
“Baiklah, aku paham sekarang permainannya! Ternyata begini! Hah!” Dante menganggukkan kepalanya mengerti.
“Apa maksudmu?” pria yang baru saja dirobek pakaiannya itu kebingungan sendur tak mengerti, karena Dante sudah merobek pakaian pria itu lalu mundur beberapa langkah.
“Kau tidak perlu mengerti apapin! Karena aku cukup mengerti dengan apa yang aku lihat sekarang! Itu saja sudah cukup bagiku!” ucap Dante lagi dengan lantang.
“Tunggu dulu! Kau tidak bisa pergi sebelum kau menjelaskan semuanya kepadaku!”
“Cih! Aku tidak bicara dengan ikan teri!” jawab Dante membalikkan tubuhnya hendak pergi.
“Apa maksudmu? Jelaskan semua padaku!” pria itu terus saja berteriak didalam sana. Dia tidak menyangka respon yang diberikan oleh Dante padanya hanya seperti itu.
“Hans ayo kita pergi.”
Lalu Dante menatap Henry yang ada disampingnya, “Biarkan dia mati didalam sini! Nanti kau kuburkan dia setelah dia tak bernyawa lagi.” Dante kembali membetikan perintahnya tanpa menatap orang itu.
“Baik Tuan.” jawab Henry singkat.
“Apa kau bilang? Apa yang aku inginkan dariku?” kalimat itu membuat Dante yang sudah melangkah satu langkah akhirnya memutar bola matanya tanpa membalikkan badan.
“Kau akan mati ditempat ini! Tidak ada makanan, tidak ada minuman. Aku hanya butuh waktu tiga hari sampai kau menjadi mayat!”
“Apa maksudmu? Tunggu! Kenapa kau tidak membunuhku saja! Apa yang kau inginkan dengan membunuh dengan cara seperti itu?” pria itu mencoba kembali untuk bicara.
“Cih! Aku tidak mau mengotori tanganku untuk ikan teri!” ucapan Dante seadanya dan dia tetap melangkah pergi meninggalkan tempat itu sedangkan Henry segera menutup pintu ruangan itu sehingga tidak ada lagi suara yang terdengar.
“Kau serius akan membunuhnya seperti itu Dante?” tanya Hans.
Dante tak merespon dan terus melangkahkan kakinya kembali ke mansionnya.
“Tuan orang yang bernama Noel sudah menunggu anda.” Henry sudah membukakan pintu dan mensejajarkan langkahnya dengan Hans sambil bicara pada Dante.
“Suruh dia datang keruang kerjaku sekarang.” ucap Dante.
“Baik Tuan!” ucap Henry sambil mengambil ponselnya dan memberitahu pelayan apa yang harus dilakukan olehnya.
__ADS_1
“Dante! Kau belum menjawa pertanyaanku.” ujar Hans lagi.
“Jangan pikirkan masalah yang tidak penting Hans.” ucapnya.
“Baiklah.” Hans memilih mengangguk, “Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?”
“Persiapkan kamar dirumahku ini dengan perlengkapan medis lengkap! Koordinaskan para dokter Omero kepada Eddi dan persiapkan penjagaan tambahan. Pastikan semua jalur menuju kearah rumah sakit aman dan pasukan kita berada di sepanjang jalur itu.”
“Baik Dante!”
Hans berhenti mengikuti Dante dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Dante. Dia menghubungi anak buah Dante dan berkoordinasi untuk pengamanan. Hanya tersisa Dante dan Henry sekarang yang berjalan menuju keruang kerja.
“Tuan Dante?”
“Sudah lama kau menungguku?” ucap Dante begitu dia melihat seorang pemuda sudah menunggunya.
“Belum terlalu lama, Tuan. Tapi saya sangat senang menunggu anda.” ucap Noel bersemangat yang hanya ditanggapi Dante dengan senyum tipisnya.
“Kalau kau ingin bicara bahasa Italia, bicaralah pakai bahasa Italia tak perlu kau gabung dengan bahasa inggris.” masih ada senyum diwajah Dante saat berbicara.
“Negara kita tidak bergabung dengan negara mereka oel!” celetuk Dante tegas. Nasionalismenya sebagai orang Italia memang sangat kental.
