
“Kenapa kau malah diam? Kau tidak sanggup menghadapi adikku dan aku kan?” ucap Dante dan saat ini mereka sudah sampai diujung lorong dan untungnya Anthony bersama Vince sudah bisa memindahkan mobil itu.
“Dante!” panggil Anthony. Dan suara itu terdengar jelas oleh Robert Kane.
“Aku yang membesarkannya Dante! Dia mendapatkan pengajaran dariku sehingga dia bisa berpangkat Mayor. Dia adalah anggota federal. Kau tidak bisa meracuni pikirannya.”
Dan Anthony sudah mendekati mobil Dante. “Kita akan buktikan nanti.” jawab Dante tanpa menoleh ke belakang. Dia pun keluar dari mobil untuk menyapa Anthony.
“Fuuuhhh! Aku harus segera menyelamatkan temanku.” ucap Anthony terdengar khawatir.
“Kita akan menyelamatkannya tapi setelah membereskan yang satu itu.” ucap Dante.
Dante menunjuk pada sesuatu didalam mobilnya yang membuat Anthony menundukkan kepalanya sedikit untuk melihat apa yang ada didalam mobil Dante.
“Apa maksudnya dengan foto pria yang dilingkari ini dan foto apartemen yang juga dilingkari ini Dante?” tanya Anthony.
“Didalam sana ada seseorang yang harus kau temui.” Dante menjawab dengan datar.
“Anthony!” suara yang familiar ditelinga Anthony itupun terdengar olehnya.
“Aku perlu bicara denganmu Anthony!” Dante menatap anak buahnya dan Vince yang berada disampingnya.
“Aku mau kalian berdua menyetir! Dan aku akan menaruh mobil ini didalam truk itu.” kata Dante. Mobil yang tadi dibawa anak buah Jeff adalah truk yang dibelakangnya ada peti kemas kosong. Dan ini yang ingin dimanfaatkan Dante dalam aksinya supaya tidak terganggu.
Dia ingin bicara berdua dengan Anthony. Dan kedua pria tadi yang ditunjuk Dante pun sudah masuk kedalam mobil.
“Ayo. Aku tidak mau membuang waktu.” Dante membukakan pintunya untuk mempersiapkan mobilnya masuk kedalam peti kemas karena dia tidak mau meninggalkan mobilnya dijalan. Sehingga teknologi mobil itu tidak bisa dipelajari orang lain.
Peti kemas itu ternyata cukup untuk memuat mobil Dante.
“Kita sudah jalan?” tanya Dante masih penasaran sambil keluar dari mobilnya.
“Sudah!” jawab nthony mengangguk tapi dia masih penasaran dengan Dante.
“Apa yang kau inginkan?” tanya Anthony menatap Dante dengan tatapan serius.
“Kau sudah mendengar suara orang yang ada didalam sana. Pria yang duduk disamping itu adalah Noel Emilio! Orang yang aku suruh untuk menjaga agar orang didalam karung itu tidak bisa kabur.” kata Dante mulai menjelaskan.
”Tentu saja aku mengenal suara itu Dante! Dia adalah ayahku! Apa yang kau lakukan dengan Noel Emilio?” tanya Anthony lagi.
“Apa kau masih ingin memanggilnya kakak?” Noel berucap. Sedangkan Dante menatap Anthony lurus yang membuat sudut bibirnya naik.
“Ehm….apa maksud dari perkataan Noel?”
“Aku sudah membawa pergi Dante Emilio!” ucap Dante.
__ADS_1
“Apa? Kau sudah membawanya?” Anthony tampak terkejut dan tak percaya yang didengarnya.
“Iya aku sudah membawanya karena kalau dia tetap berada didalam penjara itu maka dia mati.”
“Mati?” Anthony malah mengulang kata-kata Dante.
“Iya. Dia akan mati. Dia tidak mungkin bisa bertahan lama didalam penjara itu.” kata Dante.
“Ada apa sebenarnya ini, Dante?” Anthony kembali menguraikan pertanyaan.
“Apa hubungamu dengan Dante Emilio? Apakah Dante Emilio adalah penyebab kematian orangtuaku?” tanya Anthony semakin penasaran.
“Bukan! Bukan dia.” jawab Dante menggelengkan kepalanya. “Kenapa kau bisa berpikir begitu Anthony?”
“Ya, karena aku merasa penasaran. Apakah orang tuamu berhubungan dengannya?”
“Anthony, daripada kau membuang waktu tak berguna. Sebaiknya kau mendengarkan rekaman ini.” Dante memberikan rekaman suara dari pembicaraan Robert Kane.
“Kau menyadap suaranya?” Anthony bertanya lirih.
“Kau sudah bisa mendengar semuanya yang terekam disitu. Tak perlu lagi bertanya padaku.”
“Dia tidak ingin melepaskanku! Dia ingin mereka menangkapku!”
Aku senang kau masih hidup Anthony!” ucap Dante.
Dante tidak mengatakan apapun dan dia merogoh saku celananya. “Lihatlah!” dia meneyrahkan ponselnya pada Anthony yang berisi foto-foto lama yang sudah disimpan Dante didata ponselnya. Anthony pun melihat foto-foto itu satu persatu.
“Mungkin setelah melihat itu, kau mendapatkan sesuatu disana! Coba kau perhatikan foto-foto bayi itu. Bandingkan foto bayi dengan fotomu waktu kecil.”
