
“Bella, aku adalah ayah yang baik untuk Alex! Aku melakukan apa yang dia inginkan, aku selalu memberikan apa yang dia butuhkan. Aku selalu memanjakannya dengan perhatianku. Sekarang coba kau pikirkan dengan semua yang kuberikan itu apakah Alex pernah marah padaku?”
‘Hahahaha lihatlah wajahnya! Kau sudah terlihat ketakutan sekali Bella, hahahaha…..kau benar-benar percaya kalau anakmu akan marah padamu. Hahahaha….puas sekali Dante menertawai Bella didalam hatinya. ‘Ini sangat menyenangkan sekali. Aku belum pernah seperti ini dengan Tatiana dulu.’
“Biasanya Alex kalau marah paling hanya beberapa hari saja.” bukannya menenangkan Bella tapi Dante malah menambah kepanikan wanita itu sambil tertawa didalam hatinya.
“Ahhhh...aku tidak mau Alex marah padaku.” semakin dekat kekamar Alex, semakin paniklah Bella menatap pintu kamar Alex.
“Ssshhhh! Hanya beberapa hari saja memang kau tidak tahan?” tanya Dante seenaknya sambil menahan tawanya melihat wajah Bella yang menurutnya menggemaskan.
“Tapi Dante! Lalu aku harus bagaimana sekarang.” Bella cemas dan memohon menatap pria itu.
“Ayo masuk! Alex sudah menunggmu!”
“Hah! Dante tunggu dulu!”
“Apa?”
“Bella, kaukah itu Bella?” suara anak kecil sudah lebih dulu terdengar menyapanya sebelum dia bicara pada Dante.
“Alex.” Bella memanggil anak itu.
“Akhirnya kau kembali! Aku senang sekali.” senang sekali hati Alex melihat Bella sehingga dia langsung berhamburan dari tempat tidur berlari menuju Bella.
“Aku sangat merindukanmu Bella.” ucap Alex dengan kedua tangannya sudah melingkar di kaki wanita itu yang membuatnya terdiam sejenak tak percaya apa yang dilihatnya.
‘Dia tidak marah padaku? Alex, oh, benarkah dia tidak marah padaku? Berkali-kali Bella berpikir didalam hatinya. Anak yang tadi ditakutinya akan membencinya justru saat ini terlihat dan dan memeluknya erat. Akhirnya senyum diwajah Bella pun merekah.
“Alex sayangku. Oh Alex! Kau tidak marah padaku kah?”
Alex bingung dan mendongak menatap Bella sambil mengerjapkan matanya. “Kenapa aku harus marah padamu Bella? Aku sayang padamu, Bella.”
__ADS_1
“Oh, itu---tadi malam itu Alexx! Aku minta maaf karena aku meninggalkanmu padahal aku sudah janji kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku benar-benar membuatmu kecewa kak?” tanya Bella kemudian dengan wajahnya yang menunjukkan penyesalan.
“Aku tidak marah padamu Bella!” ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya.
“Benarkah kau serius tidak marah padaku?” Bella sangat senang sekali sehingga tangannya langsung memeluk Alex erat-erat membuat anak itu sedikit kaget, tapi dia sangat senang mendapatkan pelukan dari Bella, wanita yang memang ditunggunya dari padgi.
“Kau juga belum memelukku Alex? Kenapa kau berlama-lama memeluknya?” suara Dante membuat Alex sadar ada seseorang disebelah Bella sehingga dia menatap pria itu.
“Aku tidak mau lagi sama daddy!” protesnya sambil mempererat pelukannya pada Bella membuat wanita itu mengerjapkan matanya menatap Alex lalu mengalihkan pandangannya pada Dante dengan ekspresi tidak berdaya dan tersenyum tipis. ‘Aduh kenapa mukanya jadi garang begitu?’ tanya Bella dihatinya agak ngeri melihat ekspresi Dante yang ditolak oleh anaknya.
“Kau tidak mau lagi denganku? Kau marah padaku Alex?” Dante mnegrjapkan matanya, dia tak percaya dengan apa yang baru saja didengar dan dilihatnya.
“Iya! Aku tidak mau lagi sama daddy!” ucap Alex tegas.
“Tapi kenapa kau jadi membenciku? Memangnya apa salagku padamu?” tanya Dante kebingungan.
“Daddy sudah mengambil Bella dariku! Jadi mulai sekarang aku tidak mau sama daddy lagi!”
‘Kau pasti sumber masalahnya!’ gumam Dante didalam hatinya, sayangnya ada Bella dan Alex disana. Kalau tidak sudah habislah Sarah kena semprot oleh Dante dan wanita itu juga berani menatap Dante.
