PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 515. PENYERANGAN


__ADS_3

“Tuan Dante! Kami tidak bisa menerima negosiasi anda.” setelah lima menit kemudian, pemimpin pasukan federal menolak tawaran Dante.


“Kalau begitu jangan salahkan aku jika aku terpaksa melakukan apa yang tadi kukatakan!"


“Tuan Dante! Jika anda membunuh para sniper kami maka itu berarti anda sama saja bunuh diri. Karena kami akan menyerang anda balik.” pimpinan pasukan federal mengamcam Dante.


“Aku menunggu serangan balikmu itu,” jawab Dante masih dengan wajahnya yang dingin dan tegas.


“Tuan Dante apa kau yakin ini akan berhasil?”


“Tunggu saja.” Dante bicara tanpa sedikitpun rasa takut. “Orang yang memimpin penyerangan ini sepertinya tidak menyukaimu Robert Kane.”


“Ah benar! Kalau dia menyukaiku dan dia peduli padaku maka dia akan menarik orangnya bukan?”


“Iya! Dia ingin menjadi orang yang mendapatkan nama setelah penyerahan ini! Sepertinya dia menginginkan kau mati.” kata Dante ingin memancing pimpinan pasukan federal itu. Dia memang pandai menilai ekspresi wajah seseorang. Dia sudah memperhatikan pria itu sekilas.


Dan Dante tahu apa yang ada dipikiran komandan itu.


“Lalu apa yang ingin kau lakukan?”


“Tentu saja mengusir pasukan itu dulu dan mencari markasnya! Kau paham maksudku bukan Dante?”


“Ya aku paham.” jawab Dante singkat.


“Aku mendengar semua yang kau katakan! Jika kau ingin aku membereskannya aku akan melakukan persiapannya sekarang Dante.”


Suara itu hanya bisa didengar oleh Dante karena saat ini dia menggunakan jam tangannya sebagai alat komunikasi dengan kelima temannya. Asalkan jarak mereka tidak lebih dari seribu kilometer maka mereka masih bisa berkomunikasi menggunakan chip itu.


“Apa kau membuka jam tanganmu?” Barack mengertahui hal ini dan langsung bertanya.


“Hmmm…..aku melakukan apa yang kau juga lakukan.” sahut Dante.


“Dante! Jam tangan yang kau pakai sekarang ini hanya bisa digunakan dalam waktu lima jam.”


“Aku tahu! Serangan kita tidak akan sampai lima jam.” sahut Dante lagi.


“Darimana kau seyakin itu Dante?”

__ADS_1


“Aku sudah memperhitungkannya Barack! Aku akan menuju ketempat dimana kau berada, aku tahu kau ada ditempat Jeff sekarang.” Dante langsung to the point karena malas banyak bicara.


“Baiklah kalau begitu kau harus berhati-hati Dante! Buka jam tangan ini secepatnya! Jam itu tidak bagus untukmu.” Barack terdengar cemas dan mengkhawatirkan sahabatnya itu.


“Aku mengerti barack! Radiasinya terlalu besar bukan? Apalagi dia berkonsentrasi dengan chip yang ada ditubuh kita. Ini bisa membuat sel-sel tubuh kita mengalami radiasi dan mutasi yang bisa menyebabkan kaner atau lebih parah dari itu. Bukankah begitu?”


“Iya Dante!” Barack kembali mengingatkan.


Sementara Dante memandang para anggota federal yang masih berkomunikasi.


Bahkan Henry sendiri tidak bisa mendengar percakapan Dante dengan Barack saat ini.


“Majulah! Serahkan Robert Kane kepada kami. Maka kami tidak akan mengganggumu! Kami akan mengurangi jumlah pasukan kami dan meminta mereka segera mundur.”


“Baguslah! Kalau kau sudah membuka pikiranmu seperti itu.” ujar Dante.


Lalu Dante menyuruh orangnya mendekat kepada Henry dan dia juga sudah membuka borgol ditangannya dan membiarkan Henry melangkah menuju kearah pintu gerbang.


“Ya Tuhan, semoga saja mereka tidak melakukan apapun pada Tuan Dante.” gumam Henry ketika dia melangkah dengan tatapan matanya yang tegas menuju kearah pasukan federal.


“Jenderal, anda tidak apa-apa kan?” tanya pemimpin pasukan itu.


“Saya mengerti jenderal.” ujar orang itu kepada Henry tapi dia malah memberikan kode lain pada orang-orangnya.


DOR DOR DOR


Dan setelah pintu pagar baru mau dibuka terdengar suara tembakan beruntun.


