
“Apa kau juga sudah menyiapkan pesawat pribadi?” tanya Manuel lagi.
“Kau benar Manuel! Tentu saja aku tidak mungkin membawa mereka semua dengan pesawat komersial. Kau kan lihat sendiri bagaimana perlengkapan mereka?” Henry tersenyum.
Memang semua persenjataan yang mereka bawa cukup banyak. Dan tidak bisa dibuang karena Dante membuat semua senjata itu dengan ciri khas tersendiri.
“Baiklah. Hati-hati Henry! Aku akan mengunjungimu.” ucap Manuel.
“Sukses untukmu Manuel!” Henry bicara sambil memberi tanda meminta anak buahnya mengantarkan mobil mendekat. Mereka tidak mencuri mobil membuat Manuel menarik napas lega. Dia melihat mobil yang sudah datang.
‘Setidaknya aku tidak harus berurusan dengan pihak keamanan lokal yang berpikir kami menggunakan mobil orang lain. Membuat onar karena kami adalah pasukan khusus yang memiliki hal khusus.’ bisik hati Manuel.
Dia memandang semua temannya itu dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Selama beberapa lama dia bersama mereka dan sekarang harus berpisah.
“Aku akan merindukan kalian semua!” teriak Manuel saat Dante dan yang lainnya sudah masuk.
“Komandan!” anak buah Manuel menyapa setelah semuanya pergi menjauh.
“Kau sudah mengecek semuanya?” tanya Manuel.
“Ya komandan. Kami sudah mengecek semua yang diperintahkan oleh kolonel Henry.”
“Bagus!”
“Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang komandan?”
“Aku ingin tahu apa saja yang ada didalam sana!” jawab Manuel dengan tegas dan wajah menegang. ‘Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan satu masalah pun.’ itulah yang dipikirkan Manuel sehingga dia pun bergegas masuk kedalam. “Bagaimana dengan para androidnya?” tanyanya.
“Manusia setengah robot itu juga sudah kami bereskan komandan. Tidak ada lagi yang tersisa.”
“Tapi kita harus tetap memastikan!” Manuel tersenyum puas. “Aku mau keruang bawah tanah.”
“Pasukan kami juga sudah berada disana komandan.”
“Benarkah? Apa kau yakin mereka melakukan sesuai dengan standar yang sudah dikatakan kolonel Henry tadi?” tanya Manuel untuk memastikan.
“Tentu saja komandan! Kami sudah mengikuti semua aturannya.”
“Berikan aku baju.” ujar Manuel yang langsung diberikan oleh anak buahnya. Manuel mengenakan jubah putih yang menutupi seluruh tubuhnya, dilengkapi dengan masker dan juga tabung oksigen.
__ADS_1
Mereka pun menuju keruang bawah tanah. “Tolong buka jalurnya.” perintah Manuel setelah mereka sampai diruang bawah tanah itu.
“Anda ingin kami mengebor ditempat lain komandan?”
“Ya, berikan aku sesuatu untuk menggambar denahya.” perintah Manuel lagi.
Merekapun sigap setelah mendapat perintah dari Manuel. Tanpa menunggu lama memberikan denah pada Manuel untuk memvisualisasikan tempat tersebut.
“Aku akan menggambarkannya singkat!”
Manuel mengingat semua lokasi yang ada didalam lab bawah tanah itu, dimana tempat-tempat yang mungkin bisa menjadi jalan keluar baru. “Jalur disebelah sini. Aku ingin kalian mengebornya. Dan masuk disini dan buat jalurnya. Kita akan masuk kedalam sana.”
“Baik komandan!” anak buahnya pun segera melakukannya. Mengeluarkan alat berat untuk mengebor disampai sebagai jalan masuk.
“Aku yakin tempat itu masih menyimpan sesuatu yang bisa memberikan petunjuk.” pikir Manuel. Lebih dua jam dia bergelut dengan pikirannya sendiri sambil memperhatikan anak buahnya mengerjakan perintahnya.
Dia pun tidak tinggal diam, selama proses penggalian Manuel mengecek berbagai tempat yang ada disekitar. Terutama di area laboratorium lama dan baru berada.
“Apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan?” tanya Manuel.
’Tidak komandan!” salah satu anak buah kepercayaan Manuel menjawab. “Tempat ini sudah kosong. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dan semuanya sudah hancur.”
“Mereka memang belum hidup. Dan mereka tidak bisa hidup tanpa penyangga.”
“Air penunjang kehidupan itu kan? Mereka butuh serumnya untuk menghidupkan kembali? Aku minta sampel salah satunya. Bawa ke lab semuanya dan juga bawa salah satu mayat.”
“Tapi tubuhnya sudah tidak menyatu?”
Manuel menggelengkan kepalanya, “Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu saja dan aku akan bicara nanti dengan penelitinya.” jawab Manuel.
“Aku juga meminta ahli biologi terbaik! Aku minta orang yang mengerti tentang kloning. Dan aku ingin bertemu dengan ahli kimia nuklir.”
“Baik komandan.”
‘Ini tidak akan mudah. Tapi aku tidak akan menyerah! Mereka mungkin mengatakan untuk tenang dulu. Tapi aku tidak bisa. Aku sudah bekerja dengan Jeff selama bertahun-tahun dan aku tahu bagaimana dia! Aku yakin, dia pasti menyembunyikan sesuatu. Tapi dimana? Dan apa itu?’ pikir Manuel. Dia masih terus mencarinya tidak ada satupun sinyal komputer disana.
“Komandan! Kami sudah membuka jalan!” lapor anak buahnya.
“Apa sudah ada yang masuk dan melihatnya?”
__ADS_1
“Sudah komandan!”
“Bagus! Aku ingin mengecek sekarang.” ucap Manuel. Saat dia ingin keluar dan ingin langsung pergi ke tempat penggalian tapi anak buahnya menyodorkan sesuatu.
“Komandan, coba anda lihat ini dulu.”
“Ini kondisi didalam?” tanya Manuel dengan tatapan serius.
“Iya komandan. Anak buahnya sudah masuk duluan kesana untuk mengeceknya.”
“Aku mau gambarnya lebih jelas,” pinta Manuel.
Pria itupun memberitahukan kepada orang yang ada didalam untuk menambah pencahayaan.
‘Benar dugaanku tak ada yang berubah semua masih biasa saja dan tidak ada kerusakan. Walaupun ada bom diatas tapi tempat ini masih aman. Ini hampir mirip seperti bunker milik Dante. Hanya saja ini hanya ada lab saja.’ pikir Manuel.
“Coba kalian cek sekelilingnya! Apakah masih ada komputer atau apapun yang masih menyala?”
“Baik komandan!” mereka pun melakukan pengecekan sesuai perintah Manuel.
“Kami tidak menemukan apapun komandan!”
“Jadi menurutmu dibawah sana tidak ada apa-apa?”
“Tidak ada komandan! Semuanya kosong! Semuanya sudah tidak lagi terhubunga ke listrik.”
‘Kalau tidak ada listrik bagaimana manusia kloningan bisa hidup? Dia membutuhkan cairan yang membuat tubuh mereka tetap bertahan.’ Manuel mencoba berpikir.
‘Apa benar yang dikatakan Dante bahwa tempat ini memang kosong? Tidak ada apa-apa lagi didalam sana?’ Manuel masih tidak yakin tapi dia meragukannya.
Ruangan itu sudah dilihat dan memang tidak ada apa-apa disana. Ini membuat Manuel tidak sabaran.
“Baik, aku akan mencoba pergi kesana mengecek langsung.” akhirnya dia pun memutuskan itu.
“Komandan, kami menemukan sesuatu yang menyala.” pekik salah satu anak buahnya. Manuel pun langsung meliriknya.
“Berikan padaku!” ucap Manuel langsung mengamati apa yang ditunjukkan anak buahnya didalam tablet itu. “Apa yang ditemukan disana?” tanya Manuel penasaran.
“Sesuatu komandan! Sepertinya dia menunjukkan kalau dia masih aktif walaupun tidak ada listrik disana.” jawab anak buahnya.
__ADS_1
“Apa itu?” tanya Manuel menunjuk sesuatu.