
“Lalu karena kau tidak ingin aku pergi dari hidupmu, kau diam-diam bermain dibelakangku dan memuaskan hasratmu sendiri, begitu?”
“Sungguh Dante, ini semua bukan keinginanku tapi ini karena penyakitku!”
“Bullshit!” Dante menggelengkan kepalanya. “Kalau kau memang ingin menghindari penyakit itu, kau pasti bisa melakukannya. Kau saja yang tidak mau melakukannya! Kau berusaha bersembunyi dibelakang penyakitmu, iyakan? Jangan pernah bicara padaku tentang penyakitmu lagi Tatiana! Percuma saja kau menjelaskan ini semua padaku! Karena aku lebih tahu tentang penyakit yang kau idap itu Tatiana!”
Dante sudah tak bisa menahan dirinya lagi. Menatap Tatiana sudah membuatnya jijik membayangkan kelakuan wanita itu diluar sana entah sudah bersama siapa saja.
“Aku mengenal banyak orang yang memiliki penyakit itu! Sebagai contoh, adiknya Hans. Apa kau lupa? Adiknya juga mengidap penyakit itu tapi wanita itu berubah dan dia mau menguasai dirinya. Dia tidak mau terus-terusan terjebak dan bersembunyi dari penyakitnya. Karena itu dia berusaha mengobati dirinya sendiri!”
“Tapi….anak itukan sudah meninggal?” Tatiana menambahkan masih tak mau kalah dengan Dante.
“Hmm...dia memang meninggal Tatiana! Tapi dia tidak meninggal karena depresi obat, Dia meninggal karena sakit. Karena saat dia melakukan hubungan bebas dan menyalurkan hasrat masokisnya, dia terkena HIV Aids! Dia meninggal karena penyakit itu.”
“Aku tidak peduli! Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu Dante.”
“Lepaskan tanganmu! Jangan berani kau menyentuhku lagi!” teriak dante marah saat tatiana berusaha meraih tangan pria itu dan berusaha memeluknya tapi Dante justru mendorongnya menjauh.
“Dante! Kenapa kau bersikap sangat kasar padaku?”
“Kau yang memulai bertingkah.” tatapan mata Dante tajam menahan rasa muak dan jijik.
“Tidak Dante, aku tidak pernah meminta begitu!” Tatiana masih mencoba membela diri.
“Lalu apa? Apa yang kau minta dari Lorenzo ha? Aku melihat bercak darah, aku melihat potongan rambutmu! Aku melihat sidik jarimua dan kau tidak membersihkan ruang piano! Aku memeriksa semuanya, sungguh menjijikkan!”
“Apa? Jadi kau mencurigaiku?” tanya Tatiana dengan nada tak senang.
__ADS_1
“Fuuuh! Tatiana kau sudah hidup denganku lama sekali jadi jangan memutar balikkan fakta. Bukankah kau melakukannya disana? Itu bukan dugaan tapi kenyataan. Aku tidak mencurigaimu. Jadi aku minta padamu jangan membuat masalah denganku!”
“Dante!”
“Sudah diam dan jangan banyak bicara lagi padaku. Aku sudah katakan kalau semua sudah berakhir! Saat ini kau bukan istriku lagi, aku akan menceraikanmu! Kita sudah berakhir!”
“Aku tidak terima Dante! Aku tidak mau pisah darimu!” teriak Tatiana.
“Kau mau terima atau tidak, aku akan tetap menceraikanmu. Aku sudah membuat keputusanku sendiri. Kau tahu aku seperti apa bukan? Aku mempercayaimu sepenuh hati tapi kau melakukan sesuatu yang sangat buruk! Kau tahu tidak kalau aku seperti orang bodoh yang percaya pada semua kata-katamu! Tapi kenyataannya…..” Dante menggelengkan kepalanya dan menatap Tatiana.
“Aku sangat kecewa padamu Tatiana! Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan sekarang.”
“Dante! Aku tidak bisa Dante! Tunggulah dulu biar aku menjelaskan semuanya padamu.”
“Jangan mengejarku lagi. Kita sudah berakhir dan kalau aku masih melihatmu malam ini dirumah ini, jangan salahkan aku jika aku mencincangmu Tatiana! Aku tidak tahan melihatmu, wanita bekas pria lain sangat menjijikkan Tatiana!” Dante menggelengkan kepalanya dan dia benar-benar menjauh.
