
“Jadi kau bekerja mewarisi pekerjaan ayahku? Atau sebenarnya ayahku bukanlah penjahat?” Anthony mempertanyakan trntang ayah mereka karena dia memang tidak mengetahui apapun.
“Dante! Pekerjaan ayahmu memang penjahat.” pria yang duduk disamping Noel malah ikut berceloteh sehingga Anthony menoleh pada orang yang berada didalam karung.
“Jangan banyak bicara! Ayahku bukanlah seorang penjahat! Dia adalah seorang inventor, ilmuwan dan dia bekerja pada federal!” kata Dante dengan nada tinggi.
Dante mengatakan itu dengan penekanan sehingga membuat Anthony tersenyum.
“Ayahmu itu kan ayahku juga, iyakan?’’ kata Anthony.
“Aku adalah ayahmu! Jangan percaya pada ucapan Dante!” Robert Kane kembali bersuara.
“Sekali lagi kau bicara aku bisa mematahkan lehermu!” ancam Dante.
Dante sangat marah, dia tahu bagaimana ayahnya ditipu dan disalahkan oleh pihak federal sehingga dia sangat kesal mendengar ucapan Robert Kane.
“Hahahaha kenapa denganmu? Apakah Omero memaksamu untuk percaya kalau ayahmu adalah seorang pahlawan?” Robert Kane kembali memprovokasi Dante dan Anthony.
“Ayahku adalah seorang pahlawan. Tapi sayangnya tidak ada yang tahu kalau ayahku adalah pahlawan yang sebenarnya. Orang sepertimu hanyalah orang yang sangat licik yang hanya memanfaatkan keadaan dari penemuan ayahku!”
“Kau punya bukti apa? Kau tidak tahu apa-apa tentang kami!”
“Tunggu dulu! Berarti ayahku dulu adalah seorang yang bekerja di pasukan keamanan federal? Benarkah begitu Dante?” saat ini Anthony bertanya sambil menatap Dante serius.
“Ayahku adalah orang yang baik. Dia adalah orang yang sangat bisa dipercaya. Dia adalah seorang inventor! Dia ilmuwan!” kata Dante lagi.
“Dia sangat suka sekali meneliti dan menciptakan hal-hal yang berbau senjata. Penemuannya sangat spektakuler dan nanti kau bisa lihat sendiri apa yang ada didalam gudang Omero! Dan aku juga sudah menyimpan beberapa.” akhirnya Dante pun terpancing sehingga dia menceritakan semua tentang keluarganya terutama tentang ayahnya.
“Benarkah?” Anthony bertanya ulang seraya mengerjapkan matanya dengan takjub.
“Kau menyimpan beberapa. Apa yang kau simpan?” Robert Kane pun menjadi penasaran.
“Kenapa memangnya? Kau ingin mengetahui sesuatu?” Dante memicingkan matanya menatap pria paruh baya itu.
“Ayahmu mencuri sesuatu milik federal. Itu adalah senjata federal yang masih berupa draft! Dan sejujurnya inilah alasan kenapa dia dikejar federal.” kata Robert Kane lagi.
__ADS_1
“Teruslah kau bicara begitu. Memangnya kau pikir aku tidak tahu kenyataannya?” Dante sudah berhenti bicara dan membalikkan tubuhnya menghadap kebelakang sambil membuka tutup karung yang menutupi wajah Robert Kane.
“Omero sepertinya yang menipumu. Dia ingin kau jadi sarana balas dendam padaku.” Robert Kane memicingkan matanya menatap Dante.
“Ayahmu adalah orang yang sangat buruk! Bukan aku saja yang menilainya seperti itu, banyak sekali yang berkata seperti itu dan dia menutupi semua penemuannya dengan menjualnya kepada Omero. Seharusnya ayahmu memberikan hasil penemuannya itu kepada federal karena kamilah yang membiayainya. Tapi ayahmu berkhianat. Itulah yang menyebabkan dia kabur dan ingin mengasingkan diri.”
“Federal yang mengejarnya dan ini yang membuat ayahmu kecelakaan Dante!” kata Robert Kane lagi menambahkan.
“Kau pikir aku akan percaya dengan semua perkataanmu?”
“Kau sudah berpikir buruk tentangku dan tentang semua yang aku katakan tentu saja kau tidak akan pernah mempercayai satupun!” ucap Robert Kane.
“Baguslah kalau kau tahu aku tidak percaya!” Dante tersenyum lebar.
