
Dia membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan sesuatu dan melemparkannya kepada pria itu sambil berkata, “Aku juga tidak butuh kalian memasang GPS!” lalu dia menutup lagi bagasi mobilnya. Sedangkan para pelayan yang berdiri berjejer menundukkan kepala tak berani menatapnya.
“Dengar ya kalian semua! Kalau ayahku mati! Maka semua ini adalah milikku! Mau tak mau, suka tak suka kalian akan bekerja untukku.” Tatiana tersenyum sinis.
“Aku akan bebas memilih siapa yang aku pertahankan dan kuusir! Itu artinya kalian akan kupecat dan tidak punya pekerjaan lagi!” ucapnya semena-mena lalu dia masuk kedalam mobilnya dan melaju dengan kencang.
“Dasar manusia-manusia tak berguna! Mereka pikir aku takut pada mereka semua? Mereka pikir aku akan terganggu dengan sikap mereka itu?”
“Meskipun mereka setia pada ayahku tapi bukan berarti mereka bisa merendahkan aku! Tunggu saja sampai ayahku mati! Aku akan menikmati semua kekayaan itu dan bersenang-senang!” ucap tatiana yang tidak peduli dan langsung menuju tempat yang didatanginya untuk bertemu dengan Jeff Amadeo.
“Permisi Nyonya!” ucap seorang pria yang berpakaian setelan aas lengkap saat Tatiana baru saja menyerahkan mobilnya pada valet parkir.
“Kalian pasti orang suruhannya Jeff Amadeo bukan?”
“Ya benar. Silahkan ikut kami.” jawab laki-laki itu lagi sambil mengangguk.
Dengan santainya mereka berjalan mengikuti wanita itu, tak peduli dengan tatapan orang-orang kepadanya karena memang Tatiana sangat angkuh sekali kalau diluar tanpa Dante.
Dia selalu menunjukkan bahwa dirinya adalah wanita kelas atas dan tidak banyak orang yang boleh memandangnya, sekali saja Tatiana mendapati seseorang yang berani memandangnya maka habislah orang itu.
“Apa yang sedang kau lakukan, heh? Kenapa kau memandangku?” ujar Tatiana pada wanita paruh baya yang sedang memperhatikannya disamping lift. Kebetulan dia melihat pas Tatiana berdiri disebelahnya.
“Oh maaf Nyonya bukan maksud saya memperhatikan anda!”
“Fuhhh!” Tatiana memutar bola matanya lalu menghadap wanita paruh baya itu, “Apa matamu tidak mempunyai tempat lain yang ingin dilihat sehingga kau memperhatikanku?”
“Ma—maafkan Nyonya.” wanita itu tidak mau menambah keributan dengan Tatiana dan dia hendak pergi. Tapi tangan Tatiana sudah menariknya duluan.
SREEETTT
“Kau tidak bisa pergi dengan mudah!”
“Apa yang kau lakukan dengan kancing bajuku?” wanita paruh baya itu panik dan memegang bajunya erat-erat.
“Kau ini mau mengajak ribut lagi denganku? Aku baru menggerakkan jariku sehingga semua kancing bajumu lepas! Atau kau ingin aku merobek pakaianmu sekarang juga supaya semua orang yang tak bisa mengendalikan matanya pada orang lain bisa melihat seperti kau melihatku tadi?” ucap Tatiana dengan kejam dan ketus.
__ADS_1
“Maaf Nyonya.” wanita itupun pergi dengan ketakutan meninggalkan Tatiana yang baru saja memegang kedua kerah bajunya. Padahal tujuan wanita paruh baya itu adalah ke lantai atas. Tadi Tatiana menggerakkan tangannya dengan cepat ke bawah sehingga kancing baju wanita itu berjatuhan sehingga membuat wanita itu panik dan segera mencari cara untuk menutupi kemejanya supaya ********** tidak nampak.
Tatiana memang terlihat lemah dihadapan Dante tapi dia cukup kuat dan berbeda dengan wanita kebanyakan karena Tatiana juga pandai ilmu bela diri.
“Silahkan! Liftnya sudah terbuka nyonya.” ucap anak buah Jeff yang melihat apa yang dilakukan oleh Tatiana. Tapi mereka tidak berani berkomentar dan juga tidak membantu wanita yang dipermalukan oleh Tatiana tadi.
“Bagus! Tepat sekali!” celetuk Tatiana yang dengan santainya melangkah masuk kedalam lift.
“Dilantai berapa Jeff?” tanya Tatiana lagi ketika lift sudah bergerak keatas.
