
Barack tahu bagaimana membuat Dante kesal. Dia mengingatkan hal itu sehingga membuat Dante geram. “Apa yang kau mau aku lakukan, Barack?” Dante masih tetap mengacungkan senjatanya pada Jeff dan menunggu jawaban Barack.
“Dia tidak akan pernah bisa melawanmu Dante! Apapun yang dia lakukan tidak akan pernah berhasil.”
“Wah wah…..hebat! Kau yakin sekali Barack?” Jeff tersenyum dan menyela ucapan pria itu.
“Kau tahu bagaimana aku kan? Aku selalu yakin dengan diriku sendiri.” Barack diam lalu meletakkan senjatanya ditempatnya dan berjalan mundur. Dia memegang tangan Manuel dan Anthony.
“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Anthony.
“Berpeganganlah! Jangan sampai terlepas, kita akan membuat lingkaran!”
Manuel melakukan apa yang dikatakan Baarck. Satu tangannya masih mengacungkan senjata pada Dante Emilio dan satu tangannya lagi memegang tangan Dante. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Barack tapi dia yakin pada pria itu.
“Kalaupun kalian bersama dan mendekat seperti itu, kalian tetap tidak akan bisa mengalahkanku! Kalian ingin mencoba menyerangku?”
“Iya! Kami akan menyerangmu.” itu yang dikatakan Barack sambil tersenyum. “Kau harus lihat ketika kami sudah bersatu! Kau akan sangat terkejut apa yang akan terjadi jika kami bersatau!” Barack bicara sambil merapatkan tubuhnya dengan teman-temannya yang lain. Sedangkan Dante memeluk Bella.
Barack berusaha mengulur waktu.
“Baiklah! Aku ingin lihat apa yang bisa kalian lakukan bersama.” ujar Jeff menunggu.
“Hmmm…..kalau begitu lihatlah.” kata Barack menganggukkan kepala. Barack lalu mengubah posisinya. Yang ada disebelah kanannya langsung digeser oleh Barack sehingga dia berada dalam posisi berdekatan dengan Manuel dan Anthony.
Anthony memegang tangan Manuel yang memegang senjata sedangkan Barack memegang tangan Anthony yang memegang senjata. Saat ini satu tangan Barack terbebas tidak melakukan apapun.
“Sudah selesai kau melakukan koordinasimu? Kau sudah siap menyerang sekarang?” tanya Jeff dengan nada meremehkan mereka.
“Tentu saja! Kami sudah bersiap untuk itu. Jadi kami akan melawanmu sekarang Jeff!”
“Hahahahah! Lakukanlah alau kau memang bisa melawanku!” Jeff tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Kalau begitu tunggulah!” Barack menjatuhkan sesuatu dari sakunya, sebuah benda kecil berbentuk seperti kancing baju. Tidak ada yang menghiraukan karena siapapun yang melihat akan mengira kalau itu hanyalah kancing baju belaka.
CESSSHHHHHH!
Barack menusukkan benda itu ketangannya ditempat yang sama seperti yang Dante lakukan dipergelangan tangannya. Dimana dia sudah memberikan sensor yang sama seperti yang ditempelkan oleh Dante.
“Jeff! Aku tahu kalau kau yang ada dihadapanku ini bukan kau yang sebenarnya! Aku hanya menghabiskan waktu dengan boneka sepertimu!”
Barack mengucapkan kata-kata itu sebelum dia menghilang dari tempat itu yang membuat Jeff mengerjapkan matanya. Sedangkan teman-temannya tidak mengerti maksud kata-kata Barack tadi.
“Kemana kalian perginya? Kurang ajar Barack! Kau membuat masalah denganku!” teriak Jeff yang memegang remote dengan perasaan kesal dan marah.
“Kenapa dia bisa tahu? Dimana celahnya?” ada suara keluar dari tempat lainnya yang kini menatap ke belakang dimana para ilmuwan berada.
“Bagaimana dia bisa tahu kalau aku bukan Jeff? Kalian bilang itu adalah hologram terbaik? Dia bisa disentuh, dia bisa menunjukkan bahwa dirinya manusia! Dia bisa bergerak dan tidak mungkin ada orang yang akan tahu kalau itu hanyalah hologram? Bagaimana dia bisa tahu? Apa kalian membocorkan hal itu pada Manuel?”
