PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 393. MENGIKUTI KATA HATI


__ADS_3

‘Sedang apa kau sekarang Barack? Apa kau juga merindukan aku? Apa kau ingin bertemu denganku? Apa kau juga memikirkanku seperti aku selalu memikirkanmu?’ bisik hati Sarah sambil mendekap erat kalung itu didalam genggamannya. ‘Sampai kapan kau akan pergi dan tak mau menemuiku Barack?’


 


Sarah berjalan dengan fokus pada pikirannya hingga tiba-tiba dia mendengar ada yang memanggil nama Barack. Sarah pun langsung menghentikan langkah kakinya dan mencoba mendengarkan.


“Tuan Barack! Apa kabar anda? Sudah lama sekali kita tidak bicara. Saya sangat merindukan anda.”


 


Deg!


Pembicaraan telepon itu dia dengar dari arah bawah tangga. Sarah segere berbalik menuruni tangga untuk melihat orang yang sedang bicara disana. “Kau sedang bicara dengan Barack kah?”


“Ehh….Nona!” Henry pun jadi salah tingkah.


“Benar kan kau sedang bicara dengan Barack? Aku tadi mendengar kau menyebut namanya.”


 


Sarah mendekati Henry dan tetap memaksa agar pria itu mengaku.


“Apa anda membutuhkan sesuatu Nona?” Henry berusaha untuk mengalihkan Sarah, dia agak gugup dan diseberang telepon Barack bisa mendengar jelas suara Sarah.


“Henry, yang menelepon itu Barack, iyakan?” tanya Sarah untuk kesekian kalinya.


 


Namun, tiba-tiba “Ah, Tuan Dante!” Sarah setengah berteriak yang membuat Henry lengah memandang kearah yang dituju mata Sarah lalu dengan cepat dia merebut ponsel dari tangan Henry.


“Barack! Kaukah itu? Aku sudah menunggumu lama sekali tapi kau tidak kunjung datang! Ada dimana kau sekarang? Apa kau masih hidup?”


 


“Nona tolong kembalikan ponselku.” Henry refleks meminta kembali ponselnya namun Sarah mengacuhkan. ‘Duh, bisa-bisanya aku tertipu dengan tipuan murahan seperti itu.’ geram Henry dohatinya tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak mungkin dia akan membentak Sarah karena akan membuat masalah baru untuknya.


 


“Tidak Henry! Aku mau pinjam sebentar teleponnya! Aku mau bicara dengan Barack sebentar saja. Sudah lebih sebulan aku tidak bicara dengannya, izinkan aku sebentar saja bicara dengannya ya.” Sarah tetap memegang ponsel Henry, enggan untuk mengembalikannya pada pria itu.


“Sarah, berikan teleponnya pada Henry, aku akan memberitahunya untuk mengizinkanmu menelepon sebentar.” ucap Barack dari seberang telepon.


“Akhirnya kau mau bicara denganku  Barack! Aku sangat merindukan suaramu ini.”

__ADS_1


 


“Sarah cepat berikan teleponnya pada Henry atau aku tidak akan mau bicara denganmu.”


“Baiklah. Aku akan mengembalikannya tapi dengan satu syarat, kau akan bicara denganku lagi.”


“Kau pikir aku ini pembohong sampai kau meragukanku seperti itu?”


“Eeeehh…..tidak! Bukan begitu maksudku!” ujar Sarah langsung mengembalikan ponsel Henry.


 


“Berikanlah ponselnya padanya Henry! Aku hanya ingin bicara sebentar dengannya.”


“Apa tidak akan berbahaya dalam posisi anda sekarang Tuan?” tanya Henry yang mencemaskan Barack. Dia tidak mau jika hal buruk sampai terjadi pada Barack.


“Kau tidak perlu khawatir, berikan saja ponselnya pada Sarah. Aku tidak akan lama bicara dengannya.”


 


Mendengar itu akhirnya Henry pun langsung memberikan ponselnya pada Sarah dan menunggu disamping Sarah.


“Barack, kapan kau akan kembali? Aku sangat merindukanmu! Aku sudah menunggumu sebulan lebih dan kalung ini sudah berwarna merah lagi. Kata Dante itu artinya kau dekat denganku bukan? Dante bilang padaku kalau jaraknya dibawah lima ribu kilometer maka kalung ini akan berpendar.”


 


“Tidak. Hanya sedikit saja, itukan hal biasa. Aku sering bertengkar dengannya.” jawab Sarah. Sarah dan Barack bicara memakai bahasa Indonesia karena Barack juga berasal dari Indonesia.


