
“Apa ada yang ingin kau tanyakan Alex?”
“Kau berjanji kan aku boleh main apa saja dirumah dan tidak ada larangan mau main berapa jam?”
“Ya, kau bebas melakukan apa saja, Alex!”
“Tunggu! Bisa kau jelaskan padaku kenapa kau ingin pulang? Bukankah Barack belum ditemukan?” tanya Sarah disela-sela perbincangan Dante dengan anaknya.
“Dia sudah ditemukan, hanya saja dia belum mau kembali!” jawab Dante.
“Hah?” Sarah mengeryitkan dahinya, “Memangnya apa yang dilakukan Barack sehingga dia tidak mau kembali lagi?” tanya Sarah kebingungan.
“Barack sedang menjalankan misi, dia belum selesai dengan satu pekerjaannya biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan.”
“Tapi…..”
“Sudah kukatakan padamu, kau tidak bisa mengganggunya. Tunggulah sampai pekerjaannya selesai!” perintah Dante tanpa memberikan alasan apapun.
“Kau yakin dia tidak menghubungimu karena dia benar-benar dalam kondisi sulit?” tanya Sarah lagi.
“Hah! Aku lebih mengenal Barack daripada kau!” Dante tersenyum sinis.
“Tapi aku khawatir sekali kalau sesuatu yang buruk terjadi padanya!”
“Percayalah padaku, Barack itu bukan anak yang bodoh! Sebaiknya kau pikirkan saja cara bekerja otakmu jangan sampai yang kau lakukan justru membuat Barack menjadi kesulitan!” ujar Dante lalu berdiri sambil memasukkan tangan ke saku celananya.
“Oh begitukah?” Sarah kembali mengerucutkan bibirnya.
“Tunggulah! Aku yakin tidak akan lama lagi dia pasti akan kembali.”
“Bisakah kau beritahu aku alasannya mengapa dia melakukan itu?”
“Aku tidak bisa memberitahu apapun tapi nanti kau bisa lihat sendiri apa yang kukatakan ini benar.”
__ADS_1
“Tapi…..”
“Tidak ada tapi...tapi…!” Dante membalikkan badannya menatap Sarah. “Kau jangan banyak membantahku! Menurut saja padaku kalau kau mau aman!”
“Baiklah aku akan menunggu Barack. Tapi kalau sampai sebulan kedepan kau tidak bisa membawanya aku akan mencarinya sendiri!”
“Memangnya kau mau mencarinya kemana?” tanya Dante tersenyum sinis.
“Aku juga tidak tahu! Tapi aku akan mencari kemanapun. Dan ciri-cirinya kalau aku semakin dekat dengan Barack maka bandul dikalungku akan memijarkan warna merah lagi kan?”
“Kau benar! Sebaiknya kau menunggu saja, Barack pasti akan menemuimu.”
“Kenapa kau bisa begitu yakin?”
“Sudah kukatakan padamu kalau aku sangat mengenal Barack! Sudahlah jangan cerewet lagi. Siapkan saja barang-barangmu, sebentar lagi kita berangkt! Dan siapkan juga barang-barang yang mau dibawa Alex, jangan berlebihan karena kita tidak membawa banyak barang. Kau mengerti Alex?”
“Iya daddy.” Alex bersemangat sekali dan dia langsung berlari menuju ruang ganti pakaian sedangkan Sarah masih berdiri ditempatnya dan menatap Dante.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Hei bocah! Aku tidak perlu melaporkan semua kegiatanku padamu! Kau bukan bossku!”
Dreetttt dreeetttt dreeettttt
Disela-sela Dante bicara dengan Sarah, handphone miliknya bergetar. ‘Aku tidak mengenal nomor ini!’ gumamnya tapi dia tetap mengangkatnya.
“Kenapa kau menghubungiku?” tanya Dante pada orang diseberang telepon.
“Halo Tuan Dante! Lama tidak berjumpa denganmu. Apa kau masih ingat dengan suaraku?”
“Anthony?” tanya Dante lalu berjalan menjauh dari Sarah da bergegas keluar dari kamar Sarah.
“Wah...ingatanmu cukup bagus sekali Tuan Dante! Aku tidak menyangka kau mengingat suaraku dan ini adalah sebuah kehormatan bagiku karena aku masih mengingatku.”
