
“Bisa kau periksa siapa yang meneleponku barusan? Cari lokasinya dimana. Cek data panggilan teleponku dan segera laporkan padaku temuanmu!”
“Hah? Ada yang baru meneleponmu sebelum kau meneleponku?”
“Iya! Lakukan sekarang, jangan sampai terlambat dan jangan kehilangan jejaknya! Setelah kau temukan lokasinya segera amankan nomor teleponnya dan pantau terus keberadaan nomor itu. Kau mengerti?”
“Baiklah Dante, akan kulakukan sekarang. Aku akan minta bantuan pada Omero.”
“Kabari aku secepatnya!”
Klik
Sesaat setelah Dante memutuskan telepon, Nick pun langsung menghubungi Omero Rivera.
“Ada apa kau menghubungiku Nick? Apa kau mendapat kesulitan disana?”
“Ah tidak! Sampai saat ini semuanya lancar dan baik-baik saja, semua masih bisa dikendalikan. Tapi, Dante memintaku untuk mengecek lokasi orang yang meneleponnya barusan sebelum dia meneleponku. Dia juga mau nomor telepon itu dilacak dan dipantau pergerakannya!”
“Jadi kau minta bantuanku untuk mengeceknya?” tanya Omero dengan nada serius.
“Iya! Karena biasanya Barack yang melakukan itu. Tapi saat ini dia tidak ada bersama kami.”
“Baiklah. Akan ku cek dan ku kabari dalam lima menit lagi.”
“Terimakasih Omero!”
Klik
‘Memangnya siapa ya yang menelepon Dante? Sampai-sampai dia mengecek nomor telepon itu?’ Nick mengangkat bahunya dan kembali fokus pada alptopnya sebelum dia berangkat ke San Marino.
“Hari ini adalah transaksi yang penting! Aku tidak boleh terlambat dan aku harus memastikan semuanya sesuai dengan rencana.” ucap Nick yang sangat perfeksionis ketika dia bekerja.
Setelah melakukan beberapa pengecekan dan menghubungi anak buahnya untuk memastikan lokasi mereka sudah di posisi masing-masing, Nick pun segera memasukkan handphone dan bersiap meninggalkan kediamannya. Hari ini adalah hari yang penting untuknya dan seluruh timnya.
__ADS_1
Nick sudah diperingatkan oleh Dante untuk berjaga-jaga karena nilai transaksi mereka kali ini adalah yang terbesar di sepanjang tahun sehingga dia yang tinggal sendiri di Eropa harus menangani semua pekerjaan Dante dan memastikan tidak ada gangguan selama transaksi berlangsung.
“Apa semua sudah sesuai rencana?” tanya Nick pada anak buahnya yang dijawab dengan anggukan.
“Sudah Tuan! Tidak ada satupun yang terlewatkan. Kami sudah mempersiapkan smeuanya sesuai dengan perintah Tuan!” jawab salah satu anak buahnya.
“Baguslah! Satu kesalahan sjaa berarti nyawamu selesai! Ayo bernagkat ke tempat transaksi.” ujar Nick hendak melangkah meninggalkan rumahnya. Tapi----
“Permisi Tuan! Ada yang menghubungi anda dan dia memaksa ingin bicara dengan anda Tuan.”
“Hah? Siapa yang menelepon?” tanya Nick antara penasaran dan tidak peduli.
“Seorang wanita, Tuan Nick!” jawab pria itu dengan wajah serius.
“Apa kau bilang? Wanita? Kalau tidak penting jangan menggangguku. Aku tidak butuh wanita sekarang!” ucap Nick kesal.
“Tapi Tuan, katanya ada hal penting. Lebih baik anda lihat dulu siapa yang bersama dengan wanita ini, Tuan!” ujar anak buahnya itu lagi.
Dengan malas-malasan Nick menerima telepon yang merupakan video call dari seorang wanita yang tadi disebutkan oleh anak buahnya.
“Hali Nicholas! Mungkin kau tidak mengenalku tapi sebaiknya aku perkenalkan diriku dulu padamu. Aku Gabriella, adik perempuan dari Jeff Amadeo!”
“So kau mau apa? Menyerahkan dirimu padaku? Cih!” celetuk Nick sarkas.
“Cih! Mungkin kau tidak mengenalku tapi jangan salah paham dulu karena aku tidak minat denganmu! Aku meneleponmu karena aku yakin kau mengenal orang yang ada disampingku.” Gabriella mengalihkan kameranya pada orang yang ada disampingnya.
“Barack?” kalimat itu sontak keluar dari bibir Nick. Dia yang tadi malas-malasan kni berubah serius.
“Jadi dia mengenalku sebagai Barack?” tanya Barack yang melipat kedua tangan didepan tubuhnya dan menatap layar ponsel Gabriekka. Tatapan matanya datar tanpa ekspresi apapun dan lurus menatap pria yang mengenalinya.