Dia sangan membenci Tatiana sekarang, Dante tidak suka wanitany disentuh oleh orang lain, karena Dante punya harga diri dan mengetahui Tatiana memiliki penyakit itu dan tidak bicara jujur padanya menjadi masalah besar bagi Dante.
“Harusnya kau bertanya pada dirimu sendiri sebelum kau melakukan semua kegilaanmu itu! Kenapa kau melakukannya dengan pria itu? Kenapa kau melakukannya dibelakangku? Apa sebenarnya yang kau inginkan? Apa kau tidak bisa membayangkan hal ini akan terjadi kalau aku mengetahuinya?”
Tatiana menggelengkan kepala sambil menangis, “Jangan tinggalkan aku Dante!”
“Aku tidak bisa menerimamu lagi! Menjauh dariku!”
“Dante!” Tatiana tetap berusaha mendekati Dante walaupun pria itu terus menolaknya.
“Sebaiknya kau pergi Tatiana. Ikutlah dengan ayahmu dan jangan pernah kembali lagi padaku.”
__ADS_1
“Tega sekali kau Dante? Beginikah perlakuanmu padaku? Tidak bisakah kau memaafkanku Dante?”
“Pergilah Tatiana! Semuanya sudah berakhir.”
“Apa karena gadis kecil yang kau bawa itu? Setelah Bella pergi sekarang kau membawa gadis lain dan kau ingin menjadikannya pengasuh Alex? Padahal kau ada niat lain iyakan? Aku tidak akan membiarkan itu Dante! Aku tidak terima!” teriak Tatiana penuh amarah.
“Kau jangan berpikir macam-macam. Sebaiknya kau pergi sekarang dan jangan menguji kesabaranku lagi Tatiana. Kau tahu aku seperti apa bukan? Aku masih bersikap baik padamu sekarang karena aku menghargai ayahmu. Kalau bukan karena Omero, aku tidak akan mengampunimu.”
“Aku tidak akan pernah melepaskanmu Dante!” Tatiana semakin agresif dengan cepat mencium Dante.
CUP!
PLAAKKK!
“Sssshhh….aduh!” Tatiana menatap nanar pada Dante.
“Aku bisa melakukan yang lebih parah dari itu! Menjauh kau dariku!”
“Kau….aku tidak menyangka kau menyakitiku sampai bibirku robek. Apa yang kau lakukan padaku? Ini yang kedua kalinya kau menamparku.”
Titik airmata mengalir bak anak sungai membasahi pipi Tatiana, tapi tangisan itu masih abu-abu antara tangisan memang karena merasa sedih akibat Dante menamparnya tau karena sedih Dante tidak lagi mendengarkannya. Tatiana sendiri sepertinya tidak menyadari hal ini dan tidak bisa menjelaskan apa yang diinginkannya.
“BERHENTI! Aku semakin muak melihatmu. Menjauh dariku Tatiana!” Dante sudah malas dengan semua drama dihadapannya Sehingga dia lepas kendali lalu menoleh pada Omero sambil menahan amarahnya, “Jangan cium aku lagi dan jangan mendekatiku lagi Tatiana!”
“Dante! Aku mohon jangan seperti ini padaku.” Tatiana bicara dengan suara lembutnya.
“Sudahlah. Kau seharusnya jujur padaku sejak awal soal penyakitmu itu. Kita bisa cari solusinya bersama tapi sekarang semua sudah terlambat, aku tidak bisa menerimamu lai! Kau tahu aku tidak pernah bermain perempuan diluar sana selain bersamamu? Kalaupun aku bersama seorang wanita saat aku berusaha mendapatkan Alex, itu semua juga atas pemintaanmu. Jadi jangan jadikan itu sebagai alasan kau berani melakukannya dibelakangku. Kau sudah berbuat dan aku tidak terima dengan perbuatanmu itu! Demi kebaikanmu aku sarankan kau jangan menyentuhku!”
__ADS_1
“Dante, sudahlah jangan dilanjutkan lagi.” ucap Omero yang sudah bergidik ngeri melihat kemarahan pria itu. Dia mencoba menengahi sambil meninggikan suaranya pada Dante. Lalu dia menatap Tatiana dan berkata, “Sebaiknya kau bicara denganku sekarang Tatiana!” Omero menarik paksa Tatiana.
“Aku tidak mau ayah! Aku tidak bisa. Aku mohon Dante! Jangan lakukan ini padaku. Apa kau lupa masa-masa indah kita bersama?” Tatiana masih mencoba membangunkan kenangan masa lalu mereka untuk menggoyahkan Dante.