
“Sudah! Jangan mendramatisir segalanya Tatiana! Omero memberikanmu cukup uang. Kau bisa hidup dengan uang itu. Fasilitas yang dibatasi Omero padamu hanyalah fasilitas penting seperti bisnisnya yang tidak diperlukan olehmu! Tapi yang lainnya, masih wajar saja, tidak ditutup olehnya.”
“Jadi tolong jangan membuat masalah lagi. Jangan menambah masalahku Tatiana! Saat ini kau sudah bebas untuk melakukan apapun yang kau inginkan dengan pria-pria diluar sana!”
“Tidak boleh! Tidak bisa seperti ini! Aku tidak terima kau pergi begitu saja! Dari kemarin aku sudah mengatakan padamu, Dante! Asal kau kembali bersamaku, aku akan melupakan semua pria-pria itu!”
Tatiana berteriak karena Dante sudah membalikkan badannya ingin masuk kedalam rumahnya lagi. Tapi sepertinya Tatiana masih tidak mau menyerah. Dia berlari mengejar Dante,
“Dante!”
“Singkirkan tanganmu! Pergilah! Semuanya sudah selesai!”
“Dante?”
“Sudah kukatakan padamu! Diantara kita sudah tidak ada apa-apa lagi! Kau bebas melakukan apapun yang kau mau, termasuk jika kau mau melakukannya dengan Lorenzo ataupun dengan Jeff Amadeo!”
“Dante?…...kau?”
“Aku sudah tahu semuanya Tatiana! Sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan pernah tunjukkan wajahmu lagi didepanku! Kau sangat menjijikkan!”
Dante tak lagi memperpanjang, dia membalikkan badannya dan pintu gerbang pun langsung ditutup kembali. Tidak ada lagi pintu yang terbuka untuk Tatiana.
Wanita itu paham tentang hal ini sehingga dia hanya bisa mengepalkan tangannya karena geram dan kembali masuk kedalam mobilnya.
Tok tok tok
“Apalagi yang kau inginkan?” tanya Tatiana pada penjaga gerbang yang mengetuk mobilnya.
“Ini surat perceraian anda, Nyonya! Anda tetap harus menyimpannya dan Tuan Dante juga menyimpan satu miliknya. Mungkin suatu saat nanti anda akan butuh! Saya hanya disuruh memberikan ini kepada anda!” ucapnya karena tadi Tatiana memang membuang surat cerai itu.
‘Huh! Kau benar-benar menghinaku Dante! Tapi apa sebenarnya rencanamu setelah kau tahu tentang hubunganku dengan Jeff?’ Tatiana mulai khawatir sehingga dia pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Jeff.
“Ada apa? Apa yang ingin kau sampaikan padaku?”
__ADS_1
“Kau ada dimana sekarang Jeff? Aku harus bertemu denganmu sekarang juga!”
“Aku sedang mempersiapkan sesuatu untuk nanti malam! Kenapa memangnya?”
“Itu yang ingin kubicarakan! Aku tidak ingin melawan Dante sampai dia masuk rumah sakit saja! Aku menginginkan lebih dari itu!” kata Tatiana penuh emosi.
“Lalu apa yang kau inginkan?” tanya Jeff tersenyum tipis.
“Buat dia benar-benar tidak berdaya! Buat dia gagal karena aku ingin memberikan pembalasan khusus padanya. Buat Dante cacat!” tekad dan dendam Tatiana membuatnya berpikir itu.
“Sepertinya kau kesal sekali pada Dante? Ada apa?” tanya Jeff dengan tersenyum.
“Sangat benci! Karena itu aku memintamu agar jangan memberikan kemudahan padanya!”
“Sesuai dengan apa yang kau inginkan Tatiana! Aku akan melakukan apa yang kau mau! Tapi apa kau sudah memastikan kalau kau memegang gudang persenjataan ayahmu?” tanya Jeff.
“Aku tidak bisa bertemu dengan ayahku! Dia ada dirumah Dante dan aku sudah berusaha untuk masuk tapi tidak diizinkan!”
“Tidak bisa! Walaupun aku mau, itu sangat sulit!”
“Kalau begitu jangan dipikirkan, aku akan mencoba cara lainnya!”
“Tapi, kau akan melakukan apa yang aku minta bukan?”
“Tentu saja! Kau jangan terlalu banyak pikiran. Aku sudah merencanakan semuanya dan aku mengundangmu untuk makan malam ditempatku menginap sekarang, Tatiana! Ada yang ingin kubicarakan denganmu, cukup penting. Datanglah kesini sekarang!”
