PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 235. BELLA MENGINGAT SEMUANYA


__ADS_3

“Hmmm….bukan! Aku meneleponmu bukan untuk itu. Aku meneleponmu untuk memberitahumu bahwa aku akan mengambil Sky darimu!”


DEG!


Ucapan Anthony bagaikan petir disiang bolong bagi Dante, membuatnya sakit kepala dan tidak bisa bicara untuk beberapa saat.


“Apa kau kaget sampai kau tidak bisa bicara lagi Tuan Dante?”


“Apa maumu?” tanya Dante dengan tegang tapi dia berusaha agar suaranya terdengar tetap tenang.


“Selama sebulan ini Bella memohon padaku untuk membawa Sky! Dia mengatakan padaku kalau Sky-nya ada bersamamu. Dia menginginkan Sky itu dan aku akan mengambil Sky itu walaupun sampai sekarang aku tidak tahu apa Sky yang dimaksud Bella! Tapi aku akan berusaha mengambilnya. Dia sangat menginginkan itu dan dia terlihat sangat tertekan karena itu, kau tahu? Perbuatanmu diruang penyiksaan itu benar-benar memberi post traumatic syndrome yang buruk sekali pada Bella.”


‘Bagaimana mungkin Bella mengingat tentang Sky? Apa yang dimaksudnya adalah Alex? Sky? Setahuku Sky adalah anak didalam imajinasinya, anak yang dilahirkannya walau dia tidak tahu anak itu perempuan atau laki-laki. Bella bagaimana mungkin dia meminta Anthony untuk mengambilnya? Mengambil dariku? Apa maksudnya ini?’ didalam hatinya Dante merasa semakin penasaran.


“Dimana Bella? Biarkan aku bicara dengannya sekarang.”


Intonasi suara Dante meninggi beberapa oktaf dan terdengar sangat marah. Dante tidak mudah terpancing oleh siapapun tapi entah kenapa saat ini dia terpengaruh dengan ucapan Anthony.


“Kau ingin bicara dengannya? Tunggu sebentar!”


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi diantara Dante dan Anthony untuk beberapa saat karena Anthony sedang berjalan menuju kamar Bella dan Dante sudah menunggu dengan sabar untuk bicara dengan Bella. Dia tak sabar ingin mendengar suara wanita yang dirindukannya itu.


“Bella kau ingin bicara dengan seseorang? Dia terhubung diteleponku dan dia ingin bicara denganmu.” ucapan Anthony yang masih terdengar di telinga Dante.


“Dante! Sky!” suara Bella lirih juga terdengar ditelinga Dante.


“Bukan! Yang mau bicara denganmu ditelepon sekarang bukan Sky tapi Dante. Dia ada di line telepon sekarang kau bisa bicara dengannya sekarang. Tempelkan saja handphone ini ditelingamu supaya kau bisa bicara dengannya Bella.”

__ADS_1


‘Ada apa dengan bella? Apa dia sakit? Kenapa pria itu bicara dengan Bella seakan wanita itu memang benar-benar sakit? Kenapa dia memanggilku dan memanggil Sky?’ gumam Dante dihatinya dan dia masih mendengarkan dengan seksama obrolan diujung telepon.


“Dante?”


‘Suara ini?’ untuk sesaat Dante tidak bisa bicara, tubuhnya bergetar dan dia sungguh tidak menyangka bahwa Anthony akan memberikan teleponnya pada Bella. ‘Apa ini jebakan?’ tentu saja Dante tidak percaya begitu saja. Dia memijit pelipisnya sebelum dia merespon Bella.


“Dante?”


“Hmmm! Sekali kau menyebut namaku aku sudah mendengarnya! Kau sudah puas bersenang-senang dengan pria itu? Pergi meninggalkanku sesukamu? Kau senang sekarang?”


“Dante? Kau benar-benar Dante-ku? Kau akan datang menjemputku? Kau akan membawa Sky padaku?” Bella mengajukan rentetan pertanyaan pada Dante.


‘Huh! Bella, apa otaknya korslet? Dia memanggilku Dante-ku? Maksudnya apa ini?’ Dante kebingungan memikirkan kalimat yang diucapkan Bella tapi sejujurnya dai tersenyum mendengar Bella memanggilnya seperti itu. Sesuatu yang sangat dirindukannya, sikap manja Bella apalagi sudah satu bulan dia tidak bertemu Bella. Suara wanita itu membuat hatinya semakin berdegup kencang dan hampir saja Dante tak bisa mengendalikan dirinya.


“Bella! Apa kau sedang berpura-pura sekarang?”


