
“Kau sebagai pimpinan memberikan perintah yang mengancam nyawa mereka! Aku sangat yakin kalau mereka akan bersyukur kalau aku membunuhmu! Kau manusia tidak punya hati nurani!” Dante tersenyum sadis, dia tidak terlihat seperti dirinya yang biasa. Sudah tidak ada lagi kebaikan disenyum itu. Dia sudah menutup pintu pengampunan akibat kematian orangtuanya.
“Sebentar lagi pasukan tambahan akan datang kesini! Dan kau tidak akan pernah bisa mendapatkanku Dante! Tapi sebaliknya, aku yang akan mendapatkanmu dan menghancurkanmu seperti aku menghancurkan orangtuamu!” Robert Kane masih berusaha tegas dan nampak hebat dihadapan Dante.
“Aku sudah mendapatkanmu. Tidakkah kau lihat aku sudah memegang kedua tanganmu?” ada senyum diwajah Dante. “Dan aku akan melakukan sesuatu padamu! Aku akan membunuhmu!”
“Hahahahaha ingat Dante, aku adalah seorang jenderal besar di pasukan federal. Setelah kau membunuhku maka kau akan menjadi buronan selamanya Dante!”
Robert Kane berusaha untuk menekan Dante dan menakut-nakuti pria itu meskipun sebenarnya saat ini dia yang sedang dalam keadaan ketakutan. Dia hanya sendirian tanpa anah buahnya.
Dante menggelengkan kepalanya, “Aku tidak bodoh! Aku akan membunuhmu dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan Robert Kane!”
BUG!
BUG! BUG! BUG!
Dante dan Robert Kane saling pukul saat pria paruh baya itu menggunakan kepalanya untuk melawan Dante.
“Aku masih cukup kuat untuk membunuhmu keparat!” ancam Robert Kane memberikan perlawanan. Dia menyerang Dante dengan membabi buta dan penuh kemarahan.
“Aku bukan orang yang suka ditakut-takuti! Jika menurutmu kau mampu maka lakukanlah! Jangan hanya bicara saja, bajingan tua!”
BUG BUG BUG BUG
Mereka berdua masih berusaha menjatuhkan satu sama lain! Untungnya anggota federal yang lainnya sedang sibuk dibawah bukti dan tidak mengamati diatas bukit yang tampak gelap.
Tak ada seorangpun yang tahu jika diatas bukit itu sedang terjadi saling pukul antara Robert Kane dan Dante Sebastian.
__ADS_1
“Aku tidak menakut-nakutimu. Aku bicara sesuai dengan fakta! Kau akan kalah ditanganku Dante, cepat atau lambat! Kau sama lemahnya seperti ayahmu dulu!” Robert Kane kembali mengancam dan dia percaya diri sekali bahwa dia akan memenangkan pertarungan itu.
“Cih! Seharusnya kau tahu kalau kekuatanmu masih berada dibawahku! Kau sudah tahu berapa tahun aku berkecimpung didunia gelap dan mengamati gerak gerikmu!” ujar Dante.
BUG BUG BUG
Dante mengakui jika tak mudah mengalahkan Robert Kane yang sudah banyak pengalaman. Tapi bukan berarti mudah juga untuk mengalahkan Dante yang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Robert Kane.
Stamina tubuh Dante jauh lebit kuat berbeda dengan pria paruh baya itu. Selain itu Dante juga memiliki ilmu bela diri yang dipadukan dengan ilmu lainnya sehingga meskipun dia bertarung dengan tangan kosong, Dante masih bisa mempertahankan dirinya. Ini yang membuatnya lawannya akan merasa frustasi saat berhadapan dengan Dante.
“Kau tidak mungkin bisa menang dariku!” kata Dante dengan mengumbar senyum dan membuat pria paruh baya dihadapannya semakin terbawa emosi.
“Siapa yang bilang? Sebentar lagi anak buahku akan datang dan mereka akan menangkapmu Dante Sebastian! Hidupmu akan segera berakhir di penjara selamanya!” balas Robert Kane.
“Teruslah bicara dan bermimpi seperti itu. Kau bisa buktikan padaku kalau memang benar kenyataannya memang begitu nanti! Jangan mengumbar kata yang mustahil terjadi!” sahut Dante.
BUG! BUG!
