PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 296. TOLONG JAGA BELLA


__ADS_3

Kalau Tatiana melakukan hal buruk menyakiti Bella, Omero merasa bimbang karena keduanya adalah anaknya. Memikirkan itu semua membuatnya tak bisa tenang untuk beristirahat.


“Pulanglah Dante.” ucapnya melepas alat bantu napasnya.


“Aku masih ingin menemanimu ayah.Aku sudah meminta anak buahku untuk datang kesini menjagamu dan aku akan pulang setelah mereka sampai disini. Aku janji akan mengunjungimu setiap hari.” kata Dante. Tapi Omero malah menggelengkan kepalanya karena dia merasa geram melihat Dante yang tak juga pulang. Omero tak tenang memikirkan putrinya yang berada dirumah Dante.


“Ayah, apa kau tidak suka melihatku disini?”


Omero menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


“Kau tidak suka atau kau suka?” Dante bingung mengartikan gelengan kepala Omero.


“Ayah, kau ingin mengatakan sesuatu padaku?”


Omero mengangguk lalu melepaskan sejenak alat bantu napasnya yang membuatnya agak sulit untuk bicara. “Dante, ini hal penting. Pulanglah, jaga Bella! Tempatkan pengawalan tambahan untuknya. Aku begini karena perbuatan Tatiana.” ucap Omero mencoba menjelaskan pada Dante.


Ucapan Omero itu langsung membuat wajah Dante menegang. ‘Benar dugaanku Tatiana menipuku dengan kata-katanya tadi? Tapi wajahnya tampak serius seperti tidak menipu.’ Dante mencoba berpikir.


“Pulanglah Dante! Bella, jangan sampai kau membuat kesalahan yang sama sepertiku dulu.” Omero tak memberi waktu lebih lama untuk Dante berpikir.


“Kesalahan? Apa maksudnya ayah?” tanya Dante ingin memasangkan kembali alat itu pada Omero.


“Dengarkan aku dulu Dante! Pulang dan temui Bella. Aku tidak tahu apa rencana Tatiana tapi Bella adalah putriku, dia dalam masalah besar sekarang.”


“Ayah, ada Henry disana dan juga ada Hans. Kau tenang saja, dia aman dirumahku.”


“Pulang Dante!” Omero tetap ngotot memaksa Dante untuk pulang.


“Sudahlah ayah. Ayo pakai lagi ini.” Dante kembali memasangkan alat itu tapi Omero menahan tangan pria itu.


“Bella dalam bahaya! Tatiana adalah orang yang membunuh Cassandra!”


DEG!

__ADS_1


Dante merasa seperti ada belati yang menusuk jantungnya setelah mendengar apa yang dikatakan Omero barusan. ‘Benarkah Tatiana yang membunuh Cassandra? Tapi bagaimana caranya? Saat itu Tatiana ada diboncenganku saat kecelakaan itu terjadi. Aku sama sekali tidak mengerti semua ini.Apa yang bisa dilakukannya  diusia belia masa itu?


Kami masih muda saat kecelakaan itu terjadi! Cassandra adalah adik kesayangannya kan? Dia bahkan memberikan banyak mainan kesayangannya pada Cassandra!’ Dante diam membeku sibuk dengan pikirannya sambil menatap Omero.


“Dante! Pulanglah dan lindungi Bella!” Omero kembali memaksakan.


“Tapi ayah, bagaimana kecelakaan itu ter----”


“Akan kujelaskan setelah aku sembuh. Sekarang pulanglah! Jangan pernah kau membiarkan Tatiana mendekati Bella. Jangan biarkan dia mengambil Bella dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada Cassandra anakku! Bella satu-satunya anakku dari wanita yang kucintai, Dante! Pulanglah sebelum terlambat!”


“Eeehh….”


“Pergilah Dante! Aku akan baik-baik saja disini.” Omero menyakinkan Dante.


“Baiklah ayah. Tapi tunggu sebentar lagi ayah. Aku harus memastikan dulu.” Dante mengangguk. Dia semakin memikirkan setiap ucapan pria itu tadi.


‘Omero sedang sakit dan dia tidak bisa berpikir panjang. Apa yang akan terjadi padanya kalau aku meninggalkannya disini sebelum anak buahku datang? Bagaimana kalau ada yang menculiknya atau membunuhnya? Aku memikirkan Belinda dan Tatiana juga! Aku ikuti saja dulu maunya ayah, aku akan pulang sebentar setelah aku memastikan anak buahku disini.’


