PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 342. SERENDAH APA DIRIMU


__ADS_3

“Jadi aku datang kesini hanya untuk mendapatkan jawaban seperti ini darimu?” Tatiana tidak terima dan justru semakin menantang.


“Pergilah Tatiana sebelum aku melakukan sesuatu yang lebih buruk padamu!”


“Hans! Kau tahu apa yang harus kau lakukan bersama Henry!” Dante memberi perintah pada kedua orang itu.


Kedua orang itupun mendekati, “Dante apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan aku Dante! Aku tidak mau diperlakukan seperti ini! Aku bukan penjahat.”


“Aku tahu.” Dante mengangguk “Kalau kau memang bukan penjahat kenapa kau tidak mau jenguk ayahmu? Sekarang sudah sore dan seharusnya kau berada disana sepanjang hari bukan malah sibuk datang kesini dan membahas masalah perceraian.”


“Kau! Kalian tahu darimana aku tidak mau menjenguk ayahku?”


“Tentu saja aku tahu Tatiana! Karena Eddie ada disana dan diapasti memberitahuku kalau kau datang menjenguk ayahmu tapi kau tidak melakukan itu bukan?”


Wajah Tatiana pucat seketika dan dia merasa cemas. Dia bahkan tidak mampu untuk mengatakan apa-apa pada Dante.


“Jelaskan padaku Tatiana. Apa kau baru pulang dari bersenang-senang mewujudkan semua rasa dahagamu akan siksaan dan kesakitan?” tanya Dante mencibir sinis. Dia merasa wanita didepannya ini kini sangat menjijikkan. Dia pikir berapa kali Tatiana melakukan itu dibelakangnya selama ini setiap kali dia berada di luar kota bekerja.


“Aku tidak melakukan itu Dante!” Tatiana sudah mulai gugup dan bicara terbata-bata. “Kau bisa tanya sendiri pada pelayan dirumahku kalau aku tadi malam juga tidur dirumahku dan tadi pagi juga aku masih berada dirumahku.” jawab Tatiana.


Dante memicingkan matanya, “Kau yakin? Kau tidak habis bersenang-senang sebelum datang kesini?”


“Tentu saja tidak! Aku tidak melakukan itu.”


“Bagaimana kalau aku buka sedikit kancing bajumu dan memeriksamu, Tatiana?” ujar Dante.


“Hhhha? Apa kau bilang Dante?”


Glek!

__ADS_1


Tatiana menelan salivanya saking gugupnya kalau dia bakal ketahuan baru habis bersenang-senang.


Dengan terbata-bata Tatiana bicara dan dia menatap Dante dengan mata yang sudah kehilangan fokus dan rasa ketakutan yang menyerangnya.


Semua yang direncanakannya gagal sebelum memulai! Sekarang dia malah terjebak disini dengan situasi yang tidak menyenangkan.


‘Kalau Dante membuka kancing bajuku maka dia akan melihat banyak luka-luka ditubuhku! Aduh! Aku baru saja bermain dengan Jeff dan ini bukan permainan biasa dan tidak hanya menyentuh bagian-bagian yang bisa dilihat oleh orang lain!’


‘Dia akan semakin membenciku jika dia tahu aku baru saja bersenang-senang dengan Jeff!’ gumamnya didalam hati yang sudah sangat ketakutan kalau dia akan ketahuan. Semua tanda itu sangat jelas ditubuhnya! Luka-luka itu masih ada disana. Jeff tidak bermain engan mudah pada Tatiana kaliini karena dia menyakiti Tatiana.


Bahkan dia memiliki jarum lipat di cincinnya yang sudah dimodifikasi oleh orang-orang Jeff, sehingga tadi bisa dia gunakan untuk bermain-main dengan Tatiana.


“Bagaimana Tatiana? Boleh aku mengeceknya?” Dante berjalan mendekat.


“Kau! Mana mungkin aku membuka pakaianku didepan teman-temanmu, Dante!”


Tatiana mencoba mengatur irama jantungnya yang tak karuan dan dia memicingkan matanya sambil memegang pakaiannya. “Aku tidak serendah itu Dante!” Tatiana tertawa kecil.


Tatiana berpikir Dante akan berhenti sampai disana tetapi siapa yang menyangka kalau Dante justru melanjutkan kalimatnya dengan kata-kata menghina dan menantang seperti itu sambil berjalan mendekat.


Saat dia sudah berdiri tepat didepan Tatiana, dia memegang dagu wanita itu dan mendongakkan wajahnya, “Kau memang sudah berubah Dante!” itulah kalimat yang diucapkannya sebelum Dante melepaskan dagunya yang terasa nyeri-nyeri enak.


