PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 455. IKUTI DIA


__ADS_3

“Negara kaya dengan sumber daya mereka akan dirampok! Mereka akan dibuat bodoh sedangkan hasil rampokan akan digunakan untuk membangun negara yang tidak memiliki sumber daya tapi memiliki kekuatan. Disinilah akan ada ketimpangan.”


“Tapi sekarangpun ini sudah banyak terjadi.” jawab Noel lagi.


 


“Karena itu….”


“Permisi!”


Sebelum Dante Emilio menjelaskan lebih lanjut, seorang dokter sudah keburu datang sehingga mereka berdua tidak lagi melanjutkan pembicaraan.


 


“Bagaimana dokter? Apa anda sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk mengobati ayahku?”


“Tentu saja! Tuan Dante Emilio akan dirawat dulu dan setelah hasilnya baik untuk rontgen dan sudah tidak ada masalah lagi, baru boleh dilanjutkan pengawasan medisnya. Saya akan membersihkan dulu semua racun-racnnya.” dokter itupun memberikan penjelasan singkat.


 


“Apa ini akan mempengaruhi organ penting ditubuh ayahku?” tanya Noel lagi.


Dokter terdiam sejenak sambil menggelengkan kepalanya. “Saya tidak tahu seberapa besar efeknya makanya kita perlu melakukan rontgen dulu untuk mengecek kondisi didalam tubuhnya. Saya ingin tahu bagaimana kondisi ginjal, hati, jantung, semuanya. Dan bisa ada keanehan maka kita akan menindaklanjuti secepatnya.”


 


“Baiklah dokter.” Noel pun menganggukkan kepalanya lalu menatap ayahnya. “Apa ayah sudah siap?” tanya Noel dengan khawatir.


“Jangan pikirkan aku! Kondisiku akan semakin membaik setelah perawatan.”


“Tapi aku sudah bicara dengan Hans. Kemungkinan perawatan Tuan Dante Emilio tidak akan dilakukan dirumah sakit ini tapi akan dilakukan dirumah Tuan Dante!”


 


“Benarkah? Kenapa begitu?” tanya Noel langsung menatap dokter dan mengajukan pertanyaan.


“Itu adalah perintah dari Tuan Hans. Sepertinya Tuan Dante menginginkan seperti itu. Kalian tidak keberatan bukan?” tanya dokter itu.


“Tentu saja!” Noel mengangguk karena dia memang tahu itu adalah yang terbaik untuk ayahnya.


 


“Kalau begitu saya akan mempersiapkan semuanya. Kita akan berangkat menggunakan mobil.”


“Baik dokter!” Noel pun menyetujui.


“Sekarang ada beberapa obat yang harus diminum dulu untuk pembersihan racun.”


“Baik dokter!” Dante Emilio mengangguk dan kooperatif dengan dokter yang menanganinya.


 


Mereka mulai dari proses pemberian obat sambil menunggu mobil mereka datang. Semuanya tidak ada masalah dan berjalan lancar hingga keberangkatan mereka ke rumah Dante.


“Ayah, kenapa kau menangis?”


Dante Emilio menatap anaknya. “Sudah lama sekali aku tidak datang lagi ke gerbang ini. Ada rasa rindu disini.”

__ADS_1


 


“Maksudmu didalam hatimu merindukan tempat ini?” Noel melihat kearah tangan ayahnya yang menunjuk kearah dadanya.


“Iya.” Dante Emilio menjawab tapi tidak memandang putranya. Dia hanya menatap lurus kerarah rumah Dante.


“Mayor! Aku tidak menyangka kalau aku akan kembali lagi kesini! Aku masih ingat sekali setiap hari aku menjemputmu disini.”


 


“Rumah ini memang sekarang sudah banyak berubah. Tidak seperti dulu lagi, sudah banyak renovasi tapi aku masih bisa membayangkan dirimu berada disana dan menungguku. Kadang kau marah padaku karena aku terlambat berapa menut.” bisik didalam hati Dante Meilio sambil menghapus airmatanya yang menarik perhatian Noel.


 


‘Sepertinya ayahku punya kenangan tersendiri dirumah ini! Ayah apa yang sedang kau pikirkan sekarang? Apa kau memang sangat dekat dengan ayahnya Dante sampai kau menitikkan airmata saat sampai dirumahnya?’ bisik hati Noel tapi dia tidak berkomentar pada ayahnya. Hanya memendam sendiri dan dia sudah merasa tenang sekarang.


 


Semua kesalahpahaman dipikirannya sudah terjawab, ayahnya bukan orang jahat! Ayahnya bukan penyebab kematian ayah Dante dan itu yang paling penting untuk Noel.


“Noel! Sepertinya itu Dante. Apa dia mau pergi?” Dante Emilio melihat seseorang didepan dengan pakaian sudah lengkap seperti ingin berperang seperti sedang menunggu mobil mereka.


