PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 491. DIAMBIL


__ADS_3

“Aku bisa membantumu!”


“Tapi sulit Vince! Dan ini mungkin akan sulit juga untuk menyelamatkan kami dari hukuman. Aku tidak bisa banyak membantu.” ujar Anthony dengan jujur.


“Kau tidak perlu terlalu memikirkan aku Anthony. Aku bisa menjaga diriku sendiri dan memang bukan kau yang memintaku untuk melakukan ini semua. Tapi ini berdasarkan keinginanku sendiri. Aku ikhlas membantumu sebagai sahabatku.”


“Tetap saja kau itu sahabatku dan aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu.”


“Sudahlah, kita semua akan baik-baik saja.” ucap Vince. Dan bertepatan saat ini mereka sudah hampir keluar dari lorong yang mereka lewati.


“Dari tempat ini, kita bisa kemana?” tanya Anthony.


BRAAAKKKK!


Seketika mobil mereka oleng ketika ada dua mobil yang datang dari arah berlawanan. Dua truk fuso itu mengapit mobil.


DUAAARRRRR!


Sebuah pesawat siluman tanpa pilot dan hanya diterbangkan dengan drone baru saja menembakkan rudal ke helikopter yang ada diatas Anthony dan helikopter itu pun meledak dan hancur berkeping-keping.


“Akkhhhhhh!”


“Oh ya Tuhan! Anthony…..itu baling-balin helikopter. Dia hampir saja menembus mobil ini. Kurang dari lima inci lagi bisa mengenaiku.” Anna berucap dengan panik karena baling-baling helikopter menancap diatap mobil dan baling-baling itu masih dalam kondisi berputar.


“Kau tidak apa-apa kan Anna?” Anthony bertanya dan masih merasakan pusing akibat tabrakan itu yang mengakibatkan keningnya berdarah.


“Aku baik-baik saja.” jawab Anna.


Anthony langsung menarik Anna mendekat. Wanita itu membelalakkan matanya tak percaya pada apa yang baru saja terjadi.


‘Ya ampun, dia memelukku? Ada apa ini? Untuk pertama kalinya dia memelukku? Apa ini karena dia merasa khawatir?’ pikir Anna. Sejujurnya Anna merasa senang dengan perlakuan Anthony padanya.


Hanya saja dia diam dan tak mengatakan apapun. Dia berusaha bersikap wajar seolah tak terjadi apa-apa!“Aku baik-baik saja Anthony! Kau tidak perlu memikirkanku.” ucap Anna.


“Vince? Kau bagaimana?”


“Kakiku terjepit! Aku harus  berusaha mengangkatnya dulu.” ucap Vince yang mengalami benturan ada mengakibatkan dara mengalir.


“Kau lihatlah orang yang mendekat itu.” ucap Anna tanpa sadar memeluk Anthony dengan erat. ‘Apa yang ingin dilakukan orang itu? Mereka berdua terlihat sangat menakutkan.’ bisik Anna.


“Anthony! Lihatlah, orang itu membawa gergaji mesin!”


“Dan yang satunya lagi membawa palu besar juga.” Mereka melihat ada dua orang yang mendekat dan keduanya membawa alat berat untuk menghancurkan mobil yang dikendarai Anthony.


“Vince, apa kita tidak bisa bergerak lagi?” tanya Anthony yang cemas dan panik.


“Kalau aku bisa kabur, sudah pasti aku akan kabur sekarang Anthony!” jawab vince.

__ADS_1


“Apa kau akan menembaknya?”


“Kalau mereka berani mendekat maka aku akan menembak keduanya.” sahut Anthony.


BRAAAAAKKKK!


“Kalau kau mencoba menembak kami maka jangan salahkan kami jika aku meledakkan bom ini disini!” ucapan satu orang yang ada disisi jendela yang sudah menempelkan sebuah bom disana.


“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Anthony pada pria yang baru saja membobol pintu mobil dan membuka jendela mereka.


“Serahkan Bella pada kami! Bos kami menginginkannya.”


“Tidak akan pernah!” jawab Anthony menodongkan senjatanya.


“Kalau begitu jangan salahkan kami kalau kami harus bertindak kasar.”


“Aku akan ikut denganmu, tapi kau tidak boleh menembaknya.” ucap Anna yang membuat Anthony menatapnya nanar. Vince pun terkejut mendengar perkataan Anna.


Dia tidak bisa melakukan apapun karena kakinya terjepit dan dia tidak bisa bergerak mengambil senjatanya. Karena satu pria sudah menodongkan dua senjata pada Anthony.


“Kalau begitu turunlah!”


“Aku tidak akan pernah melepaskanmu! Aku tidak mengijinkan kalian membawanya.” Anthony memegangi lengan Anna dengan erat.


“Lepaskan aku Anthony! Aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak mau kau mati karenaku. Selama kau masih hidup maka kau masih punya kesempatan untuk menyelamatkanku.” kata Anna dengan menggunakan bahasa Inggris.


“Anda pergilah dengan wanita ini. Kami akan mengurus kedua orang ini.” celetuk seseorang yang masih mengacungkan senjatanya pada Anthony.


