Ya pastilah kau lapar Belinda! Sekarang sudah hampir jam tujuh malam. Kita tidur sepanjang pagi dan mungkin sepanjang malam ini kau akan sulit tidur. Ini tidak baik! Kau harus ku buat lelah supaya kau bisa tidur nanti malam dan besok pagi saat kau bangun kau sudah segar. Itu baru benar!”


“Dante!” Bella mengulum senyumnya dan menatap dante malu-malu.


‘Mudah-mudahan dengan aku bersikap begini kau akan semakin membaik Belinda! Aku ingin kau kembali normal. Aku akan melakukan apapun supaya kau tidak sakit sekarang. Aku harus membiasakan mu untuk bersikap tegas dan mandiri demi anak-anakku.’ ucapnya sambil merapikan anak rambut Bella.

__ADS_1


__ADS_2