PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 516. MANUSIA ROBOT


__ADS_3

Dante segera mempersiapkan dirinya dan tak mau membuang waktu lagi.


“Kita berangkat sekarang?” tanya Anthony disaat Dante sampai ditempat dia meletakkan helm dan jas hujannya. Anthony sudah menunggunya disana.


“Kenapa kau masih disini? Kenapa tidak naik keatas pesawat? Aku menyuruhmu untuk pergi kesana.” Dante bicara dengan intonasi tinggi dan matanya menatap tajam pada Anthony seolah meminta pertanggung jawaban.


“Aku mau pergi kesana tapi tadi ada penyerangan dan kau menyuruh pasukan untuk menyerang balik pasukan federal bukan?” kata Anthony memberi alasannya.


“Apa kau takut peluru nyasar?” ujar Dante setelah berpikir sejenak, dia pun menggoda Anthony.


“Wajahku masih tampan untuk masuk kedalam kuburan.” balas Anthony.


Dante memutar matanya dan tak lagi banyak bicara. Dia mengambil jas hujannya dan menggunakan helm lalu melangkahkan kakinya melewati Anthony.


“Aku tidak masalah dengan semua yang terjadi kemarin! Tapi ada satu hal yang membuatku menyesal sekarang!” kata Dante lagi sambil terus berjalan.


“Seharusnya aku tidak membawamu kesini Anthony! Kau sudah banyak menarik perhatian! Bahkan istriku pun ingin bertemu denganmu. Untuk apa dia ingin menemuimu?” ujar Dante sambil berjalan menuju mobilnya dan langsung mengendarai buggy menuju ke pesawat. Dia berkata lirih sehingga Anthony tidak mendengar apa yang dikatakannya.


“Dante, apa kau yakin sudah tidak ada lagi pasukan federal disekitar sini?” tanya Anthony.


“Kita lihat saja nanti! Kalau mereka menyerang lagi berarti mereka masih ada disini. Kalau mereka bersembunyi tapi masih berada disini, itu berarti mereka tidak berani.” jawab Dante yang membuat Anthony pun meringis mendengarnya.


‘Apa sebenarnya yang membuatnya takut? Banyak orang mengincar nyawanya tapi dia terlihat begitu tidak peduli. Apa memang dia orang yang seperti itu? Apa memang ayahku adalah orang yang seperti itu? Tadi Dante bicara dan mengatakan kalau ayahku adalah seorang pemberani! Maksudnya pemberani seperti Dante? Aku rasa dia sedikit gila kalau seperti Dante. Dan dia menurunkan darah gilanya padamu.’


Pikiran Anthony tentang Dante sudah berkelana kemana-mana. Tapi dia sadar kalau ini bukan saatnya untuk bercanda. Bisa-bisa Dante menghajarnya dan memecahkan helmnya kalau dia buat ulah.


“Apalagi yang kau tunggu? Ayo turun!”


“Bagaimana dengan jasad ayahku?” tanya Anthony ketika buggy yang mereka naiki sudah sampai ditujuan mereka.


“Jasadnya sudah tidak ada lagi didalam mobilku! Jejaknya sudah bersih! Dan mungkin sekarang kepalanya sudah menjadi rebutan para serigala liar di hutan!” jawab Dante yang membuat Anthony menelan salivanya dan bergidik ngeri.


“Kau memberikan jasad ayahku sebagai makanan serigala dihutan belakang sana, Dante?”

__ADS_1


Dante melirik Anthony saat dia hendak menaiki tangga pesawat.


“Apa kau mau ke hutan itu lagi untuk mengambil jasadnya?” Dante bicara seraya memicingkan matanya.


“Ya Tuhan, Dante! Setidaknya kau bisa menguburkannya dengan layak!” protes Anthony lagi.


“Apakah ayah dan ibuku juga dikuburkan?” ujar Dante membalas ucapan Anthony yang membuatnya langsung mengatupkan bibirnya tak lagi berkata-kata.


“Apa mereka juga tidak dikuburkan?” tanya Anthony yang berdiri diam ditangga pesawat.


“Luka bakar! Sebagian tubuh mereka sudah menjadi arang! Sudah tidak bisa lagi dilihat! Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu apakah semua jasadnya sudah dikuburkan atau belum! Karena aku tidak diizinkan untuk melihat. Tapi bisa kau pikirkan sendiri apakah orang yang mengalami kecelakaan dan seluruh tubuhnya hangus terbakar dengan kondisi bercerai berai pasti bisa terkumpul semua?”


