PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 77. ANCAMAN JEFF AMADEO


__ADS_3

Dreeettttt dreeeettttt dreeeettttt


Ponsel Dante kembali berdering. Dia melihat nomor yang tak dikenal menghubunginya.


“Nomor yang sama yang menghubungi waktu itu.” Ingatan Dante yang kuat sudah pasti mengingat nomor telepon tak dikenal yang pernah menghubunginya.


“Ada apalagi kau menghubungiku Jeff?” tanya Dante dengan suara yang tenang.


“Ah….sepertinya kau menyimpan nomor teleponku ke dalam kontakmu?”


“Kau ingin aku melakukan itu? Aku tak menyimpan nomor tak penting.” ujar Dante.


“Tidak. Aku hanya mencari Bella! Kembalikan dia padaku, aku hanya menginginkan wanitaku.”


“Ha…..aku rasa kau sudah tahu dimana dia. Kau tidak perlu mencarinya lagi karena dia wanitaku dan dia aman bersamaku. Dia akan selalu bersamaku selamanya! Ingat itu!”


“Darimana kau yakin kalau Bella-ku aman sementara kau tidak mengijinkannya bertemu dengan adiknya.” ujar Jeff.


“Bagaimana kalau dia tahu kalau kau yang membunuh adiknya? Apa kau sanggup bertanggung jawab? Coba kau bayangkan kebencian seperti apa dia miliki pada pembunuh adiknya!” ujar Dante tertawa puas yang membuat Jeff semakin kesal dan merasa emosi.


“Apa kau bilang? Aku yang membunuh adiknya? Aku rasa bukan aku yang mengendarai mobil itu.”


“Tapi kau yang mengejar mobil itu bukan? Kau sengaja menabrak mobil itu hingga jatuh ke jurang!”


“Aku sudah mengatakan pada anak buahku untuk menjaganya tapi dasar anak buahmu saja yang tidak mau bekerjasama. Dia sendiri yang menjatuhkan mobil yang dikendarainya ke jurang.” ujar Jeff.


“Kau yang mendesaknya dan mendorong mobil itu kearah jurang. Barack bukan anak buahku, dia sahabatku, adikku, keluargaku, jangan pernah kau lupakan itu Jeff Amadeo! Aku pastikan kau akan bertanggung jawab untuk ini. Kau akan membayar perbuatanmu!”

__ADS_1


“Oho Dante apa kau mengancamku?”


“Bukan! Ini bukan sekedar ancaman tapi sebuah janji yang akan kutepati. Kau tidak akan bisa lolos!”


“Dante Sebastian! Mafia senjata nomor satu di Eropa dan Amerika, saat ini kau berusaha untuk melebarkan sayapmu di Asia Tenggara dan Australia!”


“Baguslah kalau kau sudah tahu dan mencari data lengkap siapa aku.”


“Bukan hanya mencari datamu saja tapi aku akan emnghancurkanmu jika kau tidak menyerahkan wanita itu padaku! Hanya seorang wanita saja tapi kau rela mengorbankan semuanya. Ckckck.”


“Aku sangat berambisi mendapatkannya, ha?” Dante tersenyum sinis.


“Hem….dia adalah wanitaku. Sudah pasti aku akan memperjuangkannya!” ujar Jeff lagi. Ucapan pria itu membuat Dante semakin marah lalu mengepalkan tangannya.


“Aku tidak akan pernah menyerahkannya! Langkahi dulu mayatku! Kau jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan wanita itu!”


Ada penekanan disetiap kalimat yang diucapkan oleh Jeff Amadeo, ancamannya tidak main-main dan Dante bisa merasakan itu. Pria itu berencana mengincar semua orang-orang terdekat Dante.


“Hmmm…...begitukah? Ha ha ha ha asalkan kau tidak muncul dihadapanku karena sebelum itu terjadi aku tidak akan segan memotong-motong tubuhmu.” ujar Dante tanpa merasa takut dan semakin terkekeh mendengar semua ucapan Jeff.


“Kau bisa meremehkanku sekarang tapi kau akan segera tahu siapa aku!”


“Aku tidak pernah meremehkan orang tapi aku bisa mengukur kekuatanku diatasnya. Kalau kau sudah mempelajari tentangku maka kau harus ingat! Aku selalu memastikan semua sebelum aku bertindak, aku tidak pernah menyerang dengan cara bodoh sepertimu. Kau bahkan tidak bisa membela dirimu sendiri dihadapan Bella! Sarah terbunuh karena kau mengejarnya untuk kau jadikan sandera agar Bella mau kembali padamu! Apa yang akan kau katakan padanya tentang itu?”


