
Jeff sudah kehilangan kata-kata tak mampu menjelaskan apapun sehingga dia mengalihkan pembicaran dan mencoba mengingatkan Barack mengenai perintahnya agar Barack tidak lagi memaksanya dan mencari tahu tentang Gabriella.
Barack mengedikkan bahunya pasrah, “Baiklah kalau begitu maumu aku permisi dulu tapi aku akan mencari tahu setelah penyerangan malam ini selesai dan kita menang!”
Barack meninggalkan Jeff dengan senyum menghiasi wajahnya. Sedangkan Jeff menahan amarah sambil mengepalkan tangannya menatap Barack yang semakin jauh.
‘Sebelum kau bisa bertanya apapun dan menemukan informasi apapun, aku pastikan kau mati malam ini! Aku tidak membutuhkanmu lagi jika Dante mati!’
Jeff merasa kesal dan cemas menunggu orang yang kini dia lihat sedang berjalan kearahnya. “Kenapa kau lama sekali Manuel? Aku menunggu disini cemas!”
“Tuan lihatlah kondisi Gabriella buruk sekali makanya aku butuh waktu agak lama mengurusnya.”
“Cepat bawa pulang jangan sampai semua penelitian yang sudah kulakukan hancur dan sia-sia. Siapa yang melakukan ini padanya?” tanya Jeff dengan gusar.
“Aku tidak tahu. Tapi kita harus bergegas agar masih bisa menyelamatkannya. Aku khawatir jika terlambat sedikit saja maka auto bom nya akan aktif dan tubuhnya meledak. Itu akan menggagalkan semua penelitian dan kerja kerasmu selama ini Tuan!” ucap Manuel.
“Benarkah? Meskipun sudah di shutdown?”
“Gabriella di shutdown untuk sementara saja. Ini untuk mencegah kerja otaknya agar tidak berpikir terlalu jauh. Tapi jika darahnya keluar terlalu jauh dan detak jantungnya melemah mempengaruhi kerja otak maka dia akan segera mati dalam hitungan menit.”
“Baiklah. Ayo cepat bawa!” ucap Jeff yang sebenarnya tidak terlalu percaya dengan ucapan Manuel.
"Apa yang anda pikirkan? Kenapa anda diam saja Tuan?” tanya Manuel melirik Jeff.
“Bukankah katamu setelah kita merusak sistem kerja otaknya biasa membuatnya tidak lagi merasakan sakit meskipun dia tertembak ratusan peluru?”
“Ya benar. Dia tidak akan merasakan sakit sampai darahnya habis dan dia mati karena kekurangan darah.” Manuel tersenyum.
“Ah, jadi begitu rupanya cara kerjanya? Bukan berarti dia hidup kembali dan tidak mati?” tanya Jeff.
“Saya sengaja mematikannya supaya dia bisa beristirahat dan kerja jantungnya tidak terlalu cepat agar saat mengeluarkan peluru dari tubuhnya dan memberikan tranfusi darah, maka saya akan menyalakan dia lagi Tuan! Konsepnya sama seperti komputer, yang di shutdown untuk menyimpan tenaga.”
“Aku ingin melihat rekaman yang ada dimatanya.” ujar Jeff yang membuat Manuel memikirkan sesuatu untuk menghentikan itu karena akan membuat Jeff mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
“Kita belum memasukkan chip perekam untuk matanya Tuan.”
“Apa? Kenapa tidak dilakukan waktu itu?”
“Tuan sendiri yang bilang pada saya kalau anda masih menginginkan adik anda sebagai manusia bukan sepenuhnya robot . Kalau kita sudah meletakkan chip di matanya dan mengganti dengan mesin maka kita harus membunuhnya terlebih dahulu. Setelah itu kita baru bisa menggantikannya dengan android maka dia akan sepenuhnya menjadi robot.” ujar Manuel menjelaskan.
“Jadi begitu cara kerjanya?”
“Iya. Dan saat adik anda sudah menjadi robot android maka dia tidak akan merasakan sakit lagi. Anda bisa mengontrol dia sepenuhnya sedangkan untuk jantungnya bisa diganti dengan logam yang stabil. Setelah semua organ vitalnya diganti maka anda bisa mengendalikannya dari manapun Tuan. Adik anda akan menjadi robot yang hanya akan mematuhi semua perintah anda.”
“Aku tidak akan melakukan itu padanya. Karena aku menginginkan adikku setengah manusia dan setengah robot! Itu yang ingin kuciptakan dan aku ingin seluruh dunia tunduk padaku. Jika percobaan pada adikku ini berhasil maka kelak aku bisa menerapkan progam ini pada manusia manapun sehingga aku bisa mengendalikan dunia!”
