
Teman-temannya tertawa, “Iya! Tapi wanita itu gila Lorenzo! Dia sangat menarik, dia sangat menikmati permainan itu jadi meskipun telah seharian bermain dengannya membuat pengen lagi! Dia tidak mau tubuhnya disakiti padahal kalau semakin berdarah itu akan semakin menarik!” celetuk teman Lorenzo.
“Masuk kekamarnya sekarang. Dia meminta kalian memberikannya lagi!” Lorenzo membuang napas.
“Apa kau serius?” tanya teman Lorenzo terkekeh. “Menikmati istri seorang Dante Sebastian berkali-kali itu sungguh menyenangkan! Dante mendapatkan sisanya ha ha ha ha…...benar-benar keberuntungan bagi kami, bisa dapat uang banyak dan kenikmatan juga. Wow! Suatu kebanggaan bisa mencicipi istri seorang Dante Sebastian! Ha ha ha ha….” teman-temannya menatap sinis pada Lorenzo.
“Hem….nikmatilah selagi bisa!” ujar Lorenzo.
“Tentu saja! Aku akan lebih menikmati jika aku bisa meminum darah Dante juga! Ha ha ha!”
“Kau masih dendam padanya?” tanya Lorenz lirih.
Orang itu mengangguk, “Tentu saja Lorenzo! Di tangannyalah bisnis keluargaku hancur!” tatapan marah dan kesal muncul dimata pria itu. “Dan sekarang aku bisa menikmati istrinya! Bukankah itu hukuman yang setimpal?”
Lorenzo hanya menggelengkan kepalanya saja, “Itu belum apa-apa. Dia tidak mencintai istrinya sebesar cintanya pada wanita yang akan aku bawa nanti!”
“Benarkah?” teman Lorenzo tertarik mendengar ucapan Lorenzo.
Lorenzo menganggukkan kepala, “Ya! Setelah aku puas aku akan melemparkan wanita itu ke klub! Dan disana kalian bisa menikmatinya!”
“Wah! Itu keren! Bisa menikmati wanitanya Dante! Ha ha ha ha!”
“Dan saat itu terjadi, jika Dante masih hidup, aku akan mengirimkan videonya….dia akan mati melihat wanitanya diserang dan dinikmati banyak pria sekaligus seperti itu! Ha ha ha ha.” Lorenzo tertawa sambil membayangkan apa yang akan dia lakukan pada Bella nanti.
“Baiklah. Aku akan ke kamar istrinya dulu!” pria itu kemudian menoleh dan memanggil teman-temannya sedangkan Lorenzo mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Ada informasi apa yang mau kau sampaikan padaku?” tanya Jeff Amadeo yang dihubungi Lorenzo.
“Ada perubahan. Dante tidak jadi datang, dia mendadak pergi.”
“Baguslah kalau begitu. Jadi dia keluar membawa wanita itu?” tanya Jeff tersenyum.
“Maksudmu Bella?” tanya Lorenzo mengeryitkan dahinya.
“Iya. Apa dia membawa Bella bersamanya?”
“Kata istrinya, Bella masih ada dirumahnya dan sedang menjalani hukuman.”
“Kalau begitu kau bisa membawanya keluar dari sana tanpa ada orang yang curiga.”
“Tentu saja! Aku sudah merencanakan itu sejak tahu kalau Dante tidak ada dirumah. Maaf, karena kau tidak bisa melakukan rencanamu yang pertama untuk membunuhnya.”
“Tapi aku sudah terlanjur datang kesini!” Jeff langsung mematikan teleponnya.
“Tuan Jeff?” Lorenzo menatap pria yang sudah berdiri dibelakangnya dan Lorenzo menunduk hormat.
__ADS_1
“Kau tahu berapa jam perjalananku untuk bisa sampai kesini? Kau ingin mengatakan bahwa rencananya berubah dan gagal karena dia tidak ada disini?” Jeff memicingkan matanya.
“Maafkan saya Tuan Jeff!”
“Dari London kesini aku sudah membuang banyak waktu! Jadi kau tidak membawa Dante disini?” Jeff menghempaskan napasnya kasar.
“Maaf Tuan Jeff! Sepertinya ada masalah dan kata istrinya dia sudah pergi meninggalkan tempat ini.”
Jeff tersenyum kecut, ‘Rasakan kau Dante! Satu anak buahmu sudah aku dapatkan! Tapi sayangnya dia masih belum sadarkan diri, aku akan menyiksanya dan membunuhnya supaya kau bisa melihat betapa mengerikannya berurusan denganku. Dia adalah salah satu orang kepercayaanmu yang sangat kau jaga bukan?’ gumam Jeff didalam hatinya.
“Jadi kau mengenal istrinya dan bisa bertemu dengan istrinya?” tanya Jeff.
