
“Apa saja yang kau butuhkan? Aku akan mengatakan pada Dante dan kita bisa mempersiapkannya malam ini juga.” ucap Eddie.
“Bagaimana caranya bisa menyiapkan malam ini juga? Senjata yang diminta itu banyak sekali Eddie! Apa kau ingin membunuhku dengan tidak istirahat semalaman hanya untuk masalah ini?”
“Pffff! Jangan stress dulu! Kita kan punya beberapa gudang, iyakan? Kita bisa mengambil dari gudang-gudang itu. Lalu membawanya sekaligus ke tempat transaksi.”
“Tapi bukankah itu akan membuat biaya lebih besar? Apa kau pikir Dante akan setuju? Selain itu juga beresiko akan diikuti oleh pihak federal. Kita harus mengambilnya dari beberapa negara terdekat yang perjalanannya tidak terlalu jauh.”
Sebenarnya ketakutan Hans ini masuk akal sehingga Eddie tidak ingin lagi berdebat dengannya. “Akan kubicarakan masalah ini dengan Dante. Kita juga bisa mengambil stok dari gudang Omero. Dante selalu menaruh stok senjata disana untuk backup kan?”
“Ya sudahlah kalau begitu. Aku tutup dulu teleponnya.” ucap Hans. Hans sudah melakukan apa yang di inginkannya lalu dia melirik orang yang ada disebelahnya. “Aku sudah melakukan sesuai dengan arahanmu. Begitu sudah cukup?” tanya Hans sambil bersungut kesal.
Pria yang ditanya oleh Hans itu hanya mengangguk. “Terima kasih Hans!” ucapnya sambil menepuk-nepuk Hans karena merasa puas. “Aku tidak punya pilihan lain. Lagipula aku tidak berpikir bahwa rencana penjualan senjata itu akan dirubah waktunya.maaf ya jadi membuatmu bekerja ekstra.”
“Fuuh! Kau ini mengerjai Dante saja, dia pasti akan marah padamu saat dia tahu apa yang sudah kau lakukan Barack!” protes Hans yang langsung direspon dengan tawa terkekeh.
“Dia juga pasti akan marah padamu karena kau tahu rencana tentang minyak itu bukan?”
“Heeiiisss….kau yang melarangku untuk memberitahu Dante. Tadi aku sudah mau meneleponnya tapi kau malah mengambil ponselku. Aku tidak memberitahu Dante kalau dirinya dalam bahaya karena minyak yang kau tumpahkan di jalan itu hampir saja membunuh Dante kalau mobilnya terpelanting dan masuk kejurang.”
“Aku juga berbohong pada Eddie. Aaahhhh kau ini Barack! Kenapa harus bermain-main dengan hal macam ini? Memangnya kau pikir kita tidak punya pekerjaan lain lagi? Sampai kau membuang-buang waktu dengan memainkan permainan seperti ini.” protes Hans dengan geram dan gemas pada Barack.
“Hahahaha…..” Barack meresponnya dengan tertawa terbahak-bahak.
“Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan? Kenapa kau membuat gudang kita berantakan? Kau sebenarnya hilang ingatan atau tidak?” rentetan pertanyaan diajukan Hans pada Barack yang ada disebelahnya yang sedang tersenyum kecil padanya.
__ADS_1
“Sudahlah. Jangan kau pikirkan aku. Maaf aku telah membuat keributan kemarin! Tapi bagaimana aksiku, keren kan?” tanya Baracj dengan wajahnya yang antusias.
“Kau gila Barack! Kau menembak kaki Nick! Kau juga meledakkan Wgite hingga menimbulkan masalah. Apa kau mau aku menembak kakimu juga?”
“Ssss...aku sudah memikirkan itu. Tempat yang aku tembak itu tidak akan membunuhnya. Itu hanya menggertaknya saja dan aku harus mendapatkan kepercayaan dari Jeff.” Barack menatap Hans dengan serius. “Tapi untuk White, aku punya alasannya dan nanti kau juga akan segera mengetahuiny!” ucap Barack yang masih enggan menceritakan semuanya pada Hans.
“Dan kau sekarang mengacak-acak gudang senjata juga untuk mendapatkan kepercayaan Jeff? Apa yang kau inginkan Baracl? Langsung saja tembak otaknya beres kan? Kenapa harus bermain-main begini bikin pusing kepalaku saja. Pfffffh!” Hans sangat kesal pada Barack yang berdiri disampingnya itu. Hans tadi disuruh Dante untuk mempersiapkan senjata dan mengamankan jalur darat.