“Sudah ku peringati pada kalian jangan macam-macam! Aku tidak suka kalau kalian mencoba mencurangiku.”


Jangankan untuk menyerang Dante, sesaat setelah tembakan-tembakan itu menyerang kearah mansionya dan mereka berusaha menembak Dante namun dinding pelindung mansion itu sudah lebih dulu diaktifkan oleh Nick.


Tidak ada satupun peluru yang bisa melesat mendekat pada Dante.


“Serang mereka balik!” suara teriakan Dante terdengar. Dia sangat marah dengan kecurangan pihak pasukan federal. Dengan cepat terdengar suara tembakan balasan dari anak buah Dante.


DOR DOR DOR DOR

__ADS_1


Tembakan meriam pun aktif dan menyerang kearah sniper yang belum sempat menembak.


Serangan itu langsung membuat orang-orang yang berada didepan mansion pun langsung ketar ketir ketakutan. Disana sudah tidak lagi ada pasukan federal bahkan jumlah mereka tidak lebih dari dua puluh orang yang tersisa.


“Kau yang menyerangku duluan? Didalam mimpi pun kau tidak akan pernah bisa!” Dante tersenyum sinis, “Jangan sekali-kali berani mengancamku dirumahku!” Dante pun langsung mengangkat senjatanya yang berada dipunggungnya.


“Kita pergi dari sini sekarang!” teriak Henry yang menyamar menjadi Robert Kane.


“Jenderal! Kenapa anda tidak melawan mereka? Kita masih bisa melawan dan menghajar mereka.”


“Karena aku tidak mau melawannya!” ujar Henry sambil menatap tajam orang yang bicara tadi.


“Tapi jenderal! Anda seorang jenderal besar dan anda mengatakan pada kami kalau tidak boleh mengampuni Dante dan setiap kali ada kesempatan kita harus membunuhnya!”


“Apa kau mau bunuh dirimu sendiri?” Henry membalikkan pertanyaan pada pria itu yang langsung mengatupkan bibirnya karena memang bukan itu yang diinginkannya.


Dan itu membuat Henry mencondongkan badannya kearah pria itu dan berbisik kepadanya, “Atau kau ingin membunuhku? Sengaja menyerang seperti itu supaya aku mendapat serangan balik dan mereka membunuhku?”


Pria itupun langsung mengepalkan tangannya erat-erat setelah mendengar perkataan Henry.


“Iya, aku tahu betapa buruk sikapku! Dan aku tahu berapa banyak diantara kalian yang menginginkan kematianku bukan?” Henry bicara lagi dengan tegas.


“Memang seorang Robert Kane adalah orang yang buruk. Kalau boleh tahu apa pendapatmu tentangnya?” tanya Henry pada pria itu.


“Anda adalah orang yang sangat menginspirasi Jenderal.” jawab pria itu.


“Kau tidak perlu memujiku terlalu berlebihan!” ucap Henry yang langsung membuat pria itu mengerutkan dahinya.


‘Jenderal Robert Kane selalu menyukai pujian. Setiap kali aku memujinya seperti ini dia tidak memperpanjang masalah! Tapi kenapa sekarang dia tidak suka dengan pujian? Ada yang aneh dengannya.’ pikir anak buah Robert Kane itu.


“Apa masih ada lagi yang mau kau katakan?”


(Setelah Henry hendak pergi meninggalkan kediaman Dante bersama pasukan federal)


“Tuan Dante, apa perlu kita mengikuti Tuan Henry?” tanya anak buah Dante yang berdiri di gerbang dengan suara pelan seperti berbisik pada Dante dan pria itupun langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku tahu apa yang harus dilakukannya.” Dante melirik orang tersebut. “Tutup pagar rapat-rapat! Dan tetaplah berjaga-jaga disini! Jangan ada yang lengah! Jika terjadi sesuatu kau harus segera menghubungi Hans! Dia akan segera menghubungi Nick.” perintah Dante dengan menatap tajam kearah luar mansionnya.

__ADS_1


“Baik Tuan! Saya mengerti.” jawab anak buahnya.


Dante pun tidak mengatakan sepatah katapun lagi, lalu dia melangkahkan kakinya meninggalkan gerbang utama. Dia berjalan dengan cepat menuju ke mansionnya. Sambil setengah berlari dia melihat ke jam tangannya. “Aku tidak boleh telat! Ini sudah pagi hari! Barack sudah hampir sampai ditempat tujuannya!”


__ADS_2