
“Visimu memang jelas Anthony!” Anna menganggukkan kepalanya seraya menatap Anthony.
“Maksudmu?”
“Anthony!” Anna menatapnya serius dan duduk disampingnya sambil meletakkan tangan dipangkuan Anthony. “Aku hanya ingin mengingatkanmu kau sedang membahayakan nyawaku dengan menyuruhku menjadi Bella. Dan sekarrang kau tidak fokus pada dirimu sendiri. Apa kau ingin membunuhku?”
Mendengar ucapan Anna membuat Anthony cepat-cepat menggelengkan kepalanya. “Aku minta maaf padamu. Aku tidak seharusnya membuatmu masuk dalam masalah ini.”
Anna tersenyum kecil. “Aku tidak menyalahkanmu karena ini memang keinginanku untuk membantumu Anthony! Tapi ada hal yang harus kau ingat dengan baik.”
“Karena masalah masa lalumu belum ada kejelasan, kenapa kau ingin mencari Dante Emilio dan kau belum memeliki kejelasan sama sekali. Apalagi kau juga belum tahu apa yang akan kau lakukan setelah kau bertemu dengannya. Jadi kuminta kau fokus saja menangani masalah kita.” tegas Anna.
“Aku minta maaf. Baiklah aku akan melupakan dulu masalah siapa diriku.”
“Ehm….itu jauh lebih baik. Kita harus profesional dalam bekerja. Aku membantumu karena aku percaya padamu dan aku tidak mau kalau aku sudah serius begini tapi kau malah tidak serius. Itu akan mencelakakan kita berdua nanti.”
“Kau benar. Aku mengerti apa yang harus kulakukan! Aku tidak boleh berlarut-larut seperti ini.”
“Itu yang aku khawatirkan dari tadi. Sejak kita pulang aku melihat wajahmu muram dan kesal dan tidak bisa mengendalikan dirimu. Ini tidak baik Anthony! Kau harus ingat sesuatu, tempat itu ada orang-orang yang akan memeriksa CCTV. Dan kita akan ada disana! Kalau kau mengadukan masalah ini pada ayahmu apa yang akan kau katakan? Apa kau mencarinya?”
Anthony pun terdiam mendengar perkataan Anna, memang benar yang dikatakan Anna kalau dia tidak akan tahu apa yang akan dia katakan kepada ayahnya.
“Kau tidak bisa menjawab kan?”
“Maafkan aku Anna! Aku mengerti kalau aku salah. Aku akan mencoba untuk kembali fokus.”
“Kalau begitu, bagus! Aku senang mendengarnya. Ayo kita sama-sama harus fokus!”
“Terima kasih Anna! Kau masih mau membantuku! Aku tidak percaya kalau dari dulu ternyata kau membantuku dan mengarahkanku ke jalan yang benar.” ucap Anthony.
“Ya, itu karena aku temanmu Anthony! Ya sudahlah kita tidak perlu sedih lagi. Kita harus bersiap sekarang.” ucap Anna.
“Ya Anna! Kita pergi sekarang.” ucap Anthony sambik memberikan tangannya kepada Anna.
“Kau ingin aku memegang tanganmu?” Anna terkekeh.
“Sebagai seorang sahabat kita harus bergandengan tangan.”
__ADS_1
“Baiklah kalau itu maumu.” ucap Anna menerima genggaman tangan Anthony dan mereka berjalan saling bergandengan tangan.
‘Aku tidak percaya apa yang terjadi padaku dan Anna sekarang! Wanita ini sangat berjasa padaku. Dia sangat baik padaku dan aku bersyukur memilikinya sebagai sahabat! Aku tidak tahu apa yang bisa kuberikan padamu Anna untuk semua kebaikanmu selama ini.’ gumam hati Anthony, begitupula dengan Anna yang sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.
‘Cinta ini memang gila. Aku akui kalau aku mencintai Anthony tapi aku tidak menyangka kalau aku bisa bertindak seperti ini. Mungkinkah aku bisa bersamanya? Aku rasa tidak! Apalagi sekarang putri presiden itu selalu menempel dengannya. Aku harus melupakan perasaanku pada Anthony. Playboy macam dia tidak akan pernah memperhatikanku.’
Anna bergumam sendiri didalam hatinya, sejak beberapa hari terakhir dia merasa terganggu dengan perasaannya ini. Padahal kemarin dia masih bisa menahan dirinya. ‘Semakin sering aku melihatnya dengan putri presiden, hatiku semakin sakit! Ini membuatku selalu mengingatnya.’ Anna bergumam lagi dalam hati sambil mereka berjalan menuruni tangga.
