
‘Aku akan tahu apa yang kau rencanakan besok Tatiana! Mungkinkah kau menyuruh seseorang mengambil Bella disini? Mau kau apakan wanita itu? Kau tidak mungkin melakukan hal itu kan, menjualnya? Aku melihatmu adalah sosok yang lembut, aku tidak mengerti kenapa kau bisa seperti ini. Jadi sekarang seharusnya aku senang atau tidak? Seandainya Bella masih disini mungkin nasibnya akan lebih berbahaya dan aku tidak sampai kepikiran sejauh itu tentang Tatiana. Arrrgggg….Tatiana! Aku ingin tahu semua tentangmu dan apa yang kau lakukan diluaran sana.’
Dante masih merasa sangat menyesal atas apa yang telah dia lakukan pada Bella. Dia berjalan ke kamar Alex dalam diam walaupun pikirannya tidak diam. Saat dia sampai didepan pintu kamar Alex, dia merasa galau dan perasaannya kacau. ‘Berat sekali rasanya untuk masuk ke kamar ini, Bella tidak berbohonh dan Alex juga tidak berbohong. Alex sama polosnya seperti Bella. Apakah ini yang menyebabkan Alex selalu murung jika bersama Tatiana?
Dia memang selalu melakukan apa yang Tatiana perintahkan tapi Alex selalu terlihat murung dan kaku. Selama ini aku kira memang sikap putraku itu seperti itu tapi setelah bersama Bella semuanya berubah. Alex menunjukkan ekspresi yang berbeda saat bersama Bella dan Alex tidak bersikap seperti itu saat bersama Tatiana! Apa dia merasa tertekan selama ini oleh Tatiana?
Dante tak mengerti, tapi hatinya sungguh merasa khawatir dan rasa bersalahnya semakin besar gingga membuatnya tak berani menyentuh handel pintu kamar Alex. Dia berdiri diam disana sejenak berusaha untuk memberanikan diri masuk. Lebih dari lima menit dia merenung didepan pintu kamar itu dan akhirnya dia membuka pintu.
“Alex,apakah kau sudah siap-siap tidur?” dia berusaha tersenyum meskipun hatinya sakit.
“Belum daddy! Aku sedang main robot.” jawab Alex mengangkat robotnya dan tersenyum.
“Nick mengajakmu main robot ya?” Dante duduk disamping Alex.
“Iya daddy! Kata Nick aku tidak boleh tidur kalau baru habis makan. Tadi aku habis makan banyak. Terimakasih daddy, aku suka kalau daddy masak! Enak sekali masakannya,” celetuk Alex masih tersneyum lembut.
“Kau benaran suka makananmu?”
“Iya daddy!” Alex menganggukkan kepala.
Dante menghembuskan napas panjang, ‘Maafkan daddy ya Alex, itu bukan masakanku! Tapi untunglah Norman bisa membuat makanan yang sama seperti masakanku. Bukan maksudku menipu putraku tapi hanya ini satu-satunya cara supaya dia bisa makan kalau aku sedang pergi.” bisik hatinya.
“Ada apa Dante?” Nick langsung menatap Dante serius.
“Rapikan dulu mainanmu ya Alex!” ucap Dante sambil menunggu Nick bicara. Dante membantu Alex menyimpan mainannya lalu membaringkan putranya lalu menaikkan selimut supaya anaknya tidur.
“Apa kau melakukan ini setiap hari?” tanya Nick tapi Dante tidak menjawab.
“Apa yang ingin kau sampaikan padaku?”
“Aku sudah mencarinya.”
“Apa yang kau dapat?” tanya Dante sambil mengurusi anaknya yang hendak tidur.
“Tidak dapat apa-apa. Yang kau katakan itu tidak mereka lakukan sama sekali.”
Ucapan Nick membuat Dante menghentikan gerakan tangannya dan dia menatap Nick.
__ADS_1
“Mereka tidak ada mampir kerumah sakit ataupun apotik?”
“Tidak!” Nick menggelengkan kepala, “Aku beserta anak buahku sudah mengecek mobil-mobil yang melalui jalur itu dan dari semua mobil yang kami cek, tidak ada satupun yang singgah di apotik! Mereka juga tidak singgah dirumah sakit!”
“Sampai sejauh mana kalian memeriksa dan mengiktu?” tanya Dante lagi.
“Kami mengecek dan mengikuti mobil-mobil itu sesuai jalur sampai ketempat tujuan mereka.”
“Kau melihat siapa yang turun?”
