
Pertama adalah temannya, Vince dan yang kedua adalah Dokter Anna. Lalu bagaimana Henry bisa tahu? Ini menjadi misteri bagi Anthony sehingga dia berhati-hati sekali menjawab pertanyaan Henry.
“Saya rasa dugaan saya benar! Apakah anda menemuinya karena urusan pekerjaan?”
“Wah! Aku tidak menyangka kalau kau mencari informasi tentang aku sampai sejauh ini Henry! Apa Dante memintamu melakukan ini?”
‘Ya! Pasti Henry disuruh Dante! Dia ingin tahu aku pergi kemana, tadi juga dia ingin menggantikanku bukan? Apa dia masih curiga kalau aku akan menjebaknya? Baiklah akan kubuktikan kalau aku adalah orang yang profesional dan jujur!’ bisik hati Anthony.
Pikirannya bahwa Dante ingin mencari tahu seberapa bisa Anthony dipercaya sehingga mungkin Dante menguntitnya. Anthony tidak bisa memikirkan hal lain karena dia dan Dante saat ini tidak ada ikatan apapun didalam hatinya dan yang dipikirkannya murni soal bisnis dan kerjasama mereka saja.
‘Baiklah! Aku rasa wajar jika Dante mencurigaiku karena kami bukanlah teman dan kami tidak berbisnis mulai dari nol tapi kami adalah lawan yang berkoalisi!’ ungkap hati Anthony yang mulai tenang dan tak mempermasalahkan lagi banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh Henry padanya.
“Aku sudah menjelaskan kepadamu kalau tidak ada yang memintaku.” kata Henry.
“Kalau begitu, dugaanku kau adalah orang yang sama sepertiku! Kau masuk ketempat Dante dan kau adalah pengganti! Benar dugaanku?” Anthony terdengar serius.
“Jika benar apa yang aku duga! Mungin saar ini kau ingin bertanya kepadanya tentang masalah pekerjaan. Tapi mungkin kau juga ingin bertanya tentang masalah keluargamu! Masa lalumu! Asal usulmu bukankah itu yang ingin kau tanyakan pada pria didalam penjara itu, Anthony?”
“Sepertinya kau tahu tentang orangtuaku Henry!”
“Aku sangat tahu! Dan kalau kau mau aku juga bisa membantumu untuk melakukan tes DNA! Untuk menbuktikan kesamaan genetik kalian. Maafkan aku baru menemukanmu!”
“Fuuh! Kau membuat kepalaku pening Henry! Hahahaha!”
Anthony tertawa meskipun tidak ada yang lucu.
“Kalau kau mau menemui Dante Emilio, temuilah dia! Kau tanyakan padanya tentangku! Katakan padanya aku Henry! Kau akan mendapatkan jawaban darinya dan mungkin setelah itu kau akan ingin bertemu denganku, Anthony!”
__ADS_1
“Baiklah, kita lihat apa yang akan aku temukan nanti didalam penjara ini. Aku tidak bisa berjanji banyak padamu. Tapi semua informasi yang kau katakan ini sepertinya bermanfaat bagiku, Henry!”
Klik!
Tanpa panjang lebar lagi, Anthony sudah mematikan teleponnya dengan rasa gusar dihatinya.
“Siapa yang menelepon Anthony?” celetuk Anna.
“Teman lamaku.” jawab Anthony singkat.
“Kau tampak serius sekali bicara dengannya.” Anna menimpali lagi.
‘Sangat serius! Dan sangat mencurigakan, aku kenal semua teman-temanmu Anthony! Tapi baru kali ini kau bicara dengan seseorang yang tidak dikenal dan tampaknya kau sangat tertekan sekali bicara dengannya. Siapa orang orang itu Anthony?’ bisik hati Anna tapi dia tidak mengganggu Anthony dengan bertanya, dia membiarkan saja pria itu.
“Maaf Anna! Sekarang bukan waktunya untuk membicarkan masalah ini, kita punya waktu terbatas. Aku tidak ingin ayahku kembali dan dia mengetahui kalau aku datang kesini. Kalau itu terjadi maka semuanya akan berantakan. Ini akan berbahya bagiku dan bagi orang yang aku temui.”
