PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 183. MELEWATI PERBATASAN


__ADS_3

Tatiana tidak peduli dengan kondisi tubuhnya dengan darah menetes.


“Apa ada cara lain untuk masuk kedalam tempat dimana suamimu menaruh Bella?”


“Saat suamiku pergi kau boleh masuk kesana. Itupun kalau wanita itu belum dibunuh oleh suamiku.”


“Hem….kalau begitu ceritanya maka aku harus membuat Dante tidak sadarkan diri!” Lorenzo mendekat pada Tatiana.


“Bisakah kau membantu Tatiana?” tanya Lorenzo.


“Apa yang kau inginkan? Egghhhh….yah nikmat…..oh!” ucap Tatiana sambil menikmati beberapa pria itu yang menyeprotkan cairan ketubuh Tatiana.


“Untuk melancarkan rencana menjual Bella ke clun, aku ingin kau membantuku Tatiana! Suamimu harus dibuat tidak sadar. Dan aku harus masuk kedalam rumahmu tanpa diketahui oleh para pelayan. Aku harus masuk ke ruangan tempat dia menyimpan Bella. Aku mau membawa Bella.”


Tatiana memicingkan matanya dan menatap Lorenzo. “Tapi bagaimana caranya?”


“Begini rencanaku! Kau menyuruh suamimu untuk menjemputmu ke hotel. Setelah suamimu datang suruhlah dia menunggu dulu di kamar berikanlah dia minuman. Dan buat dia tak sadarkan diri kurang lebih dua belas jam atau delapan jam paling cepat. Setelah itu kita berdua kembali kerumahmu dan kau urus semua pelayanmu. Dan aku akan mengambil Bella setelah aku mendapatkannya kau ikut lagi denganku dan kita sama-sama menuju hotel dan kau kembali duduk disamping suamimu. Bagaimana menurutmu Tatiana?”


“Aku tidak tahu apa Dante akan percaya atau tidak.”


“Kau tidak bisa membuat alasan? Ini akan sangat menguntungkan untuk kita, bukankah kau ingin meihat Bella mendapat banyak siksaan?”


“Baiklah akan kulakukan itu.” jawab Tatiana.


“Kau pintar sekali Tatiana!” Lorenzo tersenyum lalu memberikan kecupan dan gigitan pada Tatiana.


“Huh! Asal kau pastikan Bella benar-benar tersiksa!”


“Tentu saja Tatiana! Kalau begitu tunggu diluar sebentar ya. Aku ahrus mengurus makananmu.”


Tatiana pun mengangguk. Lorenzo pergi keluar setelah mendapat izin dari Tatiana dan dia langsung mengambil handphonenya.


“Selamat pagi Tuan Jeff!”

__ADS_1


Selamat pagi Lorenzo! Kau bisa mengambil Bella?”


“Bella tidak akan bisa diambil kalau kau tidak membunuh Dante! Dan aku sudah menemukan caranya bagaimana kau bisa membunuh Dante!” ujar Lorenzo penuh percaya diri.


“Katakan!”


“Aku sudah bekerjasama dengan istrinya. Dia sangat membenci Bella karena itu dia mau bekerjasama denganku! Aku mengatakan akan membawa Bella pergi dari rumahnya jadi dia akan membuat Dante pingsan disana dan saat itulah kau harus membunuh Dante! Setelah itu Bella akan bebas dan kau bisa memilikinya.”


“Katakan saja dimana hotelnya, nanti aku akan mengirimkan anak buahku kesana kalau perlu aku sendiri yang akan menembak mati Dante!”


“”Iya tuan! Aku akan melakukannya dan akan mengirimkan alamat hotelnya.”


Lorenzo tersenyum setelah mematikan teleponnya. “Kau akan mati Dante! Mati dikalahkan oleh musuh yang tidak pernah kau bayangkan. Dan aku akan mengambil Bella tapi aku tidak akan memberikannya kepada Tuan Jeff! Aku akan membawanya pergi dan aku akan menjualnya jika aku sudah puas memakainya!”


 ******


Anthony sudah sampai diperbatasan antara Italia dan Slovenia dan dia hampir sampai ditempat pengecekan CCTV ditengah perbatasan.


“Sebentar lagi aku smapai ditengah perbatasan jenderal! Bisakah kau membantuku untuk melewati perbatasan tanpa di cek?”


“Tentu saja! Berapa nomor plat mobilmu?”


“Aku tidak hapal! Tapi ini mobil lama. Hmm….dan bisakah aku siapkan obat-obatan untuk luka luar terbuka dan air mineral? Aku sangat haus sekali dan aku juga butuh bensin tapi aku tidak bisa berhenti. Aku butuh mobil baru, bensinku mungkin hanya cukup sampai batas pengecekan cek poin.”