“Tentu saja sayang! Dia mengenalmu sebagai Barack! Dia adalah target kita hari ini, kau harus menghancurkannya malam ini oke?” jelas Gabriella yang masih berada disamping Barack dan kini tangannya bergerak menyentuh tubuh Barack meskipun pria itu masih tidak peduli, pandangan mata Barack fokus pada Nick.
“Kau akan menghancurkanku? Eh! Apa maksudnya ini semua Barack? Apa yang sudah kau lakukan dengan wanita itu? Cih! Kenapa kau bisa dengan wanita itu Barack? Apa-apaan ini, tak biasanya kau minat dengan wanita seperti itu Barack! Kami semua mencarimu tapi apa yang kau lakukan disana? Apa sudah tidak ada wanita yang lebih baik yang bisa kau pilih selain iblis betina itu?” Nick marah.
__ADS_1
“Jadi kau mengenalku sebagai Barack?” tanya Barack lagi tanpa menanggapi pertanyaan Nick.
“Tentu saja aku mengenalmu sebagai Barack! Memangnya aku harus mengenalmu sebagai apa? Dimana kau sekarang, jangan menyusahkan kamu Barack. Ccepatlah kembali, kau terlalu banyak bermain-main diluar sana! Sudah banyak sekali pekerjaanmu yang terbengkali!” protes Nick.
“Apa aku harus menjawabmu?”
“Hei, kau benar-benar tidak mengenaliku? Apa kau dicuci otaknya sama iblis betina itu?” sungguh sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh Nick melihat sahabatnya yang tidak meresponnya. ‘Apa yang sebenarnya terjadi pada Barack? Apa dia amnesia? Apa mereka memukuli kepalanya hingga dia hilang ingatan? Aduh! Bagaimana ini nasibnya?’
“Hei berhentilah bicara macam-macam! Rodrigo adalah kekasihku dan kami akan melakukan penyerangan padamu malam ini. Hanya ada satu syarat kalau kau tidak mau kami ganggu, kakakku meminta kau kembalikan Bella padanya! Cukup taruh Bella di pintu masuk San Marino maka kami tidak akan pernah mengganggumu lagi. Bagaimana?”
“Cih! Aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan pada Barack! Tapi kalian cukup hebat sudah berani memanfaatkannya. Apa dia hilang ingatan?” lalu Nick menatap Barack dengan serius.
“Barack! Ini tidak lucu, bagaimana bisa kau kehilangan ingatan? Heisssss dasar bocah nakal kau! Menjaga rahasia saja pun kau tak bisa dan sekarang kau malah menyusahkan kamu. Kenapa namamu jadi ganti segala sih? Rodrigo? Jelek sekali nama itu!” celetuk Nick.
“Jaga bicaramu! Ingatan kekasihku baik-baik saja, kenapa? Kau takut? Atau kau merasa kehilangan? Barack dulu memang bekerja pada bossmu tapi itu hanya pura-pura saja, sekarang dia sudah kembali pada kami dan sudah waktunya kami melakukan serangan balik pada kalian!” ucap Gabriella menunjukkan kebenciannya pada Nick.
“Jangan main-main kau bicara denganku iblis betina!” ucap Nick lagi. Sebenarnya dia tidak suka berdebat dengan wanita tapi kali ini pengecualian.
“Aku peringatkan kau! Kalau kau ingin kami tidak mengganggu transaksimu maka penuhi keinginan kakakku! Berikan Bella pada kamu maka kami tidak akan mengganggu kalian lagi!”
Klik
‘Dia benar-benar terpukul saat melihatmu Rodrigo,’ ucap Gabriella yang baru saja mematikan teleponnya dan menatap pria disampingnya.
“Sepertinya dia sangat mengenalku sampai memandangku seperti itu!” Barack bicara dengan tatapan tajam seperti pedang yang menghunus mata Gabriella.
“Tentu saja! Dia adalah orang yang cukup dekat denganmu selama kau menyamar. Kau masih belum ingat tentang itu kan?”
“Hah! Jadi menurutmu aku harus mengingat itu semua?”
“Kalau kau tidak mengingatnya juga bagus! Aku juga tidak terlalu suka kalau membahas masalah ini.”
“Aku akan fokus pada pekerjaanku saja.” ujar Barack alias Rodrigo.
__ADS_1
“Tunggu dulu. Apa kau mau pergi meninggalkanku? Inikan masih pagi hari dan kita belum melakukan sesuatu bukan?” bujuk Gabriell berusaha merayu Barack dengan suara manja.
“Gabriell! Aku tidak suka jika pekerjaanku terganggu.” ujar Barack memicingkan matanya pada wnaita dismapingnya yang hanya tertutup selimut. Mereka baru saja melakukan sesuatu ditempat tidur.