
“Baiklah Jeff. Aku cek dulu ya.” Tatiana meletakkan handphonenya setelah mematikannya. Dia mulai memeriksa label pakaian sesuai dengan perintah Jeff. ‘Ah iya benar juga ternyata disini ada pesan. Aku tidak membukanya tadi, hanya merobek labelnya saja.’
Tatiana tersenyum. ‘Ha….cukup pintar juga Jeff.Jadi disana tempatnya jadi aku bisa menemuinya disana saja. Apa ini? Dia juga sudah membayar semua biaya rumah sakit ini? Gila!’ Tatiana memicingkan matanya.
“Biarlah, aku juga tidak harus memakai kartu kredit sendiri. Bagaimana kalau dia yang membayar biaya rumah sakit, bisa gawat kan?’ Tatiana teringat sesuatu yang membuatnya jadi ketakutan lalu dia emngambil handphonenya lagi.
“Ada apa lagi kau menghubungiku Tatiana?” tanya Jeff.
“Apa kau tahu apa yang sudah dilakukan anak buahmu? Dia membayar semua biaya rumah sakitku! Ini akan berbahaya Jeff, bisa ketahuan oleh Dante kalau aku berhubungan denganmu!” Tatiana terdengar sangat mencemaskan situasinya saat ini.
“Tenang saja! Kami membayar biaya rumah sakitmu dengan kartumu sendiri. Tak perlu khawatir.”
“Apa? Bagaimana mereka melakukannya? Kartuku kau bilang? Apa kau meretasnya?” tanya Tatiana.
“Apa kau lupa Tatiana sayang? Kau bilang padaku waktu itu kalau kau ingin aku menyelesaikan Bella dan kau akan membayarku berapa saja aku butuhkan tapi karena kau tidak punya uang cash saat itu kau memberiku kartu kreditmu dan aku sudah mengambilnya. Sekarang kartu itu menjadi milikku. Tapi saat itu aku menaruhnya di dasbor mobil. Aku lupa tapi untungnya aku meninggalkannya disana. Aku bisa menyelesaikan urusanmu dirumah sakit supaya kau bisa cepaat keluar dan tak perlu buang waktu.”
“Oh kartu itu. Baiklah kalau begitu aku merasa lega sekarang. Fuuuh!” Tatiana merasa lega lalu mematikan teleponnya.
‘Dia pintar juga, tidak terlalu jauh berbeda dengan Dante. Walaupun tetap Dante yang terbaik, Jeff terbaik karena mampu memuaskan nafsuku yang menyimpang sedangkan Dante terbaik sebagai temanku menghabiskan sisa hidup didunia ini.’
Tatiana pun cukup puas sekarang setelah mengetahui apa yang harus dilakukannya dan kemana dia akan pergi sesuai dengan petunjuk pesan dilabel pakaian tadi. Tapi---
“Tatianaaaaa! Dimana kau? Apa kau sedang didalam kamar mandi?”
__ADS_1
“Ahhhkkk! Itu suara dante! Mau apa dia datang kesini? Apa dia sudah bicara dengan ayahku? Oh tidak! Apa dia datang kesini untuk menghukumku karena sudah membuat ulah dan membuat kecelakaan tadi?” Tatiana merasa cemas dan ketakutan ketika dia mendengar suara Dante. Apalagi handel pintu yang tadi dikucinya sekarang digerakkan dari luar.
“Tatiana keluarlah! Aku tahu kau ada didalamkan? Sedang apa kau disana? Apa kau yang merencanakan semua ini, ha?”
“Aduh!” Tatiana meringis. “Aku harus terlihat menyedihkan!” ucapnya langsung mengacak-acak rambutnya dan memasang wajah sedih dan memelas untuk mengelabui Dante. Setelah itu dia pun membukakan pintu kamar mandi tanpa bicara apapun.
“Sedang apa kau disana?”
“Hem...kau menyalahkanku lagi Dante? Belum puaskah kau menghinaku karena penyakitku?” Tatiana mengalihkan pembicaraan, bukannya menjawab pertanyaan Dante.
“Mau kemana kau dengan pakaian seperti itu?” Dante kembali bertanya tanpa mengacuhkan pertanyaan Tatiana. Matanya melihat pakaian yang dikenakan oleh Tatiana bukanlah pakaian rumah sakit dan dia memicingkan matanya merasa curiga.