“Tidak!”
“kalau begitu, cek ulang! Aku ingin data yang lengkap, ini belum lengkap.”
“Jadi kau mau aku mengecek CCTV nya?” tanya Nick memastikan.
“Iya, harus diperiksa semuanya. Ini semua tidak profesional! Kau harusnya memeriksa sendiri dan mncari informasi seperti yang aku inginkan! Datang padaku dengan informasi yang lengkap!”
“Tapi Dante!”
“Ssssttt…….kita bicara diluar saja.” ujar Dante melirik Alex yang sudah tertidur.
“Nick! Masuk ke pintu kamar disebelah ini, tidak perlu lewat pintu depan.”
Mendengar ucapan Dante, diapun patuh lalu membuka pintu samping menunggu Dante disana.
“Semua yang kau cari itu belum selesai Nick! Kau harus mencari lagi kalau memang tidak ada yang singgah di farmasi, maka kau harus mencari satu persatu pemilik mobil itu. Buktikan siapa mereka dan lihat data lengkap mereka. Aku tidak ingin melepaskan Anthony!”
“Aku mengerti! Maaf aku baru melaporkan padamu setengah jalan, kau tahu aku kurang istirahat jadi otakku tidak berpikir jernih.”
“Jangan sampai kehilangan mereka Nick! Bella sangat penting, aku yakin jika Anthony punya agenda sendiri dengan Bella. Aku tidak mau dia menjadikan Bella sebagai umpan!” ucap Dante menegang.
“Baiklah. Aku akan coba terus mencarinya dan mengerahkan lebih banyak orang untuk memeriksa.”
“Kau bukan hanya mencoba tapi kau harus membawanya kembali padaku!” ujar Dante tegas.
“Dante! Kau tidak perlu membentakku begitu! Ada masalah apa dengan pengecekanmu tadi? Kau memeriksa sampel darah, sidik jari, untuk apa itu?” kini Nick meminta penjelasan yang sedari tadi ingin ditanyakannya pada Dante.
__ADS_1
“Hal yang menyebabkan aku menyiksa Bella!”
“Apa?”
“Aku rasa kau benar soal Tatiana yang tidak menyukainya!” jawab Dante masih dalam posisi berdiri sedangkan Nick sudah menghempaskan tubuhnya di tempat tidur.
“Jadi maksudmu istrimu menjebaknya?”
“Iya. Tapi belum pasti, aku masih menunggu hasil pemeriksaan terakhir dari tim forensik dulu.”
“Apa yang menyebabkan kau berpikir jika pelakunya adalah istrimu?”
“Golongan darah yang ditemukan diruangan itu adalah golongan darah O, dan itu adalah golongan darah Tatiana!”
“Jadi itu saja alasannya? Bukankah ada kemungkinan kau golongan darah A dan Bella juga golongan darah A, anak kalian bisa juga O?”
“Hmm!” Dante mengangguk, “Bella memiliki golongan darah A sama sepertiku. Tapi bagaimana dengan rhesusnya? Berbeda sekali Nick!”
“Baiklah, sepertinya masalah ini semakin pelik saja. Kalau soal rhesus aku tidak bisa memberikan tanggapan apapun.”
“Aku minta bekingan!” Dante menatap Nick dengan serius.
“Maksudmu?”
“Bisakah kau mencari seorang wanita dan menempatkannya diruang penyiksaan?”
“Hah? Menaruh wanita lagi disana?” Nick membelalakkan matanya.
“Bukan begitu maksudku! Aku ingin kau mencari seorang wanita yang wajah dan tubuhnya mirip seperti Bella dan menaruhnya di ruang penyiksaan. Tawarkan sejumlah uang pada wanita itu.”
“Jadi kau ingin aku membuatkan topeng mirip wajah Bella dan memberikannya pada wanita itu?”
“Benar sekali! Berapa lama kau bisa membuat topeng yang benar-benar mirip?”
“Bisa aku siapkan secepatnya, Dante! Mungkin aku butuh sekitar delapan jam.”
“Kalau begitu, siapkan sekarang. Cari wanita pengganti untuk tinggal diruangan itu sementara. Aku ingin tahu apa yang ingin dilakukan Tatiana terhadap Bella saat dia pulang nanti.” ujar Dante menjelaskan rencananya pada Nick.
__ADS_1
“Baiklah. Kalau begitu aku mau kerjakan sekarang.”
“Aku tunggu! Jangan sampai terlambat, wanita itu harus sudah ada disini sebelum matahari terbit.”