PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 399. BIARKAN SAJA


__ADS_3

“Jadi semua pekerjaan belum selesai Dante?” tanya Hans yang serius menatap Dante.


“Belum. Aku belum melihat kualitas senjatanya Hans! Aku tidak bisa memastikan apa kita akan menjual itu atau tidak. Karena senjata itu bukan buatan kita! Kau tahu artinya branded kan? Aku tidak ingin pembeli merasa kecewa.”


 


“Jadi apa yang akan kau lakukan Dante? Tidak mungkin kita punya waktu yang cukup untuk membuat senjata sebanyak itu dalam waktu hanya tinggal beberapa jam lagi.” jawab Hans agak resah.


“Aku akan memutuskan setelah aku melihat kualitasnya dulu. Jangan sampai barang yang kita jual tidak sesuai dengan standar kita!” kata Dante. Dia memang selalu teliti dalam pekerjaan karena tidak ingin mengecewakan pembelinya.


 


“Baiklah dante. Aku akan membawakan senjatanya.” Hans menghubungi anak buahnya lalu dia menatap Dante lagi. Dia meminta anak buahnya untuk membawakan senjata ke ruang kerja Dante.


“Bagus! Kenapa wajahmu begitu? Ada yang ingin kau sampaikan padaku?” tanya Dante saat melihat wajah Hans yang seperti ingin bicara dan ekspresinya cemas.


 


“Ada dua hal Dante! Yang pertama tentang pernikahanmu, Barack memberikan informasi tentang hal itu dan yang kedua adalah tentang pekerjaan kita, Dante! Barack memberikan intruksi apa yang harus kita lakukan hari ini dengan jumlah senjata yang terbatas.” penjelasan Hans sesuai dengan apa yang dia ingin sampaikan sembari menunggu respon dari Dante.


 


“Aku hanya ingin mendengar masalah pekerjaan.” kata Dante.


“Tapi masalah pernikahanmu juga sangat penting Dante! Aku harus menyampaikannya karena kau harus tahu kejadian ini Dante! Barack tidak bisa menyampaikannya sendiri dan kau pasti ingin mendengar tentang hal ini.” Hans tetap bersikeras ingin menyampakan pesan Barack itu.


 


‘Anak ini memang dari dulu senang sekali dengan gosip! Apa yang diceritakan pada padanya sampai dia menggebu-gebu sekali ingin menyampaikan hal yang dibicarakan Barack? Hans….kapan otakmu benar dan tidak terlalu memikirkan hal sepele semacam ini?’ bisik hati Dante sebelum dia mengambil keputusan.


 


“Baiklah. Kau ingin bicara tentang pernikahanku? Katakan saja kalau begitu." sebenarnya Dante kesal sekali karena tidak ingin membahas tentang ini tapi karena melihat sahabatnya sudah menggebu-gebu akhirnya dia mencoba untuk mengalah kali ini dan membiarkan Hans bicara.


 


‘Biarkan saja dia bercerita satu sampai dua menit. Ini lebih baik daripada dia menerorku terus sampai kami selesai membahas masalah pekerjaan.’ bisik Dante lagi yang mengalah pada Hans.

__ADS_1


“Oke, aku akan menjelaskan ini padamu. Barack memberitahuku Dante! Sebenarnya Manuel yang memberitahunya. Dia adalah orang terdekat Jeff sehingga dia tahu dan dia mengikuti kemanapun Jeff pergi.” kata Hans.


 


“Langsung pada intinya Hans!” protes Dante.


“Ini juga sudah mau ke inti masalahnya Dante! Sabar sedikit, aku hanya ingin memberitahumu kalau istrimu Tatiana sudah beberapa kali tidur dengan Jeff!” kata Hans akhirnya.


 


DEG!


Dante diam setelah mendengar ucapan Hans. Dia ingin sekali tidak terpengaruh dengan kata-kata Hans tapi dia malah jadi penasaran dan ingin tahu lebih banyak.


“Apa dia melakukannya setelah berpisah denganku? Atau dia melakukannya sebelum aku mengatakan kalau kami akan bercerai?” tanya Dante yang sedikit terkejut mendengar ucapan Hans.


 


‘Aku tidak akan mempermasalahkan kalau kau melakukannya setelah kita berpisah. Menurutku itu sah-sah saja karena aku juga melakukannya dengan Bella dan aku juga tidak tahu kalau kau mengenal Jeff.’ Dante mencoba berpikir jernih.