Jeff yang kesal menyerang dengan rentetan pertanyaan penuh dengan kemarahan kepada para ilmuwan itu. Dia menatap mereka satu persatu.
“Maafkan saya Tuan! Tapi memang seharusnya tidak ada yang tahu kalau itu hanyalah hologram dan bukan diri anda yang sebenarnya.” ucap salah satu ilmuwan.
Para ilmuwan itu tidak bisa menjawab pertanyaan Jeff. Mereka sudah memastikan sebelumnya bahwa itu adalah produk terbaik mereka. Bahkan bisa disentuh, bisa dirasakan suhu tubuhnya seperti manusia, tidak mungkin ada orang yang bisa mengerti dan tahu kalau itu bukan manusia! Dia bisa melakukan dan bertindak seperti layaknya manusia normal.
“Kenapa kalian semua diam saja? Kenapa kalian tidak bisa menjawabku?” Jeff semakin geram menanyakan hal itu pada anak buahnya dengan intonasi tinggi.
“Barack! Aku berkali-kali mencoba membunuhmu tapi selalu saja gagal. Tapi aku tidak pernah menyerah! Kau tidak akan bisa menahan ketika aku sudah mengaktifkan para android!”
DUUUAARRRR!
Disaat bersamaan terdengar suara ledakan yang membuat Jeff kembali menatap kearah layar.
“Bagaimana mereka bisa tahu lokasi rumah itu? Bagaimana mereka bisa menyerang kesana?” Jeff semakin marah sehingga membuatnya meradang dan menatap para ilmuwan itu dengan tajam.
__ADS_1
“Saya mohon maaf tuan.”
“Aktifkan para android didalam pabrikku itu. Serang balik mereka sekarang juga!” perintah Jeff.
...(Sesaat setelah Barack memindahkan mereka semuanya)...
BRAAAKKK!
“Bella! Kau tidak apa-apa?” Dante bertanya dengan nada khawatir karena mereka terjatuh dan Dante berada diposisi dibawah sedangkan Bella dan Alex berada diatas tubuh Dante.
“Dante, aku tidak apa-apa…..?” Bella tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Tapi saat ini matanya berkaca-kaca saat Dante membantunya bangun.
“Kau meninggalkan pria itu Dante?” tanya Bella sedikit protes.
“Siapa? Dante Emilio?” tanya Dante pada Bella.
“Tunggu dulu! Katakan padaku kenapa kalian bisa keluar dari kalungku?” tanya Sarah yang membuat semua orang melihat padanya.
“Ya Tuhan! Kita semua ada didalam kamar mandi?” Manuel baru sadar karena dia tadinya fokus memperhatikan Dante dan Bella.
“Tunggu! Apa yang kau lakukan pada adikku? Kenapa kau memeluk adikku seperti itu?” pekik Bella yang kemudian berteriak marah. Telunjuknya mengarah kepada Barack.
“Dia tidak memakai pakaian! Kalau aku tidak memeluknya seperti ini maka kalian semua akan melihat tubuhnya! Kau pikir aku mengizinkan tubuhnya dilihat laki-laki lain?” Barack bicara sambil memeluk dan menutupi tubuh Sarah.
“Tidak bisa! Lepaskan adikku! Kau tidak boleh memeluknya seperti itu.”
“Bella, sudahlah biarkan saja. Ayo kita keluar dari kamar mandi ini.” kata Dante.
Dia melihat dimana mereka berada sekarang sedangkan tangannya menutup mata putranya sejak tadi.
“Tunggu dulu! Kenapa kita langsung sampai disini? Orang itu belum kita bereskan!” Anthony mengoceh sedikit protes.
__ADS_1
“Nanti aku akan menjelaskannya.” jawab Barack dan merreka semua ingin protes tapi saat melihat posisi Barack sekarang, mereka pun mencoba mengerti dan memilih keluar dari kamar mandi itu.
“Barack! Kenapa kau bisa keluar dari kalung ini? Kau bukan jin kan? Kau masih manusia kan Barack?” tanya Sarah yang dijawab Barack dengan anggukan kepala. Saat ini jantung Sarah berdebar kencang karena kondisi tubuhnya polos dan menempel pada tubuh Barack. Dan pria itu merasakan sesuatu milik Sarah yang terasa lembut dan kenyal yang mengganggu konsentrasinya.