PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 385. CEPATLAH KEMBALI


__ADS_3

“Sudahlah Barack! Tidak ada gunanya juga kita membicarakan masalah ini berlarut-larut. Semuanya sudah terjadi dan aku juga gagal melakukan misiku.” ucap Dante. “Apa yang sudah terjadi tidak bisa diperbaiki lagi! Mungkin dengan kejadian ini bisa membuatmu berpikir untuk bertindak lain kali.” ucap Dante yang merasa marah dan juga lelah menghadapi Barack.


 


“Dante, apa Katarina menggodamu?” tiba-tiba Barack menanyakan itu.


“Iya! Dia membuatku muak! Dan dia juga membuat masalah dengan Bella. Itu yang aku tidak suka.”


“Baiklah. Aku paham sekarang. Aku akan menjelaskan masalah ini kepada Manuel setelah aku membuka data Icloud-mu.”


 


“Jaga dirimua Barack! Cobalah untuk berkoordinasi dengan anggota tim. Jangan kau pikir kami ini sampah yang tidak seharusnya kau ajak bicara karena kau merasa pintar dan merasa bisa mengatasi semuanya sendirian! Kalau kau ingin kembali, lakukan secepatnya! Jangan terlalu lama bermain-main diluar sana. Ini bisa jadi bumerang yang akan menghancurkanmu!”


 


Sebenarnya Dante sangat mengkhawatirkan Barack, intuisi pria itu kurang baik tidak seperti Dante. Apalagi saat ini Barack bekerjasama dengan pihak FBI yang membuat Dante merasa kesal.


Pengalaman masa lalunya yang membuatnya tidak mempercayai orang pemerintah dan pihak federal. Karena dia yang pernah merasakan bagaimana mereka mengkhianati ayahnya.


 


“Aku paham Dante! Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi! Ini yang terakhir kalinya. Dan aku akan segera mengakhiri permainanku ini! Jangan khawatirkan aku, Dante. Kau dan yang lainnya juga jaga diri baik-baik.” ucap Barack lalu mematikan panggilannya. Dia merasa benar-benar pusing saat ini.


 


Tok tok tok


“Rodrigo! Apakah kau ada didalam?” suara seorang wanita terdengar memanggil Barack.


Belum selesai rasa lelah Barack, sudah terdengar gedoran berulang dari depan kamar mandi yang membuatnya semakin muak saja.


Dia harus bertahan dengan wanita itu selama ini untuk melancarkan rencananya meskipun dia harus bersabar dan menepiskan rasa muak dan jijiknya pada Gabriella.


 


“Dia sudah bangun ternyata. Untung saja dia tidak menguping pembicaraanku tadi.” Barack melihat ponselnya dan tidak mempedulikan wanita yang sedang sibuk mengedor pintu kamar mandi sambil memanggil namanya.


“Bising sekali wanita itu! Apa dia tidak bisa berhenti menggedor pintunya kalau aku tidak menjawab, setidaknya dia bisa berpikir mungkin aku sedang mandi! Dasar wanita bodoh!”

__ADS_1


 


“Aku ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya? Aku harus melihat data yang dikatakan Dante tadi.” ujar Barack membuka Icloud milik Dante untuk memeriksanya. “Aku harus benar-benar mempelajarinya agar tidak ada salah paham dengan Manuel! Ini masalah besar dan sangat sensitif.”


 


Barack sedang memikirkan bagaimana caranya untuk menjelaskan semua masalah yang muncul saat ini kepada Manuel. Apalagi dia mengira kalau Manuel dan Katarina memiliki hubungan khusus! Jadi dia tidak mau sampai salah bicara nantinya.


 


Tok tok tok tok


“Rodrigo kenapa kau tidak membuka pintunya? Kau ada didalam kan? Apa kau harus menunggumu terus disini? Ayo cepat buka pintunya, Rodrigo!” teriak Gabriella terus saja menggedor pintu kamar mandi. Sedangkan Barack sangat malas untuk meladeni wanita yang tergila-gila padanya itu.


 


Dengan bermalas-malasan akhirnya Barack berdiri lalu berjalan menuju ke pintu. ‘Kalau aku tidak mengusirnya, aku khawatir dia akan mendengar semua yang aku bicarakan! Walaupun kamar mandi ini kedap suara tapi aku harus tetap berhaati-hati dan waspada! Jangan sampai dia mengetahui sesuatu lalu menyampaikan kepada Jeff!’