 


Ucapan Hans itu langsung membuat Dante tersenyum sinis.


Marah? Tentu saja! Karena satu setengah bulan yang lalu Dante belum mengutarakan kata cerai pada Tatiana. Dia merasa sudah dikhianti dua kali. Apa dia tidak puas dengan pria bernama Lorenzo itu?


 


Dia bahkan beralih kepada Jeff Amadeo? Bukankah dia selalu berada dirumah dan bermain bersama Alex? Ah, tapi dia punya ponsel dan bisa saja mereka janjian dan aku tidak pernah mengecek ponsel Tatiana! Aku memang akan menceraikanmu tapi perbuatanmu ini tidak bisa aku tolerir lagi! Aku ingin menghukummu sekarang tapi aku rasa hukuman itu akan membuatmu enak sebab kau sangat menyukai siksaan Tatiana!’ Dante tidak menyukai apa yang tadi didengarnya.


 


“Mari ambil positifnya saja. Kalau dia menggugatku maka bukalah semua informasi tentang keburukannya. Kalau ada bukti foto maka lebih baik lagi, dia tidak akan bisa berdalih! Biarkan seluruh dunia tahu betapa bejadnya wanita yang selalu dianggap kalem dan lemah lembut itu.” kata Dante.


 


“Kau yakin akan melakukan itu Dante? Apa kau tidak akan menyakiti hati Omero jika kau melakukan itu pada putrinya?”

__ADS_1


“Omero akan mengerti. Jadi tidak perlu mempertanyakan tentang pendapatnya.” kata Dante. Ini benar-benar mengganggunya karena Jeff adalah musuh terbesarnya dan Tatiana sungguh berani melakukan itu dengan musuh Dante.


 


‘Urusan Tatiana nanti biar aku saja yang mengurusnya. Saat ini aku tidak bisa melakukan apa-apa padanya. Tunggu sampai dia melakukan kesalahan dan kondisi Omero sudah membaik. Aku tidak akan memaafkannya. Kau tidak akan pernah tahu seperti apa aku akan menyiksamu Tatiana!’ bagaimanapun Dante pernah menjadi suami Tatiana dan pengkhianatan adalah sesuatu yang tidak disukainya.


 


Apalagi Tatiana sampai bermain-main dengan Jeff Amadeo, ini membuat hati Dante membeku dan jangan pernah berpikir kalau dia akan mengijinkan wanita itu kembali dalam hidupnya.


“Oke!”


 


Tok tok tok


“Permisi Tuan. Saya membawakan senjata yang ingin anda uji.” ucap anak buah Hans yang masih berdiri dipintu. Saat dia sudah melihat anggukan Dante, barulah dia melangkah masuk kedalam ruang kerja itu.


 


“Coba aku lihat dulu.” Dante sudah berdiri untuk memeriksa semua perlengkapan di senjata itu. Dia memeriksa dengan sangat teliti dan terperinci. ‘Omero! Kau benar-benar memiliki senjata baru sebanyak ini! Fuuh! Apa kau ingin memback-up ku atau kau punya rencana lain dengan semua senjata itu Omero?’


 


‘Wah, aku semakin penasaran padamu, kau bukan orang yang suka melakukan hal seperti ini. Kau bukan orang yang suka menunjukkan kepemilikanmu tapi kenapa kau membeli barang-barang semahal ini?’ resah hati Dante memikirkannya tapi dia tidak mengatakan apapun. Dia fokus memeriksa persenjataan satu persatu.


 


“Apakah semua sudah sesuai dengan standarmu Dante?” tanya Hans pada Dante yang masih mengamati senjata-senjata itu.


“Ini jauh dari prediksiku Hans! Bagus sekali!” ucap Dante jujur memandang sahabatnya itu.


“Maksudmu jauh prediksimu seperti apa Dante?”


 


Dia tidak tahu cara mengecek senjata seperti Dante sehingga yang diucapkan sahabatnya itu benar-benar menarik perhatiaannya.

__ADS_1


“Semua ini sempurna. Dari bodynya, cara bermanuver dan dari beratnya juga semuanya aku suka. Senjata-senjata ini bahkan lebih baik dari buatanku Hans! Dan itu yang aku khawatirkan.”


 


__ADS_2