(Setelah Dante masuk kedalam rumahnya)
“Dimana Bella dan Alex, sekarang Henry?” tanya Dante setelah dia berada diteras rumahnya. Dia menatap Henry yang berjalan dibelakangnya dan saat itu suara mobil Tatiana sudah terdengar meninggalkan gerbang rumahnya.
‘Beruntung kau Tatiana! Tapi keberuntungan ini tidak akan bertahan lama. Kalau kau kembali datang dan mengusik keluargaku, aku tidak akan peduli apakah kau mendapatkan kepuasan atau tidak, yang penting aku akan benar-benar menghabisimu!’ bisik hati Dante ketika matanya melirik kearah mobil yang melaju pergi.
__ADS_1
Sungguh dia tidak menyangka kalau cinta yang tulus diberikannya pada Tatiana akhirnya harus berakhir seperti ini! Rasanya masih tetap menyakitkan karena bagaimanapun Dante pernah memailiki harapan akan bersama dengan Tatiana sampai mereka tua. Dan kini dia harus menghapus semua harapan karena pengkhianatan yang tidak pernah diduganya.
“Tadi Tuan Alex sedang bersama Nyonya Belinda, Tuan. Mereka sedang bermain dihalaman belakang. Di taman bunga.” jawab Henru.
“Hmmmm!” Dante masih memandang gerbang rumahnya.
“Apa anda menyesal telah membiarkan Tatiana pergi?” tanya Henry.
Dante menggelengkan kepalanya. “Sejujurnya aku merasa kasihan padanya. Tapi aku sudah berjanji pada Omero untuk menjaga putrinya yang lain! Aku juga tidak tahu apa aku bisa menolong Tatiana atau tidak!” Dante tersenyum dan menatap Henry. “Mungkin inilah jalan terbaik untukku. Cintaku dan Tatiana hanya sampai disini.”
Dante tak memperpanjang pembicaraan lagi. Dia memilih diam dengan tatapan matanya ke arah gerbang lagi. ‘Selamat tinggal Tatiana! Saat ini aku sudah tidak menganggapmu sebagai anak Omero atau mantan istriku lagi! Kau adalah orang lain untukku. Dan mulai saat ini aku akan bersikap layaknya orang yang hanya mengenalmu sebagai orang lain! Karena dari matamu aku melihat kau tidak menyayangi Omero. Aku yang akan menjaganua sampai akhir hidupnya!’ ucap hati Dante yang bersumpah.
“Bagaimana dengan kamarku Henry? Apakah sudah kau renovasi?” tanya Dante lagi kembali menatap Henry yang menganggukkan kepalanya.
“Sudah Tuan! Rencananya Nyonya Belinda akan dirias di kamar anda nanti, Tuan. Maksud saya untuk persiapan anda nanti malam.” ucap Henry yang membuat Dante merasa puas.
“Bisa kau siapkan semuanya di bunker sisanya?”
“Anda akan merayakannya didalam bunker Tuan?” tanya Henry dengan sedikit penasaran.
“Itu adalah tempat favorit Belinda! Tapi ini adalah pertama kalinya Alex masuk kedalam sana. Banyak yang ingin kutunjukkan padanya.” ujar Dante serius.
“Aku akan menunjukkan beberapa tempat yang dulu kau tunjukkan padaku, yang merupakan rahasia ayahku.” bunker yang ditempati Dante adalah bunker yang sudah diperbaiki olehnya dan dulu ayahnya yang pertama kali membuatnya untuk tempat bersembunyi dan berlindung.
Dante hanya merenovasinya dengan teman-temannya dan menambahkan beberapa hal untuk enterteainment karena sebelumnya, bunker itu mirip bunker perang, tak ada yang menarik disana. Di bunker itu ada beberapa tempat rahasia yang dulu pernah ditunjukkan oleh Henry kepadanya.
“Saya tidak menunjukkan Tuan! Anda yang menemukan tempat itu.” ucap Henry yang membuat Dante tersenyum.
“Kau masih saja berpura-pura tidak tahu apa-apa Henry?” ucap Dante tersenyum ramah. Senyuman yang tak biasa diberikannya kepada siapapun. Dia tidak terlihat seperti Dante yang biasanya. Perubahan ini membuat Henry senang tapi juga membuat hatinya khawatir.
‘Aku senang kalau kau memiliki perubahan sikap seperti sekarang ini Tuan Dante! Tapi sejujurnya aku takut sekali kalau sesuatu terjadi padamu! Kau ingin memberikan kesan baik terhadapku. Seperti ayahmu dulu yang memberikan kesan baik kepadaku saat beberapa hari sebelum kecelakaan itu!’
__ADS_1