
“Memangnya kau pikir aku mau melakukannya denganmu kalau aku tak menginginkan anak?”
“Tapi kan kau sudah menikah waktu itu.”
“Istriku tidak bisa punya anak! Aku harus mencari wanita lain yang bisa mengandung anakku.”
“Ah, jadi itu masalahnya. Aku paham sekarang.” Bella mengangguk-anggukkan kepalanya sehingga tak sadar saat mengangguk, dia melihat benda yang berada dibagian bawah tubuh Dante yang memanjakan matanya.
“Tahan senyummu. Buka mulutmu dan habiskan makananmu.” ujar Dante dingin yang terdengar menyebalkan bagi Bella. Ingin rasanya dia membungkam mulut pria itu dengan menciumnya.
“Aaaa….” Bella membuka mulutnya dan mengeluarkan suara seperti Alex saat disuapi.
“Sebentar lagi makananmu habis.”
“Sebenarnya aku bisa makan sendiri jadi kau tidak perlu menyuapiku dan kau juga bisa makan.”
“Aku yakin kau tidak akan memakannya, kau hanya memperhatikan tubuhku saja dari tasi.” ujar Dante.
“Hihihi….soalnya kau yang menggoda. Kau tampan sekali Dante! Aku senang bisa punya anak darimu. Aleex juga sangat tampan, kalau dia besar nanti pasti dia akan jadi pria paling tampan.”
“Apalagi yang kau katakan? Pastilah anakku tampan.” ucap Dante sambil menyuapi wanita itu untuk suapan yang terakhir.
“Dante! Apa yang kau rasakan saat bersamaku?”
“Kau berisik sekali!”
“Ehh tapi saat itu aku sangat ketakutan Dante! Aku tidak pernah diperlakukan oleh laki-laki sebelumnya. Kau yang pertama makanya aku takut sekali.”
“Tapi setelah itu kau keenakan!” Dante menaruh mangkuknya dan berdiri.
“Kau mau kemana?” Bella memegang tangan pria itu sebelum dia melangkah.
“Mengambilkanmu minum. Memangnya kau tidak mau minum?” Dante memicingkan matanya menatap Bella. ‘Sulit juga mengurus wanita seperti dia. Usianya sudah dewasa tapi tingkahnya masih saja seperti anak kecil. Bukankah dia sudah melayani banyak pria?’ gumamnya didalam hati. ‘Harusnya dia lebih ebrpengalaman tentang banyak hal. Sudah bersikap seperti wanita dewasa yang berpengalaman tapi apa yang dia lakukan?’
“Dante!” panggil Bella dengan manja.
“Ya. Kau mau apa lagi? Lepaskan tanganku, biar aku emngambilkanmu minum.”
“Aku tidak mau minum.” jawab Bella,
“Mana bisa tidak minum. Habis makan kau harus minum!” Dante melepaskan tangannya dengan sedikit memaksa membuat Bella cemberut ketika pria itu berjalan menuju dapur.
__ADS_1
‘Waaah….apa tidak bisa ya kalau tiap hari kami berdua tinggal di tempat ini saja? Aku suka melihat tubuhnya begitu! Benar-benar sempurna! Bagaimana dia bisa menjaga tubuhnya begitu ya?’ bisik Bella sambil menahan hasratnya, dia sudah mulai kembali membayangkan tubuh Dante.
“Minum!” perintah Dante menatap wanita didepannya tidak fokus.
“Dante”
“Apa? Kenapa kau malah naik ke pangkuanku? Kau tidak tahu kalau aku lapar dan belum makan?”
“Oh iya!” Bella tersenyum manja.
“Turun dulu, biar aku makan dulu.” ucap Dante lagi.
“Dante, apa aku tidak menarik bagimu?”
“Kenapa kau bertanya begitu? Minggir sana! Aku mau makan dulu!”
“Biar aku yang menyuapimu seperti tadi kau menyuapiku.”
“Aku bisa makan sendiri! Sini, berikan mangkuknya padaku.” ucap Dante sambil menarik mangkuk yang tadi diambil Bella.
“Tapi kan tadi kau sudah menyuapiki. Apa tidak boleh aklau aku sekarang yang menyuapimu? Aku juga mau melakukan itu padamu.”
“Sekarang katakan padaku. Apa lagi yang kau inginkan Bella?” tanya Dante setelah minum.