“Iya!” jawab Lorenzo mengangguk.
“Istrinya? Apa aku mungkin bisa melakukan barter istrinya dengan Bella?” ada senyum diwajah Jeff lalu dia melirik Lorenzo, “Aku rasa aku hanya membutuhkan istrinya untuk membuat barter Bella. Lalu aku tidak perlu melakukan apapun lagi.” Jeff tersenyum.
“Aku rasa itu tidak mungkin!” Lorenzo cepat-cepat menggelengkan kepalanya. ‘Wah gagal total rencanaku mendapatkan Bella kalau dia menggunakan Tatiana sebagai sandera!’ bisik hati Lorenzo.
“Kenapa tidak mungkin?” Jeff memicingkan matanya pada Lorenzo.
“Aku rasa Dante tidak terlalu mencintai istrinya. Dia lebih mencintai wanita yang kau cari itu1”
“Benarkah?” Jeff terdiam sejenak dan memicingkan mata lagi.
“Apa maksudmu?” tanya Jeff menyipitkan matanya. Lalu Lorenzo pun menceritakan semuanya pada pria itu tentang penyimpangan yang terjadi pada Tatiana.
“Jadi wanitanya begitu? Dan dia tidak mengetahuinya?” Jeff tersenyum sinis.
“Benar sekali Tuan!”
“Kalau begitu pertemukan aku dengannya!” Jeff semakin antusias untuk bertemu dengan Tatiana.
“Tuan!”
“Aku ingin ikut berpesta dengannya.” ujar Jeff,
“Ha? Anda serius?” tanya Lorenzo tanpa mendapat jawaban dari Jeff. Pria itu hanya menatap lurus.
“Baiklah Tuan kalau memang itu mau anda.” Lorenzo berjalan lebih dulu menuju ke sebuah kamar yang hanya berjarak tiga meter dari tempat mereka berdiri.
Klek…..Lorenzo membuka pintu.
“Ahhhh…..sssssshhhh.” suara yang terdengar ketika masuk kedalam kamar dan tampak teman-teman Lorenzo sudah bekerja ditubuh Tatiana.
“Suruh teman-temanmu pergi dari sana!” perintah Jeff.
__ADS_1
Lorenzo menatap Jeff dan mengangguk tanpa mengatakan apa-apa lagi.
“Hei, kalian menyingkirlah!”
Semua teman-teman Lorenzo menoleh dan menatap Lorenzo dan tak bergeming langsung melakukan yang diperintahkan oleh Lorenzo.
“Hei apa yang kau lakukan? Aku sedang menikmatinya!” teriak Tatiana mengerlingkan matanya menatap Lorenzo lalu melihat karah pria disebelahnya, “Kau siapa?”
“Aku yang akan bermain denganmu sekarang!”
“Apa?” Tatiana mengeryitkan dahinya menatap orang dihadapannya. Sedangkan Jeff mendekati Tatiana lalu membungkukkan tubuhnya sehingga tangannya menekan tempat tidur dan dia bicara pada Tatiana dengan tatapan lurus pada wanita itu.
“Disini!”
“Ssshhhhhhh!” Tatiana langsung meringis ketika Jeff menekan kedalam bagian intinya karena Tatiana sudah dalam keadaan polos sekarang.
“Aku akan memberikan kenikmatan disini. Menyakitkan tapi menyenangkan, kau mau?”
“Kau bisa melakukan itu?”
Jeff mengangguk, “Tentu saja. Kau mau mencobanya?”
Tatiana memicingkan matanya, “Kalau kau tak bisa melakukannya, aku akan memotong milikmu!”
“Kalau begitu mari kita buktikan!” ucap Jeff menyeringai.
“Ayo mulai! Aku tidak melakukan apapun, kau yang harus melakukannya padaku! Seperti orang-orang itu, layani aku sampai aku puas!” ujar Tatiana.
“Baiklah kalau itu mau mu!” Jeff memicingkan matanya sambil tangannya membuka jasnya. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Terpaksa Jeff harus menghentikan kegiatannya sejenak.
“Apa yang ingin kau laporkan padaku?” Jeff bertanya pada anak buahnya.
“Tuan, ini soal anak buah Dante yang kami tangkap.” ujar pria diseberang sana.
“Katakan!” teriak Jeff.
“Dia sudah sadar Tuan.” jawab anak buah Jeff dengan suara pelan.
“Baguslah! Kalau begitu siksa lalu bunuh dia!” ujar Jeff.
“Tapi Tuan…..”
“Kenapa kau bilang tapi?”
Jeff adlaah seorang yang sangat kejam, dia sudah banyak membunuh orang tanpa banyak bertanya dan tak mau tahu apapun. Baginya siapapun yang tidak sejalan dengannya harus mati tanpa ampunan.
__ADS_1