
“Duduklah Anthony!” perintah Jenderal Robert. Dia bahkan tidak membalas ucapan salam dari Anthony. Pria itu hanya menatap Anthony dengan serius.
“Apa yang ingin ayah bicarakan denganku?”
Jenderal Robert mengamati Anthony sebelum dia bicara, “Bagaimana dengan wanita itu Anthony?” Akhirnya kalimat itupun terurai dari bibir sang Jenderal setelah beberapa saat tadi dia diam saja sambil mengamati Anthony.
“Hari ini dia menghabiskan makanannya,” Anthony tersenyum setelah mengatakan itu.
“Apakah dia sudah bisa bicara denganmu?” Jenderal Robert menatap Anthony dengan serius.
“Iya ayah, tapi dia hanya merespon sedikit.”
“Apa yang dikatakannya?”
“Bukan sesuatu yang penting. Dia tidak mengatakan apapun ayah, hanya menyebut namaku saja,” jawab Anthony berbohong sambil melemparkan senyuman.
‘Maafkan aku ayah bukannya aku tidak mau percaya padamu tapi semuanya belum jelas, kebenaran dan tentang Sky. Aku tidak mungkin menceritakan padamu untuk sementara ini biar aku yang mengurusnya sendiri.’
“Kau tidak memancingnya untuk bicara?” dia terlihat semakin tidak sabar.
“Sudah ayah tapi dia belum bisa bicara banyak ayah.”
“Pffff! Kapan wanita itu bisa berguna bagi kita Anthony!” sang Jenderal berdecak, “Lakukan sesuatu Anthony! Dia harus segera merespon. Kita harus secepatnya mmebawanya untuk menghancurkan Dante!” ujar Jenderal Robert terlihat tak sabar.
“Ayah!”
“Ada yang ingin kau sampaikan Anthony?” ekspresi pria itu sedikit berubah saat mendengar suara Anthony yang meninggi saat memanggilnya.
“Ada ayah! Bolehkah aku mempelajari lebih lanjut apa saja tindakan kriminal yang telah dilakukan oleh Dante?” akhirnya Anthony memberanikan diri menanyakan perihal itu karena dia pun mulai merasa penasaran dan merasa ada yang aneh dengan sikap ayahnya yang terlalu ambisius itu.
“Apalagi yang kau ragukan Anthony?” tanya Robert ulang.
__ADS_1
Anthony hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Aku tidak pernah meragukanmu ayah! Aku hanya ingin tahu saja semua tindakan kriminal yang sudah dilakukannya karena selama ini aku hanya tahu dia melakukan perdagangan senjata tapi aku tidak mengetahui hal lainnya. Kau mengejarnya seakan dia adalah sesuatu yang paling berharga yang harus segera dimusnahkan!” Anthony terdiam sejenak untuk menarik napas.
“Sedangkan dari data yang aku dapatkan ada begitu banyak hal yang harus diperhatikan ulang. Gembong kelas kakap nomor satu adalah Jeff Amadeo, dan dia adalah orang yang memiliki ladang marijuana terbesar didunia selain itu dia juga mengedarkan obat-obatan terlarang. Tapi kau tidak mengejarnya seperti kau mengejar Dante. Sudah jelas jika selama ini Jeff Amadeo banyak melakukan tindakan kriminal yang merugikan dan juga sudah banyak membunuh orang!”
Kemudian Anthony tersenyum, “Bukankah semua yang dijual oleh Jeff Amadeo jauh lebih parah daripada Dante? Dia bahkan lebih kejam karena dia merusak otak manusia dengan semua barang dagangannya, belum lagi dengan rentetan pembunuhan yang dilakukan oleh anak buahnya. Sudah pasti itu atas perintahnya!”
“Anthony! Apa kau sekarang meragukanku?” tanya sang Jenderal ulang.
“Tidak sama sekali ayah!” Anthony menggelengkan kepalanya. “Aku tidak meragukanmu ayah. Aku hanya mempelajari beberapa dokumen dan aku rasa yang harus kita dahulukan adalah menangkap Jeff Amadeo ayah! Senjata yang dijual Dante tidak ada yang merugikan pihak federa! Ya memang dia menjualnya di pasar gelap tapi sampai sekarang Dante tidak pernah sekalipun mengganggu pihak federal dan tidak pernah melakukan tindakan keji pada ornag-orang seperti yang dilakukan Jeff!”
“Dia menjual senjata tanpa izin Anthony!”
