PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 489. SERANGAN


__ADS_3

“Hmmmm……Jika Dante memintaku untuk membawa Bella ke sini dan tujuannya adalah untuk menangkap Jeff, itu berarti cinta Jeff tidak bisa diukur lagi. Pria itu sudah cinta buta pada Bella!” Anthony menjabarkan berdasarkan instingnya sambil menatap layar ponselnya dan mulai menunjukkan kekesalannya.


“Orang yang kau hubungi tidak membalas teleponmu bukan?”


“Ya kau benar Anna! Orang itu sepertinya tidak mengaktifkan teleponnya.” jawab Anthony.


Dia memijat keningnya dan suara rentetan senjata semakin membuatnya pusing tapi mereka masing-masing berusaha untuk menjaga pikiran dan menyembunyikan rasa khawatir. Vince sendiri yang tidak tidak peduli dengan semua suara tembakan itu.


Dia hanya memikirkan jalan keluar untuk bersembunyi sejenak. “Apa kau menghubungi Vince?” tanya Anna karena dia melihat pandangan mata Anthony yang tertuju pada Vince yang duduk di jok belakang. Anna hanya menduga-duga saja.


“Mungkinkah dia mengkhianati kita? Maksudmu Dante melakukan ini pada kita karena dia salah paham?” Vince yang balik bertanya.


Vince seorang yang sensitif sehingga saat dia mendengar pernyataan Anna, dia pun langsung mengajukan pertanyaan balik.


“Tidak mungkin!” Anthony menggelengkan kepalanya. “Aku tahu bagaimana dia bekerja! Dia tidak akan membiarkan anak buahnya menyerang kita seperti ini. Kalaupun dia salah paham biasanya dia akan menghubungiku dulu! Dia bukan orang yang bekerja dengan emosi.”


‘Entahlah kalau memang ini adalah jebakan dari Dante tapi aku merasa memang ini bukan jebakan darinya. Aku mengenalnya dengan baik dan aku tahu bagaimana sikapnya walaupun aku tidak akrab dengannya dalam waktu tiga bulan masa kerjaku. Dia orang yang selalu membicarakan masalah didepan bukan berbisik dibelakang.’ Anthony mencoba menyakinkan dirinya sendiri.


“Fuuuh! Anthony untungnya helikopter itu mencegah mereka untuk terus menyerang. Kalau mereka terus memborbardir dengan peluru itu maka kondisi mobil kita tidak akan bisa bertahan lama.” ucap Vince yang membuat Anthony menjadi gusar.


“Jadi maksudmu helikopter itu memberikan kesempatan pada kita untuk pergi dan saat ini helikopter itu tidak mengganggu kita lagi?”


“Iya, lihatlah sendiri Anthony! Helikopter itu menembaki orang-orang dibelakang kita sehingga sekarang fokus mereka bukan mengejar kita lagi tapi menembaki helikopter itu.”


“Aku tidak menyukai ini. Ini sesuatu yang makin tidak kusukai. Helikopter itu berusaha membuat mereka pergi! Dan kemudian dia akan menggiring kita kesuatu tempat! Aku jadi frustasi sekarang.” jujur Anthony pada dua rekannya didalam mobil.


Hal ini membuat hati Anthony semakin merasa tak nyaman. ‘Ayah aku harus emncoba menghubungimu.’ pikir Anthony sambil mengambil ponselnya untuk menelepon Robert Kane.


“Orang yang mau kau telepon masih belum bisa dihubungi?” tanya Anna lagi yang dijawab Anthony dengan anggukan.


“Aku mau menelepon ayahku, Robert Kane! Tapi dia tidak mengangkat teleponnya.’ ujar Anthony.


“Apa yang menjadi masalahmu Anthony? Apa kau mengkhawatirkan sesuatu?”

__ADS_1


“Tidak ada apa-apa, Anna.” Anthony berusaha menutupi kecemasannya dari Anna.


“Ada apa?” tanya Anna lagi, dia tahu kalau Anthony masih menyembunyikan sesuatu. Jawaban Anthony itu tidak membuat Anna percaya kalau pria itu baik-baik saja.


‘Aku sudah mengenalmu lama Anthony! Selama bertahun-tahun lamanya kita berteman sejak kecil. Kau memang sering mengatakan tidak apa-apa pada orang lain tapi aku tidak percaya! Kau tidak bisa menipuku untuk hal sepele macam ini.’ celetuk Anna dalam hatinya.


Dooorrr Dooorrrr Dooooorrr………suara tembakan terdengar lagi.