“Aku baik-baik saja Dante dan tidak terluka parah. Aku sudah bisa pulang kerumah sekarang. Aku tidak melakukan apa yang tadi kau tuduhkan padaku.” Tatiana kembali memasang wajah menyedihkan sehingga membuat Dante merasa iba padanya. Inilah bahayanya mantan yang pintar dan tahu kelemahan pasangannya dulu sehingga Tatiana mulai mempermainkan perasaan Dante.
“Apa kau sudah puas menghinaku dan merendahkanku karena penyakitku iyakan Dante? Kau sudah menceraikanku dan kau juga sudah mengusirku!”
“Sekarang apalagi maksudmu menuduhku melakukan sandiwara? Apa belum cukup kau menyakiti hatiku dengan semua penghinaanmu?” kata-kata Tatiana sengaja mempermainkan daerah paling sensitif didalam hati Dante.
“Kalau hanya masalah penyakitmu, aku takkan setega itu!” ucap Dante yang membuat Tatiana senang.
“Lalu apa masalahnya? Katakan padaku kesalahan apa yang kulakukan hingga kau memperlakukanku seperti ini dan menceraikanku? Tidak kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.” ujar Tatiana dengan suara lembut. Dia senang karena Dante tidak lagi berteriak padanya.
“Kau sudah membuat masalah, kau sangat kelewatan dengan membuat masalah besar pada anakku! Kenapa kau lakukan itu padanya Tatiana? Dia adalah satu-satunya buah hatiku, penerusku!” Dante bicara tegas meskipun suaranya lembut.
__ADS_1
“Apa yang telah dikatakan Alex sehingga kau membuatku sebagai wanita yang tak bisa dimaafkan?”
“Tak perlu dibahas lagi!” Dante menggelengkan kepalanya, dia tidak mau terpancing untuk mengatakan sesuatu hal yang akan mengganggu akal sehatnya.
“Sudahlah! Aku tidak mau membahas itu lagi. Tapi semua yang kau lakukan pada Alex itu salah! Kau mematikan lampunya, kau ambil semua mainannya, kau menyakitinya. Itu berarti kau juga menyakititku Tatiana! Apa kau mengerti itu?”
“Dante! Aku tidak melakukan itu kalau dia tidak melakukan hal buru.” dia pun mulai menangis untuk menyempurnakan sesi akting dramanya.
“Apa hal buruk yang dilakukannya? Dia hanya bermain dengan Bella! Pengasuhnya sendiri, apa itu buruk Tatiana? Mana yang lebih buruk daripada kau bermain dengan pria lain dibelakangku?” Dante memicingkan matanya.
“Dante, sebenarnya apa maksudmu datang kesini? Apa kau masih belum puas menghinaku dirumahmu dan sekarang kau menyalahkan aku lagi karena Alex? Aku terima semua yang kau katakan itu, anggap saja memang aku yang bersalah. Tapi asal kau tahu ya aku melakukan semua itu, karena aku merasa berat Dante!” Tatiana mengeluh dan menghapus airmata di sudut matanya tanpa memalingkan tatapannya dari pria didepannya itu.
“Berat? Apa maksudmu Tatiana?” tanya Dante mengulang ucapan Tatiana. Hal itu membuat Tatiana semakin senang.
‘Huh! Akhirnya kau terpancing juga Dante tapi mungkin sekarang akan lebih sulit untuk memancingmu. Tapi aku harus bersabar beberapa waktu lagi agar dia bisa mengerti kondisiku dan mau menerimaku kembali disisiny.’ ucap Tatiana dalam hati. Dia sudah berpikir panjang tentang hal ini selama beberapa jam dan mulai mencari celah agar tak perlu berdebat lagi dengan Dante.
Mereka sudah mengenal selama bertahun-tahun, jadi Tatiana tahu betul semua kelemahan pria itu.
“Alex itu bukan anak yang lahir dari rahimku. Aku memang menyayanginya sebagai anakmu tapi setiap kali aku melihatnya, aku seperti melihatmu bersama dengan wanita itu diwajah Alex! Wanita yang tidak jelas itu, kadang membuatku cemburu setiap kali aku mengingatnya. Kau bercinta dengan wanita itu untuk mendapatkan Alex. Itu sangat menggangguku setiap saat Dante! Aku tersiksa.”
“Dulu, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau akan menyayangi dan mencintai putraku. Kalau kau akan mencintai anak itu meskipun dia tidak berasal dari rahimmu tapi kenapa kau mengatakan ini sekarang Tatiana? Kau menyalahkanku? Lalu bagaimana dengan dirimu yang menghabiskan waktu bersama laki-laki lain? Entah siapa saja lelaki yang bersamamu pun aku tak tahu. Apa karena tentang Alex makanya kau melakukan semua itu?”
__ADS_1