“Temanku Eddie sangat terbantu sekali dengan apa yang kau lakukan! Inisiatifmu cukup bagus Noel!” Dante langsung bicara pada intinya padahal dia belum duduk di kursinya. Dante masih menekan kedua tangannya dimeja dengan posisi berdiri menghadap orang yang duduk diseberang mejanya.
“Senang bisa membantu anda, Tuan.” jawab Noel amsih menunjukkan kesopanannya pada Dante.
“Apa rencanamu!” Dante menatap pria itu dengan tajam. ‘Aku bukan orang yang mudah percaya! Intuisiku memang mengatakan kalau dia adalah pria yang baik, tapi seidkit menginterogasi tidak maslaah bukan?’ bisik hati Dante penuh ketelitian.
“Saya ingin bertemu dengan anda dan mengetahui apa yang bisa saya lakukan untuk anda, Tuan.” ucap Noel sesaat setelah Dante bertanya padanya.
‘Tidak ada sedikitpun keraguan diwajahnya saat bicara begini! Hmm….aku juga bisamelihat kalau dia adalah orang yang loyal. Penuh dedikasi pada pekerjaan, sangat berinisiatif dan yang paling penting dia memiliki attitude yang baik!’ bisik Dante mulai meneliti pria itu.
“Kau tahu siapa aku?”
“Tentu saja Tuan! Anda adalah Tuan Dante Sebastian! Semua orang di kota ini pasti tahu siapa anda.” jawab Noel polos. Dia mengutarakan apa yang dia ketahui tentang Dante dengan pandangan umum. Dan ini tidak salah sehingga membuat Dante tersenyum mendengar jawaban Noel.
__ADS_1
“Fuuhhh, apa kau tahu apa pekerjaanku?”
“Kalau yang itu saya tidak tahu, Tuan! Tapi saya yakin pekerjaan anda….” Noel tidak melanjutkan kalimatnya, sejenak dia terdiam dan malah memandang Dante.
“Lanjutkan saja apa yang ingin kau katakan!” ujar Dante dengan tatapan intens pada Noel.
“Maafkan bila anda tersinggung, Tuan Dante! Tapi saya yakin pekerjaan anda bukan pekerjaan biasa, ehm...maksud saya bukan pekerjaan yang legal.” jawabnya.
Dante tidak menjawab, dia hanya tersenyum kecil dan menghempaskan tubuhnya ditempat duduknya sambil terus menatap Noel. “Lalu apa alasanmu untuk tetap bertahan dan datang kesini kalau kau tahu pekerjaanku seperti itu?” tanya Dante setelah diam beberapa saat.
“Alasanku karena aku percaya padamu! Dan caramu bicara, anda terlihat sangat profesional lalu bagaimana cara anda mengkoordinasikan seseorang, aku sangat menyukainya. Aku ingin belajar banyak dari anda Tuan.” jawab Noel dengan jujur.
“Apa tujuanmu mau belajar?”
“Karena aku ingin besar juga sepertimu. Walaupun aku akan terus ada dibawahmu tapi aku tidak mau hanya berhenti sampai di staf keamanan saja Tuan Dante.” Noel memberanikan dirinya untuk mengatakan apa keinginan terbesarnya selama ini.
“Jadi kau ingin mempunyai hidup lebih baik?”
“Benar sekali Tuan.”
Sejenak Dante diam masih mengelus dagunya dan menimbang semua yang dikatakan oleh Noel.
“Melihat tubuhmu aku rasa kau mungkin berpotensi untuk menjadi orang yang bekerja di militer. Kenapa kau tidak masuk militer saja?”
“Dunia militer?” ada senyum diwajah Noel.
“Ada sesuatu yang membuatmu menolak?”
“Iya Tuan. Kenangan pahit di masa lalu.” jawab Noel mengangguk.
“Kenangan pahit? Apa maksudmu?”
Dante mulai agak serius mendeangarkan ini karena masalah ini sama seperti yang pernah dialaminya.
“Iya Tuan. Ayahku dulu bekerja di sana. Ayahku adalah salah satu anggotatim federal! Dia sangat hebat dan aku sangat bangga padanya.” ada senyum dan mata Noel seakan menerawang mengingat kembali masa lalunya.
__ADS_1
“Lalu?”
“Aku tidak tahu apa kesalahan ayahku, tapi mereka bilang ayahku ada seornag pembelot! Mereka bilang ayahku bekerjasama dengan orang yang salah! Karena itu ayahku ditangkap dan ayahku dipenjara seumur hidup!”