PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 380. WANITA MEREPOTKAN


__ADS_3

“Dia tidak akan bisa menjaga mulutnya. Rencanaku untuk menaruhnya dirumah Jeff itu tidak mungkin! Dia tidak akan bisa bekerjasama dan ujung-ujungnya dia yang akan merugikan kita! Aku tidak mau bekerjasama dengan ular betina lagi! Jadi sekarang yang perlu kau jawab, apakah kau bisa membunuhnya setelah selesai?”


 


“Ular betina?” Anthony menangkat alisnya tak paham.


“Hmmmm apa kau paham? Aku mau kau membunuhnya tanpa pikir panjang!”


“Mungkin kau bisa memberikan kesempatan padanya. Kita juga tidak tahu apa yang bisa dia lakukan.” Anthony masih berusaha mencoba bernegosiasi dengan Dante.


 


“Tidak! Aku tidak pernah memberikan kesempatan kedua pada kebodohan yang akan berujung buruk! Sekarang kau harus ingat baik-baik semua yang aku katakan! Sebelum Jeff menyentuhnya kau sudah harus membunuhnya! Itu perintah!” ucap Dante penuh penekanan.


 


“Tapi aku bukan bawahanmu dan kau tidak bisa memerintahku seenakmu Dante!”


“Hanya ini stau-satunya cara! Kalau kau mau rencana kita berhasil. Aku yang akan mengurus sisanya dengan Jeff. Saat dia melihat Bella mati maka apa yang akan dilakukannya akan menjadi menarik.”


“Kau yakin pada rencanamu ini? Membunuhnya Dante? Membuat Jeff berpikir dia sudah mati?”


“Ya kau harus melakukan itu!” ucap Dante.


Anthony pun berpikir sejenak lalu dia paham, “Baiklah. Tapi mungkin Jeff tidak akan mengejarnya dalam waktu satu sampai dua hari kedepan kan? Dia tidak mungkin mengikuti sampai ke villa ku kan?”


 


“Siapa yang tahu! Suruh orang yang menjaga wanita itu untuk membunuhnya kapanpun dia akan dibawa oleh Jeff! Kau mengerti maksudku?”


“Iya iya aku paham. Aku akan melakukannya Dante!”


“Bagus! Ingatlah Anthony, tidak ada negosiasi kali ini!” tegas Dante.


 


“Baiklah tapi aku harus pergi dulu pagi ini. Ada hal yang harus kuurus terlebih dahulu.”


“Pergi? Apa maksudmu mau pergi?” Dante agak bingung dengan ucapan Anthony.


“Temanku akan mempersiapkan semuanya untuk wanita itu. Mereka adalah dokter Anna dan Vince. Aku ada sedikit maslah dan aku harus ke Italia dulu sebentar untuk mengecek sesuatu pagi ini.”


 


“Mengecek sesuatu? Kau ingin ke Italia? Apa kau gila? Nanti malam adalah acara intinya. Apa yang kau inginkan sebenarnya? Kau serius atau tidak untuk bekerjasama denganku?” tanya Dante.


“Hei sabarlah Dante! Pekerjaanku bukan satu hal dan mengurus satu orang wanita saja! Aku masih harus melakukan hal penting lain untuk hidupku. Dan aku tidak punya kesempatan lain kecuali hari ini. Ini benar-benar sangat penting bagiku.” ucap Anthony memberikan alasannya.

__ADS_1


 


‘Robert kemarin sebenarnya ingin membawaku tugas ke Kroasia. Ada beberapa hal yang harus kami lakukan disana tapi aku memanfaatkan momen ini untuk berpisah darinya untuk satu hari saja! Itulah alasannya mengapa aku meminta Irene datang agar aku punya alasan pada Robert. Padahal rencanaku dua jam lagi aku berangkat ke Italia! Dan aku akan menemui Dante Emilio disana!’


 


‘Robert tidak boleh tahu tentang hal ini dan aku hanya akan menemui pria itu sebentar saja untuk mengetahui rahasia terbesar tentang hidupku dan masa laluku! Aku harus mengetahui darimana asal usulku yang sebenarnya dan hari ini adalah waktu yang tepat!’ gumamnya didalam hati.


 


Anthony memang sengaja memanggil Irene untuk tujuan mengganggu konsentrasi Robert! Pria itu tidak akan memaksakan kehendaknya pada Anthony saat ada Irene bersama Anthony! Kelemahan yang dimiliki oleh Robert yang selalu dimanfaatkan oleh Anthony sekarang jika dia menginginkan sedikit kebebasan dari ayahnya itu. Hanya Irene yang bisa dia gunakan untuk jadi alibinya.


 


“Penting? Seberapa penting pekerjaan ini dibandingkan dengan semua misimu yang ingin menghancurkan Jeff Amadeo? Atau kau hanya bermain-main saja Anthony?”


“Jangan ketus begitu padaku Dante! Aku mengatakan hal ini penting karena memang itu adalah sesuatu yang penting dan aku harus segera kesana! Ada beberapa hal yang harus ku cek dan aku tidak bisa menceritakannya padamu!” ucap Anthony.


