PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 251. KESEPAKATAN


__ADS_3

“Jadi kau ingin mendapatkan itu? Kau ingin mendapatkan virus itu untuk kepentinganmu sendiri?”


“Tidak Dante! Aku tidak ingin menggunakan virus itu, aku ingin menghancurkannya!”


“Dari mana kau bisa yakin tentang itu? Banyak sekali kalian membuat permainan didunia ini, yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah! Kalian menyembunyikan banyak sekali permasalahan. Setelah virus itu aku serahkan padamu aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan. Karena aku tidak percaya pada manusia seperti kalian!”


Dante mengatakan yang sebenarnya karena dia memang tidak mempercayai anggota federal apalagi dendam masa lalunya mengingatkan dia tentang kematian orang tuanya. Tentu saja ini membuat Dante mengepalkan tangannya erat-erat. Ada sedikit rasa percaya didalam hatinya pada Atngony tapi tetap saja latar belakang pria itu sebagai anggota federal membuat Dante sangat berhati-hati.


“Tidak! Aku akan menghancurkannya dan aku akan mengajakmu menghancurkannya bersama-sama! Tapi maslaahnya sekarang aku ingin mendapatkan alasan kuat untuk memperkuat alibiku. Kalau dia sudah diamankan dan sudah diselesaikan masalahnya diluar dan dibawa ke penjara akan lebih muda untuk meneliti virus itu dan semua kejahatannya yang lain.”


Anthony mencoba untuk menyakinkan Dante agar mau bekerjasama dengannya karena memang tidak mudah untuk menyakinkan pria itu karena mereka adalah musuh, tapi Anthony tidak berputus asa karena dia tahu hanya Dante yang bisa membantunya meskipun sangat beresiko jika sampai ayahnya atau pihak federal tahu dia bekerjasama dengan Dante.


“Memenjarakannya tidak akan ampuh! Kau hanya buang waktu saja, membawanya ke pengadilan sama saja membiarkan hakim bermain disana. Kau tidak tahu betapa bahayanya orang-orang Jeff Amadeo!”


“Hmmm…..sepertinya kau mengenalnya cukup dekat! Apa ini karena Bella mengenalnya maka kau juga mengenalnya?” tanya Anthony memberanikan diri.


“Bukan urusanmu aku mengenalnya atau tidak! Tapi kapan kau bisa membawa Bella kepadaku?”


“Aku akan membawanya saat kita sudah membuat perjanjian dan kau tidak akan berkelit. Kau tahu apa yang aku inginkan bukan?”


“Aku tidak pernah melanggar janjiku! Kalau kau memang menginginkan Jeff Amadeo maka aku tahu dimana dia dan aku bisa memberikan informasi kepadami! Aku tahu apa yang diinginkan olehnya dan bagaimana cara memancingnya keluar.” balas Dante lagi.


“Baiklah dimana aku bisa bertemu denganmu?” tanya Anthony.


“Kau akan menyerahkan Bella padaku?”


“Iya, aku akan menyerahkan Bella padamu tapi disaat bersamaan kau juga harus membantuku! Bisakah kau memberikanku jaminan kalau kau tidak akan curang? Tapi kalau kau berani curang maka aku juga tidak akan segan-segan padamu!”


“Sejujurnya Jeff Amadeo adalah orang yang juga aku cari. Kalau kau memang mau bekerjasama denganku itu bagus! Tapi setelah urusan ini seelesai kita tidak ada keterkaitan satu sama lain lagi. Dan satu lagi, aku tidak mencari Jeff Amadeo untuk kubiarkan hidup. Aku sudah punya rencana sendiri!”

__ADS_1


“Dengan membunuhnya kau akan mendapat masalah Dante!”


“Lalu kau pikir aku takut?”


“Hmmm aku rasa kau bukan orang yang penakut.”  balas Anthony.


“Kalau kau sudah tahu begitu jangan banyak menggangguku! Aku akan mengizinkanmu untuk ikut serta jika kau ingin mencari informasi tentang Jeff Amadeo tapi setelah dia kudapatkan aku tidak akan mengizinkanmu untuk ikut campur Anthony!”