“Di lantai paling atas nyonya.” ucap salah satu pengawal Jeff.
“Kenapa harus dilantai paling atas?” celetuknya tapi tidak ada yang menanggapi. Saat lift tiba dilantai paling atas dan pintu lift terbuka. Tatiana melangkah keluar lift dan berkata, “Tunjukkan padaku dimana kamarnya.”
“Itu kamar yang banyak penjaganya Nyonya.”
“Sudah kuduga!” ujar Tatiana lagi yang tak ingin berlama-lama langsung menuju ketempat yang ditunjuk pengawal itu. Pria-pria yang berdiri didepan pintu langsung membukakan pintu kamar untuk Tatiana. Setelah wanita itu berada didalam, mereka menutup pintunya kembali.
“Halo Jeff!” sapa Tatiana ketika dia melangkah masuk kedalam presidential suite room itu.
“Sepertinya tidak menarik sarapanmu itu!” ujar Tatiana sesaat setelah dia duduk diseberang meja.
“Kemarilah! Aku akan membuatnya menjadi menarik untuk dinikmati wanita sepertimu! Ini pasti akan menggugah seleramu!”
“Benarkah?” Tatiana memicingkan matanya sedikit dan datang menghampiri Jeff.
“Tentu saja sayang.” Jeff berdiri lalu tersenyum sambil menggerakkan tangannya dileher Tatiana.
“Sekarang kau sudah bebas dari Dante bukan?” ucapan itu penuh makna.
“Apa maksudmu bertanya seperti itu?” dengan angkuhnya Tatiana bertanya sambil berkacak pinggang.
“Dante sudah tahu apa saja kekuranganmu itu, sayang. Iyakan?”
“Ya, memang kenapa kalau dia sudah tahu?” balas Tatiana dengan nada tak senang.
__ADS_1
“Berarti sudah tidak masalah jika aku menyentuh tubuhmu yang lain bukan?”
Tatiana berpikir sejenak ketika mendengar ucapan dari Jeff itu. “Aku rasa Dante tidak akan menyentuhku dalam beberapa waktu ke depan! Tentu saja tidak akan ada masalah.”
“Aku bisa melakukan permainan apapun denganmu dimanapun di seluruh tubuhku. Aku akan melakukan operasi plastik sebelum dia melakukan hubungan denganku suatu saat nanti!”
Jeff tersenyum sinis. Dimatanya Tatiana ini hanyalah wanita rendah bahkan Bella jauh lebih berarti baginya dibandingkan wanita seperti Tatiana.
KREEEKKKK
“Kau pintar sekali bisa berpikir sejauh itu manis!” ucap Jeff langsung membuka pakaian Tatiana dengan merobeknya langsung sehingga dia hanya mengenakan pakaian dalam saja.
“Aku tidak punya pakaian ganti! Kau apa-apaan ini merobek pakaianku?” jawab Tatiana dengan angkuhnya. Dia selalu merasa dirinya adalah yang terbaik dari siapa pun.
“Aku tahu, sayang!” jawab Jeff yang kini menatap tubuh wanita itu dengan nyalang. “Dan untuk beberapa jam ke depan kau tidak memerlukan baju ganti bukan?”
“Apa kau akan menyiapkannya setelah beberapa jam itu?” ucap Tatiana membalas senyum merendahkan yang diberikan oleh Jeff padanya.
“Akan kusiapkan untuk wanitaku! Tidak perli khawatir Tatiana, sayang.”
“Ah, baguslah! Sekarang apa mau mu Jeff?” tanya Tatiana lagi.
KLIK!
“Hei! Apa yang kau lakukan? Kau mernatai leherku seperti ini? Kau membuatku seperti seekor anjing!” ucap Tatiana sambil jari telunjuknya menunjuk ke benda dilehernya yang baru saja dikaitkan oleh Jeff.
Leher Tatiana dipasang rantai yang ujung rantainya dipegang oleh Jeff seperti dia memegang seekor anjing. “Hmm! Ini akan sangat menarik Tatiana! Bukankah kau sudah lapar? Aku akan memberimu pengalaman baru kali ini!”
Kreeekkk…..
Tidak ada kelembutan sedikitpun yang diberikan oleh Jeff. Dia merobek pakaian dalam Tatiana lalu membuangnya sembarangan sehingga wanita itu benar-benar polos.
“Hanya begin? Kau pikir dengan begini saja aku akan menikmati makanan itu?” tanya Tatiana saat tangan Jeff menyentuh tubuhnya dan posisi mereka sama-sama berdiri.
__ADS_1