“Celaka! Ini sangat berbahaya, ban mobil kita kena tembak!”


“Apa? Ban?” Anthony mengulangi ucapan Vince.


“Oh ya Tuhan! Bagaimana ini? Apa perlu kita menghubungi pihak federal untuk minta bantuan supaya membawa pasukannya menyelamatkan kita sekarang?” Anna menjadi panik.


“Aku belum yakin. Tapi aku merasa seperti ada yang menembak ban kita!” Vince bicara karena dia merasakan ada perubahan pada ban mobil mereka.


“Apa tidak bisa kita cek sebentar?” tanya Anna lagi.


“Ehm….aku kan hanya bertanya. Lagipula aku merasa cemas sekali setidaknya kau harus menghiburku Anthony supaya aku tenang.” protes Anna sambil mengerucutkan bibirnya.


“Hei! Kalian berdua kenapa malah ribut? Aku sedang fokus menyetir, tidak bisa terlalu banyak keributan. Bisakah kalian diam sebentar?”


“Seberapa jauh kita bisa berjalan?” Anthony bertanya lagi mengalihkan pembicaraan Anna.


“Mungkin lima puluh kilometer dari sini. Tapi kecepatannya juga harus direndahkan, mungkin mereka bisa mengejar kita nanti.” ucap Vince menjelaskan.


“Kalau begitu kita harus cari jalan untuk menyingkirkan mereka semua.”


“Aku sudah pikirkan caranya. Kau jangan khawatir.” jawab Vince cepat.


“Terima kasih Vince. Kau memang yang terbaik!” ucap Anthony mulai merasa sedikit tenang.


“Aku membantumu bukan untuk membuatmu berhutang budi padaku. Aku membantumu karena aku memang punya kepentingan juga!”

__ADS_1


Anthony tersenyum mendengar perkataan Vince. “Aku tahu vince! Aku akan membantu mengembalikan nama baikmu Vince!”


“Terima kasih Anthony! Kau tak perlu pertegas begitu aku juga sudah tahu kalau kau akan melakukan itu. Kau adalah orang yang paling kupercaya Anthony.” ucap Vince tersenyum.


“Hei kalian berdua sudah selesai bicaranya belum? Tadi kau memanggilku, apa yang mau kau tanyakan padaku?” Anna berkata ketus sambil menatap serius kedua pria itu.


“Apa mungkin ayahku tahu kalau kita datang ke penjara itu?” Anthony mulai memikirkan itu.


“Aku rasa mungkin juga.” Anna menganggukkan kepalanya sambil menatap Anthony serius.


“Tentu saja dia tahu kau pergi kesana! Karena pasti penjaga disana akan menghubunginya kalau kau datang kesana ingin bertemu dengan tahanan yang dibawah naungannya.”


“Kalau begitu, helikopter itu bukanlah ide bagus karena mengikuti kita dengan tujuan tertentu.”


“Jadi kita harus bagaimana?”


“Sebentar. Biarkan aku berpikir dulu. Aku mau pikirkan cara terbaik untuk membuatmu pergi.”


“Tidak! Aku tidak akan pergi kalau tidak bersamamu.” protes Anna.


“Vince bisa membantumu, Anna! Jangan membantah. Ayahku sepertinya mengetahui sesuatu. Kalau memang dia tahu aku datang ke penjara itu, dia pasti akan mencariku dan dia mungkin sudah melihat CCTV atau mungkin dia akan mengecek nomor teleponku atau menghubungi siapa saja. Dan dia pasti sudah curiga padaku. Itu tidak baik untukmu!”


Anthony terdengar khawatir dari nada suara maupun ekspresi wajahnya.


“Dia hanya kesal padamu. Kalaupun dia marah padamu pasti hanya sekedar marah saja! Tidak ada seorang ayah yang akan marah lalu menelantarkan anaknya.” Anna menimpali.


“Tapi sayangnya pria itu bukanlah ayah Anthony!” Vince tak sadar mengungkapkan.


“Apa kalian yakin kalau dia bukan ayah Anthony?” tanya Anna yang jadi penasaran.


“Aku yakin sekali! Karena aku sudah menyelidiki dan aku sudah mendapatkan hasil tes DNA nya.” Vince memberikan penekanan sesuai kenyataan. Dia memang berusaha membantu Anthony untuk mendapatkan kebenaran tersembunyi tentang masa lalunya.


“Kalau begitu kau akan mendapatkan masalah Vince.” Anna meringis membayangkan bagaimana nasib Vince nantinya.

__ADS_1


__ADS_2