“Kalau begitu bagaimana jika setelah mendapatkan Jeff Amadeo, siapa yang mendapatkannya duluan maka Jeff akan menjadi miliknya. Kalau aku yang duluan mendapatkan Jeff maka aku akan membawanya ke markas besar tapi kalau kau yang mendapatkannnya duluan maka aku mengaku kalah dan kau bisa melakukan apapun padanya.” ujar Anthony mencoba membuat kesepakatan dengan Dante.


“Aku setuju! Saat bekerjasama untuk emnangkap Jeff Amadeo, kita adalah partner dan kita saling jaga tapi setelah semua misi selesai kau akan menjadi targetku lagi Anthony! Karena kau adalah orang yang berani masuk dan menyusup ke rumahku! Satu hal lagi, aku tidak akan pernah lupa kalau kau juga adalah orang yang berani menculik Bella.”


“Hahahaha…..baiklah! Aku terima tantanganmu itu Dante. Jadi kita deal ya.”


“Ya! Katakan saja dimana kita bisa bertemu kalau kau sudah selesai mengerjakan semua urusanmu. Aku akan datang dan menjemput Bella.”


“Dia memang anggota federal tapi aku merasa kalau ada sesuatu yang berbeda padanya!” Dante tersenyum tipis. “Tapi selama targetnya sama denganku yaitu Jeff Amadeo, aku akan membantunya. Karena aku juga ingin mendapatkan pria itu lebih cepat! Anthony sepertinya cukup pintar dan bisa kuandalkan, aku juga sedikit bisa mempercayainya.”


‘Bella! Melakukan apapun kau masih saja sama, masih bodoh! Tapi aku benar-benar sangat merindukanmu Bella,’ ucap Dante jujur dalam hatinya dan dia sangat mengkhawatirkannya dalam hati. Kerinduannya pada Bella yang sudah ditahannya selama sebulan sirna pada hari ini sehingga membuatnya sedikit uring-uringan.


Tok tok tok


“Dante kau ada didalam?”


Ketukan dipintu membuat Dante segera membuka pintunya.


“Ada apa Eddie?” tanya Dante.


“Dante! Gudang senjata kita yang ada di San Marino terbakar! Tadi Nick menelepon tapi nomor handphonemu sibu terus dari tadi sehingga dia neleponku dan memberitahuku.”

__ADS_1


Dante sejenak diam ketika Eddie dengan wajah paniknya menceritakan pada Dante. Gudang senjata milik Dante yang berada di Emilia Romagna adalah salah satu gudang senjata terbesar miliknya.


Letaknya dekat dengan daerah perbatasan lintas negara seharusnya merupakan letak yang aman. Disana gudang senjata milik Dante memang berdekatan dengan salah satu tempat dimana anak muda pecinta seni menuangkan karyanya.


“Siapa yang melakukannya?”


“Kau lihat saja sendiri Dante!” ucap Eddie lemas sambil menyerahkan handphonenya pada Dante.


“Jadi Barack benar-benar hilang ingatan?”


“Mungkin! Dia berani menghancurkan gudang senjatamu, dia tidak tahu apa yang ada didala sana! Kalau dia mengingat siapa dirinya aku rasa dia tidak akan berani melakukan itu Dante! Jadi menurutku dia benar-benar hilang ingatan.” Eddie bicara ketika Dante mengamati handphonenya.


“Pfffhhh, dapatkan dia! Kita harus mengobatinya!”


“Baiklah! Aku mengerti Dante.”


“Jnagan sakiti dia, jangan memperlakukannya buruk. Ingat itu Eddie! Dia adalah bagian dari kita.”


“Aku mengerti Dante! Tapi bukankah dia yang menyerang kita? Dia mengikuti keinginan Jeff.”


“Dia melakukan itu karena dia tidak ingat siapa dirinya!” Dante menambahkan dengan tatapan matanya yang lurus pada Eddie.


“Cukup kau ikuti semua yang kukatakan! Jangan sakiti dia jangan sampai ada luka ditubuhnya karena perbuatan anak buah kita!” pesan itu diucapkan Dante dengan penuh penekanan pada Eddie, dia bahkan memegang kerah bajunya.


“Aku mengerti, aku akan mengatakannya pada Nick!” ujar Eddie.


“Sambungkan teleponnya pada Nick! Biar aku bicara langsung dengannya.”


“Kenapa kau tidak menggunakan handphone mu sendiri?” protes Edde tapi dia tetap mengambilnya lalu menyodorkan pada Dante.

__ADS_1


__ADS_2