
“Maaf nyonya tapi ini sudah peraturannya. Setiap tamu yang ingin masuk ke mansion ini harus dicek dulu semuanya. Untuk memastikan nyonya tidak berbahaya.”
“Hahahah!” Tatiana tertawa mendengar perkataan penjaga gerbang itu. “Kau menganggapku sebagai tamu? Tidak bisakah kau melihat siapa aku ini?” tunjuk Tatiana ke wajahnya sendiri saat bicara.
“Tentu saya tahu dan mengenal anda nyonya. Tapi ini protokol keamanan yang harus kami laksanakan nyonya. Anda bukan istri Tuan Dante lagi! Jadi kami memperlakukan anda selayaknya tamu.”
“Apa? Kenapa kau berani bicara begitu padaku?” Tatiana terhenyak mendengar jawaban penjaga itu. Ini adalah hal yang tidak diperkirakan olehnya. ‘Baru kemarin aku keluar dari rumah ini kau sudah bisa membuat peraturan seperti ini Dante?’ makin kesal hati Tatiana.
“Itulah informasi yang saya dapatkan dari mansion nyonya! Mohon jangan persulit pekerjaan kami jika nyonya memang ingin mendapat ijin untuk masuk kedalam. Mohon kerjasamanya dan biarkan kami mengecek seluruh isi mobil anda.”
Kalimat itu membuat hati Tatiana semakin memanas. Ini benar-benar diluar batas nalarnya. Dante sudah memberitahukan pada para pelayannya dan semua sudah tahu kalau mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Ini tidak bisa ditolerir oleh Tatiana. Wajahnya merah padam menahan amarah karena sudah tidak dianggap lagi disana.
Marah karena Dante mengumumkan status mereka yang sudah bercerai. Dia merasa malu karena dia terlihat hina dengan kata cerai! Kata yang diucapkan oleh penjaga gerbang itu. Membuat emosi Tatiana semakin membara.
“Cepatlah kalau kau mau memeriksa mobilnya. Buka gerbangnya!”
“Baiklah nyonya. Saya harus hubungi Tuan Henry dulu didalam. Memberitahu kedatangan anda.”
‘Aku tahu sekarang, bukan Dante yang bicara denganmu ternyata ya tapi Henry! Jadi sekarang kau sudah berani menunjukkan bahwa statusmu lebih tinggi dariku Henry?’ bisik hati Tatiana.
‘Ternyata kau Henry! Ternyata kau yang membuat semua ini terjadi padaku. Kau yang membuatku terlihat buruk dihadapan semua orang! Memang dari dulu aku sangat membencimu dengan Dante. Kau tidak pernah suka aku dekat-dekat dengan Dante. Seakan kau ingin aku menjauh dari hidup Dante! Apa sebenarnya yang kau inginkan Henry? Apa kau ingin menguasai Dante? Menguasai dirinya dan hartanya?’ gumam hati Tatiana.
Wuuuuusssss…..mobilnya melaju kencang begitu gerbang itu sudah dibuka dan dengan emosi yang meningkat dia turun dari mobilnya dan langsung menuju kedalam mansion tanpa berlama-lama.
“Selamat sore nyonya.” sapa Henry dengan datar.
“Cepat panggilkan tuanmu sekarang!” ujar Tatiana yang masuk tanpa menatap Henry.
__ADS_1
“Maaf nyonya! Tuan sedang tidak ada dirumah.”
“Cih! Kau pikir aku bisa kau tipu dengan mudah ya?” Tatiana tersenyum sinis. Lalu dia berjalan mendekati Henry.
“Maaf nyonya tapi memang kenyataannya begitu. Tuan sedang tidak ada dirumah saat ini.” Henry mengulang perkataannya mencoba memberikan penjelasan tanpa emosi.
“Henry! Aku memang tidak tinggal dirumah ini lagi! Aku baru satu hari pergi dan kau sudah mau berbohong padaku? Kau bilang dia tidak ada disini? Lalu kemana dia? Aku tahu kalau dia ada disini.”
“Tapi maaf nyonya. Apa anda sudah membuat janji temu dengan Tuan?”
“Apa kau bilang? Janji temu? Untuk bertemu dengannya aku harus buat janji dulu?”
Tatiana tersenyum benar-benar tak menyangka perubahan drastis ini setelah sehari kepergiannya. Dengan sinis dia mengepalkan tangannya.
“Aku masih istrinya! Dia masih suamiku! Kami belum menandatangi surat cerai! Jadi apakah aku harus membuat janji hanya untuk bertemu dengannya?” pertanyaan itu diajukan Tatiana dengan senyum sinisnya.