“Baiklah Anthony! Aku akan mulai memantaumu dan aku akan mengabarkan pada tim ku disana.


“Sekitar lima menit lagi mungkin aku sudah sampai diperbatasan.”


“Aku mengerti. Siapkan saja semua yang harus kau bawa turun dan kau ganti mobil disana!”


“Terimakasih Jenderal!”


“Pufff Bella! Kuharap kau tidak kenapa-napa didalam sana, kau mungkin tidak bisa menjawab pertanyaanku tapi kau masih bisa mendengarku bukan? Kalau kau tidak mau menjawabku tidak apa-apa tapi yang penting kau mendengarku kan? Maafkan aku ya, aku belum bisa mengeluarkanmu dari dalam sana. Aku tidak ada pakaian untukmu! Aku tidak mau orang-orang curiga, sabar sebentar lagi kita kan dapat mobil yang lebih bagus dan aku sudah meminta pakaian walaupun bukan pakaian wanita tapi kau bisa memakainya dan aku bisa mengobatimu setelah kita lewat dari perbatasan Italia.”

__ADS_1


“Kau tidak akan merasa sakit lagi karena mobil yang digunakan jauh lebih baik, jadi akan lebih nyaman untukmu beristirahat!” Anthon sepanjang jalan terus saja bicara dengan Bella sampai tenggorokannya kering. Air minum yang dibawanya sudah habis dan dia harus minum terus untuk menahan rasa kantuknya. Dia tidak berani berhenti disembarang tempat karena orang-orang suruhan Dante bisa dengan mudah menemukan mereka.


“Aku minta maaf tadi aku berjanji padamu untuk memberikanmu obat tapi setelah kupikir-pikir lagi. Sepanjang tempat yang kita lalui semuanya ada cctv-nya Bella! Aku tidak mau meninggalkan jejak apapun, aku harap kau mengerti kondisiku! Membeli obat sama saja aku meninggalkan jejak.” Anthony tak peduli tetap saja dia bicara dan memberikan berbagai alasan pada Bella.


Dreeettttt dreeeettttt dreeeettttt


“Sebentar ya aku jawab telepon dulu.”


“Iya jenderal?”


“Anthony! Aku sudah mengatakan pada anak buahku nanti setelah sampai kurang lebih sepuluh meter kau langsung belok kiri saja dan tunjukkan kartu anggotamu pada orang disana.


“Baik. Aku paham!”


Telepon pun langsung dimatikan setelah mereka bicara yang penting-penting saja. “Semoga bantuan ini bisa membuat kita lolos dari kejaran orang bernama Dante! Dia adalah mafia yang cukup mengerikan Bella! Aku tidak tahu apa alasannya kau bisa berkaitan dengannya. Tapi aku akan melindungimu, aku pastikan dia tidak akan bisa menemukanmu dalam waktu singkat dan kalaupun dia bertemu denganmu lagi kau sudah dalam kondisi aman.” ucap Anthony.


‘Apa aku benar-benar bisa melindungi Bella? Aku tak ingin  menjadikannya alat untuk emnangkap Dante tapi menurut Jenderal ini adalah cara terbaik. Kalau dia memang sangat berguna bagi Dante mungkin dia menyimpan sesuatu yang rahasia sehingga dia disiksa oleh Dante? Aku tidak tega sekali melihatnya mendapat perlakuan buruk diruangan itu! Coba aku akan negosiasikan dengan jenderal supaya tidak melibatkan Bella.’


Anthony diam beberapa saaat lalu dia mengarah ke pinggir ke tempat yang tadi sudah di informasukan kepadanya ditelepon.


“Selamat suang!” sapa penjaga yang menghampiri mobil Anthony.


“Ini kau bisa lihat siapa aku!” tanpa banyak bicara Anthony langsung menunjukkan tanda pengenalnya.


“Baik! Silahkan masuk!”


Pria itupun memberi tanda pada temannya dengan anggukan kepala untuk membuka gerbang.


“Huh! Setidaknya sampai disini kita sudah mendapatkan sedikit bantuan Bella!” Anthony kembali bicara sambil melajukan mobilnya dan memarkirnya sebelum dia turun, lalu dia mengecek semua yang diperlukannya.


“Selamat siang kapten!” seseorang memberi hormat pada Anthony.


“Selamat siang! Mana mobilku?” tanya Anthony langsung to the point, tatapannya tegas walaupun wajahnya kalem.

__ADS_1


__ADS_2