PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 158. KAU CANTIK SEKALI


__ADS_3

Lorenzo menaruh tangannya di pinggang Bella, dirinya benar-benar polos mengira kalau Lorenzo tertarik padanya. “Aku senang kau mengijinkanku.” jawab Lorenzo melirik Bella.


‘Bagus! Kau tidak menolak aku memeluk pinggangmu, semakin mudah aku mendapatkanmu.’ gumam hati Lorenzo.


“Ada anak kecil!” celetuk bella pelan.


“Nona, aku senang sekali kau bersamaku disini.” bisik manja Lorenzo ditengkuk Bella yang membuatnya merinding.


“Jangan panggil aku nona, namaku Bella.” ujar Bella lagi.


“Alex!”


“Iya Lorenzo!” Alex mendongak menatap Lorenzo.


“Coba kau mainkan dulu pianonya. Aku ingin kau bermain solo.”


“Iya.” Alex sangat bersemangat dengan perintah Lorenzo untuk memainkan piano.


“Bella, menyingkirlah biar Alex mudah untuk memainkan pianonya.”


“Baiklah.” Bella bersemangat ketika Lorenzo mengatakan itu. Dia berdiri lalu bergerak ke belakang.

__ADS_1


“Kau cantik sekali Bella! Aku belum pernah bertemu wanita secantikmu.” Lorenzo mencengkeram belakang Bella yang empuk.


“Iss….ada anak kecil.” jelas Bella lagi.“Dia tidak akan mendengarkan kita, aku hanya berbisik! Kau cantik sekali, aku tidak tahan melihatmu.” ucap Lorenzo menggoda. ‘Wanita ini cantik sekali dansepertinya mudah untuk ditaklukkan.” Lorenzo pun merasa senang.


“Apa kau sedang menggodaku?” dengan polosnya Bella bertanya.


“Bagaimana jika aku mencicipi ini?Apa kau suka?” Lorenzo langsung melahap bibir Bella.


“Lorenzo kau tidak bisa melakukan ini di si…..hmmmmpp.” Bella terkejut. “Kau benar-benar menciumku?” Bella membelalakkan matanya. ‘Dia benar-benar membuatku melayang. Bagaimana dia bisa menciumku begitu cepat dan manis banget modusnya.’


“Sudah kukatakan kau sangat menarik sekali Bella. Wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Kau membuatku ingin sekali bertemu dengannya, kau tidak keberatan kan untuk menggantikannya di hatiku?” modus Lorenzo.


“Seseorang yang kau bilang sudah meninggal itu?” Bella merasa kasihan pada Lorenzo. Dia terlalu polos dan tak tahu jika pria itu ingin menjebaknya.


Dia terlihat memelas membuat hati Bella berdecak merasa kasihan dan saat inipun tanpa sadar tangannya bergerak menyentuh wajah Lorenzo dan menghapus airmata yang jatuh disudut matanya.


“Maafkan aku yang membuatmu bersedih dan jadi teringat masa lalu.” ucap Bella. ‘Aku sungguh kasihan sekali padanya. Dia sangat baik, dia juga pandai memainkan piano haaa…..permainan pianonya tadi membuatku melting! Bagaimana ya rasanya kalau aku jadi pengganti wanita dihatinya? Bisa tiap hari kami bermain piano bersama-sama. Ah romantis!’


‘Pasti banyak kehangatan dan yang manis-manis untukku. Kalau aku bersama Dante maka aku banyak tersiksa dan makan hati berhadapan dengan istrinya lagi!’ bisik hati Bella.


Bella mengangguk dan menyetujui dengan senyum sudah membayangkan macam-macam tentang Lorenzo.

__ADS_1


‘Wanita ini sangat polos sekali! Aku tidak perlu menggodanya dan dia sudah mulai tergoda. Bahkan dengan mudah aku bisa menyentuh tubuhnya. Tapi sejujurnya tubuhnya jauh lebih menggoda dibandingkan Tatiana, wajahnya juga lebih cantik dan lebih lembut. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana lezatnya saat diuji coba, uhhh….dia sudah bangun!’ Lorenzo bergumam sambil memperhatikan Bella.


“Aku bisa menyilet sedikit bagian inti miliknya, aku rasa akan membuat permainan ini semakin menyenangkan.’ ungkap Lorenzo yang sudah membayangkan sesuatu dikepalanya sambil tersenyum. ‘Kalau dia mau,dia juga bisa menyakiti tubuhku banyak-banyak! Aku suka yang berwarna merah dan berderai darah! Aku akan mengajarinya permainan baru dalam bercinta. Tubuhnya juga sangat indah, luka silet akan membuat tubuhnya semakin exotic!’ gumam Lorenzo lagi yang pikirannya sudah melanglang buana memikirkan semua khayalannya.