 


“Jangan ganggu aku! Sekarang aku ingin menikmati waktuku di kamar mandi sendirian! Apa kau tidak paham juga? Sibuk sekali kau menggedor pintu ini!” ujar Barack dengan sinis.


 


‘Dasar wanita bodoh! Menyusahkan saja kerjanya. Apa dia tidak tahu kalau sekarang aku sedang banyak pikiran dan banyak  hal yang harus aku kerjakan?’ bisik Barack didalam hatinya dan dia sudah mengeluarkan ponselnya lagi lalu mulai mendengarkan rekaman suara yang diunduhnya dari Icloud milik Dante.


 


‘Oh jadi begitu ternyata kejadiannya! Pantas saja Dante marah dan benar-benar jenuh dengan wanita ini dan dia sampai kehilangan kesabarannya. Aku harus menjelaskan ini pada Manuel supaya dia tidak salah paham nantinya. Aku tidak pernah menemui wanita ini tapi dari bicaranya pada Dante memang sangat menyebalkan!’ bisik Barack lagi dalam hati.


 


Dia lalu menghapus semua data-data yang tak penting di ponselnya. ‘Cih! Apa-apaan kau Dante, ternyata kau juga menyimpan foto-foto Bella saat sedang tidur? Heissss….untung kau memfotonya tidak kebagian bawah atau aku bisa melihat seluruh tububnya.’ ujar Barack lagi karena dia melihat banyak sekali foto yang disimpan oleh Dante.


 


‘Sekarang aku harus segera menghubungi Manuel. Aku tidak punya banyak waktu sampai penyerangan nanti.’ Barack pun memencet nomor telepon pria yang ingin dihubunginya dan menunggu dengan sabar sampai panggilannya dijawab.


 

__ADS_1


“Kau tahu tidak mudah untuk menghubungiku kan? Kenapa kau menggangguku?” ujar Manuel.


“Apa situasi disana aman untuk bicara? Ada hal yang ingin kusampaikan padamu. Ini penting!”


“Aku tidak akan mengangkat teleponmu kalau aku tidak aman. Apa yang ingin kau katakan?”


“Ehm….ini tentang misi pembebasan White!” ucap Barack mengatur napas saat bicara.


 


“Katakan padaku!” suara Manuel terdengar serius.


“Katarina membuat masalah dan ini adalah kesalahan fatal.”


“Apa maksudmu?” tanya Manuel yang sudah mulai merasa tidak enak hati. ‘Semoga yang akan dikatakan oleh Barack bukan sesuatu yang berbahaya! Aku sudah memperingatkanmu Katarina, agar tidak berbuat macam-macam. Semoga saja kau tidak mengganggu Dante.’


 


Manuel merasa sangat cemas dan dia mengkhawatirkan Katarina karena dia takut jika sesuatu yang buruk telah menimpa wanita itu akibat kelalaiannya sendiri yang tidak mengindahkan peringatan yang sudah diberikan oleh Manuel padanya.


“Katarina sudah tidak ada lagi di dunia ini.” ucap Barack. Kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong yang menyambar dan menyengat hati Manuel.


Dia terdiam dan wajahnya menegang, hampir saja ponselnya terjatuh dari tangannya saking kagetnya dengan kabar itu.


Dia menjauhkan ponselnya sejenak dari telinganya dan mencoba menenangkan dirinya,


“Katakan padaku, apa yang sebenarnya telah terjadi?”


“Dante memiliki alasan untuk itu. Aku tahu karena dia tidak mungkin melakukan hal-hal diluar rencana. Dia adalah orang yang sangat kupercaya dan dia juga sudah mengirimkan buktinya kepadaku. Bukti itu menunjukkan kesalahan apa yang sudah dilakukan Katarina.”


 


“Baiklah. Aku terima penjelasanmu, Barack! Tapi bisakah kau memberikan aku penjelasan yang lebih lengkap lagi? Supaya aku bisa memahami situasi yang sebenarnya.” meskipun Manuel berusaha percaya dengan apa yang dikatakan oleh Barack tetapi hatiny menolak.


 


“Aku akan mengirimkan datanya padamu! Kau bisa mengeceknya sendiri dan kau bisa memberitahukannya padaku apa pendapatmu tentang rekaman suara itu setelah kau mendengarnya.”


“Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu rekamannya. Tolong kirimkan kepadaku.” ucap Manuel. Dia masih tak percaya kalau Katarina sudah mati, hatinya menolak kenyataan itu.

__ADS_1


__ADS_2