“Kalian berdua mau kemana?” suara Irene menghentikan langkah keduanya.
“Irene! Aku tidak menyuruhmu kesini.”
“Aku melihat ada dua kompi pasukan didepanku. Kalian mau kemana?” tanya Irena lalu menoleh kearah Anna. “Siapa dia Anthony? Aku baru melihatnya sekali dan kenapa kamu memegang tangannya?” tanya Irene beruntun sambil memicingkan matanya.
Karena selama Irene tinggal disana dia belum pernah bertemu dengan Bella sehingga hatinya menjadi panas.
“Oh perkenalkan ini Bella.”
“Bella?”
“Halo aku Bella. Salam kenal.”
Anthony langsung mengatupkan bibirnya. Untung saja dia bertemu dengan Irene disini, kalau tidak maka Anthony tidak akan tahu kalau suaranya mirip Anna. Anthony jadi kalut karena dia lupa memakaikan pengubah suara pada Anna.
“Iya memang suaranya mirip dengan Anna! Nanti aku ceritakan padamu semuanya. Tapi sekarang kami harus mengurus pekerjaan dulu.”
“Apa maksudnya ini? Apa aku boleh ikut denganmu?”
“Apa kau tidak lihat didepan ada dua kompi pasukan?” ujar Anthony yang sudah mulai kesal. “Kau tahu itu artinya apa kan Irene?”
“Tentu saja aku tahu. Itu artinya kalian berdua akan bekerja.” jawab Irene dengan tatapan tidak senang pada Anna.
“Aku mau kau positif thinking saja Irene! Biarkan aku pergi bersama dengan Bella, oke?”
“Jadi dia itu Bella ya?” kata Irene lagi ingin memastikan. ‘Tapi kenapa suaranya mirip dengan Anna? Wanita yang tidur dikamar sebelah?’ hati Irene masih kacau karena cemburu.
“Iya, dia ini Bella. Dia yang selama ini tidur dikamar sebelah. Anna yang selalu mengawasinya.”
__ADS_1
“Ah, jadi ada gadis secantik ini disamping kamarmu selama ini Anthony?”
“Jangan berpikir yang macam-macam Irene! Kau tahu kan kalau aku mencintaimu? Tolong jangan membuat kami harus menunggu lebih lama. Aku harus bekerja dan ini adalah pekerjaan penting.” Anthony yang sudah emosi berusaha keras menenangkan dirinya.
“Baiklah. Aku akan menunggumu disini. Dan setelah kau selesai bekerja bisakah kau membawa wanita ini kembali kesini?” tanya Irene lagi.
“Kita akan bicarakan hal itu nanti Irene. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang!” Anthony tidak mau memperpanjang pembicaraan dan dia mengecup Irene dan segera pergi meninggalkan wanita itu.
Anna menyunggingkan senyum melihat tingkah sahabatnya itu. ‘Wanita itu pasti tetap cemburu denganku. Dia masih bingung antara aku dan Bella! Ah tapi biarlah. Anak presiden itu manja sekali.’ gumam Anna didalam hatinya.
“Apa yang kau tertawakan Anna?” tanya Anthony setelah mereka berada didalam mobil.
“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya penasaran apa yang akan dilakukan wanita itu.”
“Heh! Paling dia tiduran dikamarku atau dia kesal karena aku pergi denganmu.” jawab Anthony.
“Kau yakin dia tidak akan banyak bicara pada ayahmu?”
“Sebentar, aku harus menelepon Dante dulu.”
“Apa kau mau membicarakan masalah suara?” tanya Anna lagi pada Anthony.
“Ya, tentu saja.” jawab Anthony singkat.
Dia pun mengeluarkan ponselnya lalu menatap Anna sebentar.
“Kau tidak perlu menelepon Dante. Aku sedang memikirkan tentang itu.”
“Bagaimana bisa kau memikirkan hal ini?”
“Kau tidak percaya padaku?” Anna bicara sambil melirik Anthonya seraya tersenyum tipis.
“Lalu apa rencanamu?”
“Dengarkan ini.” Anna mengambil ponselnya dan menyetel sebuah suara.
“Itu suara Bella?” Anthony terkejut dengan apa yang dilakukan Anna.
__ADS_1
“Ya benar. Suara Bella saat dia terus menerus memanggil Dante. Aku sengaja merekam karena aku ingin menunjukkan padamu gambar dan video ini tapi aku lupa menunjukkan padamu.”
“Aku tidak lupa. Aku ingat tentang semua ini.” jawab Anthony.