“Ya aku tahu itu ayah. Tapi bukankah yang dijual oleh Jeff jauh lebih mengerikan? Kenapa kau tidak menyerangnya juga ayah?”
“Karena lokasinya ada di Amerika, Anthony!”
“Kita adalah anggota keamanan internasional ayah. Kita tidak bertugas hanya untuk satu wilayah saja. Menurutku daripada mendahulukan menyerang Dante, seharusnya kita lebih mementingkan mengurus Jeff dulu ayah. Coba ayah bayangkan jika kita sudah membasminya dan menemukan lahan marjuananya kita bisa menjeratnya dari segi hukum dan bisa menghancurkan ladang marjuana miliknya. Kita bisa menghancurkan peredaara dan penjualan oabt-obat terlarang yang dilakukannya.”
“Apakah kau sudah merasa hebat sekarang sehingga kau berani mengguruiku, Anthony?”
“Tidak ayah! Aku tidak pernah merasa bagitu. Aku hanya mengtakan hal ini padamu karena aku menyayangimu ayah. Aku melakukan penelitian mendalami semua dokumen itu dengan cermat ayah. Mungkin setelah kita menangkap Jeff Amadeo baru kita bisa fokuskan pada Dante! Kau akan memenangkan dua sekaligus dan itu sangat bagus ayah.”
“Pffff! Sudahlah Anthony, kau tidak perlu banyak berpikir tentang semua itu. Cukup lakukan saja apa yang aku perintahkan padamu saja.”
“Tapi ayah…...”
“Jangan menyelaku Anthony! Lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan!”
“Baiklah kalau begitu keputusanmu.”
“Persiapkan saja wanita itu! Aku akan membawanya keluar!”
__ADS_1
“Ayah kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa keluar sekarang ayah.”
“Aku tidak membawanya sekarang. Aku hanya memintamu untuk mempersiapkannya saja dulu. Suatu saat mungkin tidak lama lagi aku akan membawanya ke hadapan Dante! Mungkin Dante tidak bisa percaya dengan video itu Anthony! Karena itu aku ingin membawanya bersamaku.” sang Jenderal pun tersenyum sinis saat mengucapkan kata-kata itu.
“Ayah, sebenarnya aku tidak masalah dengan ucapanmu ini tapi kalau kau ingin membawanya sekarang, aku tidak mengizinkan ayah. Aku akan mlindunginya dengan nyawaku.”
“Apa kau bilang Anthony? Apa maksudmu bicara begitu?”
“Karena sekarang aku harus melindunginya ayah! Aku tidak bisa mengizinkanmu untuk membawanya keluar. Aku masih takut membayangkan bagaiman dia tersiksa didalam ruangan itu ayah! Aku tidak bisa membiarkan trauma yang dialaminya tambah parah jika dia dikembalikan pada Dante.”
“Anthony! Kita sudah sepakat tentang ini sejak awal, bukan?”
“Hem. Aku tahu itu ayah tapi saat ini kondisinya sudah berbeda ayah.”
“Berbeda bagaimana maksudmu Anthony?” sang Jenderal terlihat tak senang dengan ucapan Anthony.
“Karena aku akan menikahinya dan aku akan selalu melindunginya ayah!”
“Anthony! Jangan bicara sembarangan kau! Kau sudah bertunangan dengan Irene! Kau tahu apa artinya itu? Kau memiliki karir, masa depan yang cerah Anthony, kelak kau bisa mengembangkan karir menjadi seorang presiden di masa depan. Apa kau tidak paham itu?”
“Tidak ayah. Aku sudah berencana untuk memutuskan hubunganku dengan Irene!”
“Apa? Aku tidak setuju!” sang jenderal bicara tegas menolak keputusan Anthony. Raut wajahnya terlihat sangat marah pada Anthony.
“Maaf ayah. Aku tidak mencintainya dan waktu itu semuanya hanya kesalahan dan aku akan memperbaiki hubunganku dengannya. Aku akan meluruskan kesalahpahaman ini ayah.”
“Anthony! Kau tahu seberapa bahayanya yang kau bicarakan ini?” jenderal Robert menyipitkan mata.
“Tapi terus terang saja ayah, aku sudah tidak bisa melanjutkan hubungan itu lagi.”
“Aku tidak peduli Anthony! Pilihannya ada dua sekarang. Kau tetap melanjutkan pertunanganmu dengan Irena dan menikah dengannya enam bulan lagi atau kau jangan salahkan aku jika aku berbuat yang terburuk pada wanita yang sekarang jadi tawanan kita itu!”
__ADS_1