Kalimat itu sepertinya cukup ampuh untuk membungkam Anna sehingga wanita itupun diam dan tak lagi berkata apapun. Anthony juga tidak bernita untuk memperpanjang pembicaraannya dengan Anna, dia lebih memilih untuk melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam penjara.
“Anthony! Kau yakin bertemu dengannya disini aman?”
“Karena itu kita tidak boleh mencurigkan supaya mereka tidak melapor pada pihak federal.” tegas Anthony sambil berjalan dan tak sengaja dia mendengar seseorang bicara.
“Iya Tuan Dante! Saya akan segera kesana sekarang!”
Percakapan seseorang ditelepon yang bicara ketika Anthony berpapasan dengannya baru saja didengarnya. Pria itu juga sudah melangkah kearah pintu luar membuat Anthony sedikit menaikkan alisnya mendengar nama yang disebutkan pria tadi.
‘Kenapa sekarang banyak sekali orang yang aku kenal memiliki teman juga yang bernama Dante? Ini sangat menggangguku! Hahaha!’ gumam Anthony dihatinya yang tidak mau memikirkan lebih lanjut lagi. Dan memilih bertanya pada petugas di pos penjagaan.
“Boleh saya tahu kepentingan anda? Apa ingin bertemu dengan Dante Emilio?” tanya sipir penjara yang bertugas di pos depan gerbang.
__ADS_1
“Aku hanya ingin bertemu dengannya sebagai anak dari teman lamanya.” ucap Anthony mencoba bicara sesopan mungkin dan dia tidak memberikan jati dirinya kepada petugas penjagaan itu.
“Maafkan saya. Bukan saya keberatan anda bertemu dengannya tapi berdasarkan perintah yang sudah saya dapatkan dari atasan, bahwa tidak ada yang boleh menemui Dante Emilio kecuali keluarganya sendiri!” jawab petugas itu.
“Keluarga? Apa-apaan ini? Setahuku tidak ada peraturan seperti itu! Lerabat, teman, semuanya bisa bertemu denga narapidana manapun! Walaupun pembicaraan mereka harus dibatasi per hari.” Anthony tetap memaksa ingin masuk.
“Itu peraturan untuk narapidana lain Tuan! Untuk orang yang ingin andai temui berbeda, dia adalah tahanan federa;. Tamu yang bisa menemuinya harus mendapatkan surat izin dari pihak federa. Hanya itu yang saya tahu!”
“Oke! Kalau begitu kau bisa beritahu aku siapa keluarganya?” tanya Anthony pada sipir penjara.
“Apa anda ingin bertanya apakah dia masih punya keluarga atau tidak?” tanya petugas itu lagi.
“Bagaimana kalau misalkan keluarganya sudah meninggal semua? Lalu siapa yang bisa datang menemuinya? Kenapa kau tega sekali memperlakukan orang seperti itu?” protes Anthony mencoba mencari simpati.
“Itu tidak mungkin Tuan!” sipir penjara itu tetap menolak Anthony. “Anaknya baru saja mengunjungi Dante Emilio!”
“Anaknya baru mengunjunginya?” Anthony terkejut ketika mendengarnya. ‘Mungkin aku bisa bicara dengan orang itu dengan bantuan anaknya. Aku mungkin bisa masuk kesana asalkan bersama dengan anaknya. Karena aku tidak mungkin masuk kedalam sana dengan membawa nama federal!’
“Bisakah kau beritahu aku dimana anaknya? Apakah dia belum jauh dari tempat ini?”
“Tadi anda berpapasan dengan anaknya!” jawab sipir penjara itu.
“Terima kasih atas informasinya!” Anthony dengan cepat membalikkan badannya.
“Anthony! Kau mau kemana?” Anna menahan tangan Anthony dan bertanya serius.
“Aku ingin mengejar orang tadi yang berpapasan dengan kita! Mungkin aku masih bisa mendapatinya di parkiran.” ucap Anthony serius sehingga Anna melepaskan tangannya membiarkan pria itu pergi. Anthony berlari kencang untuk mengejar.
“Hei!” Anthony mencoba untuk memanggilnya. “Hei tunggu dulu! Jangan pergi dulu!” Anthony kembali memanggilnya mencoba mengejar motor laki-laki itu.
“Kau mengejar siapa?” tanya seseorang.
__ADS_1