Sejujurnya dia memang ingin pulang dan beristirahat karena dia sudah sangat kelelahan. Tapi dia engga meninggalkan Omero karena pria paruh baya itu sangat penting baginya sehingga dia rela datang kerumah sakit meskipun kondisi fisiknya sedang kelelahan.


“Ayah, pakai ini. Aku tidak akan mengajakmu bicara lagi. Sebentar lagi aku akan keluar dan pulang kerumah. Aku akan menurutimu ayah.” Dante menghampiri Omero dan mengecup keningnya.


“Ayah, aku mau kau sembuh. Aku sangat menyayangimu sama seperti aku menyayangi ayahku sendiri. Kalian berdua adalah yang terbaik bagiku! Lagipula kau adalah kakek dari anakku, ingat ayah kau harus sembuh agar kau bisa bertemu dengan putrimu, saudara kembar Cassandra!”


Dante mencoba menyemangati dan tersenyum lalu dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphonenya. “Ayah, lihatlah ini! Inilah Belinda, Belinda Alexandra Amani nama aslinya. Dia adalah kakak Cassandra! Kalau aku pulang kerumah, apakah kau mau berjanji untuk tetap hidup?” Dante berbisik untuk menenangkan Omero.


Pria paruh baya itu menjawab dengan anggukkan kepala dan ada titik airmata menetes dari sudut matanya. “Aku pulang ya ayah. Aku akan kembali lagi kesini untuk menjengukmu.” ucap Dante sebelum dia memakai kembali maskernya dan keluar dari ruangan ICU.


‘Aku tidak bisa berada didalam sana terus karena Omero tetap akan mengajakku bicara, dia tetap akan membahas masalah-masalah yang ada. Sedangkan aku juga belum tahu apa yang dikatakannya itu karena kekhawatiran atau memang sebenarnya?’ gumamnya didalam hati.


Dante belum sepenuhnya percaya pada ucapan Omero, hanya saja dia tidak bisa meninggalkan pria itu sendirian disana tanpa penjagaan. ‘Aku harus memastikan kondisi Omero dilindungi. Sebelum ada yang datang kesini aku tidak bisa meninggalkannya.’ bisik hatinya sambil membuka pakaian khusunya dan mengeluarkan ponselnya.


“Dimana kau Eddie?”

__ADS_1


“Aku baru saja mendarat dilandasan pacumu Dante! Ada apa menghubungiku?”


“Apa kau bersama Nick?”


“Iya. Ada apa?”


“Datanglah kerumah sakit sekarang! Hanya kau saja kemari. Aku akan kirimkan lokasinya padamu dan bawa beberapa pasukan untuk melindungi Omero. Suruh mereka berangkat ke rumah sakit sekarang!”


“Sekarang juga?” tanya Eddie tak percaya sehingga dia menaikkan intonasi suaranya.


“Jangan buang waktu lagi! Ini sangat penting. Satu hal lagi, minta Nick untuk berjaga di depan kamarku, ada Bella didalam dan pesankan padanya jangan biarkan siapapun masuk ke kamarku kecuali henry. Dan jika Tatiana ada disana, usir saja dia! Kau paham kan Ed?”


“Oke! Semoga saja Nick kuat dengan tugas barunya.”


“Bagus. Nick tidak apa-apa kan?” tanya Dante agak cemas.


“Hey aku hanya bercanda tadi bicara begitu. Kalau hanya duduk didepan kamarmu, aku rasa tidak akan jadi masalah untuk Nick.”


“Kalau begitu aku menunggumu dirumah sakit sekarang berangkatlah! Setengah jam kau harus sudah sampai disini.” perintah Dante lalu mematikan ponselnya.


“Dasar gila! Dia menyuruhku mengebut?”celetuk Eddie sambil memaki layar ponselnya sendiri.


‘Ada tugas baru dari dante?” tanya Nick yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


“Apa kau yakin tidak mau memakai tongkat?” tanya Eddie pada sahabatnya itu ketika dia melihat Nick berjalan dengan agak tertatih.


“Aku tidak butuh itu. Aku masih punya tenaga untuk jalan sendiri tanpa benda itu. Aku baik-baik saja.”


“Kau ini memang keras kepala!” celetuk Eddie sambil berjalan dibelakang Nick.


“Selamat pagi Tuan!” Henry menyapa mereka setelah tiba dibawah.


“Pagi henry! Tolong siapkan mobil sekarang, aku harus segera pergi kerumah sakit!” ucap Eddie.

__ADS_1


“Baik, Tuan.” Henry langsung mengeluarkan ponselnya dan berjalan pelan dibelakang Eddie dan Nick. Henry menghubungi pelayan lain untuk menyiapkan mobil untuk Eddie.


__ADS_2