‘Pasti kau mau memarahiku kan? Hehehe kenapa kau sekarang malah diam saja? Apakah karena ada kakakku disampingmu? Hahahha.’ bisik hati Sarah yang membalas tatapan Dante.
“Alex! Tapi kau tidak boleh bersikap begitu pada daddy-mu.” Bella menegaskan dan sudah merasa cemas karena dia khawatir emosi Dante tidak stabil.
“Habisnya, daddy menculikmu dariku! Aku tidak suka kau diambil dariku Bella! Kau milikku saja!” ucap Alex jujur dan dia menatap Bella dan Dante bergantian.
“Alex! Siapa yang mengajarimu bicara begitu? Siapa yang bilang seperti itu padamu?” tanya Dante.
“Tadi malam aku mencari Bella, daddy. Tapi aku tidak menemuinya. Kau kan yang membawa Bella? Sarah yang bilang padaku begitu. Kau mengambil Bella saat aku sedang tidur! Kau tidak boleh mengambilnya dariku daddy!”
“Ehm!” Dante tidak bisa menjawab, dia hanya mendeham pelan tapi cukup membuat Bella takut.
__ADS_1
“Sarah! Minta maaf pada Dante!” Bella menatap adiknya yang membuat Sarah mengerjapkan matanya.
“Tapi aku kan tidak bersalah. Aku mengatakan yang sebenarnya, dia memang menculikmu! Kau sudah menolak tidak mau pergi kan? Tapi dia tetap memaksamu agar ikut dengannya.”
“Sarah kau menguping?” tanya Bella dengan serius. ‘Aduh anak ini berani sekali bicara begitu pada Dante padahal Dante ada dihadapannya! Habislah aku nanti!’ bisik hati Bella mulai khawatir. Sesuatu tentang Dante yang tidak diketahui oleh Sarah membuat degup jantung Bella semakin kencang.
“Hei apa yang kalian bicarakan? Gunakan bahasa Inggris, Bella.” ujar Dante dengan suara tinggi.
“Hem...bukan apa-apa Dante. Aku hanya memarahi adikku saja karena dia mengatakan sesuatu yang tidak benar pada Alex.” Bella mencoba membela diri.
“Sarah tidak bohong Bella! Dia bilang yang benar kok.” Alex malah membela Sarah dan ini diluar dugaan Dante dan Bella.
‘Apa yang sudah diberikan pada anakku sampai anakku berkata begitu?’ bisik hati Dante yang masih berusaha ditahannya agar tidak memarahi Sarah.
“Kenapa kau mengatakan itu pada Alex?” tanya Bella pada Sarah dengan nada marah.
‘Wanita ini lebih membela aku daripada adiknya sendiri?’ hal yang tidak bisa dimengerti oleh Dante tapi dia melihat bagaimana Bella mencoba menyelesaikan masalah itu.
“Sarah tidak salah! Yang dilakukan Sarah itu benar. Daddy yang salah! Daddy juga sudah menipuku dua kali kok! Makanya aku tidak mau sama daddy lagi.” ucap Alex tegas.
Caranya bicara sudah seperti orang dewasa saja, dia berdiri dan bicara sambil menaruh tangannya di dua pinggangnya dengan mata tajam menatap Dante.
“Apa?” Dante menatap balik anaknya.
“Kau berbohong padaku daddy! Dua kali bohong!” Alex menunjuk dua jarinya sedangkan satu tangan masih berada di pinggangnya, gayanya sudah seperti orang dewasa saja memarahi daddy-nya.
“Darimana aku berbohong padamu Alex?” tanya Dante yang sudah mulai berasap kepalanya tak tahan menahan semua gejolak emosi.
“Tadi aku lihat sendiri yang memasak itu bukan kau daddy rapu Norman! Dia yang memasak makananku daddy! Dia yang siapkan semua persis seperti yang daddy buat!” ucap Alex yang membuat Dante langsung kehilangan kata-katanya. Dia tetap menatap lurus pada Saeah membuat wanita itu pun menjadi gemetar ketakutan.
‘OH tidak! Ini tidak bisa dibiarkan! Dia tidak boleh marah pada adikku. Nanti dia bisa mengusir adikku lalu aku harus bagaimana? Hanya Sarah yang kupunya. Atau dia juga akan mengusirku dan menjauhkan aku dari anakku? Aku tidak mau!’ gumam Bella didalam hatinya sehingga dia langsung memelototi Sarah.
__ADS_1