“Maafkan aku Dante! Aku tidak tahu tentang itu. Sampai separah itu kondisi orang tua kita.” Anthony berkata jujur dan merasa tidak enak hati.


“Kalau kau tidak tahu jangan terlalu banyak bertanya dan jangan terlalu menggurui.” Dante berkata dengan dingin dan dia pun segera masuk kedalam pesawatnya tanpa bicara sepatah katapun lagi.


“Ya Tuhan!” Anthony bergeming sejenak sambil melangkah menghampiri Dante.


“Apa tujuan kita sekarang untuk menyelamatkan Anna?” tanya Anthony yang kembali mengkhawatirkan Anna.


“Iya Tuan?” wanita itupun datang mendekat dan Dante yang sudah memakai helmnya menatap wanita itu dengan serius.


“Aku baru pertama kali melihatmu disini!” ucap Dante pada pramugari itu.


“Iya Tuan! Saya baru saja dipekerjakan disini! Baru hari ini saya bekerja disini!”


“Jadi hari ini kau menggantikan shift?” Dante bertanya serius pada wanita itu.


“Iya Tuan! Hari ini saya menggantikan shift! Pramugari sebelumnya sudah saya gantikan sekarang.”


“Katakan padaku, apa kau tahu namaku?” Dante bertanya sambil mengeryitkan keningnya tapi dia tetap tidak membuka helmnya.


“Saya tahu, nama Tuan adalah Dante Sebastian!” jawab pramugari itu. Tapi-----

__ADS_1


DOOOR


“Dante! Kenapa kau menembaknya?” teriak Anthony yang terkejut. Dia kaget luar biasa ketika Dante menembak pramugari itu dan tak menyangka Dante akan melakukan itu tanpa mengedipkan mata.


“Lihat dia berdiri lagi! Dia bukan manusia tapi robot!” kata Dante yang membuat Anthony menelan salivanya saat menatap kearah tubuh pramugari yang baru saja ditembak oleh Dante.


“Robot? Kenapa bisa jadi robot didalam sini?” tanya Anthony pada Dante. Dia benar-benar kaget karena ini adalah pertama kalinya Anthony melihat sesuatu yang seperti itu.


DOOOR   DOOOOR    DOOOORR


Dante kembali menembak beberapa pramugari yang ada disana.


“Mereka tidak akan mati dengan tembakan Anthony! Mereka itu robot semua!”


“Lalu? Apa yang harus kita lakukan pada mereka?” tanya Anthony menunggu perintah Dante.


“Bawa mereka segera turun!” kata Dante dan dengan sigap Anthony langsung membawa satu pramugari turun dan Vince juga melakukan hal yang sama pada satu pramugari lainnya. Dan dibawah pesawat Dante mengikat semua pramugari itu menjadi satu.


“Ya Tuhan, Dante! Bagaimana ini bisa terjadi? Tenaga mereka kuat sekali? Siapa yang melakukan ini?”


“Ikat mereka dengan kuat!” Dante bicara lalu dia segera berlari kearah buggy dan mengambil satu jerigen bensin dari sana.


“Kau ingin meledakkannya Dante? Ternyata kau tahu kalau aku adalah samaran bukan? Tapi kau tidak tahu sudah berapa banyak dari diriku yang masuk kedalam sana!” pramugari itu bicara namun Dante tidak peduli pada perkataan ketiga pramugari itu.


BRRRRRRR! Besnin sudah dilemparkan pada ketiga pramugari itu dan Dante langsung menyalakan api yang langsung membakar ketiga pramugarinya.


“Cek didalam sana apakah ada pramugari yang mati?” tanya Dante pada Vince.


“Baik Tuan!” jawab Vince dengan cepat langsung naik kembali keatas pesawat untuk memeriksa.


“Anthony! Kau ikut masuk ke pesawat bersama Vince! Aku khawatir pilotnya juga bukan manusia.” teriak Dante pada adiknya.


“Baiklah Dante!” Anthony pun langsung menyusul temannya keatas pesawat. Sedangkan Dante melirik kearah mansionnya sambil bertolak pinggang. Dia masih mengenakan jas hujan dan helmnua.

__ADS_1


‘Mereka bukan manusia! Mereka semua manusia robot! Apakah yang dikatakan oleh Anthony itu sudah menjadi kenyataan?” Dante bertanya-tanya didalam hatinya.


__ADS_2