
“Dante!” Hans menatap Dante dengan serius, “Apa yang mengganjal pikiranmu sekarang? Kau tidak akan bisa memenangkan pertarungan malam ini kalau kau seperti ini Dante!” ucap Hans yang melihat Dante seperti banyak pikiran
‘Aku tidak akan menyerah tapi aku akan tetap bertanya pada Dante tentang hal ini. Aku memang tidak bisa melakukan apapun tapi aku yakin aku bisa membuat Dante lebih tenang! Dia butuh tempat untuk berbagi dan dia butuh backup!’ gumamnya dalam hati.
Kekhawatiran Hans pada sahabatnya dan yang lainnya yang akan berada di medan pertempuran malam ini. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir Dante, dia hanya menatap sahabatnya serius lalu menghembuskan napasnya dan menyugar rambutnya ke belakang tanpa menatap Hans. Ini adalah cara Dante untuk melupakan rasa sedih dan kecemasannya.
“Kau menutupi sesuatu dari kami, Dante!” Hans masih mencecar Dante, dia tak suka jika,Dante menyimpan sesuatu sendirian.
“Fuuuhh! Aku sudah menemukan adikku!” ucap Dante akhirnya sambil mengajak Hans pergi meninggalkan kamarnya dan mereka bicara sambil menuruni tangga menuju ke arah halaman belakang.
“Apa kau bilang? Mark Sebastian? Dia masih hidup?” Hans yang terkejut menatap Dante untuk mendengar penjelasan selanjutnya. Namun Dante tak mengatakan apapun lag.
“Kau masih ingat nama adikku?” tanya Dante setelah diam beberapa saat.
“Tentu saja aku masih ingat! Kau pikir aku bisa lupa?” Hans memang orang yang selalu mengingat hal-hal sepele seperti itu. Ingatannya yang paling kuat dan dia selalu mengingat semua cerita yang disampaikan oleh teman-temannya. Itulah mengapa semua merasa nyaman bercerita pada Hans meskipun dia sangat suka gosip.
“Ya! Tapi dia tidak mengingatku! Dia bahkan tidak mengenaliku!” Dante menoleh pada Hans.
“Siapa adikmu?” tanya Hans yang sudah penasaran.
“Anthony! Anthony Kane!” jawab Dante drngan ada senyum diwajahnya. "Kau ingat kan dia? Dialah adikku, Hans!"
Mendengar itu membuat Hans tidak bisa berkata-kata, dia pun berhenti sejenak.
“Kenapa kau diam? Aku bertanya serius!”
“Dia adikmu Dante? Jadi orang yang pernah menyamar dirumah ini adalah adikmu? Orang yang tadi kita perdebatkan diruang kerjamu yang anggota pasukan federal adalah adikmu?”
“Ya, dia adalah adikku! Adik yang hampir aku bunuh dengan tanganku sendiri!” Dante tersenyum.
“Apa yang lucu Dante?”
“Entahlah Hans! Ada-ada saja alasanku ketika ingin membunuhnya! Pertama kali aku melihatnya dan bicara dengannya kala itu aku ingin sekali menghabisinya tapi entah kenapa aku kepikiran untuk melakukan tindakan bodoh!” ucap Dante yang merasa sangat bodoh sekali.
__ADS_1
Dia bukan saja ingin membunuh Anthony tapi dia juga meminta Nick untuk bertarung melawan Anthony! Seakan-akan dia takut sekali menyakiti Anthony! ‘Sekarang aku tahu kenapa aku tidak berani membunuhnya! Mungkin saat itu aku melihat mommy dimatanya! Aku merasakan kehadiran mommy!’ bisik Dante yang menyakini perasaannya waktu itu.
“Apa kau akan memberitahunya kalau kau adalah kakaknya?”
“Belum saatnya! Aku akan bilang padanya, tapi bukan sekarang!”
“Bukankah sebaiknya kau katakan saja padanya sekarang? Dengan begitu dia tahu kalau kau adalah kakaknya. Dia bisa membantumu dari dalam federal! Apa lagi yang kau pikirkan, Dante?”
“Tidak!”
“Kenapa kau tidak mau memberitahunya Dante?”
“Aku punya alasanku sendiri untuk itu, kenapa aku tidak memberitahunya.” senyumpun muncul diwajah Dante saat dia bicara sehingga Hans tidak bisa berkata apapun lagi. Dia hanya mengedikkan bahunya dan mencoba mengalihkan pandangannya dari Dante.