“Akkhhhh!” Robert Kane merasakan sakit yang teramat sangat ketika Dante menggunakan lututnya untuk memukulnya sekeras mungkin dibagian milik pribadi pria itu. Sehingga sang jenderal kesulitan untuk mempertahankan keseimbangannya.
“Sekarang adalah waktunya membalas atas apa yang kau perbuat pada orangtuaku!”
Dante mengambil tali sabuknya dan mengikat kedua tangan Jenderal Robert. Membuat pria itu tidak bisa lagi melawan tapi dia masih belum memikirkan cara untuk melawan Dante. Dia merasa frustasi dengan situasinya ini apalagi saat dia melihat kedua tangannya terikat dan dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena rasa sakit diantara pangkal pahanya.
“Kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun!” ujar Robert Kane penuh penekanan.
“Tentu saja aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan!” Dante bicara sebelum dia menggunakan bekas topeng untuk membungkam mulut Robert Kane sehingga pria itu tidak lagi bisa bicara. Lalu Dante mengikat ujung topeng itu kebelakang kepala Robert.
__ADS_1
‘Ikatan ini tidak kencang tapi untuk sementara dia tidak akan bisa berteriak sampai aku masuk ke mobil nanti. Setelah aku berada didalam mobil, seandainya ikatan ini lepas yang penting aku sudah mengikat karung ini erat-erat dan mengambil ponsel serta senjatanya. Dia tidak akan bisa melukai siapapun!’ itulah yang dipikirkan Dante saat ini.
Dia sudah memastikan tidak akan ada kesalahan ketika dia membawa Robert Kane pergi. Dia bisa saja membunuh pria paruh baya itu saat ini juga tapi dia ingin membawa Robert Kane untuk bertemu dengan Anthony lebih dulu. Dante ingin membuktikan pada adiknya kalau pria inilah yang sudah memisahkan mereka.
Dante juga ingin Anthony mengetahui semua kebenarannya tentang orangtua mereka. Dengan begitu Anthony akan membenci Robert Kane atas apa yang telah dilakukan pria itu padanya dan keluarganya! Semuanya sudah direncanakan oleh Dante dengan sempurna.
“Aku akan membawamu dan nikmatilah detik-detik terakhir hidupmu!” Dante bicara sebelum memasukkan tubuh Robert kedalam karung besar dan dia langsung mengangkat karung itu. Dante memanggulnya menuju kearah mobil. ‘Kau tidak bisa bergerak sekarang. Aku akan membuat Anthony melihat siapa dirimu yang sebenarnya.’ bisik hati Dante.
Dia melangkah sambil memikirkan cara untuk membalas semuanya, wajah kedua orangtuanya terus terngiang didalam pikirannya. Saat ini kemarahan dan emosi yang memuncak membuat Dante berjalan semakin cepat menuju kearah dimana mobil diparkir.
‘Tuan Dante! Untung saja anda sudah datang. Aku semakin gila kau kau tidak datang.’
Noel memandang Dante yang berjalan kearahnya. ‘Ahhhh….andai kau tidak kembali aku tidak tahu bagaimana caranya mempertanggungjawabkan kematianmu pada keluargamu. Aku tidak menginginkan hal buruk terjadi padamu.’ ucap Noel dengan jujur didalam hatinya. Dia merasa bersyukur saat melihat Dante dalam keadaan selamat.
“Sudah kukatakan padamu bukan? Kau tidak perlu mengkhawatirkanku.” ucap Dante.
“Iya anda memang benar.” ucap Noel sambil membukakan pintu mobil. Tapi sesaat dia merasa bingung ketika dia melihat apa yang ada dipunggung Dante. ‘Pasti Tuan Dante ingin membalaskan dendam orang tuanya sedangkan aku ingin sekali menemukan orang ini.’
‘Aku ingin orang itu membersihkan nama ayahku karena dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan nanti. Apakah rencana kami ini berhasil?’ pikir Noel.
“Taruh dia disebelahmu.” Dante memasukkan karung itu.
“Siapa orang ini?” tanya Noel yang hanya dilirik saja oleh Dante sambil tersenyum kecut.
“Bukankah kau bilang kalau kau ingin membalaskan dendam pada orang yang telah membuat ayahmu masuk penjara selama bertahun-tahun?”
Ucapan Dante itu sontak membuat Noel kembali menelan salivanya. “Jadi Robert Kane yang ada didalam karung itu?” tanya Noel mengerjapkan matanya.
__ADS_1