
“Fuuuhhh! Akhirnya aku merasa lega dan mobilku tidak bising lagi. Wanita menyusahkan ini benar-benar tidak tahu dengan siapa dia bicara!” Dante mengambil tisu lalu mengelap tangannya yang terkena noda darah. “Aku tidak suka orang yang bermain-main denganku disaat aku melakukan sesuatu yang penting.” ucap Dante melirik ke samping.
Dia melihat pisau yang masih menancap di tubuh Katarina.’Kau yang membuat masalah denganku. Saat ini aku gagal melakukan misiku! Berani sekali kau memintaku meninggalkan Bella dan membuangnya! Fuiihhhh! Wanita sepertimu tidak pantas meminta hal itu!”
BUG!
Dante memukul kemudinya karena kesal. “Seharusnya aku berhasil! Sial...sial….sial….aku tidak pernah gagal! Apalagi untuk sesuatu yang penting seperti ini. Tapi kau sudah membuatku rugi besar dan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengendalikan permainan! Aargggg!” Dante mengomel sendiri sambil dia memutar mobilnya kembali ke jalur awal.
Dante baru saja membunuh Katarina dengan menusukkan pisau ke lehernya tanpa banyak bicara. Dia menggunakan pisau kecil yang selalu ada di mobilnya. Dante sudah sangat kesal sampai ke ubun-ubun sehingga tidak mau kompromi lagi langsung menggorok leher Katarina vertikal dari atas ke bawah. Dari leher sampai ke dadanya menyebabkan Katarina langsung mati!
“Bagaimana nasibmu sekarang Barack? Semoga ini tidak akan jadi masalah padamu.” ujar Dante semakin resah. Wajahnya tidak tenang dan bayangan tentang Barack mengganggu pikirannya. Tapi Dante sama sekali tidak peduli pada mayat disampingnya. Dante bahkan tidak peduli kalau wanita yang dibunuhnya itu sedang hamil.
“Aku tidak tahu seberapa bahayanya kandang Jeff. Tapi mengingatmu ada disana dalam kondisi yang tidak bisa aku jangkau membuat kepalaku pusing.” gumam Dante lagi. Dia menginjak pedal gas lebih dalam supaya cepat kembali ke mansion. Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menenangkan dirinya. Segera menemui Bella, hanya wanita itu yang bisa menenangkannya sekarang.
‘Semoga kau punya rencana cadangan Barack!’ bisik hatinya lagi. Hati Dante mencemaskan keadaan sahabatnya dan dia tidak pernah tertekan seperti sekarang ini karena ini adalah kegagalan pertamanya dalam melakukan misi. Bukan kesalahannya tetapi karena gangguan yang menjengkelkan!
“Ahhh….wanita bodoh ini! Bukannya melakukan koordinasi dan mengikuti instruksi yang sudah diberikan padanya. Dia malah mengacaukan semuanya! Dia benar-benar membuatku kacau begini!” omel Dante sambil berteriak-teriak kesal di mobilnya. Sepanjang jalan tak henti-hentinya dia menggerutu sambil sesekali melihat benda yang diberikan Manuel padanya.
“Tinggal lima menit lagi, tapi kenapa Barack masih belum menghubungiku? Apa sebenarnya yang kau lakukan Barack? Kenapa kau tidak mengecek apakah wanita ini benar-benar mengerjakan bagiannya atau tidak! Ini tindakan paling bodoh! Mempercayai seorang wanita labil untuk menyelesaikan misi dan mengirimkannya padaku. Pria saja sulit kupercaya, apalagi dengan wanita, makhluk yang tidak bisa diukur keseriusannya.”
__ADS_1
Tiba-tiba Dante berhenti sejenak lalu menelan salivanya. Dia mengingat kata-kata wanita itu. Dante pun kembali mengingat seorang wanita yang membuatnya tambah pusing. “Aku tidak bisa membiarkan wanita itu membuat ulah malam ini! Anthony, dia harus segera diberitahu jangan sampai nanti malam wanita itu melakukan hal bodoh seperti wanita yang sudah jadi mayat disampingku ini.”
Dengan sigap tangannya langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Anthony.
“Ada apa kau menghubungiku Dante?” jawab Anthony saat telepon tersambung.
“Dimana kau sekarang? Bagaimana dengan persiapan besok?” tanya Dante tanpa basa basi.