“Itu sebabnya kau masih menyembunyikan benda curian ayahmu itu, iyakan? Apa semua yang aku katakan ini salah, Dante?”
Dante tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan pandangan mata menjurus pada Robert Kane. “Aku memang menyimpan sesuatu! Ini yang sangat penting sekali.”
“Sebaiknya kau berhati-hati denganku! Sekuat apapun kau mencarinya kau tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah menemukannya! Meskipun kau memporak porandakan rumahku!”
“Kau ingin menghancurkan rumahku?” Dante justru menantang.
“Itu bukan targetku! Aku hanya mau mengambil draft itu. Benda yang dicuri ayahmu dulu.”
“Aku sudah tegaskan padamu, ayahku bukan pencuri!”
“Ehhh baiklah Dante! Sudah jangan buat keributan lagi.” Anthony berusaha menenangkan Dante dengan menahan tangannya sehingga dia tidak bisa menyerang pria itu.
“Anthony! Jangan menghalangiku!”
“Tapi kau sudah berjanji padaku akan memaafkannya!”
“Tidak ada maaf untuknya, Anthony! Dia adalah orang yang aku tunggu dari dulu dan sebanyak apapun kau memberikan maaf padanya, sebanyak apapun kau memberikan kesempatan padanya dan sebanyak apapun kau yakin dia bisa berubah itu tidak akan pernah terjadi.”
“Kau tidak mengenal orang ini sama sekali Anthony! Hanya satu cara untuk mengendalikan orang ini, orang sepertinya akan selesai membuat kekacauan kalau sudah dibasmi!” kata Dante marah.
__ADS_1
“Dante, aku mohon kendalikan dirimu. Jangan seperti ini.”
“Mundur kau Anthony!” Dante kembali bicara seraya menyuruh Anthony mundur kebelakang tapi Anthony masih belum bersedia untuk mundur.
“Dante!”
“Sudah, jangan merajuk padaku.” Dante bicara tegas pada Anthony. “Pria dewasa tidak merajuk seperti anak kecilnya.”
“Aku bukan merajuk tapi aku hanya memohon padamu.” Anthony sebenarnya saat ini merasa kasihan sekali pada Robert Kane dan dia merasa berhutang budi pada pria itu.
“Anthony! Lihatlah senyumnya! Kau lihat betapa dia sangat senang sekali membunuh ayah kita.” akhirnya Dante meninggikan suaranya dan mencoba memberikan penegasan pada adiknya.
‘Anak ini memang benar-benar mirip seperti mommy! Sesuatu yang tidak kusukai! Terlalu lemah dan ini terlalu berbahaya untuknya.’ celetuk Dante dihatinya yang merasa semakin gusar.
“Baiklah Dante! Tapi dia masih memberikanku kesempatan hidup. Setidaknya untuk itu berikanlah dia keringanan! Bukankah aku adikmu? Jadi biarkan aku memohon padamu.”
“Kau masih beruntung karena adikku masih mempunyai hati nurani!” kata Dante lalu melirik anak buahnya. “Bantu Noel pergi dari tempat ini.”
“Baik Tuan.”
“Saya tidak apa-apa disini Tuan!” Noel mencoba bicara.
“Kau terluka dan perlu perawatan! Pramugari disini paham cara merawat karena mereka sudah mengikuti latihan perawatan. Biarkan mereka mengobati kakimu!”
“Terima kasih Tuan!” ucap Noel sebelum anak buah Dante membantu memapahnya untuk naik ke tempat yang lebih nyaman. Dia ingin menolak tapi Dante memaksanya sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya menuruti saja.
“Dante, apa kau akan tetap berada disini?” tanya Anthony.
“Anthony! Pergilah keatas dan beristirahatlah.”
Tapi Anthony menolak tawaran Dante, dia bukan anak kecil yang bisa dialihkan perhatiannya dengan mainan baru. “Dante?” suara Anthony terdengar gundah saat memanggil kakaknya.
“Pergilah ke kamarmu! Aku tidak suka mengulangi permintaanku dua kali.” tegas Dante.
“Baiklah kalau memang itu maumu. Aku akan pergi sekarang!” Anthony pun pergi meninggalkan Dante. ‘Ssshhhh apa yang akan dilakukan Dante?’ pikirnya. ‘Haruskah aku kembali kesana? Bagaimana jika dia melakukan sesuatu pada Robert Kane?”
__ADS_1