“Mohon maaf nyonya! Tapi memang kenyataannya Tuan tidak ada dirumah. Anda bisa mengecek sendiri keseluruh ruangan di rumah ini. anda bisa buktikan sendiri nyonya kalau Tuan memang tidak berada dirumah ini.” ujar Henry yang sebenarnya sudah sangat kesal pada Tatiana.
Henry bergumam didalam hatinya karena memang Tatiana belum pernah masuk ke bunker dan dia juga tidak tahu dimana lokasi bunker itu. Sehingga dia tidak tahu sama sekali tentang tempat itu.
“Lihat ini!” Tatiana menunjukkan sesuatu kepada Henry.
“Selama ini kamu sudah terhubung dan aku bisa tahu dimana lokasinya.” ujar Tatiana memperlihatkan ponselnya pada Henry. Memang selama ini ponsel mereka terhubung karena itu perjanjian Dante dan Tatiana saat menikah. Agar mereka bisa mengecek keberadaan masing-masing tanpa menginterogasi.
Dan saat ini titik GPS menunjukkan kalau lokasi Dante berada dititik yang sama dengan Tatiana.
“Tapi memang Tuan tidak berada disini nyonya. Mungkin Tuan lupa membawa ponselnya. Silahkan saja nyonya mengecek ke seluruh rumah ini kalau tidak percaya!” Henry memberinya ijin.
__ADS_1
“Kau menantangku Henry? Kau pikir aku ini bodoh apa? Bisa saja kan aku berada di lantai tiga lalu kau beritahukan pada Dante dan dia pergi ke lantai satu. Kau bisa saja kan melakukan trik seperti itu! Lalu kau sengaja mengijinkan aku mengecek semua kamar. “
“Atau anda ingin mengecek CTV seluruh ruangan disini nyonya? Anda bisa membuktikan kalau apa yang saya katakan ini benar?” sekarang Henry malah menantang Tatiana dengan cara yang lain.
“Cih! Kau pikir aku tertarik Henry? Apa kau pikir aku lupa kalau disini tidak ada CCTV yang aktif? Aku sudah mematikan semua CCTV dirumah ini!” Tatiana menatap Henry seakan dia baru saja menangkap orang yang baru saja berbuat dosa.
‘Aduh! Dia kan tidak tahu kalau aku sudah mengaktifkan lagi semua CCTV. Sebaiknya aku tidak bicara masalah ini dengannya, bisa-bisa dia nanti malah tambah berisik dan menuduh bahwa aku yang memberitahu suaminya tentang semua keburukannya. Padahal suaminya sendiri yang tahu tanpa sengaja. Akupun tidak menyangka kalau Tuan Dante akan curiga sampai mengecek seluruh ruangan piano sampai detail.’
Henry berbisik didalam hatinya yang masih berusaha bersikap wajar dihadapan Tatiana. Dia tahu semua ini karena dia berbicara dengan ahli forensik Dante dan mereka menceritakan semuanya pada Henry. “Maaf Nyonya. Tapi Tuan Dante tidak ada disini nyonya.”
“Kenapa kau masih bersikeras Henry?”
“Kalau begitu silahkan anda lihat CCTV-nya nyonya.”
“Apa kolong meja bisa dilihat CCTV hah? Bagaimana kalau dia bersembunyi. Kau bisa mengirimkan pesan padanya untuk bersembunyi dibawah kolong tempat tidur atau dimana pun itu. Dan rekaman cctv itu kan real-time, tidak mungkin aku cek satu persatu!” protes Tatiana yang membuat Henry semakin pusing sendiri mendengar keluhan dan omelan wanita ini.
“Maaf nyonya. Dirumah ini anda tidak boleh membuat keributan! Kalau anda ingin membuat keributan sebaiknya anda pergi dari sini sekarang juga!” ucap Henry tak punya pilihan lain selain mengusir Tatiana yang sudah kelewatan.
“Mundur kau Henry! Jangan sentuh aku!” teriak Tatiana berusaha menepis tangan Henry.
“Maaf nyonya! Tapi anda sudah tidak punya wewenang lagi dirumah ini!”
“Aku istrinya Dante!” seru Tatiana.
“Tapi Tuan sudah mengatakan pada kami semua jika anda datang harus diusir kalau anda berbuat macam-macam disini. Anda bukan nyonya dirumah ini lagi!”
“Lepaskan aku Henry! Aku hanya ingin tahu kemana dia pergi! Lepaskan aku Henry! Dimana Dante?”
__ADS_1
Flashback off