 


“Aku berjanji tidak akan telat dan temanku Anna dan Vince pasti bisa menangani ini. Percayalah Dante! Aku akan kembalo sore hari sebelum acaranya dimulai dan wanita itu akan terus ada didalam genggamanku. Aku tidak akan meninggalkannya!” ujar Anthony lagi.


“Apa pekerjaan yang ingin kau lakukan di Italia! Katakan padaku.”


 


“Aku katakan padamu beritahu aku biar aku yang mewakilkannya.” Dante terus mendesak Anthony.


“Apa? Kau tidak bisa melakukan ini! Aku harus melakukannya sendiri.” Anthony menyugar rambutnya dengan kesal dan bingung dengan sikap Dante.


 


Anthony hanya bisa menggerutu didalam hatinya, dia tidak paham jalan pikiran Dante dan memang sikap pria itu tidak seperti biasanya. Dia seperti sangat protektif pada Anthony untuk alasan yang tidak jelas, mungkin dia sendiri pun tidak tahu mengapa dia melakukan itu pada Anthony.


 


“Kalau memang aku bisa mewakilkanmu biarkan aku saja yang melakukannya. Aku tidak ingin rencana nanti malam tidak sesuai dengan yang sudah kita rencanakan jauh hari.”


“Aku bisa menjamin tidak akan berantakan! Tapi biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu. Justru kalau aku tidak pergi sekarang, aku jamin tidak akan bisa bekerja dengan benar.” ucap Anthony.


 


“Baiklah kalau menurutmu itu yang terbaik. Tapi ingat ya sekali kau membuat kesalahan maka kita tidak akan bekerjasama lagi dan semuanya sudah impas!”


Klik


Dante langsung mematikan teleponnya setelah bicara. Anthony memijit keningnya lalu tersenyum mencoba menyakinkan dirinya. “Semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada masalah Dante!”

__ADS_1


 


Tok tok tok


Disaat bersamaan terdengar pintu diketuk. “Aduh mau apa lagi anak manja ini?” gumam Anthony kesal tapi dia sudah berjalan menuju pintu dan membukanya. “Ada apa Irene sayang?” senyum merekah dan dia berusaha setulus mungkin terlihat didepan wanita yang baru saja mengetuk pintu kamar mandi.


 


“Pagi Anthony! Anna mengetuk pintu kamar kita dan dia mengatakan ada yang ingin dia bicarakan denganmu.” ucap Irene yang masih malas-malasan karena dia lelah sekali akibat pertempuran tadi malam dengan Anthony. Dia yang tadinya ingin tidur harus terganggu karena ketukan dipintu kamar.


“Kalau begitu kau tunggulah dikamar. Aku akan menemui Anna sebentar.” ucap Anthony.


 


“Tunggu Anthony!” tangan Irene sudah menyentuh dada Anthonya dan menghentikan langkah pria itu.


“Apa yang kau lakukan? Aku harus pergi sekarang Irene!”


“Kau tidak mungkin keluar tanpa pakaian begini kan?”


Anthony tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “Aku akan pakai bathrobe ku.” ucapnya menunjuk kearah meja dimana bathrobenya terletak.


 


“Ah, aku tidak mau Anna melihatmu hanya dengan pakaian itu Anthony.”


“Hmm...kau tidak suka tubuhku dilihat oleh Anna?”


“Aku melihat ada yang lain dari tatapan Anna. Aku khawatir sekali kalau kau berdekatan dengannya Anthony! Sepertinya dia menyukaimu. Terkadang aku juga merasa kalau kau juga mencintainya.” ucap Irene dengan manyun membuat pria itu terkekeh.


 


“Anak tomboy itu mana mungkin menyukaiku! Kalau memang dia menyukaikau dari dulu pasti dia sudah mengatakan isi hatinya padaku. Ingat Irene, kami dulu satu sekolah dan sejak kecil kami sudah main bersama-sama. Ayahnya adalah rekan kerja ayahku. Bedanya, Anna mengambil keputusan untuk menjadi dokter sedangkan aku mengikuti jejak ayahku di militer.” Anthony menjelaskan semuanya.


 


“Aku tahu. Aku hanya mau kau berhati-hati saja dengannya! Aku tidak ingin kau terlalu dekat dengannya Anthony!” Irene tetap memaksa dan mencembungkan pipinya. Dia tetap tidak ingin tubuh Anthony terlihat oleh Anna.


“Baiklah. Aku akan memakai pakaianku. Suruh Anna untuk menungguku sebentar, aku akan mengambil pakaianku dulu.”


 


“Baiklah. Aku akan mengatakan padanya.” ucap Irene merasa lega. Dia pun langsung pergi menuju ke kamar untuk menyampaikan pesan Anthony pada Anna. Sedangkan Anthony segera mandi lalu mencari pakaian gantinya. Sambil menggelengkan kepalanya merasa heran dengan tingkah Irene.


 


’Apa-apaan wanita ini. Cemburu pada Anna? Kalau Anna mau padaku dari dulu aku sudah memacarinya. Tapi aku tahu diri karena dia tak pernah menyukaiku. Hmmm...memang sih kalau dia berdandan sebenarnya Anna itu cantik dan manis. Ah sudahlah! Buat apa kupikirkan.’

__ADS_1


__ADS_2