“Jadi kita bisa melakukan apapun disini? Kau ingin melakukan apapun yang aku inginkan? Kau serius Dante?” Bella bertanya sambil tersenyum manja.
“Tadi kau menolakku! Sekarang tatapan mata dan wajahmu sudah menggodaku begitu.” Dante memicingkan matanya menatap Bella. “Pakai lagi pakaianmu! Bukankah kau ingin tidur bersama Alex?”
“Heh? Kenapa jadi bahas itu lagi?” Bella kehabisan kata-kata karena tadi dia memang kekeh mau tidur dengan anaknya bahkan menolak untuk makan.
“Benar kan? Kau ingin tidur dengan Alex? Terus dimana salahnya kata-kataku tadi hmmm?”
“Ehm…..” Bella tak bisa mengatakan apapun lagi ketika jarak wajah keduanya hanya beberapa senti.
“Pakai lagi pakaianmu Belinda Alexandra! Sekarang kita kembali kerumah dan kau bisa tidur bersama Alex lagi sesuai dengan keinginanmu untuk menemani Alex sampai pagi.”
Glek….
‘Aduh tangannya celap celup begitu, bikin geli! Isss...kenapa dilepas lagi?’ bisik hati Bella saat jari telunjuk pria itu masuk kedalam bagian tubuhnya tapi Dante langsung melepaskannya dan berdiri menjauh dari Bella.
“Tidak mau! Tadi kau yang menawarkan apa yang aku inginkan disini? Kenapa tiba-tiba sekarang harus pulang kerumah?” protes Bella yang ditatap Dante dengan tajam.
__ADS_1
‘Cih Ujung-ujungnya diamau bukan? Pakai menolak aku terus-terusan pula tadi.’ Dante berbisik. “Memangnya kau ingin melakukan apa disini?”
“Bagaimana kalau kita melakukan seperti waktu itu, saat kau menemuiku dengan tangan dan kakiku terikat serta mataku tertutup?” jawab bella bersemangat.
“Hmmm….kenapa aku harus melakukannya? Dari tadi aku mengajakmu melakukannya tapi kau lebih suka tidur bersama anakmu, iyakan?” Dante berdiri.
“Dante!” Bella langsung memegang tangan pria itu dan ikutan berdiri.
“Ada apa lagi?”
“Jadi kau tidak mau ya?” Bella mulai merajuk.
“Aku sudah kenyang! Kita keruangan ini hanya untuk makan sup ikan bukan?”
“Tapi tadi kau bilang kalau aku boleh meminta apapun setelah itu, iyakan?” Bella tak mau kalah.
“Belinda Alexandra! Kau cepat sekali berubah pikiran? Tapi sayangnya sekarang aku mengantuk dan sudah dari tadi malam aku belum beristirahat dengan benar. Jadi sekarang aku mau tidur.”
“Tapi tadi kau sudah tidur sama aku bukan?” Bella masih tak mau melepaskan Dante.
“Lalu, kau mau apa?”
“Bisakah kalau kita….” Bella tidak melanjutkan kalimatnya.
“Tidak bisa! Kau belum mnadi beberapa hari...hah….aku tidak suka dengan wanita kotor!”
“Baiklah. Kalau begitu aku mandi dulu. Kau tunggu aku ya. Dimana kamar mandinya?”
“Hei,apa kau tidak menghargaiku? Aku baru saja memperban tanganmu lalu kau ingin membukanya?” tanya Dante dengan suara tinggi menatap bella sambil bertolak pinggang.
“Baiklah. Aku akan mandi tanpa membasahi tanganku. Begitu kan gampang?” bella mencoba mencari solusinya. Tapi Dante merespon hanya dengan memutar bola matanya.
“Naik ke punggungku Belinda!”
“Kau mau menggendongku?” tanya Bella bersemangat.
“Kalau tidak mau ya sudah”
“Aku mau….aku mau…..” Bella tak sabar dan langsung menarik Dante mendekat kearah sofa dan dia naik ke sofa, mengalungkan tangannya dileher Dante dan naik ke punggungnya. “Wah….hangat sekali. Aku suka kayak gini!” ujar Bella tanpa malu-malu menempelkan kepalanya dipundak Dante.
“Kau pikir kau anak kecil seperti Alex?”
__ADS_1