
Barack menuliskan pesan di ponselnya yang dibaca Dante dan Manuel.
‘Mau bagaimana lagi? Aku tidak tahu cara berkomunikasi yang aman dengan kalian semua. Aku sangat bersyukur kau menemukan cara ini Barack! Kau membuat kita bisa berkomunikasi dan bisa pergi dari tempat itu. Kau bisa bayangkan kalau kita bicara normal.’
Barack menggelengkan kepalanya jika dia membaca tulisan Dante diponselnya.
‘Sedangkan aku tidak tahu apakah perangkat elektronuk ini dibajak atau tidak.’ Dante menuliskan.
‘Ah, semuanya semakin bertambah rumit, Dante.’ tulis Barack. Inilah cara yang mereka lakukan untuk terus berkomunikasi didalam helikopter.
Anna, Sarah dan Vince yang duduk diseberang mereka pun tidak mempedulikan dan mereka sebenarnya ingin tahu tapi memilih untuk diam menunggu sampai orang-orang yang sedang bicara itu memberitahu mereka.
‘Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.’ tulis Dante lagi.
‘Maksudmu?’ Barack menimpali sampai saat ini Manuel belum merespin apapaun obrolan mereka.'
‘Aku tidak tahu dimana Jeff Amadeo berada sekarang.’ akhirnya Dante berkata jujur kepada Barack dan manuel dengan menuliskan di layar ponsenya.
‘Aku tahu!’ Manuel bicara yang membuat Dante menengok kepadanya.
‘Kau tahu dimana dia berada sekarang?’ tanya Dante yang ditulis di ponselnya tapi manuel sudah menjawab dengan anggukan.
‘Jika dia menggunakan helikopter maka tujuannya tidak lain adalah tempat yang masih bisa dijangkau dari tempat ini. Tapi tidak mungkin ke bandara! Dia butuh waktu untuk pergi kesana karena harus membuat kalian lengah dulu karena tempat pertama yang kalian akan periksa adalah bandara.’ Manuel menjelaskan kepada mereka. Sejak tadi mereka berkomunikasi dengan menulis di ponsel.
‘Lalu kemana kira-kira dia pergi sekarang?’ Dante kembali bertanya pada Manuel.
‘Aku tasa dia sekarang berada di kediamannya yang masih bisa dijangkau oleh helikopter. Kediaman yang berada di dekat-dekat sini. Dari sanalah dia akan pergi ke Amerika dan kembali ke pusat marasnya. Kau tahu kan apa yang ada disana? Barack mungkin sudah cerita padamu.’
‘Apa yang dia inginkan sebenarnya?’ Dante menjadi memikirkan apa hal yang menjadi alasan Jeff hingga berbuat seperti sekarang.
__ADS_1
‘Kekuasaan. Dia ingin menjadi pimpinan nomor satu didunia.’ jawab Manuel.
‘Dante, bagaimana ini?” tanya Barack menatap Dante dan pria itupun mengangkat bahunya setelah membaca tulisan di ponsel Barack.
‘Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang Barack! Pikiranku masih jenuh, aku tidak tahu bagaimana selanjutnya.’ lalu Dante pun menjelaskan apa yang ada didalam hatinya dengan kalimat cepat dan singkat.
‘Dante! Apa mungkin kita menggunakan senjata itu?” tanya Barack. Namun Dante merasa ragu.
‘Entahlah!’ hanya itu yang terurai dari bibir Dante.
‘Kau lihat sendiri bukan? Kita harus mengirim rudal ke Slovenia! Dan sebentar lagi pemerintah aan memanggil kita. Kita telah membuat perseteruan! Dari Rusia Italia mengirimkan rudal ke Slovenoa apapun alasannya kita sudah melakukan sesuatu yang membahayakan diri kita sendiri!’
Manuel menulis panjang ketika dia sudah mendengar jawaban Dante.
‘Kita tidak punya pilihan lain lagi!’ Dante tidak menulis apapun dia juga hanya berbicara kata-kata singkat saja. Terlihat ekspresi wajahnya yang stress tapi Dante berusaha untuk menutupinya.
‘Pemerintah akan menggerakkan federal untuk menangkap kita, Dante! Mereka tidak mau bertanggung jawab apapun pada Slovenia dan sekutunya.’
‘Aku tahu.’ tulis Barack mengangguk.
