
“Hoooaaaamm!” Alex menguap setelah meminum segelas air.
“Kau mengantuk Alex?”
“Iya Bella. Aku lapar, aku mengantuk.”
“Ahhh kasihan sekali sih kau Alex!” ujar Bella menarik Alex mendekat dan memeluknya erat. “Apakah kau mau tidur disini bersamaku Alex sayang?”
“No! Tidak mau!”
“Ha?” Bella memiringkan kepala mendengar ucapan Alex. “Jadi kau kesini mau apa?”
“Ayo ke kamarku Bella!” ajak Alex dengan senyum diwajahnya, dia sangat bersemangat lalu berdiri diatas ranjang.
“Kau ingin aku tidur dikamarmu, Alex sayang?” tanya Bella lagi.
“Iya.” Alex mengangguk.
“Ya sudah. Ayo kita ke kamarmu.” Bella turun dari tempat tidur lalu menggendong Alex masuk kedalam kamarnya. ‘Huh ini sama saja aku cari mati masuk ke kamarnya dan tidur bersamanya. Kalau Nyonya Tatiana datang pasti aku habis dimaki-maki. Tapi mau bagaimana lagi? Ini kemauan Alex. Apalagi dia kelaparan dan aku tidak mau dia sedih, aku harus menghiburnya.’ gumamnya dalam hati.
“Kau yakin tidak mau makan Alex sayang?”
“Aku tidak mau!” Alex masih cemberut.
“Tapi dikamarmu ini ada telepon. Apa kau mau aku menelepon ke dapur dan meminta mereka membawakan makanan untukmu?”
Alex diam sejenak sambil melihat telepon diatas nakas lalu dia menatap Bella lagi sambil menggelengkan kepalanya.
“Kau lapar tapi tidak mau makan. Apa yang kau inginkan Alex?” tanya Bella lagi berusaha membujuk anak itu sambil mengelus kepalanya.
“Daddy!”
“Kau mau makan masakan daddy mu?”
Alex langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
‘Huh mudah sekali menerka pikiranmu Alex. Permintaanmu sederhana tapi aku rasa itu permintaan yang tidak mungkin aku wujudkan . Memanggil pria itu? Dalam mimpi pun aku tidak mau.’
“Kalau yang itu aku tidak bisa membantumu Alex. Aku tidak tahu daddy mu mau masak atau tidak. Dia itu angin-anginan, tidak jelas gitu Alex. Ah sudahlah kau juga tidak paham. Jangan dibahas lagi.” Bella pun cemberut dan memeluk Alex lebih erat.
“Kau mau aku melakukan sesuatu supaya kau bisa tidur?”
“Aku belum sikat gigi Bella!” kata Alex mengingatkan.
“Oh iya, ayo aku temani kau sikat gigi.”
__ADS_1
Ada saja permintaan Alex pada Bella, tadi dia mau makan lalu mau tidur dan sekarang minta sikat gigi dan itupun belum juga bisa membuat Alex tidur. Perutnya keroncongan membuat Alex sulit untuk tidur.
“Apa kau masih belum mengantuk Alex?” tanya Bella yang melihat mata anak itu masih terbuka.
“Kalau kita main saja mau ngak, Bella?”
“Kau yakin kalau kau tidak akan dimarahi daddy dan mommy mu kalau kau main di jam tidur?”
Alex terdiam hanya menatap wajah Bella.
“Aku tidak mau kau kena marah lagi dan lampunya dimatikan.” ucap Bella.
“Kata daddy lampunya tidak akan mati lagi. Tapi kalaupun lampunya mati aku sudah tidak takut kalau kau ada disini Bella.”
“He he he he tapi aku yang takut Alex. Apa kau sudah tidak takut lampu mati lagi?” tanya Bella.
“Kalau kau memelukku, aku tidak takut lagi.” jawab Alex.
“Ya sudah. Tidak perlu dibahas lagi kalau begitu.”
“Kau takut lampunya mati Bella?” tanya Alex.
“Hemmm…..”
“Jangan takut Bella, lampu ini sudah tidak bisa mati lagi.”
“Main yuk Bella.” ajak Alex yang masih tidak bisa tidur, dia tak peduli dengan ucapan Bella.
“Baiklah kalau kau mau main. Mau main apa?” Bella pasrah menuruti Alex.
“Kereta!”