“Tidak ada yang menyentuhku! Aku tidak menyentuh laki-laki lain! Aku menunggumu, aku tidak bermain-main dengan orang lain. Aku tidak mau seribu laki-laki itu, aku hanya mau satu ayahnya Sky! Aku hanya mau Dante Sebastian. Kau adalah ayahnya Sky bukan? Kau pria itu!”


DEG!


‘Wanita ini bisa bicara normal lagi? Padahal dia sulit sekali bicara denganku tapi begitu mendengar suara Dante dia langsung bisa bicara sebanyak itu? Dan dia memohon untuk bersama dengan pria itu? Oh Tuhan, aku rasa aku semakin gila memikirkannya!’ bisik hati Anthony.


“Dante! Kau benar-benar ayahnya Sky! Kau adalah pria itu. Kau adalah orang yang aku cari selama ini. Kau ada dimana sekarang? Rasanya masih sama seperti dulu ketika kau memasukkannya padaku! Aku masih bisa merasakannya. Kau adalah dia, masih sama seperti dulu. Kau tidak pernah mengizinkanku masuk waktu itu apa karena kau tidak mau aku mengingatmu?” Bella menarik napas sejenak.


“Aku tidak menyentuh laki-laki lain, aku juga tidak mau tinggal bersama seribu laki-laki.Aku tidak mau mereka menyentuhku kalau aku tidak dipaksa oleh Madam Wendy! Tolong jangan tinggalkan aku lagi. Aku tidak tahu harus kemana mencarimu. Aku bisa merasakan kau adalah ayahnya Sky! Hiks….hiks…..hiks…..Apakah kau akan menjemputku Dante?”


Bella menangis sambil bicara ditelepon, dia benar-benar merindukan Dante dan dia memberanikandiri mengatakan perasaannya pada pria itu walaupun Anthony ada disampingnya tapi Bella tidak peduli.

__ADS_1


‘Huh! Kau benar-benar mengingatku? Kejadian diruangan itu, jadi kala itu dia benar-benar mengingatku? Tapi kenapa dia pergi bersama Anthony kalau dia memang mengingatku dan menginginkanku? Apa yang diinginkannya? Atau apa dia dipaksa pergi bersama Anthony? Laki-laki itu berusaha menjadikannya sandera supaya aku mau menuruti keinginan pihak federal?’ gumam hati Dante yang mulai memikirkan semua kemungkinan.


Tadinya dia berpikir bahwa Bella memang mau pergi bersama Anthony atas keinginannya sendiri tapi mendengar ucapan Bella tadi saat ini pikiran dante pun langsung berubah haluan.


“Dante! kau akan datang menjemputku kan? Aku tidak menggoda Anthony! Aku tidak menginginkannya, semua salah paham!”


“Kau ada dimana sekarang?”


“Apakah kau akan menjemputku?”


“Anthoonyyyyy! Dimana Bella berada sekarang?” teriakan Dante terdengar kencang. Dia sudah tidak sabar sehingga dia langsung berteriak memanggil pria yang duduk disamping Bella.


“Bella, biarkan aku bicara dulu dengannya ya. Dia memanggilku, sepertinya dia ingin bicara denganku!” ucap Anthony yang menyalakan speaker di handphonenya sehingga dia bisa mendengar semua yang dikatakan oleh Dante.


“Anthony! Kalau kau bicara pada Dante, apakah dia akan datang kesini menjemputku? Aku mau Dante dan Sky!” pinta Bella yang juga didengar oleh Dante yang membuat hatinya semakin bergemuruh, dia pun semakin tak tahan lagi hingga jemarinya bergerak memijat kepalanya dan dia berjalan mondar mandir didepan kamar Sarah.


“Iya Bella. Tolong berikan saja padaku teleponnya ya, nanti aku akan bicara padanya.Kau tidak perlu khawatir, oke?” bujuk Anthony saat dia melihat Bella yang enggan memberikan telepon itu padanya.


“Kau tidak berbohong padaku kan Anthony?” ujarnya memicingkan mata.


“Tidak Bella! Aku tidak berbohong padamu, berikan teleponnya biar aku bicara dengan Dante ya!”


Awalnya Bella menolak memberikan telepon pada Anthony, dia memegang handphone itu dengan erat seolah dia takut tapi setelah dia mendengar janjia Anthony, dia pun menganggukkan kepalanya.


“Dante, setelah kau bicara dengan Anthony apakah akan datang menjemputku?”


“Berikan saja dulu teleponnya padanya, aku akan berusaha menjemputmu secepatnya.”

__ADS_1


“Aku menunggumu! Cepatlah datang! Aku ingin bertemu Sky-ku!”


“Dante! Kau ingin bicara denganku?” tanya Anthony setelah dia mendapatkan kembali handphonenya.


__ADS_2