
“Bukan. Mungkin dia anggota baru tapi aku tidak suka melihatnya. Dia terlalu dekat dengan Sarah!” kata Barack mengatakan yang sejujurnya. Karena saat dia melihat Sarah dan Noel tadi dadanya terasa panas dan emosinya langsung memuncak.
“Kau cemburu padanya ya? Hahahahaha…….apa kau tidak takut tindakanmu tadi malah nantinya jadi bumerang padamu dan wanita itu?”
Manuel bicara dengan santai karena kedua wanita itu sudah tertidur lelap dan tidak mendengarkan obrolan mereka.
“Aku tidak cemburu. Aku hanya ingin mengamankannya saja! Aku sudah berjanji pada Dante kalau aku akan menjaganya dari siapapun. Dan laki-laki itu belum tentu orang baik-baik. Karena itu aku mengambil keputusan menembaknya.” kata Barack lagi.
“Sebaiknya kau pikirkan saja orang-orang yang menembak diatas mobilmu. Aku tidak punya akses pada federal jadi kalau mereka menyerang dan mereka menganggap kita juga ikut menjadi musuhnya maka mereka sulit bekerjasama dengan FBI.” kata Manuel seraya meringis.
“Apa maksudmu? Kau sengaja mengalihkan pembicaraan?” tanya Barack.
Manuel hanya mengangkat bahunya tanpa menatap Barack. Tatapannya keluar jendela memperhatikan apa yang sedang terjadi disekitar mereka. Manuel mengamati helikopter yang berada diatas mereka dan juga mengatami mobil yang berada didepan.
“Aku kan bicara yang sejujurnya. Kau harus menghindari senjata yang dikirim pihak federal. Mereka sepertinya benar-benar mengincar supaya kita kalah.” kata Manuel.
“Dan aku juga tidak mau membahas tentang wanita lagi. Karena kau mengatakan kau tidak mencintai wanita disampingmu! Aku tahu kau berbohong padaku. Aku yakin kau punya alasan sendiri menyembunyikan itu.” kata Manule menatap kearah Barack. Dia tidak bodoh, dia menyadari kalau Barack pasti menyukai Sarah, bisa dilihat dari reaksinya.
Manuel tahu betul kalau Barack tidak akan mengakui kalau dia menyukai Sarah. Barack punya alasan sendiri dan tidak pernah mengatakan pada siapapun.
“Aku sudah tahu apa yang aku lakukan. Aku berusaha menjaga jarak dan lihatlah dia hanya menyerang mobil yang menyerang balik pada mereka.” Barack malah mengalihkan pembicaraan agar Manuel tidak lagi membicarakan tentang Sarah.
“Berhati-hatilah Barack! Mungkin mereka punya senjata rahasia yang bisa mencelakai kita.”
“Ya aku mengerti.”
Dreeettttt dreeettttt dreeettttttt
Disaat bersamaan telepon Barack berbunyi.
“Kenapa kau meneleponku?”
“Apa kau sudah bersama adikku dan Manuel?” tanya Jeff.
“Iya. Aku juga sudah mendapatkan buruanmu, Sarah!” balas Barack. Sebenarnya dia juga tidak mau membawa Sarah sekarang tapi dia tidak punya pilihan lain.
‘Anak buahmu sudah siap untuk membunuh pria yang tadi mengejar Sarah! Kalau aku melepaskan Sarah padanya maka mereka tidak akan segan-segan membunuh pria itu!’ bisik hati Barack.
‘Aku hanya mencoba untuk melindungi pria itu dan juga melindungi Sarah! Selama dia berada didekatku maka dia akan aman. Aku akan melindunginya dari Jeff dan siapapun yang mengganggunya termasuk Gabriella! Aku tidak akan segan membunuh Gabriella jika dia berani menyentuh dan menyakiti Sarah!’ Barack mengeratkan genggamannya di kemudi.
__ADS_1
“Baguslah! Sekarang kau harus fokus untuk mendapatkan Bella saja. Katakan pada mobil didepanmu untuk mengancam mereka. Suruh mereka menyerahkan Bella padaku sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk pada mereka!”
“Ya, aku mengerti.” balas Barack lalu mematikan teleponnya. Dia kembali melihat kearah kaca spion ditengah mobilnya.
“Kau dengar apa yang dikatakan Jeff barusan kan?” Barack bertanya pada Manuel. Tadi dia memang sengaja mengaktifkan speaker ponselnya agar Manuel juga bisa mendengarkan.
“Iya aku dengar. Aku akan mengurusnya.” Manuel tidak membuang waktu. Dia tahu maksud Barack yang ingin memintanya melakukan sesuatu.
Manuel pun langsung menelepon orang yang berada di mobil didepan mereka untuk mengancam mobil Anthony agar berhenti.
“Apakah menurutmu ancaman seperti ini berguna?”
Barack hanya menggelengkan kepalanya saja. “Sebentar.”
“Kenapa kau malah berhenti disini? Kenapa kau tidak mengikuti mobil itu lagi?”