Diujung telepon Jeff yang mendengar itu merasa sangat marah dan wajahnya merah padam. Dia tidak suka Dante mengancamnya yang mengintimidasi harga dirinya. “Aku tahu saat kau menjadi pemenang kau bisa memanipulasi rupa sehingga orang lain akan tetap menatapmu dan berpikir kalau kau sempurna. Akulah sang dewanya bukan iblisnya!”


“Aku tidak memakai kedok seperti itu. Aku sangat tahu apa yang harus kulakukan. Langkah apa yang harus kuambil selalu dengan pertimbangan matang. Pada akhirnya kau yang akan kebingungan sendiri sekarang memikirkan bagaimana harus bicara dan menjelaskan pada Bella ha ha ha ha ha!”

__ADS_1


“Aku akan menunjukkan pada Bella bahwa kaulah penyebab semua ini!” sudah tidak ada lagi yang bisa dikatakan oleh Jeff selain itu karena posisinya terhimpit. Orang-orang Dante bekerja diluar batas nalarnya seperti Barack yang melakukan sesuatu diluar dugaannya. Saat ini Jeff menggunakan kejadian itu untuk mengancam Dante tapi sayangnya tidak bisa mengintimidasi pria itu, malah Jeff yang semakin tersudut karena ucapan Dante. Bagaimana dia akan menjelaskan semua pada Bella!


“Aku akan menunjukkan bukti pada Bella kenapa mobil Barack bisa terjatuh ke jurang! Siasat buruk tidak akan pernah bisa memanipuasi data fakta! Meskipun kau berusaha menutupinya, kebenaran akan tetap terungkap!” ujar Dante lagi.


“Aku tidak main-main. Berikan Bella padaku secepatnya! Jika kau menolak memberikannya maka jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi pada bisnismu!” ancam Jeff lagi.


“Lakukan apa yang mau kau lakukan jika kau memiliki kekuatan! Jangan pernah mengancamku!”


Klik! Dante pun memutuskan sambungan telepon itu.


‘Barack! Aku tidak percaya kau sudah mati, kau pria yang tangguh dan tidak mudah menyerah meskipun mobil itu jatuh ke jurang dan terbakar tapi aku sangat yakin kau selamat! Hanya menunggu hingga waktunya tiba kau pasti kembali!’ lirih Dante.


‘Aku yakin kau sengaja tidak muncul untuk menyelamatkan Sarah, kau selalu menyelesaikan tugasmu hingga tuntas dan kau selalu punya cara tersendiri.’ ada senyum diwajah Dante. Dia sangat mengenal sahabat-sahabatnya lebih dari siapapun. Dante selalu memberikan tugas sesuai kemampuan sahabat-sahabatnya dan saat ini meskipun ada kekhawatiran tapi Dante masih berpikir logis dan tidak terjebak dengan berita kematian Barack. Dante hanya khawatir tentang kondisi Barack dan Sarah.


‘Mereka akan mencarimu. Mereka akan menyelamatkanmu Barack! Begitupun aku, aku tidak akan berhenti untuk mencarimu! Apa yang akan kukatakan pada Bella jika kalian tidak bisa kutemukan? Wanita itu pasti akan mengamuk jika terjadi sesuatu pada adiknya.’ gumam Dante dalam hatinya memikirkan rencananya dan dia berjalan mendekati buggy yang akan membawanya ke mansion. Tapi, tiba-tiba dia teringat sesuatu! Wanita itu! Dia sejak tadi belum melihat Bella lagi dan dia yakin kalau wanita itu sedari tadi belum turun dari pesawat.


“Kemana dia? Kenapa dia belum keluar juga?” Dante mengeryitkan dahinya dan melihat kearah pesawat, setelah tersadar bahwa Bella masih tertinggal didalam pesawat.


“Apa dia kabur?” gumam Dante lalu tertawa kecil. “Mana mungkin dia bisa kabur dari tempat ini? Ini bukan negaranya, dia tidak akan bisa kabur kemanapun!” lalu Dante membalikkan tubuhnya lalu naik kembali keatas pesawat. Hanya ada satu pramugari yang tinggal disana menunggu Bella.


“Dimana dia?” tanya Dante pada pramugari.


“Masih didalam kamar mandi, Tuan.”


“Kau pergilah dari sini, biar aku yang memanggilnya.”


Pramugari itupun turun dari pesawat, kini hanya Dante yang berada didalam kabin pesawat. Lalu dia berjalan kearah kamar mandi dan mengetuk pintunya. Tok tok tok tok

__ADS_1


“Keluar sekarang! Jangan salahkan aku jika aku membakar pesawat ini bersama denganmu!”


__ADS_2