“Tapi seharusnya pemerintah bisa melakukan sesuatu untuk hal ini.’ Dante kembali menulis seraya menatap serius pada Manuel.
‘Kami tahu tapi memang kami lamban karena kami membutuhkan semua data-data itu! Tidak mudah untuk mendapatkan datanya sampai sejauh ini Dante dan aku pun sudah bertahun-tahun bersama dengan Jeff untuk mendapatkan sedikit informasi ini.’
“Katakan dimana Jeff? Bisa kau temui dia di Amerika Selatan?’ tanya Dante lagi.
‘Tempat itu lebih mengerikan daripada tempat yang kita datangi tadi! Kau lihat bagaimana sulitnya kita keluar dari tempat itu? Di Amerika Selatan kau akan mengalami kondisi yang lebih buruk Dante! Banyak sekali jebakan disana, aku juga tidak begitu hapal.’
Dante tersenyum menatap Manuel dengan serius.
__ADS_1
‘Aku tetap ingin pergi kesana! Kita harus menghancurkannya! Pasti ada cara lain dengan tidak menggunakan rudal.’
‘Aku setuju dengan yang dikatakan Dante.’ Anna bicara dan semua orang menatap wanita itu.
‘Apa maksudmu?” tanya Barack ulang.
‘Rudal bukan pilihan terbaik. Aku yakin saat ini mereka pasti memikirkan akan hal itu. Mereka pasti memiliki cadangan! Dan orang-orang yang ada disana bisa mengembangkan cadangannya.’ kata Anna.
‘Yang kita pelrukan bukan itu! Tapi bagaimana menghentikan pembuatan android ini! Menghabisi semua android dan mengembalikan manusia seperti sediakalau.’ tulis Anna yang membuat semuanya pun terdiam. Lalu kemudian Dante tersenyum merasa puas dengan apa yang ditulis Anna barusan.
‘Aku bukan pemerintah, aku hanya memerlukan apa yang ingin aku selamatkan yaitu Bella dan teman-temanku sekarang sudah selamat. Aku hanya perlu kembali kerumahku!’
Dante lalu menatap semuanya setelah dia menulis itu lalu kemudian Dante menghapusnya lagi. ‘Pasukannya juga dirumah kita mungkin sudah dihabiskan oleh Anthony! Kalaupun mereka ingin menyerang rumah, kita bisa mengirimkan rudal lagi. Kalau mereka ingin mengembangkan senjata mereka itu adalah urusan pemerintah bukan urusan kita.’
‘Dante! Tidak bisa seperti itu juga!’ Manuel protes dengan menulis di ponselnya.
‘Manuel! Kau bilang tidak bisa seperti itu karena kau adalah bagian dari mereka.’ Dante membalasnya agak lama setelah beberapa detik.
‘Dante, tapi kita juga tidak bisa mendiamkannya saja!’ Barack menyenggol siku Dante sambil menunjukkan layar ponselnya.
‘Barack! Kau bicara begitu karena kau terlalu banyak bermain dengan Manuel!’ sindir Dante.
‘Aku rasa juga begitu. Yang dikatakan Barack itu ada benarnya juga. Bagaimanapun juga kau harus membantu mereka untuk menghancurkan android itu. Kenapa? Karena mereka tidak akan pernah berhenti kalau mereka tidak dihancurkan semuanya!’ kata Sarag yang membuat Dante berpikir.
Dia menatap Sarah sambil berpikir. Kini Sarah pun ikut mengikuti percakapan mereka karena sejak tadi hanya dia saja yang diam.
‘Kau masih muda tapi banyak sekali bicaramu!’ balas Dante pada Sarah.
‘Aku tidak banyak bicara kalau aku tidak mengatakan kebenaran.’ Sarah diam sejenak lalu dia mengetikkan sesuatu lagi.
__ADS_1
‘Kau tidak punya pilihan lain kecuali membantu! Ini win-win solution. Satu pihak kau menang dan keluargamu aman. Dan dipihak lain dunia ini aman dari para android! Dan mereka bisa melihat jasamu! Dari situ mau bisa bicara siapa orangtuamu, kakak ipar! Kau tidak lagi harus menyimpan dendam dan semua orang yang mengejarmu baik federal maupun lainnya tidak akan mengganggumu lagi. Bukankah ini menyenangkan?’