
“Oh iya satu lagi. Kau juga harus bekerja untuk satu tahun kedepan. Tidak ada penolakan!” ujar Dante puas mencoba menahan agar tidak tersenyum.
“Apa? Hukuman apa itu? Satu tahun? Kenapa gara-gara telat bangun aku dihukum selama setahun, Tuan? Pekerjaan apa itu yang harus aku lakukan?” gumamnya lirih. “Bisa aku tahu pekerjaan apa itu? Apakah aku masih bisa bertemu adikku kalau aku bekerja selama satu tahun?”
“Pekerjaan gampang. Kau harus merubah pola hidupmu! Tidak seperti ini lagi!”
“Ah….tapi waktu itu kau bilang masa percobaanku selama tiga bulan tapi kenapa sekarang aku harus tinggal bersamamu selama setahun?”
“Terserah aku. Aku bisa merubah perjanjian sesukaku dan tidak ada yang bisa membantah.”
“Ya...itu aku tahu tapi kenapa satu tahun? Kerjaan macam apa itu?” tanya Bella lagi.
“Aku ingin memberimu penawaran menarik. Selama satu tahun kau harus bekerja untukku dan kau bisa menemui adikmu sekali dalam sebulan atau tiga bulan sekali atau tidak bertemu lagi dengan adikmu jika aku tidak puas sesuai perjanjian yang kubuat. Tapi jika aku merasa puas pada pekerjaanmu maka kau akan tinggal bersamaku selamanya, seumur hidupmu kau akan bersamaku dan kau juga tidak boleh bertemu adikmu. Silahkan pilih yang mana.”
“Aisss…..pilihannya tidak ada yang menyenangkan!” ujar Bella.
“Memang tidak ada pilihan yang menyenangkan untuk seorang wanita bekas seribu pria macam kau! Kerjamu hanya menyusahkanku saja setiap hari, jam tidurmu berantakan dan apa kau tahu betapa menyebalkannya kau? Aku bangun jam tujuh pagi dan menunggumu bangun sampai sore ditambah lagi harus menunggumu mandi selama satu jam.”
“Tadikan aku sudah jelaskan alasannya. Maaf ya Tuan.” ujar Bella merasa tersudut.
‘Aihhh…..kenapa aku bodoh sekali? Harusnya tadi aku bangun tepat waktu, kenapa aku tidak pasang alarm ya? Tapi aku juga tidak punya ponsel. Ya sudahlah terserah dia maunya apa lebiha baik aku terima saja daripada dia makin marah dan membuangku.’ bisik hatinya.
“Aku tidak perlu permintaan maafmu. Kau harus mulai menjalani hukumanmu hari dan mulai bekerja untukku. Kau harus menuruti semua perintahku.”
“Tapi apa pekerjaanku?”
“Dengarkan aku baik-baik. Kau harus bangun pagi setiap hari, harus disiplin hidup sebagai orang normal. Lupakan kecanduanmu pada obat dan kau harus bekerja untuk hidupmu! Kalau kau tidak bekerja maka aku tidak akan memberimu makan! Aku juga tidak akan mengirimkan uang pada adikmu kalau kau tidak bekerja dan lalai.”
“Baiklah. Aku akan bekerja dengan baik, Tuan. Tapi janji ya tetap mengirimkan uang pada Sarah.” Bella mencoba negosiasi sambil mengerjapkan mata menatap Dante.
__ADS_1
“Bagus. Soal adikmu jangan kau pikirkan.”
“Tuan, apakah kau akan menjualku ke dunia malam lagi?”
Tidak. Pekerjaan ini jauh lebih sulit.” jawab Dante.
“Lebih sulit? Memangnya ada pekerjaan yang lebih sulit dari itu ya? Pekerjaan apa itu?”
“Mengasuh anakku!” Bella tak percaya dengan apa yang didengarnya. Kenapa jadi begini?
“Ha? Apa? Jadi pengasuh anak?” Bella mengeryitkan kening dan mulai merasa gugup. Jantungnya berdetak dengan kencang. ‘Bagaimana caranya mengasuh anak ya? Aku bahkan tidak tahu caranya mendekati anak-anak.’ gumamnya.
“Ya jadi pengasuh anakku. Kau harus mengasuhnya dan menjaganya dengan baik. Satu kesalahan saja akan berakibat fatal padamu. Jika kau membuat anakku menangis maka aku akan membuat adikmu menangis. Saat anakku tersenyum maka adikmu pun akan tersenyum. Kalau kau menyakiti anakku maka adikmu yang akan merasakan sakitnya juga.”