“Dengarkan aku sebentar saja. Aku akan segera pulang, aku akan memberitahumu kalau aku sudah pulang nanti. Tapi sekarang aku minta kau bersabar dulu. Apa kau bisa melakukan itu?”


 


“Iya Barack, aku akan sabar menunggumu. Aku sangat mencintaimu.” ucap Sarah.


“Bodoh! Apa aku menyuruhmu untuk mencintaiku? Kau lupa apa yang aku katakan padamu dulu?”


Sarah langsung mencibir mendengar perkataan Barack, dia mencembungkan pipinya. “Ya aku masih ingat semua yang kau katakan padaku.” ucap Sarah ketus.


 


“Kau bilang kalau kau suka wanita yang memiliki tubuh proporsional! Sedangkan aku masih enam belas tahun. Bagian depan tubuhku kecil, bagian belakang tubuhku belum berkembang dan bentuk tubuhku tidak menarik, katamu! Jadi kau tidak menyukaiku karena alasan itu? Tubuhku rata seperti kayu triplek!”


 

__ADS_1


“Baguslah kalau kau masih bisa mengingat apa yang aku katakan kepadamu! Jadi jangan pernah bermimpi untuk bersamaku! Camkan itu!” Barack mengatakan itu dengan penuh penekanan.


‘Bodoh! Begitu mudahnya kau percaya pada kata-kataku? Apa kau tidak tahu kalau tubuhmu itu masuk dalam kriteriaku? Pfff….bahkan kau membuatku terus menerus menahan rasa ketika kita bersama. Saat inipun aku menginginkan tubuhmu! Haa!’ gumam Barack dihatinya.


 


Tapi untuk saat ini tidak mungkin baginya untuk bersama dengan Sarah, tapi dia segera memendam rasa itu sekarang atau dia akan kena bulan-bulanan Dante dan Bella.


“Tadi kau bilang kalau kau akan kembali bukan? Apa artinya itu aku tidak akan bersama denganmu?” tanya Sarah yang sedikit merasa khawatir didalam hatinya sekarang.


 


“Aku akan kembali tapi hanya untuk mengambil kalungku. Kau sudah tidak membutuhkan itu lagi karena kau sudah selamat dan sudah sampai dirumah Dante. Apa kau ingat kata-kataku? Aku meminjamkan kalungku sampai kau berada dirumah Dante.” ucap Barack menegaskan.


 


“Kalau begitu aku akan kabur dari rumah Dante supaya aku tidak harus mengembalikan kalungmu! Aku tidak mau mengembalikannya padamu!” balas Sarah dengan tegas menolak.


“Jangan macam-macam kau!”


“Kalau aku macam-macam kenapa memangnya? Aku sudah bilang kalau aku mencintaimu dan aku akan terus mencintaimu dan akan berusaha agar kau juga mencintaiku!” Sarah tetap tak mau mundur.


 


“Sampai dunia kiamat pun itu tidak akan pernah terjadi! Aku tidak suka wanita datar yang tidak punya bentuk tubuh! Cih! Apa menariknya wanita seperti itu!” ejek Barack lagi.


“Aku akan melakukan operasi supaya tubuhku sesuai dengan apa yang kau inginkan! Apa itu membuatmu puas Barack?” Sarah masih tidak mau menyerah begitu saja.


 


“Apalagi wanita bekas operasi! Cih! Aku makin tidak tertarik, aku suka yang alami!”


“Barack! Jangan begitulah denganku! Aku benar-benar mencintaimu. Aku akan bisa menjadi istri yang baik untukmu.” ucap Sarah dengan melembutkan suaranya.


“Aku tidak membutuhkan istri, Sarah! Sudah dulu ya aku tidak punya waktu untuk dibuang-buang bicara hal tak penting! Aku meminjam ponsel temanku, berikan teleponnya pada Henry! Kita bisa bicara lagi nanti setelah aku kembali.” ucap Barack menyudahi.


 


“Tidak bisa Barack! Kau harus mengatakan dulu kalau kau akan kembali dan kau akan mencintaiku, kau mau menjadi kekasihku baru aku mau kembalikan ponselnya pada Henry!”


“Aku sedang bekerja, anak kecil! Jangan ganggu aku! Apa kau ingin aku mati?”


“Eh, aku tidak mau itu terjadi padamu, akan kukembalikan ponselnya pada Henry.”

__ADS_1


 


Sarah yang ketakutan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Barak karena dia mengetahui pekerjaan pria itu dan bagaimana susahnya bekerja dilapangan, apalagi Sarah pernah bersama Barack di hutan dalam kondisi serba kekurangan dan ketakutan. Akhirnya Sarah pun memberikan ponsel Henry kembali.


__ADS_2