“Ada kereta lain tidak ya? Coba aku cari dulu.” Bella berjalan menuju rak mainan didekat pintu masuk.
Kleeek! Pintu terbuka tiba-tiba.
“Kyaaaa….ah!” Bella langsung menutup mulutnya ketika melihat siapa yang masuk kedalam kamar.
“Daddy!” Alex tersenyum dan dia langsung turun dari tempat tidurnya berlari memeluk Dante.
“Kau tahu aku akan membawakan makanan untukmu Alex?”
“Iya daddy! Aku lapar.”
Dante tersenyum dan menatap anaknya sambil jongkok mensejajarkan tingginya.
__ADS_1
“Aku bawakan makanan kesukaanmu. Kau mau makan denganku?” tanya Dante membujuk.
“Aku mau!” Alex bersemangat dan dia menganggukkan kepala.
“Ayo kita makan.” Danye berdiri dan menggandeng tangan Alex.
“Kau mau kemana?” tanya Dante melirik Bella yang berjalan menuju pintu dan membuka pintu. “Aku bertanya padamu Bella! Kau mau kemana? Kenapa kau tidak melihatku dan malah membuka pintu?”
“Aku mau ke kamarku! Bukankah ini pintu penghubung ke kamarku?” Bella memutar bola matanya. “Karena kau sudah disini menemani anakmu sebaiknya kau temani dia tidur.”
“Diam! Duduk disini!” sebelum Bella melangkah masuk ke kamarnya, Dante bergerak cepat menangkap pergelangan tangannya erat.
“Apa harus?” Bella menatap Dante dengan tatapan dingin, dia masih kesal.
“Aku bilang duduk disini!” ucap Dante.
“Hahahaha jangan marah-marah nanti kau cepat tua! Baiklah aku duduk.” ucap Bella enggan berdebat.
‘Kau mau aku duduk? Aku duduk, sudah malas berdebat denganmu puhhh.’ kesalnya dalam hati. Bukan hanya Bella saja yang merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan tapi Dante pun begitu.
‘Kenapa dia jadi mengacuhkanku? Dia belum pernah marah padaku tapi kenapa dia sekarang memandangku dengan cara seperti itu dan acuh sekali? Tumben dia tidak menggodaku.’ ucap hati Dante yang tidak mengerti tapi dia hanya mendengus dan duduk bersama Alex di tempat tidur sambil memegang piring makan Alex.
“Aku ambil meja makan dulu sebentar ya.”
“Ok daddy!” jawab Alex tersenyum melihat makanan didepannya.
“Ini makanan kesukaanmu Alex!”
“Iya aku suka daddy! Aku mau makan ini banyak.” Alex bicara dengan penuh semangat dan sudah membuka mulutnya untuk disuapi Dante.
“Makan banyak? Aku memasak banyak untukmu Alex. Apa kau bisa menghabiskannya?” tanya Dante.
‘Kau acuh padaku kan Bella? Aku juga akan menunjukkan sikap tak peduli padamu! Aku tidak akan menawarkan makanan ini untukmu, kita lihat apa kau akan tergoda dengan makanan ini.’ ucap hati Dante yang sangat yakin kalau Bella pasti tergoda pada makanan kesukaannya itu.
“Yes! Aku bisa makan banyak!” ucap Alex bersemangat.
“Buka mulutmu, ayo makanlah.” Dante menyuapi Alex sambil tersenyum pada bocah itu tanpa menatap wanita di belakang Alex.
“Enak daddy!” jawab Alex semakin bersemangat.
“Aku senang kau suka Alex! Makanlah yang banyak.” Dante tersenyum.’Huh jadi kau berusaha menahan diri dan tidak menggodaku untuk menyuapimu?’ gumam hati Dante mulai kesal.
Tapi semua tidak sesuai dengan ekspektasi Dante karena Bella hanya duduk diam saja memandangi kuku tangannya. Dante curi-curi pandang pada Bella tapi dia tidak bertanya apapun pada Bella.
“Alex, aku akan memotongnya untukmu, kau bisa makan sendiri?” tanya Dante akhirnya sambil meninggikan intonasi suaranya untuk menarik perhatian Bella tapi wanita itu tetap diam saja.
__ADS_1
‘Apa dia tidak lapar?’ gumam hati Dante mulai resah.
“Aku mau makan sama daddy!” jawab Alex.