Ada kepuasan yang dia dapatkan ketika memikirkan semua yang menurutnya indah. Rencana-rencananya yang ingin dilakukannya pada tubuh Bella, bahkan melenceng jauh dari perintah yang diberikan oleh Tatiana.


‘Si maniak Tatiana! Kau memberikan aku permainan yang sangat memuaskan! Aku tidak tahu kalau wanita yang kau suruh aku modusi akan seperti ini. Dia sangat sempurna! Membuatku ingin mencicipinya, ingin memuaskan hasratku. Sehari tiga kalipun aku akan sanggupjika bersama dengannya! Aku akan segera membuatnya menjadi milikku!’


‘Aku akan membuatnya dipecat dengan begitu aku bisa membawanya pergi dari sini. Harga jualnya juga pasti tinggi! Setelah dia keluar dari tempat ini aku pastikan mencari rumah yang tepat untuk menjualnya. Tapi aku harus menikmatinya dulu sepuasnya sebelum menjualnya!’ Lorenzo tersenyum. “Sedikitnya tiga puluh ribu dolar aku bisa mengantongi uang hasil menjualnya!’ bisik hati pria itu yang sudah penuh dengan rencana.


‘Maafkan aku Tatiana! Kau hanya ingin dia dihukum atau dibunuh oleh Dante tapi aku ingin dia menjadi milikku. Sayang sekali wanita secantik ini dibunuh, mending dijual bukan?’ gumam hati Lorenzo lagi.


“Ahh….kau mau melakukan apa?” Bella membelalakkan matanya menatap Lorenzo.


“Merabanya sebentar. Sepertinya bagian sini akan jadi sangat sempit jika milikku masuk kedalam sana.” goda Lorenzo yang sudah tak sabar lagi.


‘Kenapa dia bicara dengan sangat mesra dan lembut? Apakah dia memang jodohku? Apakah dia yang akan jadi suamiku setelah keluar dari sini?’ gumam hati Bella. Lorenzo yang sudah berpengalaman dengan wanita tahu kelemahan Bella. Dia pun mulai memegang tangan bella dengan lembut lalu mengecupnya. Semua tingkah Lorenzo semakin membuat Bella bodoh karena sangat polosnya, diapun termakan rayuan. Ucapan Lorenzo, caranya memeprlakukannya dan kesukaan mereka pada piano yang langsung membuat pikiran Bella teralihkan berhasil meluluhkan hati Bella.


Belum ada cinta diantara mereka namun rasa ingin menikmati tubuh Lorenzo dan bersama dengan Lorenzo sudah mulai ada. Karena dia tidak butuh cinta untuk melakukan itu, Bella masih memiliki kebiasaan ketika dia bekerja sebagai wanita malam dulu. Tangan Lorenzo pun menggerayangi tubuh atas Bella, meskipun awalnya dia menolak namun pria itu sangat paham cara meluluhkan pertahanan seorang wanita karena dia sudah biasa melakukannya.


‘Sangat mudah! Apa dia punya masalah kejiwaan? Aku rasa tidak! Tapi apa yang menyebabkan dia percaya padaku? Apa memang wanita Asia itu polos-polos ya? Atau dia berpikir dia akan menjadi istriku? Ah….peduli amat, yang penting gas ken dulu saja!’ Lorenzo yang tidak tahu latar belakang Bella sangat senang saat wanita itu tak berdaya dengan sentuhannya. Dia berhasil membuka kancing baju Bella.

__ADS_1


“Ada Alex disini. Nanti dia melihatnya!” Bella mulai meronta.


“Tenanglah, dia tidak tahu. Aku tahu kapan dia akan selesai memainkan lagu itu.” ujar Lorenzo yang langsung ******* bibir Bella untuk membungkamnya. ‘Aku rasa sebaiknya aku membuat bibirmu sibuk dengan begini kau tidak bicara tentang Alex lagi. Akan lebih mudah ditaklukkan. Empuk sekali tubuhnya, kau memang tidak menyuruhku melakukan ini Tatiana tapi aku tak tahan melihat tubuhna, menggoda sekali. Sejujurnya dia jauh lebih cantik dan lebih seksi darimu Tatiana!’


__ADS_2