
“Ya. Kau boleh keluar dari kamar mandi ini sekarang. Biar aku yang mengurus wanita ini!”
“Serius? Kau akan mengurusnya? Tapi, apa kau tidak takut?”
“Tidak! Untuk apa aku takut? Justru kalau kau membawa wanita ini maka Jeff akan tahu karena tubuh wanita ini terpasanga chip yang terhubung dengan GPS jadi Jeff akan tahu kemanapun dia pergi maka Jeff pasti akan menemukannya.” ucap Manuel menjelaskan.
“Apa katamu? Chip GPS?”
“Ya. Berbeda dengan chip yang ada didalam tubuh kalian. Chip didalam tubuh wanita ini sudah terhubung dengan mikro bom yang bisa meledak kapan saja jika Jeff menginginkannya. Tapi tiu akan aktif sendiri jika wanita ini mati. Sekarang wanita ini masih aktif, dia setengah manusia dan setengah robot.”
“Hah? Aku tidak mengerti, aku sudah menembaknya berarti sekarang bom didalam tubuhnya itu sudah aktif?” tanya Nick dengan intonasi tinggi meminta penjelasan lebih dari Manuel karena rasa penasarannya menemukan sesuatu hal seperti itu yang tidak pernah diketahuinya sebelumnya. Ini sangat menarik dan dia harus mendapatkan lebih banyak informasi yang mungkin akan berguna untuk mereka nantinya.
“Kau tidak tahu apakah dia sudah mati atau belum. Dia hanya di nonaktifkan saja seperti layaknya komputer yang di shutdown. Kalau dia sudah mati, sejak tadi dia pasti sudah meledak. Cepat berikan wanita itu padaku, jangan pernah berpikir untuk membawanya sebagai sandera karena tidak aman bagi kalian!” ucap Manuel lagi.
Nick yang masih paham dan belum sepenuhnya percaya dengan penjelasan Manuel pun sebenarnya ingin memastikan apakah Gabriella masih hidup atau tidak karena dia sangat ingin membawanya ketempat Dante seandainya berguna bagi mereka.
“Sudah! Jangan terlalu kau pikirkan! Kau harus segera pergi dari sini sekarang karena aku khawatir sebentar lagi orang-orang Jeff akan datang kesini. Tempat ini tidak aman untukmu, berikan saja wanita itu padaku biar kuurus. Jeff akan mencari wanita ini secepatnya, wanita ini adalah adiknya!”
“Jadi tidak ada penjelasan apapun lagi darimu?” tanya Nick.
“Tidak ada. Barack nanti yang akan menjelaskan semuanya padamu.” jawab Manuel.
“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Semoga kau beruntung.” Nick menyerahkan tubuh Gabriella pada Manuel lalu keluar. “Harusnya kau datang dari tadi, wanita ini berat sekali tanganku sampai pegal memegangnya. Apalagi wangi parfumnya sangat menyengat membuatku mau muntah! Gila sekali wanita ini. Apa dia menyemprot satu botol parfum ketubuhnya?”
“Tunggu! Sebelum kau pergi sebaiknya kau bersihkan dulu semua darah di pakaianmu.”
Untung saja Manuel mengingatkannya karena Nick kurang teliti memperhatikan tubuhnya.
“Tidak mungkin aku membersihkan ini sekarang!” ujar Nick.
“Bukalah jasmu! Jangan mencari perhatian anak buah Jeff! Mereka tidak akan melepaskanmu dengan mudah jika mereka sampai curiga dan menangkapmu!”
__ADS_1
“Terima kasih sudah mengingatkanku.”
Kemudian Nick melepaskan jasnya lalu melipatnya untuk menutupi noda darah dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Membiarkan Manuel yang menyelesaikan apa yang ditinggalkannya.
‘Ada-ada saja orang itu! Kenapa dia harus menembak wanita ini? Tapi ada bagusnya juga dengan begini Barack jadi punya banyak waktu dan wanita ini tidak mengganggunya lagi. Kalau sampai wanita ini bicara pada Jeff dan kami ketahuan maka kami akan ditangkap! Aku tidak bisa membiarkan itu sampai terjadi!’ gumam Manuel dalam hatinya.
‘Aku harus segera menangkap Jeff dan menjebloskannya ke penjara untuk semua kejahatannya! Dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dan malam ini adalah momen yang tepat.