__ADS_1
“Cih! Sebaiknya kau jangan berpikir yang aneh-aneh! Apa mau mu menghubungiku?”
‘Orang ini! Kalau dia ada didepanku sekarang aku sudah mencincangnya jadi seratus bagian! Sudah puas dia bermain-main dengan wanita itu? Cij! Wanita itu juga pasti akan senang sekali bisa mendapatkan sesuatu yang panjang miliknya!’ gumam hati Dante mengepalkan tangannya.
Saking kesalnya dengan Anthony, dia semakin kesal membayangkan apa yang mungkin dilakukan oleh Anthony dan Bella diluar sana.
‘Entah kenapa aku memilih untuk mempertahankan pria itu waktu itu, harusnya aku menghabisinya saja!’ gumam hatinya karena dia pun tidak tahu kenapa begitu lembek pada Anthony padahal Dante tahu kalau pria itu adalah orang dari federal.
“Apa kau tidak tahu atau sengaja berpura-pura tidak peduli pada sesuatu yang pernah menjadi milikmu yang sudah aku ambil dari rumahmu? Kau bahkan tidak mencarinya?”
“Apa kau menghubungiku hanya untuk memberitahuku tentang itu?”
‘Pernah menjadi milikku? Cih! Dia bilang Bella pernah menjadi milikku? Wanita itu tetap menjadi milikku! Suatu saat nanti ketika aku mendapatkannya lagi aku tidak akan segan-segan memberinya hukuman yang setimpal. Tidak cukup seribu laki-laki yang pernah memuaskannya?’
Entah kenapa rasanya hati Dante makin panas jika membaynagkan Anthony dan Bella apalagi bayangan yang muncul dipikirannya sangat panas dan membakar hati Dante sendiri.
“Sebenarnya aku ingin tahu seberapa peduli kau dengan Bella!” ujar Anthony lagi.
“Peduli katamu? Hahahaha! Dalam mimpipun itu tidak akan pernah terjadi!”
“Aku percaya pada ucapanmu. Kau tidak akan peduli pada Bella. Karena dia bukan sesuatu yang menjadi prioritas utama mu bukankah begitu?”
‘Bukan prioritas utamaku? Cih! Bagaimana dia bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Tapi bennar yang dikatakannya Bella bukan prioritas utamaku! Alex adalah satu-satunya prioritasku!’ gumamnya didalam hati dan sejenak Dante diam tak menjawab pertanyaan Anthony. Untuk beberapa menit Dante memikirkan kembali kata-kata yang diucapkan Anthony.
“Bagus kalau kau sudah tahu! Kenapa sekarang kau masih menghubungiku? Bukankah sebaiknya kau cepat-cepat mematikan telepon ini sebelum aku menyadap dimana keberadaanmu?”
“Pertama, aku sudah lebih dulu memastikan bahwa telepon lain tidak ada yang menyadapnya Tuan Dante! Karena aku memberanikan diriku meneleponmu sekarang. Dan kedua, untuk apa kau menyadap keberadaanku? Bukankah aku tidak lagi menjadi fokus utamamu?”
“Dan kau juga tidak peduli pada wanita itu? Apa kau punya rencana mau merebutnya dariku? Tapi untuk apa? Bukankah itu akan menyusahkan dirimu sendiri karena harus berhadapan dengan pihak federal? Belum lagi CIA dan FBI juga pasti akan mencarimu bukan? Aku tidak yakin kalau kau mau mendatangiku.” kata Anthony mencoba memancing Dante.
“Apa maumu? Kau ingin meneleponku hanya untuk memberiku informasi kalau dia bersamamu begitu?” ujar Dante sangat kesal. ‘Cih! Anak ini ternyata pinar juga. Barack kenapa kau main-main terlalu lama? Harusnya kau cepat kembali kesini dan menyelesaikan pekerjaanmu! Kalau kau ada disini semua akan menjadi lebih mudah untuk mendapatkan Bella.
Mungkin hanya akan memakan waktu beberapa jam saja!’ bisik Dante yang memang merasa kesulitan karena tidak berkolaborasi dengan Barack dimasa-masa sulitnya. Dari semua temannya, hanya Barack yang paling hebat dan menguasai hampir semua bidang. Kepintarannya berada dibawah Dante.
__ADS_1