
‘Aiiihhhh….ini akan sangat sulit untukmu Tatiana! Kau sudah membuat kesalahan fatal! Pffff….kau tidak mau mendengarkan ku dan apa yang kutakutkan pun akan terjadi.’ didalam hatinya Omero mengutuki putrinya itu.
“Aku mengerti semua kegundahan didalam hatimu itu Dante. Saat ini tidak ada yang lebih mengerti semua isi hatimu tentang itu kecuali aku. Aku minta maaf padamu Dante, aku sebenarnya ingin membicarakan tentang hal ini padamu saat kau pulang! Dan ternyata kau sudah tahu lebih dulu.” Omero menepuk lengan Dante.
Omero tak mau menyalahkan siapapun sehingga dia memilih melemparkan senyum.
“Ceritakan padaku ayah. Aku masih tidak mengerti dengan alasan yang kau berikan padaku. Tolong perjelas padaku dan ceritakan semuanya!” desak Dante. ‘Aku bertanya ini bukan karena aku mau kembali pada Tatiana! Sudah cukup bagiku semua perbuatannya dibelakangku dan ini jauh lebih parah dari Bella. Tatiana tahu aku ada disisinya dan dia sudah menikah denganku tapi dia berani emlakukan itu.’ bisik hati Dante lalu dia menghela napas.
‘Dia bahkan sudah mengenalku sejak aku berusia tujuh tahun. Aku tidak tahu apa yang membuatnya berubah dan berani mengkhianatiku dibelakangku! Ini buruk sekali. Berbeda dengan Bella, dia tidak tahu siapa aku dan dia tidak tahu bagaimana mencariku. Kondisinya benar-benar memilukan dan aku masih bisa memaafkan Bella tapi sulit bagiku untuk memaafkanmu Tatiana! Ah, apa aku pilih kasih? Tapi kurasa tidak!’ didalam hatinya dia mencoba mencari solusi.
“Tatiana memiliki kelainan! Kelainan yang sama yang dimiliki oleh ibunya,” jawan Omero tanpa memandang Dante lagi.
“Jadi maksudmu istrimu juga bermain dengan pria lain? Sama seperti yang dilakukan Tatiana sekarang?” tanya Dante terkejut.
“Ya! Kalau kau ingat aku tidak kembali kerumahku? Apa kau lupa kejadian itu Dante?” ucapan Omero itu yang membawa Dante kembali ke ingatan masa lalunya.
“Ya aku ingat ayah. Dan saat kau kembali akhirnya kau datang membawa Cassandra bukan?”
“Kau benar. Saat aku kembali aku membawa Cassandra dan membuatnya tinggal dirumahku. Padahal dia bukan anak istriku tapi dia adalah darah dagingku juga sama seperti Tatiana. Bedanya Cassandra adalah anak wanita yang selalu tinggal bersamaku selama aku meninggalkan istriku.”
“Ya aku ingat itu. Tatiana sangat tidak suka dan tidak mau menerimanya. Dia tidak suka dengan bayi kecil itu! Untungnya istrimu mau menerimanya dan mau menyayangi Cassandra sama seperti menyayangi Tatiana.” ujar Dante yang membuat Omero tersenyum getir.
“Kau benar.”
“Untungnya seiring waktu saat Cassandra sudah mulai besar, Tatiana mulai bisa menerimanya.”
Omero hanya tersenyum dan dia tidak menolak ucapan Dante walaupun hatinya tidak setuju dengan pernyataan Dante tersebut.
“Apa ada yang salah dengan ucapanku? Dari caramu bersikap sepertinya kau menyimpan banyak hal lainnya ayah.” tanya Dante yang melihat ada perubahan dalam sikap Omero.
“Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu dante! Tapi untuk sekarang apa kamu tidak bisa menunda perceraianmu?”
__ADS_1
“Aku tidak bisa!” Dante menggelengkan kepalanya, “Aku sudah sangat percaya sekali pada Tatiana! Tapi dibelakangku dia melakukan itu dan yang paling berat dia juga menyakiti putraku!”
“Ah, jadi karena alasan itu kau membawa Alex pergi?” Omero kembali bertanya.
‘Tatiana! Kalau hanya karena penyakitmu aku sangat yakin kalau dante pasti akan memaafkanmu. Tapi kalau sudah menyentuh anaknya juga itu jadi sulit bagiku untuk bicara dengan Dante!’ bisik hati Omero yang juga tidak setuju jika Tatiana menyakiti Alex. Sehingga dia pun tak ada keinginan untuk menolak keinginan Dante lagi.
“Benar!” Dante pun menganggukkan kepalanya.
“Kalau begitu boleh aku memohon sesuatu padamu Dante?”
“Apa yang ingin kamu sampaikan padaku ayah?”