Hans langsung menuju gudang dan alangkah kagetnya dia melihat situasi tempat itu yang sudah acak-acakan. Dan yang lebih mengagetkannya adalah sahabatanya sendiri yang katanya hilang ingatan dan tidur karena obat bius. Barack tidak menyakiti siapapun. Dia hanya menidurkan semua teman-temannya, anak buah Dante.
Dan keberadaan didalam gudang itu juga adalah alasan kenapa Hans tahu tentang oli yang memang sengaja ditumpahkan untukmenghentikan gerakan Dante.
“Kau hampir saja membunuh Dante!” ujar Hans. “Untung saja tadi kita masih sempat mengirim pesan pada Henry untuk menyiapkan mobil yang tepat untuk Dante.”
“Heee...Henry tahu kau masih hidup lewat temanmu itu?” tanya Hans sambil membelalakkan matanya menatap taj kearah sahabatnya itu.
“Entahlah. Mungkin temanku bercerita tapi mungkin juga tidak. Aku tidak tahu pasti! Dan aku tidak terlalu memikirkan hal itu.” ucap Barack menggelengkan kepalanya.
“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada temanmu itu?”
“Karena bukan aku yang menghubungi Henry! Seperti kataku tadi bahwa temanku yang mengatakan sehingga Henry harus berpikir. Saat itu dia percaya pada temanku , kau lihatla setiap kali Henry ingin menyiapkan mobil dia pasti mengecek ponselnya. Itu karena temanku sudah lebih dulu berkoordinasi dengan Henry.”
“Temanmu dekat dengan Henry?” tanya Hans lagi sambil mengeryitkan dahinya karena dia merasa aneh dengan semua yang dikatakn Barack.
“Dengarkan aku ya. Kau tahu siapa dulu ayah Dante” Barack mendekat dan menatap Hans.
__ADS_1
“Tahu! Dia penjual senjata terbesar dan pemilik senjata yang unik. Dia pernah bekerja untuk pemerintah juga.” jawab Hans.
“Hmmm benar! Mateo Sebastian! Dia adalah orang terpandang di pasukan federal! Dia juga adalah seorang ilmuwan yang sangat terkenal yang bekerja sama juga dengan pihak FBI dan CIA!”
“Jadi?” tanya Hans polos.
“Henry adalah orang FBI. Dia bukanlah pelayan biasa! Sebenarnya dia adalah sahabat Mateo Sebastian. Henry juga bisa kembali bertugas setelah kematian Mateo Sebastian tapi dia menolak karena dia ingin tahu siapa pembunuh dari Mateo dan dia masih memiliki dendam pribadi ingin membalaskan sakit hatinya karena kematian Mateo dan istrinya.”
“Menurut Henry, kematian Mateo Sebastian dan istrinya tidak wajar. Dia memang bekerja secara khusus sebagai kepala pelayan dirumah ini atas perintah Mateo. Perlu kau ketahui bahwa ayah Dante bukan orang sembarangan dan dia butuh pengamanan khusus. Kau paham maksudku?”
“Wow! Berarti ayah Dante benar-benar sangat berhati-hati ya sampai membuat skenario seperti ini?”
Barack menganggukkan kepalanya dan berkata. “Dan aku juga baru tahu tentang hal ini dari temanku.” ucap Barack jujur masih sambil menyunggingkan senyumnya pada Hans/
“Fuuuh! Jadi Dante sama sekali tidak tahu tentang hal ini?”
“Hmmm...” Barack mengangguk.
“Bagaimana bisa jadi seperti ini, Barack?” tanya Hans yang hanya direspon Barack dengan mengedikkan bahunya saj.
“Isssh….jangan menjawabnya seperti itu! Jelaskan semuanya padaku.” protes Hans yang ingin mengetahui lebih detail lagi.
“Hei! Kau jangan senyum-senyum tak jelas begitu Barack! Jawab pertanyaanku.” protes Hans kesal.
Dante tidak tahu, dia hanya mengetahui kalau Henry adalah orang kepercayaannya saja. Dia tidak tahu latar belakang Henry! Karena ayah Dante sudah memberitahu Henry bahwa tidak ada yang boleh mengetahui siapa dia.
__ADS_1