“Baiklah kalau itu keputusanmu Dante! Aku akan mendukungmu dan membantumu. Aku yakin yang laim juga akan melakukan hal yang sama!” ucap Hans.
‘Fuuuh, sulit sekali bicara degan Dante. Dia tidak ingin melakukan ini tapi apa aku bisa melarangnya? Hanya satu hal yang bisa kulakukan yaitu mendukungnya dan melindunginya dengan caraku bersama teman-temanku.’ bisik hati Hans.
“Lalu apa yang sedang kau rencanakan dengan Noel?”
“Aku sudah bilang padamu untuk tidak terlalu memikirkan hal itu bukan?” ujar Dante mengingatkan Hans.
“Aku tidak akan tenang kalau kau memberitahuku Dante! Saat ini kondisimu dalam keadaan tidak tenang, kau tidak akan berhasil menghadapi pertempuran malam ini kalau kau masih seperti ini!”
“Aku sedang memikirkan Belinda! Aku memikirkan Anthony dan memikirkan Alex. Memikirkan kalian semua termasuk Barack!”
“Dan kau tidak memikirkan dirimu sendiri Dante!”
“Sudahlah! Tidak perlu dibahas lagi, aku ada keperluan sekarang. Aku tidak bisa banyak bicara denganmu. Aku titipkan apa yang harus kau lakukan saja!”
“Dante!” Hans mencoba menghentikan temannya tapi Dante sudah melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang lagi. Itu membuat Hans meringis.
‘Banyak sekali beban yang harus kau tanggung Dante! Tapi kau lebih memilih menyimpannya sendiri dan jarang berkomunikasi dengan seseorang. Selalu saja maju lebih dulu daripada orang lain!’
__ADS_1
“Aku khawatir dan takut, Dante! Aku takut kalau sesuatu terjadi padamu dan kami semua tidak mampu bertahan tanpamu, Dante!” jujur Hans merasa khawatir karena baginya Dante bukan hanya seorang teman tapi dia sudah menganggapnya kakaknya sendiri.
“Kemana Henry tadi membawa Noel ya?” tanya Hans mengedarkan pandangannya karena dia tidak tahu kemana Noel pergi dan dia mengeluarkan ponselnya menghubungi Henry.
“Ya Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” tanya Henry.
“Dimana kau?”
“Diruang senjata Tuan!” jawab Henry.
“Jadi kau membawa Noel ke ruang senjata? Apa Dante yang memintamu membawanya kesana?”
“Iya benar sekali Tuan!”
“Baiklah. Aku akan menyusul kesana.”
‘Ruang senjata? Apa yang sebenarnya kau rencanakan Dante? Mengajak anak baru itu keruang senjata?” Hans benar-benar tidak mengerti dengan cara berpikir Dante.
Dia melangkahkan kakinya menuju tempat yang disebutkan Henry dengan pikirannya yang menebak-nebak berbagai kemungkinan. “Dante mengajak anak baru langsung ke medan tempur? Apakah Noel sehebat itu?” pikiran Hans mengira Noel akan ikut Dante ke tempat transaksi malam ini.
“Apa yang direncanakan Dante? Kenapa kau diberikan pakaian seperti orang mau menyelinap masuk kedalam bank? Apa kau mau pergi merampok?” protes Hans saat dia melihat pakaian yang dikenakan oleh Noel saat ini.
“Ada yang salah dengan pakaianku?” tanya Noel.
“Ini adalah pakaian yang paling sesuai Tuan! Pakaian ini bisa menjadi hologram untuk beberapa saat di kala dibutuhkan dalam waktu sepuluh menit dia bisa membuat orang yang menggunakannya memiliki kekuatan untuk menolong orang yang dalam kesulitan. Tapi saya sarankan untuk menggunakan itu di saat terdesak saja karena energinya terbatas.”
“Kenapa aku tidak pernah diberikan pakaian seperti itu? Tunggu….tunggu….kenapa kau harus memakai itu? Kalau kena peluru kau akan kena juga kan?”
“Pakaian ini hanya digunakan untuk menyelinap Tuan!” ujar Henry.
“Menyelinap? Memangnya mereka mau pergi kemana?” tanya Hans mengeryitkan dahinya,
__ADS_1