“Eehh...kau ini pagi-pagi meneleponku hanya untuk menanyakan itu? Kau bahkan tidak menanyakan kabarku dulu! Tidak ada pekerjaan lain yang bisa kau lakukan Dante?”
“Bisa kau konsentrasi denganku sebentar? Aku ingin membicarakan hal penting.” ucap Dante.
“Iya sebentar ya. Aku harus mengumpulkan kesadaranku dulu. Aku baru bangun!”
“Anthony! Kau mau kemana?” terdengar suara wanita yang memanggil Anthony dan masih sempat didengar oleh Dante.
“Apa yang ingin kau bicarakan denganku Dante?” Anthony bicara sambil menguap lebar.
“Cih! Kau sedang bersama dengan anak presiden itu?” tanya Dante mengeryitkan keningnya.
“Kau jangan ikut campur urusanku. Aku sudah cukup pusing dibuatnya. Langsung saja pada inti pembicaraan jangan mengalihkan ke hal lain.”
“Kau pusing dengannya tapi kau malah tidur dengannya! Kenapa kau ini jadi pria plin-plan? Dasar tidak punya pendirian!” balas Dante menyindir Anthony.
__ADS_1
“Sudah kubilang jangan ikut campur urusan pribadiku! Katakan saja apa yang mau kau bicarakan.”
“Aku memang tidak ikut campur urusanmu tapi kalau hanya untuk mengusir seorangw anita yang tidak kau sukai saja pun kau tidak bisa, kau itu lemah! Bagaimana kau bisa konsentrasi dengan pekerjaanmu sendiri? Atau kau memang menjadikannya pelampiasanmu saja?” sindir Dante lagi.
“Cukup Dante! Katakan saja apa yang mau kau katakan! Jangan bikin aku pusing. Urusan wanita itu bukan urusanmu. Aku punya rencanaku sendiri dengannya.” ucap Anthony kesal. ‘Dante! Kau itu bukan siapa-siapaku beraninya mengomentari urusan pribadiku dan kenapa aku merasa kesal sekali saat dia membicarakan hal ini ya? Seakan dia adalah orang yang sangat dekat denganku padahal dia tidak mengenalku.’ bisik hati Anthony.
“Wanita itu! Yang menyamar jadi Bella, jangan sampai dia menggagalkan rencanamu. Sudah kukatakan padamu kalau dia itu wanita seperti apa! Kau tidak akan bisa menjaga mulutnya. Kau paham maksudku kan? Ditu itu keras kepala dan sulit diatur. Kau berhati-hatilah.”
“Hmmmm! Aku paham. Kau mau aku melakukan apa?”
“Dengarkan rencanaku dengan baik. Kau tidak boleh salah langkah kali ini. Sebelum kau memulai memakainya di lapangan kau harus pastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Kau yang harus melakukannya sendiri. Pastikan wanita itu paham apa yang harus dia lakukan nanti tanpa banyak bertanya dan menyusahkanmu.” ujar Dante menjelaskan.
“Baiklah. Aku mengerti. Lalu apa yang harus kulakukan nanti?”
“Kau bawa dia nanti malam dan tunjukkan keberadaannya dan pastikan dia mendapatkan mangsanya yaitu Jeff Amadeo. Aku yakin setelah melihat sosok yang diyakininya sebagai Bella, Jeff pasti akan memburu wanita itu. Kau mengerti maksudku kan?”
“Hmmm inikan memang seperti rencana kita sebelumnya. Kita juga sudah membahas ini kan?”
“Aku tahu. Kita memang sudah membahasnya tapi aku belum memberitahumu rencana akhirnya.”
“Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin menaruh wanita itu dirumah Jeff?” tanya Anthony.
“Bukan! Aku punya rencana yang lebih bagus. Sebelum dia disentuh oleh Jeff dan dibawa pergi oleh Jeff maka kau harus membunuhnya! Kau mengerti?” ujar Dante menjelaskan rencana akhir.
__ADS_1
Anthony terkejut dan menelan salivanya setelah mendengar perkataan Dante. Dia tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah sebelumnya sehingga dia merasa ragu untuk membunuh Bella palsu. Meskipun wanita itu sangat menjengkelkan tapi akan sulit bagi Anthony untuk membunuhnya.
“Aku tidak yakin bisa melakukan itu, Dante!”