PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 533. RENCANA CADANGAN


__ADS_3

“Lihatlah helikopter yang terbang jauh itu Dante! Kau pasti tidak menyadari bukan kalau helikopter itu membawa seseorang yang sudah menyiapkan pasukan untuk menghancurkan rumahmu kan?”


Dante pun bertambah geram tak menyadari jika Jeff mungkin saja sudah melarikan diri dari sana.


“Kau!”


“Dante! Jangan terpancing dengan ucapan wanita ular itu!” Barack yang berada dipintu mengingatkan dengan berteriak kepada Dante.


“Bagaimana kondisi dirumah? Cepat cari informasinya dan kabarkan padaku, Barack!”


“Aku akan mengurusnya. Tapi kau tidak boleh terpancing pada kata-kata wanita itu!”


‘Ya kau benar Barack! Apa yang dipikirkan Tatiana, apa yang dilakukan Tatiana dan apa yang diperbuatnya sekarang bukan atas kesadarannya yang mempengaruhinya. Tapi Jeff adalah orang yang paling berpenaruh mengontrol semua yang dikatakan wanita ini!’ pikir Dante.


‘Aku tidak boleh membuang waktuku lagi. Jeff menempatkan Tatiana disini untuk menghabiskan waktuku untuk berdebat dengannya. Dia sudah punya rencana lain untukku!’ Dante mengingatkan dirinya sendiri.


Dia mencoba kembali tenang dan tidak terfokus pada kekhawatirannya dulu dan berusaha untuk fokus pada apa yang terjadi sekarang dihadapannya.


‘Nick ada disana, Hans juga ada disana, Anthony juga dan aku punya banyak pasukan disana. Jadi aku tidak perlu khawatir! Tenangkan diriku dulu agar aku bisa berpikir jernih untuk menangani masalah ini dan menyelesaikan semua secepatnya!’ bisik Dante mengingatkan dirinya sambil menatap Tatiana.


“Dante?” suara Barack menyadarkan Dante dari lamunannya.


“Barack!” mereka bicara dengan telepati karena ditubuh mereka ada chip yang bisa menghubungkan mereka saling berkomunikasi tanpa perlu bicara.


“Kau tidak seharusnya melakukan ini terlalu banyak Dante! Kau tahu ini sangat berbahaya bagi tubuh kita semua. Radiasi yang ditimbulkan terlalu besar.”


“Dante? Apa yang ingin kau sampaikan?” tanya Barack namun Dante tidak langsung menjawabnya karena seseorang sudah bergabung dengan telepati mereka. Ternyata Nick yang ikut bergabung.


“Nick! Informasikan pada semua tim kita, mereka memiliki senjata yang berisi cairan yang bisa memanipulasi otak seseorang!”

__ADS_1


“Aku mengerti Dante! Aku sudah melihatnya sendiri, karena beberapa pelayanmu juga sudah seperti itu. Tapi Anthony bisa menghentikan mereka. Aku tidak tahu siapa penyusup disini tapi kami sudah berjaga-jaga, walau sekarang agak kewalahan tapi kau jangan khawatir karena aku sudah memiliki rencana cadangan untuk menyelamatkan kita semua.”


“Hati-hati jangan sampai terkena cairan itu Nick! Aku tidak tahu penawarnya! Ingatkan semuanya!” Dante menyampaikan pesan yang penting walaupun saat ini keringat dingin pun sudah keluar dari tubuhnya menahan rasa sakit di jantungnya.


“Aku paham, Dante!”


“Dante!” panggil Eddie yang baru saja bergabung dengan mereka melalui telepati.


“Dimana kau sekarang Eddie?” Dante kembali menahan rasa sakit untuk bisa bicara lebih lama dengan temannya itu karena dia harus memperingatkan mereka semua akan bahaya yang akan dihadapi.


“Dante, sekarang aku masih berada di pelabuhan. Tempat dimana kita bertransaksi tadi! Aku mengecek semua anggota kita dan memastikan tidak ada yang terluka lagi!” kata Eddie.


“Aku juga menolong orang-orang kita yang ada didalam ruang bawah tanah gudang milik klien kita itu.” Eddie menambahkan.


“Aku butuh bantuanmu!” ujar Dante setelah dia memikirkannya. Hanya ini jalan satu-satunya.