“Jangan bunuh mereka! Tuan Jeff sudah punya rencana lain untuk federal.”


“Saya mengerti Tuan Rodrigo!” ucap pria itu.


Anthony mengeryitkan dahinya mendengar pria itu menatap pria bernama Rodrigo. Tapi dia tidak mengatakan apapun saat Anna dibawa dengan mobil lain. Lalu setelah mobil itu menjauh barulah dua orang dengan truk besar itu pergi meninggalkan Anthony dan bergerak menjauh.


“Arrrgggggg! Aku tidak bisa melakukan apapun saat Anna ditangkap!”


Anthony merasa geram dan bodoh karena kelemahannya yang tidak bisa menjaga Anna. Dia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri. Dia memukul pintu mobil disampingnya melampiaskan kemarahan pada dirinya.


“Tenanglah Anthony! Kita akan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Anna.”


“Bagaimana dengan kakimu Vince? Apa kau bisa bergerak?”


“Aku tidak ada masalah Anthony! Aku rasa Jeff belum mati dan orang yang mengikuti kita tadi yang mobilnya meledak adalah anak buahnya.” kata Vince menerka-nerka.


“Iya, kurasa kau benar Vince! Aku mengenal pria yang membawa Anna tadi. Mereka memiliki senjata yang canggih! Drone tadi itu luar biasa, aku harus membicarakan hal ini pada Dante. Orang-orang Jeff menyusup kedalam kelompok Dante juga.”


“Siapa?” tanya Vince yang baru saja mengeluarkan kakinya yang terjepit.

__ADS_1


“Dia itu sepertinya Tuan Barack! Temannya Dante tapi kenapa namanya jadi berganti menjadi Rodrigo? Apakah Dante tertipu oleh temannya sendiri?” Anthony mencoba berpikir.


“Ah masa iya? Bagaimana bisa aku melewatkan berita penting seperti itu?” ucap Vince.


Dreeettttt Dreeeetttttt Dreeettttt


Ponsel Anna bergetar lalu dia menoleh kearah bawah kakinya. “Ini ponsel Anna.”


“Bukankah itu ponsel yang tadi kau pakai?” tanya Vince mengeryitkan keningnya. Lalu Anthony menjawab dengan anggukan.


“Bisakah kau berjalan?”


“Ya, aku bisa.” Vince mengangguk.


“Kalau begitu sebaiknya kita berpindah ke truk itu. Kita harus memakai itu karena pihak federal akan mencari kita. Aku tidak mau berhubungan dulu dengan ayahku.” Anthony mengutarakan rencananya pada Vince yang langsung menyetujuinya.


“Kau tidak bisa keluar dari sana! Masuk lewat sini.” Anthony bicara sambil memencet tombol hijau di ponsel untuk menjawab panggilan masuk.


“Iya halo?”


“Anthony! Kau ada dimana sekarang? Apa kau baik-baik saja? Ledakan itu apa berhubungan denganmu?” tanya Dante yang terdengar sangat mencemaskannya.


“Dante?” Anthony merasa tenang saat mendengar suara Dante. Dia bahkan menyebutkan nama pria itu dengan suara lembut.


“Iya! Jawab pertanyaanku. Kau tidak apa-apa kan? Kau tidak terluka?” tanya Dante lagi.


‘Kenapa Dante terdengar seperti khawatir sekali padaku? Ada apa dengannya?’ pikir Anthony. Dia merasakan ada keanehan pada Dante yang sangat peduli padanya. Anthony bukannya menajwab pertanyaan Dante, dia malah sibuk memikirkan tentang perubahan sikap Dante yang membuatnya bergidik.


Pikirannya sudah kemana-mana dan membayangkan hubungan antara dua laki-laki yang menurut Anthony sangat mengerikan.


Dia tidak paham dengan sikap Dante saat ini sehingga pikirannya sudah kemana-mana.


‘Aku bahkan berpikir kalau dia marah padaku karena aku menyerang pasukannya. Tapi dia malah memberikan pertanyaan yang seperti dia sangat mengkhawatirkanku?’


Meskipun hanya mendengar suara Dante ditelepon tapi suara Dante sudah membuat Anthony merasa berbeda.


Itulah yang membuatnya tidak langsung merespon pertanyaan Dante dan malah berprasangka ekstrem tentangnya.


“Anthony! Kenapa kau diam saja? Apa kau masih ada disana dan mendengar suaraku?”


“Ehem…..ya aku masih disini, maaf pikiranku sedang tidak fokus.” jawab Anthony.


“Apa maksudmu Anthony? Apa terjadi sesuatu padamu?”


“Dante, apa kau masih normal? Kau masih orang yang seperti dulu kan?”


“Apa maksudmu Anthony! Aku tidak paham.” Dante mengeryitkan dahinya karena tidak paham maksud dan tujuan pertanyaan Anthony.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja. Tapi kenapa kau menanyakan kondisiku? Kau seperti khawatir sekali padaku, apa kau menyukaiku Dante?”


__ADS_2