“Jangan berdebat dengan Tatiana! Tidak perlu menyakititnya dan aku tidak mau kau bicara hal-hal buruk padanya! Kalau kau ingin berpisah, aku mendukungmu tapi jangan melakukan hal buruk pada Tatiana!”pinta Omero dengan wajah serius.
“Itu akan sulit kulakukan kalau Tatiana memancingku! Aku tidak bisa mengendalikan emosiku ayah.”
“Kau tidak perlu mengendalikan emosimu Dante! Aku yang akan membawa Tatiana pergi saat ini juga. Kau mengerti maksudku?”
“Baiklah ayah! Kalau itu maumu aku tidak akan melakukan apapun pada Tatiana, kau bisa membawanya pergi bersamamu.”
“Tapi boleh aku bertanya sesuatu padamu?”
“Silahkan ayah. Apa yang ingin kau tanyakan?”
“Seandainya Tatiana sudah disembuhkan dan dia sudah melakukan terapi, apa kau masih mau kembali padanya?” tanya Omero lagi dan sampai saat ini mereka masih bicara menggunakan bahasa Italia sehingga Sarah tidak bisa mengerti dan membuatnya geram.
“Aku tidak bisa ayah! Karena saat ini aku sudah menemukan ibu Alex kembali! Dan aku ingin tinggal bersamanya. Aku ingin hidup bersamanya ayah.” jawab Dante mantap.
“Dante! Bukankah wanita itu tidak kau kenali wajahnya?” tanya Omero lagi.
“Aku memang tidak mengenali wajahnya tapi aku mengenali tubuhnya ayah!” ujar Dante lagi.
__ADS_1
“Baiklah. Jadi memang sudah tidak ada kemungkinan untukmu kembali bersama Tatiana? Dan apakah wanita dibelakangku itu adalah ibu dari Alex?”
“Sudah tidak ada kesempatan untuk kembali dengan Tatiana! Karena aku sangat kecewa dikhianatinya! Walaupun dia sakit tapi aku tidak bisa terima ayah.” Dante tersenyum getir.
“Aku tidak suka wanitaku disentuh pria lain.” kata Dante lagi.
“Aku paham Dante. Aku juga pernah mengalami perasaan yang sama sepertimu dan aku tidak ingin memaksamu. Karena bagaimanapun juga kau sudah aku anggap seperti anakku, sama seperti tatiana.”
“Terimakasih untuk tidak membebaniku ayah.” ucap Dante lagi.
“Kau tenang saja aku tidak akan melakukan itu.”
“Hei kalian berdua apa tidak bisa bicara dengan bahasa Inggris ya? Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan!’ celetuk Sarah yang sedari tadi sudah sangat kesal. “Apa susahnya sih pakai bahasa Inggris? Mentang-mentang mereka dari Italia sombong sekali harus menggunakan bahasa Italia terus.” kali ini dia menggerutu memakai bahasa Indonesua yang tidak dimengerti oleh Dante, Hans ataupun Henry.
“Ah, jadi kau bisa bicara bahasa Indonesia? Kau dari Indonesia?” tanya Omero menggunakan bahasa Indonesia sehingga membuat Sarah terkejut.
“Hah? Kau bisa bahasa Indonesia juga?” tanya Sarah.
“Ayah, apa yang dia katakan?” Dante bertanya balik sambil melirik Omero yang dengan santainya bicara bahasa Indonesia dengan Sarah.
“Dia hanya menanyakan padaku apa aku bisa bahasa Indonesia? Tentu saja aku bisa Bahasa Indonesia? Kenapa memangnya?” Omero menujukan kalimat terakhir pada Sarah.
“Aduh, mungkinkah kau?” tanya Sarah memotong kelimatnya.
“Mungkin? Apa maksudmu?” Omero bertanya sambil melirik kekaca spion yang menampakkan wajah Sarah.
“Sebenarnya aku seperti mengenal wajahmu. Dari tadi aku berpikir tentang dirimu, dimana aku pernah melihatmu? Tapi aku tidak pernah melihatmu sebelumnya hanya saja aku merasa mengenalimu.” ucap Sarah yang membuat Omero agak bingung sehingga dia berhenti dan menoleh ke belakang.
“Apa yang dia katakan ayah?” tanya Dante lagi.
“Dia bilang kalau dia mengenalku Dante!” Omero tersenyum memandang Dante lalu dia mengalihkan pandangan matanya pada Sarah. “Coba kau jelaskan padaku dimana kamu mengenalku? Aku bukan artis.” jawab Omero.
__ADS_1
“Aku mengenalmu dari…..ehm…..sebentar aku pelrihatkan dulu jam tanganku padamu!” Sarah segera melepas jam tangan yang dipakainya.