Aku juga tidak tahu apa yang aku inginkan. Tapi aku mau kau membawa pesawat atau helikopter ketempat dimana aku berada sekarang! Lakukan sesuatu. Helikopter atau apapun itu segera bawa kesini yang penting bisa membawa kami pergi dari tempat ini secepatnya!” perintah Dante sambil menahan rasa sakit dijantungnya yang makin menusuk.


“Baiklah Dante!” jawab Eddie.


“Cepatlah! Kirim apapun yang bisa sampai disini secepatnya. Kau harus menghancurkannya sesegera mungkin!” kata Dante yang semakin terdengar cemas.


“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Nick menimpali.


“Kau sudah dengar apa yang aku minta tadi pada Eddie bukan?”


“Baiklah kalau begitu. Dari posisi Eddie sekarang ke tempatmu itu butuh waktu tiga puluh menit!”


“Aku paham! Lakukanlah apapun dan aku akan menunggu diatas rumah ini!”

__ADS_1


“Dante!” terdengar suara Tatiana yang membuat Dante kembali pada kesadarannya sehingga komunikasi dengan teman-emannya terputus. Dia harus fokus agar bisa menghubungi temannya.


“Aku bicara denganmu! Apa kau tidak mendengarku?” Tatiana memekik karena Dante tidak mendengarkan satupun kata yang diucapkan wanita itu.


“Hah!” Dante tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mendengar apapun. Memangnya apa yang kau katakan padaku?” sejujurnya Dante memang tidak peduli pada wanita itu.


‘Bukan kau yang ingin bicara padaku tapi Jeff! Tapi dia tidak berani bicara langsung denganku. Lihat saja jika dia sudah berada dihadapanku.’ bisik hati Dante.


“Kau? Apa yang sedang kau lakukan tadi? Tidur? Melamun?” pekik Tatiana kesal. Hal itu langsung membuat Dante terkekeh karena Tatiana tidak mungkin bicara seperti itu dihadapannya.


“Tatiana, aku tidak mau bermain-main lagi!”


“Kami pun tidak mau bermain-main denganmu Dante! Kau tidak akan pernah lolos dari tempat ini! Seribu orang pasukan sudah ada ditempat ini dan mereka bukan orang yang bisa mati dengan cara mudah walaupun kau adalah penguasa senjata tapi kau tidak bisa mengalahkan mereka Dante! Aku hanya akan menatapmu dengan belas kasihan!”


“Aku sudah membunuh sebagian yang bisa kulihat!” jawab Dante dengan santai dengan kedua tangannya bersidekap dan dia menatap Tatiana dengan senyuman sinis.


“Tidak dengan sisa yang lainnya! Tempat ini akan dikepung dan kau tidak akan pernah bisa melewatinya! Rumahmu pun juga akan dikepung dan kau tidak akan pernah bisa menolong wanita itu! Bella akan segera dibawa menemuiku.”


Kata-kata itu membuat Dante tertawa. “Kau sangat pengecut sekali! Kau tidak berani menemuiku langsung dan kau malah menggunakan tubuh wanita ini untuk mengirimkan pesan?” akhirnya Dante tak sabar mengutarakan kata-kata itu.


“Dante, apa yang kau katakan?” Tatiana tampak kebingungan, dia kembali pada kesadarannya sejenak dan terlihat linglung.


‘Sepertinya Tatiana baru saja mendapatkan suntikan itu beberapa saat lalu! Dia belum bisa menguasainya secara keseluruhan. Jadi carian itu tidak akan pernah bekerja optimal bila baru kena beberapa saat bukan?’


Dante mencoba berpikir dan membandingkan dengan apa yang terjadi pada pilot dan pramugarinya. ‘Wanita itu masih bisa mengingat! Dia masih bisa berpikir apa saja yang pernah aku lakukan ketika dia bertugas sebagai pramugari. Ya aku mengerti sekarang cara kerjanya. Mungkin dalam beberapa waktu, cairan itu membutuhkan waktu untuk bisa berdampak pada seseorang secara keseluruhan.’


“Hahahahaha!” tiba-tiba Dante tertawa. “Tatiana! Kau bodoh sekali! Kau tidak lagi memiliki dirimu. Ada seseorang yang mengatur pikiranmu, yang menjalankanmu seperti boneka! Kau akan semakin hancur dengan keadaanmu sekarang dan kau tidak lagi sebagai manusia!”


“Apa kau bilang?” Tatiana kembali memekik marah.

__ADS_1


__ADS_2