“Itulah makanya kita tidak punya rekaman apa yang terjadi pada adik Tuan kecuali rekaman CCTV dari hotel itu saja.” ucap Manuel yang berhasil menyakinkan Jeff.
“Baiklah kalau begitu sekarang suruh mereka memeriksa rekaman CCTV itu!”
Manuel menggangguk dan menghubungi anak buahnya untuk memeriksa CCTV meskipun data aslinya sudah dibawah oleh anak buahnya.
“Bagus! Aku ingin tahu siapa yang sudah berani melakukan ini pada adikku. Apa yang ingin dilakukan orang itu sebenarnya? Kenapa dia melukai adikku?” geram Jeff.
“Tenangkan diri anda Tuan. Kita akan segera mengetahui dari jenis peluru yang digunakan orang itu untuk menembak. Saya tahu musuh-musuh anda memiliki ciri khas peluru jadi memudahkan kita menemukan siapa pelakunya.”
“Bagus! Itulah yang kuinginkan dan siapapun pelakunya tidak akan bebas begitu saja! Aku akan melenyapkannya karena sudah bertindak berani!” Jeff dan Manuel sudah tiba di tempat yang mereka tuju. “Apa kau sudah mempersiapkan semuanya?”
“Sudah Tuan. Saya sudah menghubungi dokter yang akan melakukan operasinya sekarang. Dokter kepercayaan Tuan sudah datang dan menunggu didalam.”
“Kenapa bukan dokter pertama yang mengoperasi adikku?” tanya Jeff menatap serius pada Manuel.
“Waktunya tidak cukup Tuan, dia sedang berada di luar kota dan memakan waktu sekitar dua jam untuk sampai kesini. Tidak mungkin menunggunya sementara adik Tuan hanya memiliki waktu beberapa menit saja untuk bertahan.”
Keduanya pun masuk kedalam rumah Jeff dan langsung menuju keruangan dimana lab berada. Disana semuanya sudah lengkap layaknya rumah sakit. Semua peralatan canggih memenuhi ruangan luas itu.
__ADS_1
Setelah tubuh kaku Gabriella sudah diletakkan diatas meja operasi, Jeff dan Manuel keluar untuk menunggu proses operasi Gabriella. Satu jam kemudian, lampu didepan pintu ruangan itu padam menandakan operasi sudah selesai.
Manuel mengetuk pintu agar mereka bisa segera masuk kedalam.
“Bagaimana kondisi adikku?” tanya Jeff kepada dokter yang sudah selesai melakukan tugasnya.
“Kondisinya sudah lebih stabil, Tuan!”
"Apakah dia sudah bisa diajak bicara sekarang?” tanya Jeff yang sudah tak sabaran.
“Apakah anda ingin bicara dengannya?”
“Silahkan Tuan. Nona Gabriella sudah dalam keadaan sadar sekarang. Anda sudah bisa bicara dengannya.” jawab dokter itu mempersilahkan Jeff dan Manuel.
“Aku hanya ingin tahu siapa yang melakukan ini padanya. Mungkin adikku bisa mengatakan semuanya padaku tapi tembakan itu berasal dari belakang, itu berarti dia sedang berjalan atau dia sedang berhenti saat seseorang menembaknya dari belakang.” ujar Jeff membuat hipotesanya.
“Tapi, dia mungkin sempat melihat orang yang menembaknya bukan? Kecuali orang itu memakai topeng sehingga tidak mudah dikenali. Bagaimana menurutmu yang kukatakan barusan Manuel?” tanya Jeff yang menoleh memandang Manuel yang berada dibelakangnya.
“Saya rasa begitu Tuan jika anda memang yakin seperti itu.” jawab Manuel.
“Aku akan menemuinya sekarang. Dia pasti masih ingat kejadiannya dan bisa menceritakan padaku.”
Meskipun Manuel merasa khawatir jika Gabriella buka mulut tapi dia tidak bisa menghentikan Jeff untuk menemui adiknya. Hatinya semakin cemas setelah mereka hampir dekat dengan Gabriella.
‘Semoga saja wanita gila ini tidak mengatakan apapun pada Jeff!’ gumamnya dalam hati.
“Bagaimana keadaanmu Gaby?”
“Jeff? Aku merasa seperti mati dan aku tidak bisa mendengar apapun! Aku tidak bisa melihat, aku bahkan tidak merasakan apapun! Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tubuhku seperti membeku dan aku malah bangun di tempat ini. Ada apa denganku?”
“Apa kau yakin tidak ada yang kau ingat?”
Gabriella tidak langsung menjawab ucapan kakaknya, dia memandang Jeff sejenak sambil memikirkan apa yang akan dia katakan.
"Aku merasa ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu.” ujar Gabriella masih menatap Jeff dengan serius.
__ADS_1