“Aku tidak berubah Tatiana!” Dante tersenyum lalu mundur beberapa langkah.


“Kau berubah! Kau sudah tidak mempedulikan aku lagi. Aku sudah tidak menyayangiku lagi! Aku pikir semua yang terjadi dirumah sakti kemarin membuatmu sadar dan membuatmu mengerti kalau aku menginginkanmu lebih! Untuk masa tuaku dan masa tuamu bersama-sama tapi ternyata tidak!”


Tatiana mulai lagi berakting dengan menghapus airmatanya dan melirik Dante sedikit untuk menunjukkan wajah teduhnya, “Aku salah sudah datang kesini. Kau memang tidak menginginkan aku, Dante!” ucapnya lagi lalu dia segera memalingkan wajahnya dari Dante.


“Aku sudah mengatakan padamu Tatiana! Aku tidak bisa disinggung. Sekali kau membuat kesalahan fatal maka selesai semuanya! Kemarilah Tatiana, aku ingin melihat itu! Apa yang aku tebak itu benar atau tidak?” akhirnya Dante maju lagi untuk menguji keberanian Tatiana.

__ADS_1


“Berhenti kau disana Dante! Kau sudah cukup menghinaku, mungkin aku akan pergi dari sini. Terserah kau saja tapi aku yakin kau pasti akan menyesal karena telah melepaskan aku nantinya!”


Tidak ada kalimat lain yang diucapkan Tatiana saat wajahnya menatap nanar pada Dante lalu berbalik dan meninggalkan pria itu yang masih berdiri ditempatnya.


Dante tersenyum sinis dan merasakan ada kepuasan didalam hatinya sambil menahan semua kemarahannya.


“Wuih! Hebat sekali kau Dante bisa mengusirnya  dengan kalimat sederhana itu!” puji Hans yang tak percaya bahwa Tatiana pergi begitu saja setelah Dante ada dihadapannya dan meminta ingin mengecek. Padahal tadi wanita itu sangat menggebu-gebu ingin bertemu dengan Dante.


“Tentu saja!” ucap Dante masih memicingkan matanya menatap pintu yang sudah tertutup. Dia diam sejenak seperti tidak melakukan apapun hanya memandang pintu saja. ‘Kau tidak suka mengenakan kemeja lengan panjang seperti itu! Kau juga tidak suka memakai celana panjang seperti yang kau kenalan tadi. Tapi kau memakai semuanya tertutup pada tubuhmu!’


‘Ini yang menjadi pertanyaanku, sejak kapan kau serapi itu? Kau hanya memakai pakaian foraml jika kau ingin pergi ke kantor pemerintahan saja. Tapi kau bilang kalau ada dirumah dan kau hanya ingin menemuiku, kau harusnya memakai pakaian yang sedikit menggoda untukku! Kau tahu apa yang kusuka dari tubuhmu dan seharusnya kau memperlihatkan itu padaku!’


‘Tapi kau tidak melakukannya! Kau malah menutupi semuanya, tentu saja aku curiga! Kau tidak seperti yang aku pikirkan selama ini Tatiana! Hampir saja aku terjebak dengan kata-katamu waktu dirumah sakit kemarin!’ gumam Dante lagi didalam hatinya. Dante selalu memperhatikan detail seseorang dan mengingatnya. Seperti yang dilakukan oleh Tatiana.


Sedikit saja perubahan, itu bermakna besar bagi Dante apalagi dia sudah mengenal Tatiana lebih dari dua puluh lima tahun.


“Dante, apa yang kau rencanakan sekarang?”  tanya mereka karena melihat Dante yang masih berdiri ditempatnya dan tidak melihat pada teman-temannya.


“Henry! Apa kemarin penjaga didepan mengirim seseorang?” tanya Dante pada kepala pelayannya. Tanpa menatap pria yang ditanya olehnya.


“Iya Tuan! Kemarin ada orang yang mereka tangkap dan katanya itu adalah perintah dari anda, Tuan.”


“Benar! Aku memang menginginkan orang itu. Bawa dia keruang gelap nomor dua!” ucap Dante.


“Baik Tuan.” Henry mengangguk.


“Apa tadi ada orang yang mencariku bernama Noel?”


“Ada Tuan! Dia datang tadi pagi. Tapi saya mengatakan padanya bahwa anda belum bisa menemuinya karena ada pekerjaan dan saya mengatakan padanya saya akan meneleponnya jika anda sudah bisa dihubungi.” jawab Henry menjelaskan.

__ADS_1


 


__ADS_2