 


“Sepertinya begitu ayah.”


“Apa kalian punya masalah lain?”


“Aku tidak tahu ayah. Aku baru bergabung dengannya beberapa hari yang lalu.” jawab Noel.


“Boleh aku berpesan padamu Noel?” tanya Dante Emilio pada putranya.


 


“Katakanlah ayah! Apa yang harus aku lakukan?”


“Bisakah kau mengikuti Dante? Pergilah bersamanya Noel!”


“Kalau dia tidak mengajakku aku tidak mungkin ikut dengannya ayah.”


 


“Bisakah kau mencoba untuk membujuknya agar mengajakmu?” tanya Dante Emilio mulai panik.


“Memangnya ada apa ayah?” tanya Noel.


“Aku mengkhawatirkannya.”


“Apa yang harus kulakukan ayah? Aku bingung.”


 


“Kua harus mengikutinya, Noel! Pergilah bersamanya dan dampingi dia.”


“Aku tidak paham ada apa denganmu ayah.” ucap Noel serius. ‘Apa sebenarnya yang diinginkan ayahku? Kenapa dia terlihat ketakutan dan cemas sekali? Bukankah Dante memiliki hak untuk pergi kemanapun dia mau? Masa iya aku harus ikut terus? Aku tidak enak hati.’


 

__ADS_1


‘Tapi melihat ekspresi diwajah ayahku sepertinya ada sesuatu yang penting.’ bisik hatinya. Noel mulai ragu didalam hatinya sehingga dia terus memperhatikan ayahnya.


Dia juga khawatir karena dari kemarin kondisi Dante berbeda sekali. Tapi Noel tidak berani bertanya apapun kepada teman-teman Dante. Dia tidak mau terlalu ikut campur.


 


“Aku mau kau mengikutinya Noel! Kau tidak boleh melepaskannya.” pinta Dante Emilio.


Noel mengerutkan dahinya. “Ayah, aku tidak mengerti maksudmu? Kenapa kau mengatakan seperti itu? Memangnya ada apa?” tanya Noel. Bertepatan dengan Dante yang sudah melangkah mendekati mereka karena mereka masih belum turun dari mobil.


 


“Aku hanya ingin memastikan Noel! Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya.” ucap Dante Emilio.


“Maksudmu ayahku?”


Dante Emilio memegang tangan anaknnya dan menatapnya serius. “Noel, dengarkan aku! Jika nyawaku masih bisa dipertahankan maka aku akan ikut berperang dengannya dan melakukan apa yang ingin dia lakukan. Ini sepertinya ada sesuatu yang serius, kau lihatlah apa yang dipakai olehnya.” ungkap Dante Emilio melihat dengan tatapan serius.


 


“Lalu apa yang kau inginkan aku lakukan?” tanya Noel.


“Ikuti dia! Aku akan meminta kepadanya supaya kau ikut dengannya! Lindungi dia, apapun yang terjadi. Walaupun nyawa sebagai taruhannya kau harus tetap membuatnya hidup! Apa kau paham?”


 


(Sesaat sebelum kedatangan Noel dan ayahnya)


“Selamat datang kembali Tuan Dante.” Henry sudah membukakan pintu ketika Dante sudah kembali kerumahnya.


“Henry!” Dante mendekati pria yang sedang bicara dengannya.


“Iya Tuan?”


“Modif mobil-mobil ini! Ubah semuanya dan kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk menghilangkan jejak bukan?” ucap Dante.


 


Dante menatap serius dan tak berpaling sebelum Henry mengangguk mengerti. “Serahkan semuanya pada saya Tuan. Saya akan segera mengurusnya.” jawab Henry.


“Bagus!” Dante mengangguk pelan. Dia pun masuk kedalam masih diikuti Henru yang berjalan pelan dibelakangnya.


 


“Apa ada yang ingin kau sampaikan padaku Henry?”


“Tidak ada Tuan! Semuanya sudah sesuai dengan yang anda inginkan! Apa anda menginginkan sesuatu Tuan?” tanya Henry ulang.


“Aku ingin mobil.” Dante menatap Henry. “Siapkan mobil untukku yang tidak bisa dideteksi sensor. Aku ingin mobil yang tidak bisa mereka lihat! Aku ingin mobil yang sudah dilengkapi dengan semua persenjataan canggih dan masukkan kedalam pesawatku sekarang juga!”


 


Henry pun mengangguk tapi dia sedikit khawatir.


“Apa kau tidak bisa memenuhi apa yang aku minta?”


“Tentu saja bisa Tuan! Anda memiliki mobil itu.” ujar Henry sesuai dengan kenyataan.

__ADS_1


“Lalu apa yang membuatmu menatapku seperti itu Henry?”


__ADS_2