“Tidak apa-apa. Kau lihat belokan disana kan? Sepertinya mobil itu akan belok kesana.”
DUUUAARRRRRRR!
Beberapa detik setelah Barack bicara, mobil anak buah Jeff yang tadi dihubungi oleh Manuel pun meledak tiba-tiba.
“Suruh mereka segera ke rumah sakit. Jauhkan dari sini!” perintah Barack.
Manuel pun mengerti dan dia langsung keluar dari mobil untuk mengorganisasikan dua mobil yang ada didepan mereka. Sedangkan Barack hanya menatap nanar.
Dia pun mengeluarkan ponselnya.
“Kenapa kau meneleponku?”
“Kondisi tidak baik. Salah satu mobil meledak. Sepertinya pihak federal mengikuti mobil itu juga.” kata Barack.
“Aku tidak mau tahu! Kau harus mengambil Bella sebelum Dante yang mengambilnya. Aku yakin kau pasti juga mengejarnya! Sekarang aku ada dibelakangmu Rodrigo!”
Barack pun menoleh ke belakang. “Kenapa kau kesini?”
“Hanya untuk memastikan kalau kalian mendapatkan wanita itu.” jawab Jeff.
“Sebaiknya kau tunggu saja ditempatmu dan kirimkan pesawat pengintai untuk menghancurkan helikopter federal itu! Mereka mengganggu dari tadi!”
__ADS_1
“Ya kau benar juga Rodrigo! Itu yang harus aku lakukan sekarang.” ucap Jeff.
“Ya kau harus segera melakukannya. Itu akan mempermudahku untuk mendapatkan wanita yang ada didalam sana. Dan menjebak musuh lalu menghancurkannya!” ujar Barack menimpali. Dia memang sudah memikirkan kesana, kenapa dia menyarankan Jeff untuk melakukan itu. Dan Jeff cukup percaya pada Barack sehingga dia melakukan apa yang diminta pria itu.
“Aku sudah menyuruh orangku untuk menghubungi pesawat pengintai. Mereka akan segera sampai dan meledakkan helikopter itu.” kata Jeff lagi.
“Baguslah kalau begitu. Katakan padaku, apa yang ada diujung lorong sana? Aku yakin sekali kau sudah mempersiapkan seseorang tapi kau tidak mengatakan apapun padaku. Kau ingin bermain curang padaku?”
“Hahahahaha.” Jeff tidak menjawab tapi malah tertawa menanggapi pernyataan Barack. “Aku melakukan itu bukan karena aku tidak percaya padamu. Ada dua truk besar didekat celah itu. Saat seseorang sudah masuk kedalam lorong maka sinar infrared yang dilalui mobil itu tidak akan diketahui pengemudinya. Karena aku menaruhnya disana dengan sinyal rendah.”
“Dan itu akan menyebabkan alaram berbunyi di ponsel kedua anak buahku yang berada disana. Mereka akan bersiap untuk menjalankan truknya melewati jalur itu.” kata Jeff menambahkan.
“Sudah kuduga. Suruh mereka beraksi sekarang! Aku akan segera mengambil Bella tapi katakan pada mereka jangan membunuh siapapun, cukup bertanya saja!” kata Barack.
“Kau pikir aku ini pesuruhmu? Seenaknya saja kau memerintahku!” Jeff terdengar sangat kesal.
“Kalau kau mau aku membantumu maka lakukan, tapi kalau kau tidak mau ya sudah!”
“Baiklah Rodrigo! Aku akui kau hebat dalam hal ini. Tunggu aku akan mengurusnya!” Jeff pun langsung emmatikan teleponnya setelah selesai bicara.
“Sudah selesai satu pekerjaanku.” Barack menghela napas lega.
“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Manuel saat dia melihat Barack keluar dari mobil.
“Mobil ini juga memiliki baling-baling, Manuel!” jawab Barack.
“Benarkah? Aku lupa soal itu. Kau meminta pada Jeff untuk membelikan mobil ini seminggu yang lalu, iyakan?”
“Ya, tujuanku untuk waktu terdesak seperti sekarang ini, juga saat ingin kabur kalau mereka mengejarku akan lebih mudah bagiku untuk melarikan diri dengan mobil ini!” kata Barack.
Dia pun sambil bermanuver mengeluarkan baling-balingnya dari atapnya dan membawa mobil itu terbang menuju kesisi lain dari tempat mereka berada sekarang. ‘Harusnya Jeff membeli barang seperti ini lebih banyak! Hahahah atau Jeff akan sulit mengalahkan Dante.’ gumam hatinya. Barack tertawa didalam hati karena dia berhasil memperdaya Jeff.
“Apa Dante punya mobil seperti ini?” tanya Manuel saat mereka sudah mengudara.
“Ya Dante punya. Tapi bukan yang seperti ini. Kau ingat bukan bagaimana Eddie kabur dan bisa selamat waktu itu? Dia menggunakan mobil canggih milik Dante.”
“Ya kau benar Barack. Kalian memang orang-orang hebat.” puji Manuel.
“Lihatlah! Itu mereka. Kita akan turun disana!”
__ADS_1