Anthony tidak merespon dan tetap memperhatikan foto-foto itu.
“Apa yang kau lihat disana?” tanya Dante.
Anthony tetap diam namun wajahnya memucat dan menatap Dante dengan tatapan serius.
“Dante, maafkan aku. Aku tidak pernah melihat fotoku waktu masih kecil.” jawab Anthony.
“Kau tidak punya satu foto pun sewaktu kecil?” Dante hampir tak percaya mendengarnya.
‘Ah wajar juga dia tidak memiliki foto masa kecil. Tidak ada gunanya juga aku menunjukkan foto-foto itu padanya. Robert Kane tidak mungkin memfoto Anthony dan dia pasti tidak pernah peduli dengan pertumbuhan Anthony sewaktu kecil.’ pikir Dante. Didalam hatinya dia merasa marah dan semakin kesal pada Robert Kane.
“Tapi aku paham maksudmu, Dante!”
“Lalu?” Dante menatap Anthony sambil mengeryitkan dahinya.
__ADS_1
“Apakah kau kakakku?” Anthony tidak suka berpura-pura dan berlagak bodoh! Dia sudah terpikirkan kearah sana, karena dia seorang intelijen dan pintar.
“Kalau aku begitu peduli padamu, apa kau pikir aku bukan kakakmu?”
“Hahahahaha.” tawa Anthony pun pecah. “Kau hampir membunuhku. Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan saat kau menyuruh Nick untuk naik kemenara itu?”
“Saat itu aku belum tahu siapa dirimu.” jawab Dante.
“Oke. Bagaimana dengan saat kau mengambil Bella dariku? Apa saat itu juga kau tidak tahu kalau aku adalah adikmu?”
Dante mengangguk. “Ya benar. Aku baru mengetahui kalau kau adalah adikku yang hilang beberapa hari lalu. Setelah aku bicara dengan Dante Emilio dan dia mengatakan semuanya padaku. Lalu aku mencari tahu tentang pria itu, Dante Emilio adalah pria yang sangat aku kenal. Aku tidak akan membuang kesempatan untuk mencarinya.”
“Baiklah aku paham. Pantas saja kau memperhatikanku seperti seorang kekasih.” Anthony mengangguk dan tersenyum.
“Hal itu tidak lucu sama sekali! Kenapa kau tertawa?” Dante mantap serius pada Anthony.
“Aku tahu. Lalu apa yang kau rencanakan Dante?” tanya Anthony.
“Rencanaku adalah ingin membunuh orang yang ada didalam karung itu.”
“Dante!!!!!” Anthony menatap serius pada Dante lalu menggelengkan kepalanya.
“Apa maksudmu bersikap seperti itu?”
“Kau tidak boleh membunuhnya Dante! Jangan lakukan itu.” ujar Anthony dengan suara tinggi.
“Kau melarangku membunuhnya? Kau tahu bagaimana dia membunuh kedua orang tua kita?”
“Aku tidak tahu. Tapi biarkan aku bicara dulu dengannya. Bagaimanapun juga dia adalah pria yang sudah membesarkanku selama dua puluh tujuh tahun. Dia bisa membunuhku waktu itu. Tapi dia tidak melakukanya dan masih membiarkanku hidup.”
Anthony memang sikapnya terlalu lembut sehingga membuat Dante menggeratkan tangannya.
“Kau tahu kalau hal yang paling tidak suka darimu adalah kau persis sama seperti mommy! Sangat lembut! Dan ini yang membuat orang lain mudah memanfaatkanmu.” ucap Dante.
Mendengar perkataan Dante itu malah membuat Anthony menjadi antusias. Dia ingin menanyakan kembali pada Dante tentang orang tua mereka.
Anthony tersenyum dan membayangkan foto seorang wanita yang sedang menggendongnya ketika dia masih kecil. “Aku menyukai wajahnya! Saat aku melihat wajah mommy tadi, aku merasa senang dan ingin bisa memeluknya sekarang.” mata Anthony tampak berbinar.
“Hei kau jangan berpikir macam-macam. Dulu yang kau inginkan hanyalah dipeluk mommy saja! Kau tidak pikirkan kalau dia lelah menggendongmu terus-terusan.” protes Dante.
“Apa dia dulu sering mengganti popokku?” tanya Anthony yang membayangkan seperti apa masa kecilnya dulu. Pertanyaan konyol Anthony itu malah membuat Dante berdecak dan memutar bola matanya.
“Hei, aku hanya ingin tahu bagaimana mommy-ku dulu! Kau sebagai kakakku kenapa tidak mau berbagi denganku?”
“Kau sebagai adik kenapa tidak pernah mau menurut padaku? Aku ingin sekali menghabisi orang didalam karung itu. Jadi kau duduk dan biarkan aku melakukannya.”
__ADS_1
Anthony dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Tidak bisa! Mungkin dia memang jahat padaku tapi aku berhutang nyawa padanya selama dua puluh tujuh tahun dia merawatku.”
“Mark Sebastian! Tidakkah kau tahu kalau dia melakukan itu padamu tidak ikhlas? Dia hanya ingin memanfaatkanmu saja. Dia menginginkan sesuatu darimu. Apa kau tidak bisa berpikir kearah sana? Dia merebutmu dari Dante Emilio dan membawamu pergi untuk dijadikannya alat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.”