Setelah semua masalah ini selesai barulah aku membereskan masalah Jenderal Robert Kane! Robert dan Jeff adalah mafia kejam yang sebenarnya! Aku tidak akan membiarkanmu lolos dari apa yang sudah kau lakukan pada Mateo Sebastian dan istrinya!’
Manuel sudah mengetahui jika Gabriell sudah mengetahu identitas Barack dan bahwa selama ini Barack tidak amnesia sehingga dia mencoba mengulur waktu meskipun lelah tapi Manuel harus fokus pada rencananya karena pengorbanan dan kerja kerasnya selama ini menyamar menjadi anak buah Jeff akan ditentukan malam ini. Manuel berusaha mengangkat Gabriella dan mulai menyusun rencana untuknya.
“Aduh, ada yang terlupakan!” ujarnya lalu mengambil ponselnya.
“Sudah Mayor!”
“Bagus! Siap-siap untuk malam ini.” lalu Manuel memantikan ponselnya.
“Ada-ada saja. Semoga saja Jeff tidak melihat CCTV didalam restoran ini.” ujarnya lagi. Dia mulai menyelesaikan pekerjaannya, tapi ponselnya berbunyi. “Aduh siapa lagi yang menghubungiku disaat seperti ini?” geramnya merasa terganggu. Lalu dia melihat nama Jeff dilayar ponselnya.
“Fuuuhhh! Pasti kau tegang mencari keberadaan adikmu kan?”
“Ya Tuan Jeff?”
“Dimana kau sekarang Manuel? Tolong cek keberadaan Gabriella sekarang!”
“Aku sudah menemukannya Tuan! Baru saja aku mau meneleponmu untuk mengabari. Tapi kondisinya tidak sadarkan diri, saya sudah menonaktifkannya sesuai perintah anda Tuan. Sekarang kondisinya penuh luka, kita harus segera menyelamatkan nyawanya!”
__ADS_1
“Apa? Apa yang terjadi padanya? Katakan dimana lokasimu?”
“Kondisinya buruk sekali Tuan! Sepertinya dia tertembak tapi untungnya tidak di organ penting. Saya rasa hanya pendarahan saja yang banyak.”
“Cepat bawa dia! Aku tidak mau sesuatu terjadi padanya, aku tidak mau sampai tidak berhasil!”
‘Hah! Kau sangat menginginkannya hanya sebagai kelinci percobaan saja. Kau tidak punya hati Jeff! Dia adik kandungmu tapi kau sangat kejam menjadikannya kelinci percobaanmu. Kau tidak menyayangi adikmu, kasihan sekali Gabriella punya kakak sepertimu yang tidak pernah mempedulikannya. Kau hanya peduli pada dirimu sendiri!’ bisik hati Manuel tersenyum miris.
“Baik Tuan! Akan segera saya bawa.”
“Tunggu aku! Aku akan ikut denganmu!”
“Baik Tuan! Saya akan ke taman dan kita akan keluar dari pintu belakang karena tidak ada orang yang melewati pintu belakang hotel.”
“Baiklah. Cepatlah!”
Sementara itu Barack dan Jeff yang masih berada diarea taman. Tampa Barack menoleh pada Jeff lalu bertanya. “Apa kau sudah menemukannya?”
“Sebaiknya sekarang kau pergi. Lakukan seperti yang kuperintahkan untuk nanti malam.”
“Aku ingin bertemu dengan Gabriella dulu. Bisa kan?” tanya Barack.
“Tidak bisa. Kondisinya tidak memungkinkanmu bicara dengannya sekarang. Manuel memberitahuku kalau kondisi Gabriella gawat. Dia ada sedikti masalah. Pergilah sekarang!” ujar Jeff.
“Darimana kau bisa tahu kalau Gabriella ada masalah?” Barack memicingkan matanya menatap Jeff.
“Dia adikku. Jadi aku bisa tahu kalau dia ada masalah. Aku punya insting kuat pada adikku.” ujar Jeff berusaha berkelit agar Barack segera pergi.
“Insting? Apa yang kau lakukan padanya sampai kau tidak mau gagal?” Barack yang mencuri dengar pembicaraan Jeff tadi di telepon pun dengan sengaja memancing Jeff.
__ADS_1
“Aku bilang pergilah dan persiapkan untuk nanti malam. Sebaiknya kau meninggalkanku karena aku juga harus mengecek adikku dan kau butuh banyak waktu untuk mempersiapkan malam ini. Aku tidak mau ada kegagalan lagi dalam penyerangan kali ini.” ujar Jeff tegas dan penuh penekanan.