Glek! Bella menelan salivanya. Pekerjaan yang mengerikan! Jadi aku harus mengasuh anaknya selama setahun? Dimana anaknya itu sekarang? Apa anaknya nakal dan susah diatur? Kalau anaknya nakal bagaimana aku bisa mengasuhnya? Aku orangnya tidak sabaran. Aku tidak punya pengalaman dengan anak nakal. Tapi kalau aku tidak sanggup maka Sarah yang akan merasakan akibatnya.
Bella mulai bergidik ngeri memikirkan semua ucapan Dante barusan. Dia takut jika tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik. “Kenapa diam? Kau belum menjawabku!” ujar Dante membuyarkan lamunannya.
“Oh ya? Apa kau yakin tidak mampu? Apa kau lupa kalau selama ini kau mengasuh adikmu?” ujar Dante tersenyum. Ya ampun bagaimana bisa wanita bodoh ini jadi ibu kandung anakku?
‘Dasar bodoh! Harusnya aku tidak perlu menceritakan tentang aku dan adikku padanya. Pria ini berbeda dengan Tuan Jeff yang punya empati padaku,’ ujar Bella menyesali semua kejujurannya.
“Kau menolak pekerjaan ini? Atau kau lebih memilih pekerjaan lain? Atau aku jual saja adikmu.”
“Jangan! Aku terima pekerjaannya. Jangan ganggu adikku.” ujar Bella secepat kilat sebelum Dante berubah pikiran.
“Apa keputusanmu?”
“Tunggu sebentar. Ada yang ingin aku tanyakan. Jika aku bekerja sebagai pengasuh anakmu berarti aku akan tinggal bersamamu dan istrimu?”
__ADS_1
“Hem…..” Dante menganggukkan kepalanya. “Jaga sikapmu dengan istriku. Diantara kita tidak ada hubungan apapun, aku tidak pernah menyentuh tubuhmu!”
‘Huh….apa katanya? Tidak pernah menyentuh? Terus dia sering pegang-pegang itu apa? Tangannya pernah masuk ke milikku juga dianggapnya bukan menyentuh?’ Bella mencoba berpikir lalu menganggukkan kepala.
“Ingat ya, jangan pernah mengatakan apapun pada istriku. Jangan pernah menceritakan apapun tentang pertemuan kita. Aku menyayangi istriku dan tak ingin menyakitinya. Paham?”
“Ya Tuan. Aku sangat paham.”
“Kau harus berbaur dengan semua pelayan dirumahku. Jangan pernah mengungkit pekerjaan kotormu dimasa lalu, anggap saja itu tidak pernah terjadi.”
“Ta—tapi aku tidak pandai masak, Tuan.”
“Tidak masalah. Tugasmu hanya mengasuh anakku. Apa kau sanggup menerima hukumanmu atau kau memilih pilihan kedua?”
Bella tampak sedang berpikir. ‘Hanya mengasuh anak harusnya tidak sulit. Aku punya kesempatan bertemu Sarah juga. Sepertinya dia sangat mencintai istrinya dan selama ini dia tidak pernah menggangguku. Dia tak pernah memintaku untuk memuaskannya. Aku rasa pekerjaan ini tidak buruk.’
“Apa yang kau pikirkan, ha?”
“Satu hal lagi, Tuan. Setelah bekerja setahun, setelah itu apa yang harus kulakukan?”
“Kau bebas! Kau bisa melakukan apapun yang kau mau. Kau juga bisa melakukan apapun yang kau inginkan selama mengasuh anakku, kau juga akan mendapat pelatihan. Kau boleh memilih pelatihan yang kau sukai dan mengembangkan bakatmu. Kelak kau bisa membangun usaha sendiri.”
“Benarkah? Kau akan membebaskanku?” Bella seakan tak percaya. Dia menatap Dante dengan mata berbinar sambil mengerjap. Tingkahnya sangat menggemaskan membuat hati dan pikiran Dante kacau.
“Aku akan hidup bebas? Hidup seperti orang-orang diluar sana?”
Dante hanya menganggukkan kepala. Bella merasa bahagia membayangkan dalam setahun dia akan menjadi manusia bebas.
‘Ah….dia akan membebaskanku! Itu artinya dia memang orang baik dan sengaja tak menyentuhku karena aku bekas orang laon. Dia tidak punya niat jahat padaku.’ gumam Bella dalam hatinya sambil tersenyum manis pada Dante.
__ADS_1
“Kenapa kau tersenyum? Apa artinya senyummu itu?”
“Aku setuju! Aku terima pekerjaan itu. Setelah aku memikirkannya aku ingin kebebasanku. Aku janji selama setahun aku akan mengasuh anakmu dengan baik dan memberikan yang terbaik.”